
Seminggu berlalu, sebuah laman berita yang sangat menggemparkan, mencuat kepermukaan dengan sangat heboh, memenuhi media sosial, entah itu koran, berita televisi, weibo, dan hal lainnya.
Ketika sebuah kehidupan pribadi dari sosok pengusaha yang terbilang sukses, merebak dikalangan berita para dunia hiburan, pebisnis dan masyarakat, yang tidak lain ia adalah seorang lelaki paruh baya bernama waldo, berita itu membuka sebuah aib kisah masalalu, dimana ia kala itu tengah memiliki seorang istri yang cantik dan lemah lembut, tanpa ragu membawa selingkuhan beserta anak tirinya, memasuki rumah pribadinya tanpa rasa malu dan rasa bersalah.
Dalam cerita tersebut mengatakan, bahwa ketika istrinya tengah mengandung anak mereka, wanita itu harus hidup berdampingan satu atap dengan sosok wanita dari selingkuhan suaminya sendiri.
Berita itu juga mengangkat topik panas, sebuah tragedi kecelakaan hebat pada malam hari tatkala itu, yang berhasil menewaskan sang istri, bahkan ia hanya mendapatkan sebuah pemakan yang sangat tidak layak, terpampang beberapa poto, betapa terabaikannya pemakan tersebut, yang ditempatkan disebuah pinggiran kota yang terbengkalai.
Kecelakaan tersebut menjadi sebuah luka terdalam bagi seorang anak kecil, yang tidak lain adalah putri kandungnya sendiri, yang sejak terjadinya tragedi kecelakaan besar itu, ia mengalami sebuah hilang ingatan. Bahkan tanpa sebuah rasa kehilangan, lelaki tersebut tersiar berita langsung menikahi selingkuhannya dengan sangat mewah dan megah, memperkenalkan wanita tersebut kepada rekan-rekan bisnisnya, disela-sela waktu yang berdekatan dengan kematian sang istri, bahkan kasusnya saja belum terselesaikan.
Beberapa potongan video pun menyeruak, semua orang bergosip dengan pemikiran mereka masing-masing, ketika seorang anak tiri dan selingkuhannya hidup mewah bergelimang harta, namun berbeda dengan seorang anak wanita yang tidak lain adalah putri kandungnya sendiri, harus menjalani kehidupan yang sangat sulit dan menyedihkan, sebuah pakaian lusuh, dengan kejam anak itu harus mendapatkan beberapa tekanan dan cacian dari lingkungan sekitarnya.
Semua tidak menyangka, bahwa seorang wanita cantik bernama sherry, mendapatkan sebuah identitas pengakuan sebagai penerus perusahaan milik waldo, yang diperkenalkan dengan bangga kedunia luar adalah putri kandungnya sendiri, tidak lain hanyalah seorang anak tiri dari selingkuhannya semata.
Sementara seorang putri kandungnya sendiri, harus mengalami nasib tragis, ketika sebuah video menampilkan seseorang dengan ekspresi tertekannya, kesedihan, kekecewaan dari luka yang teramat dalam, wanita itu mengakhiri hidupnya sendiri dengan sangat malang.
Hanya dalam satu malam, kabar yang menyeruak dipermukaan, mampu menggoyangkan saham miliknya, dan harus mengalami kerugian besar, akibat beberapa kontrak kerjasama, harus terpaksa nembatalkan kerja sama mereka, karna tidak ingin terseret sebuah kerugian yang semakin besar.
********
"Aku memberikanmu semua informasi yang aku dapatkan, itu adalah sebuah hadiah besar, karna aku telah sembuh total dari perawatanku selama ini." Isi pesan masuk kesebuah ponsel milik Caroline, tepat sebelum berita itu mencuat kepermukaan.
"Terimakasih sayang, kau masih harus tetap berada disana, sampai keadaanmu benar-benar pulih, ingat jangan memaksakan dirimu! aku akan menjemput kamu secara pribadi, kalau dokter telah mengijinkanmu keluar. " Balasan pesan dari Caroline kepada orang yang jauh disana.
"Ok, aku tidak sabar ingin bertemu kalian, aku merindukan kalian." Balasnya dengan sebuah emoticon sedih.
__ADS_1
"Aku juga sangat merindukanmu, begitu juga denga Lukas." Balasnya dengan disertai emoticon Love, dan tanda pelukan.
************
Disebuah perusahaan milik waldo, ia tengah marah-marah dengan sangat geram, bagaimana bisa cerita masalalu yang sudah terkubur sangat dalam, Disaat seperti ini harus terangkat kepermukaan.
Ia meremas kepalanya sendiri dengan jengkel, pasti ada yang sengaja membuka aib masalalunya, siapa sosok yang berani mencari masalah dengannya, tidak mungkin hal seperti ini hanya sebuah kebetulan semata.
"Selidiki siapa yang berani-beraninya menyinggungku! dan tekan segera berita itu! aku ingin berita itu menghilang secepatnya.!" Pekik waldo kepada asisten dan sekretaris pribadinya.
"Baik Tuan."
Mereka segera bergegas meninggalkan ruangan atasanya, untuk menjalankan tugas yang diperintahkan kepada mereka.
Disaat yang bersamaan, Sherry harus menerima kenyataan pahit, beberapa drama dan produk iklan yang dibintanginya, secara bersamaan, mereka membatalkan kontrak mereka secara sepihak.
"Kurang ajar! bahkan Disaat telah menjadi roh, dia masih menghancurkan kehidupanku."
"Caroline sialan, sudah mati saja, masih membuat orang yang hidup kesusahan, dasar ******, tidak bisakah kau diam dineraka dengabn damai."
Pekiknya mencaci Caroline dengan sangat geram dan penuh emosi, ia sampai melemparkan ponsel miliknya, hingga hancur dan berserakan dilantai.
Siang hari tepat sepulangnya sekolah Lukas, Andrew telah menjemputnya, agar anaknya pergi bersamanya untuk sekedar makan siang bersama dirumah neneknya.
Kebetulan saat itu Caroline tengah sangat sibuk, jadi ia mengijinkan Andrew untuk membawa anaknya. Mungkin saja nenek dan kakaknya merindukan dia, lagipula Lukas adalah anak yang pintar, ia bisa menjaga dirinya sendiri, terutama ada Andrew disampingnya, tidak mungkin pria itu akan mencelakai anaknya sendiri, melihat begitu senang dan antusiasnya dia terhadap anaknya.
__ADS_1
Tepat pada sore hari, ketika Andrew akan kembali kekantornya, dan membiarkan lukas menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya, ia terdiam seraya dahinya berkerut, ketika sebuah berita yang menggemparkan, memenuhi seluruh halaman berita, bahkan saluran televisi yang saat itu tengah ditonton oleh keluarganya, tidak luput dari berita tersebut.
Apakah wanita itu mulai bergerak melakukan rencananya? atau ada orang lain yang campur tangan untuk menjatuhkan bisnis si tua bangka waldo tersebut.
Ia sedikit berfikir, bagaimana bisa hanya dalam waktu singkat, cerita masalalu yang terkubur sangat rapih, bisa didapatkan semudah membalikan telapak tangan, bahkan dirinya sendiri, harus susah payah dengan waktu yang lebih lama, ketika ia menyelidiki cerita hidup seorang Caroline, bahkan sampai sekarang, ia tidak memiliki informasi yang akurat mengenai garis besar cerita keluarga waldo, ia hanya bisa menggunakan jaringan hitam, untuk mencari informasi tersebut.
Hanya ada satu jaringan yang mampu memiliki informasi yang begitu akurat, namun mereka tidak akan pernah mau bernegosiasi, jika hal itu tidak menguntungkan mereka, dan tidak mampu menarik perhatian mereka.
Selama orang itu bergabung dengan jaringan khusus tersebut, tidak ada lagi jalan keluar untuk kembali, dulu sekali, ia pernah ditawari oleh mereka, namun saat itu, Andrew menolaknya, karna beberapa hal dan beberapa keputusannya sendiri, namun jaringan tersebut akan selalu membuka lebar pintu mereka, untuk menyambut sosok Andrew.
Ia melirik kearah Lukas, menatapnya setengah berfikir jauh, paktanya ia sadar bahwa anaknya tersebut, bukanlah anak yang pemikirannya mudah ditebak, hanya seseorang yang telah mendapatkan pelatihan khusus yang memiliki pemahaman yang dalam, dan rumit.
"Bukan aku yang melakukannya, aku hanya anak kecil, bagaimana bisa aku mengetahui, hal rumit masalalu orang dewasa seperti itu." Tegas Lukas menjawab dengan santai, ia mengerti arti dari tatapan ayahnya itu.
"Aku juga tidak mengatakan apapun." Sahut Andrew.
"Tapi ekspresimu mengatakan sebaliknya." Ujar Lukas menjawab dengan lantang, seraya ia memakan camilan yang ada dihadapannya.
"Kau ini terlalu pintar." Andrew hanya bisa menghela napas berat, anaknya terlalu mengerti, walau hanya sebuah ekspresi semata.
"Kalau aku bodoh, tandanya aku bukan anakmu." Sahutnya kembali menjawab, dan hal itu hanya bisa membuat Andrew terdiam, seraya ia mengalihkan tatapannya bergantian kepada kedua orang tuanya.
"Apakah dia yang menyelidiki informasi itu? apakah dia telah sembuh.?" Ujar Lukas dalam hatinya bertanya-tanya.
Bersambung.....
__ADS_1