Anak Genius: The Next Heir

Anak Genius: The Next Heir
Bab 17 : Mencari pemabantu


__ADS_3

"Momi, kenapa kamu melamun, apa kita akan terus berada disini.?" Ujar lukas bertanya dengan tatapan penuh tanya.


Sontak ia seketika tersadar dari lamunannya,


"Tidak sayang, ayo kita pulang...!" Ujar Caroline seraya menggandeng tangan putranya segera meninggalkan tempat tersebut.


******


Setelah selesai menyambangi makam milik Ibunya, Caroline dan lukas memutuskan untuk segera kembali kerumahnya. Takut-takut akan ada seseorang yang datang, dan menemukan keberadaan mereka secepatnya, apalagi dengan lamunan Caroline yang begitu lama.


Sebelum semua rencananya berjalan matang, tidak boleh ada yang mengetahui identitas aslinya untuk sementara, terutama keberadaan putra tersayangnya, namun berbeda dengan pria itu, ia sudah sangat curiga bahkan sangat yakin dengan bocah kecil itu, bahwa ia adalah anak kandungnya,


Ketika waktunya sudah tiba, ia tidak akan keberatan kalau ada yang mengenalnya, bahkan ayahnya sendiri, ibu tirinya, sekaligus kakak tiri yang sangat munafik dalam ingatannya.


Rumah Caroline.


"Sayang, pergi mandi dan ganti pakaianmu.!Momi juga akan pergi mandi, setelah itu, baru Momi akan menyiapkankan untuk kita makan malam..."


Ujarnya seraya mengelus ujung kepala putranya dengan lembut.


"Baik Momi, tapi berhentilah mengelus kepalaku.! Aku ini sudah besar Momi...."


Sahut lukas seraya memasang ekspresi tidak senangnya, dengan gaya marah yang manja, cirikhas layaknya anak kecil yang tengah merajuk.


Mendengar ucapan dari putranya yang coumplen karna perlakuan dirinya, ia hanya bisa terkekeh dengan gemas. Pasalnya, ia selalu menolak diperlakukan seperti layaknya anak kecil seusia pada umumnya, namun bagaimanapun juga, ia tidak ingin kalau putranya tumbuh dewasa sebelum waktunya, dan merasa hidup tanpa sebuah kasih sayang dan perhatian dari keluarganya, seperti dirinya dahulu ketika kecil. Karna itu, Caroline selalu berusaha dengan sangat keras, agar putranya tidak merasa diabaikan, walaupun tanpa sebuah kasih sayang seorang ayah.


Sebuah cerita kehidupan diwaktu kecil, dan pengalaman seorang anak diusia mudanya, menurutnya akan sangat berimbas terhadap pertumbuhan sang anak dimasa depan, tepat seperti dirinya, karna terlalu mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya, sehingga ia hidup seperti sekarang ini, dalam dirinya selalu tertanam dendam dan permusuhan yang begitu besar untuk kluarga ayahnya, terutama ibu tiri dan kakak tirinya, karna merekalah, ia hidup menderita, ditelantarkan sang ayah, kehilangan ibunya, sehingga berujung diranjang seorang pria tak dikenalnya, dan membuatnya mengambil keputusan bodoh, untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


Namun karna kebodohannya, disisi lain ia sangat bersyukur, sehingga ia dipertemukan dengan seorang penyelamat hidupnya, memiliki anak laki-laki yang menjadi cahaya penyemangat kehidupannya, dan bisa kembali bertemu sang kakek.


"Baiklah, putra Momi memang sudah tumbuh besar dan sangat pintar, kalau begitu, pergilah untuk segera mandi.! "


"Baik momi."

__ADS_1


Ditatapnya tubuh belakang sang anak, ia tidak menyangka, bahwa 6 tahun telah berlalu, dan ia mampu membesarkan sang anak dengan perjuangan yang sangat besar.


Jungkir balik perjalanan kehidupannya sangat tidak mudah, membesarkan anak seorang diri dengan susah payah, meski dengan bantuan Joel sahabatnya, namun saat itu, kehidupan dan materi yang Joel miliki, tidak seperti sekarang ini, saat itu mereka hidup dengan cara sederhana, dan saling bergantung sama lain.


Joel yang saat itu pekerjaannya masih tidak diketahui, dan masih dirahasiakan dari Caroline, karna ia belum menjadi anggota tim khusus organisasi hacker diluar negri. Joel saat itu masih menjadi anggota cadangan, dan misinya terbatas, jadi penghasilannya pun juga terbatas, karna semua tergantung sebuah misi yang mereka dapatkan.


Selesai mandi dan berpakaian, Caroline segera pergi ke dapur untuk memasak, menyiapkan hidangan untuk makan malam mereka berdua. Sedangkan lukas hanya berdiam dikamarnya, membuka laptopnya, untuk membantu sang ibu, mencari sebuah informasi lengkap berbagai orang, yang akan dipilihnya sebagai pembantu dirumah mereka.


Beberapa waktu berselang, lukas mendapatkan informasi seseorang dengan sangat akurat, dan tentunya ia telah menyelidikinya secara detail.


Tak. Tak. Tak.


Lukas tiba-tiba berlari kecil dari lantai atas, menyusuri anak tangga, dan segera menuju tempat Momi nya berada, seraya membawa laptop kesayangannya. Ia berusaha memberi tahu informasi yang telah ia dapatkan, seraya berteriak memanggil Momi nya.


"Momi, Momi...."


Mendengar suara lari langkah kaki yang sangat cepat dan tergesa-gesa, seraya mendengar bahwa putranya memanggil dengan sangat bersemangat, Caroline sontak menoleh dan sejenak menghentikan aktivitasnya.


"Ada apa sayang.?"


"Momi, Lukas menemukan calon pembantu yang cocok untuk rumah kita...."


Tegasnya tanpa menghiraukan kehawatiran dan perintah Momi nya. Ia langsung memperlihatkan layar laptopnya agar Momi nya melihat informasi yang ia dapatkan.


"Sayang, apa sedari tadi didalam kamar, Lukas berusaha membantu Momi untuk mencarikan seorang pembantu.?" Ujarnya seraya membaca informasinya.


"Ya, Lukas hanya melihat-lihat iklan saja, dan tidak sengaja menemukan informasinya, setelah dibaca-baca, sepertinya dia cocok untuk bekerja disini Momi...."


Sahutnya mencoba menjelaskan, ia takut kalau Momi nya curiga, bagaimanapun, menurutnya tidak akan terlalu baik, kalau seorang anak kecil terlalu pintar dihadapan orang tua mereka.


Apalagi usianya baru akan menginjak 6 tahun, dan masih bersekolah TK, akan sangat tidak masuk akal, kalau ia terlalu menarik perhatian, apalagi ia yang sekarang, telah masuk kedalam sebuah organisasi khusus tersembunyi, dan informasi pribadi dan kehidupannya harus sangat dirahasiakan, karna bagi para hacker hebat didunia, keselamatan mereka akan sangat terancam, dan akan diperebutkan oleh orang-orang besar berpengaruh, kalau keberadaannya diketahui. apalagi kalau tanpa sebuah dukungan besar dibelakang mereka.


Ia bergabung dengan organisasi hacker rahasia tersebut, karna sebuah aturannya yang memperbolehkan, untuk tidak saling bertatap muka antara semua anggota organisasi. Mereka hanya berkomunikasi lewat forum pribadi saja, dan tugas yang mereka dapatkan, akan dikirim lewat email masing-masing mereka.

__ADS_1


Sehingga tidak ada yang pernah tahu, kalau seorang hacker hebat organisasi rahasia tersebut, salah satunya adalah seorang bocah kecil yang baru akan menginjak usia 6 tahun.


Kecuali, orang-orang terdekat mereka, atau keluarganya saja yang tahu.


"Apa Lukas menyukai orang ini.?"


Ujar Caroline bertanya kepada putranya.


"Menurut Lukas, orang ini sangat terampil dalam mengerjakan tugas rumah, lihatlah pengalamannya Momi.!"


Sahutnya seraya mengeser-geser keyboard laptop miliknya, dan Memperlihatkan sebuah detail informasinya.


"Baiklah, Momi akan memilih orang ini, seperti saran Lukas, dan momi akan segera menghubunginya...." Ujarnya dengan tersenyum lembut kepada putranya.


"Kalau Momi merasa tidak cocok, Lukas akan membantu Momi untuk mencari yang lain lagi...." Ucapnya seraya menatap wajah Momi nya.


"Tidak perlu sayang, Momi juga merasa, bahwa orang ini sangat cocok untuk bekerja dengan kita...."


Ujarnya dengan ekspresi yakin, bagaimanapun, hal apapun yang disukai oleh putra kesayangannya, akan ia lakukan dan akan berusaha ia turuti, selama itu tidak melanggar etikanya, dan tidak membahayakan keselamatan bagi putranya.


"Baiklah Momi...."


"Tunggu sebentar.! Momi akan meniriskan terlebih dahulu makanannya, setelah itu, baru Momi akan segera menghubunginya...."


Ujarnya seraya langsung menuju ke arah tempatnya memasak, dan ia segera mematikan kompornya, ia pun menuangkan masakannya kesebuah mangkuk besar yang cantik, yang terbuat dari desain keramik yang elegan.


Agar ketika nanti makan malam, masakannya tidak terlalu panas, dan tidak repot untuk meniupnya terlebih dahulu.


"Baiklah sayang, ayo kita segera hubungi orang itu, sebelum waktu terlalu malam...."


Ucapnya seraya mengeluarkan ponsel pribadi miliknya dari saku celananya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2