Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 07: Pembukaan cabang perusahaan


__ADS_3

Selama satu minggu lebih, Caroline disibukan dengan masalah pengurusan perusahaan barunya, sehingga ia tidak terlalu berfokus pada lingkungan sekitarnya.


Beberapa karyawannya dari luar negri, sengaja ditarik untuk sementara ke negara Korea, sebelum ia mendapatkan para stap yang dapat ia percaya, termasuk sekretaris pribadinya yaitu Vernita, sedangkan Joel, ia jadi penanggung jawab perusahaan utamanya diluar negri, diluar pekerjaan rahasianya.


Dalam waktu seminggu lukas hanya menghabiskan waktunya dirumah sendirian tanpa mengikuti sang ibu, Caroline sedikit takut, kalau putranya datang bersamanya dirinya, ia takut kalau lukas akan menjadi fokus perhatian media, sedangkan ia tahu dengan jelas, keselamatan anaknya adalah hal yang utama.


1 MINGGU KEMUDIAN.


Caroline sengaja menggambar-gemborkan acara untuk pembukaan cabangnya di Korea, sehingga semua media tahu, kalau itu adalah sebuah cabang perusahaan terkenal dari luar negri yang bernaung dalam agensi aktris dan artis dunia hiburan.


Dan hal itu, ia bertujuan agar menarik perhatian kakak tirinya, yang saat itu dia telah menjabat sebagai manager perusahaan milik ayahnya Caroline, yang akan ikut bekerja sama dalam dunia hiburan.


Para pengusaha hebat di Negara korea, menyambut dengan baik, sebuah perusahaan baru miliknya yang akan diadakan secara terbuka dan terang-terangan.


Berita media dan televisi, dipenuhi dengan pemberitaan mengenai sebuah cabang perusahaan besar luar negri, yang akan melebarkan sayapnya dalam dunia agensi hiburan tersebut.


Dan acara pembukaan yang mewah tersebut, akan diadakan tepat pada hari ini.


Karangan bunga, dan ucapan selamat, telah membanjiri diluar gedung perusahaan miliknya, bagaimana tidak mendapatkan perhatian, perusahaan utamanya yang berada diluar negri telah masuk dalam jajaran sebuah perusahaan terkenal, yang mampu berdiri kokoh, dan kerap menuai pujiaan khalayak ramai, hanya dalam waktu 3 tahun lebih.


Disisi lain, Andrew yang mendapatkan kabar tersebut, tersenyum kecil dengan seringai dibibirnya, ia tidak sabar ingin melihat seperti apa wajah baru dari kelinci kecil miliknya dahulu.


"Tuan, apa anda akan menghadiri acara itu...?"


Tanya Liam kepada atasannya dengan sedikit bingung, paktanya, pria tersebut tidak pernah muncul dipermukaan media, dalam ataupun luar negri, ia selama ini sangat tertutup, dan tidak pernah menghadiri acara seperti itu, yang menurutnya tidak pantas untuk ia hadiri.


"Tentu saja, aku ingin melihat rencana besar apa yang dia bawa...." Ujarnya sembari merapihkan jas dan dasi miliknya.


"Maksud anda Tuan...?" Sahut Liam dengan bingung, apa yang dimaksudkan oleh ucapan presdirnya.


"Apa kau bodoh, pembukaan besar-besaran seperti ini, bukankah untuk menarik perhatian seseorang...." Sahut Andrew yang sedikitnya telah tahu, arah jalan fikiran wanita itu akan mengarah kemana.


"Maksud anda, Nona Caroline mencoba menarik perhatian anda...?"


Mendengar ucapan asistennya yang menurutnya sangat bodoh, andrew hanya menghela napas berat seraya menggelengkan kepalanya dan mengerutkan dahi, menatap tajam kearah wajah Liam.

__ADS_1


Melihat ekspresi Presdirnya yang tidak puas dengan jawabannya sendiri, ia seketika tahu.


"Mungkinkah untuk menarik perhatian keluarganya...?"


"Ya, dia berakhir diatas ranjangku, akibat dari kelicikan ayahnya, dan saat itu dia masih perawan, dia bahkan dengan putus asa mengakhiri hidupnya sendiri...." Sahut Andrew dengan nada suara yang berat.


"Apa Roland sudah tiba.?"


"Sudah Tuan, dia tengah menunggu diruangan tengah...."


"Baiklah, ayo pergi.!" Ujar Andrew seraya meninggalkan kamarnya, dan menghampiri Roland dilantai tengah, untuk segera menuju keacara pembukaan perusahaan Caroline.


*****


"Lukas sayang, nanti harus ingat buat menunggu Momi diruangan yang sudah Momi siapkan, dan jangan keluyuran keluar.!" Seru Caroline kepada putranya, seraya merapihkan pakaian milik putranya.


"Baik Momi..."


"Orang yang dikirim oleh kakeknya Lukas, dia akan menjaga Lukas dengan baik, jadi jangan buat masalah, ok...!"


"Kalau begitu, ayo kita berangkat...!"


Seraya Caroline menggandeng tangan Lukas dan diikuti oleh Vernita, joel, beserta orang suruhan kakaknya, untuk menjaga Lukas dengan baik.


*****


Riuk gemuruh tepuk tangan memenuhi seisi ruangan tersebut, semua orang bertepuk tangan menyambut pemilik perusahaan baru tersebut, ketika seorang wanita cantik, berambut merah, dengan mata coklat dan tubuhnya yang jenjang, memakai dres berwana biru nevi, sehingha terlihat sangat mewah dan begitu indah dipandang mata.


Ia melangkahkan kakinya memasuki aula tersebut untuk memberikan sambutan, dengan sebuah pengeras suara ditangannya.


"Para hadirin sekalian, terimakasih atas sambutan hangat dari kalian semua dan partisipasinya, atas pembukaan perusahaan cabang kami, yang berpusat diluar Negri...." Ujar Caroline dengan wajah seriusnya dengan sedikit senyum tipis dibibirnya.


"Malam ini, saya sebagai pemilik perusahaan, menyatakan resmi dibuka...." Ucapnya dengan sopan nan elegan.


Seketika suara tepuk tangan, kembali mengisi aula tersebut.

__ADS_1


"Mohon bimbingannya, dan kerjasama untuk para senior, yang mungkin telah meluangkan waktunya, menghadiri acara yang tidak seberapa ini, terimakasih...." Ujar Caroline dengan sopan, seraya membungkukkan badannya.


"Silahkan para hadirin semua untuk menikmati jamuan makanannya...."


Ucap Caroline seraya langsung turun dari atas podium pengumuman dan segera menghampiri orang-orang dibawah sana, untuk sekadar menyapa dan bersulang.


Bagaimana tidak disambut secara antusias, seorang pemilik perusahaan sebuah agensi besar diluar negri yang dikatakan sangat misterius itu, kini wanita tersebut muncul dan hadir dipermukaan memperlihatkan soalnya yang sangat cantik dan indah.


Seperti kabar yang telah berhembus, bahwa wanita tersebut memang seorang wanita cantik yang sangat berbakat, dan mampu mendobrak pasar industri hiburan, dengan aktris dan artis dari naungan agensi miliknya.


Tidak luput, seorang dokter tampan dan hebat, yang terkenal dalam dunia kedokteran, dan sebagai pemilik dari beberapa rumah sakit ternama, yang telah menyandang beberapa gelar dan penghargaan istimewa, yang dulu telah ikut berperan menyelamatkannya dirinya, juga menghadiri acara tersebut.


"Hellio, kamu juga menghadiri acara ini, bukankah kamu tengah berada diluar negri...?" Ujar Caroline seraya menghampiri dokter tersebut, yang memang mereka telah berteman sejak lama, bahkan dialah yang juga telah membantu kelahiran Lukas Caroline diluar negri.


"Tentu saja aku hadir, bagaimanapun acara ini sangat istimewa untukmu...." Sahut pria tampan yang baik hati tersebut.


"Terimakasih, semoga kamu menikmati jamuan malamnya...." Ujar Caroline seraya tersenyum tipis dan lembut.


"Tentu saja...."


"Kalau begitu, aku akan menyapa yang lain terlebih dahulu, Vernita, tolong temani teman saya sebentar, dan tolong jamu dia dengan baik...!" Ujar Caroline kepada Hellio sembari meminta kepada sekretarisnya, untuk menemani temannya tersebut.


"Baik, Nona...."


Caroline segera meninggalkan Hellio dan Vernita, untuk menyapa beberapa tamu besar yang datang, akan tidak baik, kalau ia bersikap acuh tak acuh, kepada para tamu yang telah meluangkan waktu dari kesibukan mereka masing-masing.


Ia sibuk berbincang dan mengobrol, sambil menyapa dengan sopan, seraya membahas mengenai masalah perusahaan kedepannya akan seperti apa, dan kerjasama yang mungkin akan terjalin dikemudian hari.


"Nona Renata, selamat atas pembukaan cabang perusahaan barunya...."


Ujar seorang pria gagah, tampan, dengan aura yang besar dan megah yang menghampirinya, dengan segelas anggur ditangannya.


"Pria ini, bukankah yang waktu itu bertemu dibandara...?"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2