
"Pekerjaan kita selesai, batalkan semua misi untuk satu tahun kedepan. Anggap saja itu cuti untuk kalian"
Jack dan beni sama-sama melebarkan senyumnya. Mereka saling pandang hingga.
"YES, SIR" Jawab mereka dengan tawa lebarnya.
Sofian yang gemas pun langsung menjitak kepala jack dan Beni silih berganti.yah, sofian sudah bergabung dengan organisasi yang di pimpin oleh max. Sehingga kekuatan mereka kini sudah sangat kuat.
"Mulai besok cutinya! Sekarang siapkan jet. kita akan berlibur!"
"Sure!" Jack dan beni langsung melaksanakan perintah sofian. Meninggalkan sofian dan max.
Max meraih cerutunya dan menghidupkannya.
"Kau yakin?"
"Kau takut kekayaanku habis?"
"Tak mungkin!"
"Sudahlah sofian, ini cuti kita"
"Ya, jika kau sudah berkata seperti itu aku bisa apa"
Max terkekeh pelan, mereka pun sama-sama menikmati angin malam dengan cerutu yang saling terselip dibibir mereka.
5 tahun kemudian
"Kakak! Kembalikan ice crem ku!!" Sentak bocah perempuan yang mengejar kakaknya.
"Kejarlah, ambil sendiri. Dasar lambat!" Ejek bocah pria.
"Kakak! Kembalikan ice cream ku!!" Kali ini nada suara bocah perempuan itu bergetar.
"Dasar cengeng, Fio cengeng!" Ejek bocah pria itu lagi. Bahkan ia dengan jailnya mulai menjilati ice cream yang mereka rebutkan.
"DADDY!! Teriak si bocah perempuan.
Dua orang yang tengah duduk di ayunan kayu itu sama-sama menutup telinganya karena teriakan yang dilontarkan oleh putri mereka. Ya dia adalah max dan ara bocah pria itu adalah Arsal yang sudah berumur 10 tahun, sementara bocah perempuan itu adalah Fiorella yang berumur 5 tahun.
Ara melirikan matanya menatap suaminya dari samping.
"Putrimu menangis" Lapor ara yang hanya dibalas senyum mieing dari max
"DADDY!" Teriakan itu kembali tergiang di telinga max dan ara.
Max berdecak dan ia pun mendirikan tubuhnya.
"Arsal, kembalikan ice cream adikmu. Jangan mengganggunya' Peringat Max mendekati kedua putra putrinya.
"Ini semua salah Daddy mengapa Daddy tak membelikan arsal ice cream juga?" Tanya arsal dengan memanyunkan bibirnya.
"Berikan dulu, nanti Daddy belikan" Ucap max berusaha membujuk putranya.
"Arsal, tak mau!"
"Daddy ..." Kini putrinya sudah mengeluarkan air mata.
Tak lama tubuh Fiorella didekap erat oleh ara.
"Jangan menangis, sweetheart"
"Mommy, ice cream" Fiorella menecerukan wajahnya di leher sang Mommy. Sementara tangan ara mengusap pelan punggung bergetar putrinya.
"Sst, sweetheart"
Arsal etap membuang wajahnya kesamping. Max yang paham putranya merajuk pun langsung memeluk putranya erat.
"Kenapa?"
"Arsal marah!"
"Kemarikan ice cream itu dan kita akan main"
"Tak mau!"
"Arsal tega pada Fio, lihatlah dia menangis sekarang"
Perlahan kepala arsal menatap adiknya yang menangis sesenggukan di dalam dekapan ara. Perlahan arsal mengangguk dan memberikan ice creamnya.
Max tersenyum ia gemas dengan tingkah putranya, secepat kilat ia pun memanggil maid dan meraih pesanannya tanpa sepengatahuan Arsal.
"Arsal mau hadiah?" Tanya max disambut anggukan antusias dari Arsal.
Max perlahan memberikan hadiahnya pada Arsal, Putranya yang tadi membuang wajahnya perlahan menatap apa yang disodorkan max,Tangannya dengan cepat
__ADS_1
mengambil alih apa yang tadi di tangan max.
"Daddy berikan dua ice cream untuk
Arsal" Ujar max memberikan hadiahnya pada arsal.
Arsal tersenyum manis, ia dengan cepat mencium pipi kanan max dan mencerukkan wajahnya di leher max
.
"Thank you, Dad"
"Welcome Boy"
Max menurunkan tubuh putranya sementara ara masih menenangkan Fiorella yang masih
menangis.
"Sekarang ada apa dengan putri Daddy?" Tanya max lembut menyamakan tingga tubuhnya dengan putrinya.
"Kak arsal dapat dua, Fio hanya satu?"
Tanya Fiorella dengan menunjuk ice creamnya.
"Sepertinya putri mu itu rakus"
Bisik max yang langsung mendapat tatapan horor dari ara.
"Itu semua adalah sifatmu!!" Rutuk Ara diringi dengan desisan tajamnya.
"Baiklah, ini sifatku Ucap max mengalah.
Ara ikut menjongkokkan tubuhnya dan menatap wajah putrinya yang basah karena air mata.
"Putri Mommy ingin ice cream lagi?" Tanya ara dengan menaikkannsatu
alisnya.
Fiorella mengangguk cepat, dan ara dengan celat pula menunjukkan sesuatu dari tangannya.
"For you" Ara menyodorkan ice creamnya dan langsung diraih oleh Fiorella.
"Thanks Mom" Ucap Fiorella setelah berada di dalam dekapan hangat ara.
"Sekarang apa kalian tetap akan saling bermusuhan?" Tanya max berdiri dan menatap putra putrinya silih berganti.
adiknya.
"Arsal Peringat max yang langsung membuat arsal terkekeh geli. Arsal mendekati adiknya, ia mendongakkan kepala adiknya dan menghapus air mata yang mengalir di
pipi kanan dan kiri Fiorella.
"Mau kakak peluk?" Tanya arsal dengan senyum manisnya.
Fiorella mengangguk mantap, ia pun kembali menundukkan kepalanya takut bertemu dengan manik tajam kakaknya.
Tanpa kata arsal langsung mendekap erat tubuh adiknya, Fiorella pun ikut membalas pelukan adiknya. Sesekali arsal mencium kepala Fiorella yang beraroma shampo bayi.
"Kakak sayang sekali pada Fio" Ujar Arsal dengan sangat pelan.
Max yang memang tajam pendengarannya bisa mendengarkan ucapan putra kecilnya ia tersenyum hangat sementara ara
kebingungan dengan yang max lakukan.
"Fio"
Panggilan itu berhasil memperjarak antara Fiorella dan arsal dan tak lama seorang anak yang berumur 9 tahun menubrukan dirinya dan memeluk Fiorella.
"Fio, Kak Reo rindu" Ungkap bocah itu yang langsung membuat arsal memutar bola matanya malas.
"Fio juga rindu" Ucap Fiorella dengan suara imutnya.
"Pembual!" Sindir arsal dibelakang tubuh Fiorella.
Max menatap putranya yang selalu berkata pedas. Astaga memang benar apa yang dikatakan istrinya ara, Semua sikap buruk max mencetak dengan persis pada anaknya.
"Lihatlah, bagaimana pedasnya ucapan putramu!"
"Dia putra kita" Koreksi max.
"Ekhm!" Deheman berhasil
membuyarkan niatan ara untuk membalas ucapan max.
"Sepertinya kalian bahagia sekali?" Tanya sofian seraya menggenggam tangan citra.
__ADS_1
"Jelas, kami hidup bahagia tidak sepetimu yang berpindah tempat
ayaknya orang yang tak punya uang"
"Ucapanmu itu boss!! Rasanya aku ingin mencabik-cabik mulut pedasnya itu!!" Rutuk sofian melirik tajam.
"Sepertinya kau berani padaku?"
"aku tak berani padamu!!" Jawab Sofian memutar bola matanya malas.
Max terkekeh, begitupun dengan Ara dan citra yang sudah terbiasa menyaksikan pertengkaran tak bermutu antara sofian dan max.
"Suami kita selalu saja!" Rutuk Citra mendekati ara sementara sofian mendekati Fiorella dan mulai menghoda putri adiknya itu.
"Uncle, Fio ingin jadi model"
"Ya, cantik. Kau akan jadi model terkenal lihatlah dirimu, kau cantik sekali" Ujar sofian memeluk dan mencium pipi Fiorella.
"Boleh aku digendong?" Pintanya dengan meremas jarinya gugup.
"Dengan senang hati, cantik" Sofian dengan cepat menggendong Fiorella dengan senyum manisnya. Gadis kecil itu sesekali mencium pipi sofian.
"Uncle tampan dan tinggi"
"Daddy lebih tampan' Sela max mendekati sofian.
"Ya tentu saja, Daddy paling tampan" Jawab Fiorella dengan cengiran kudanya.
Ara merangkul bahu citra dan melirik sekilas pada sahabatnya itu.
"Jadi takdir lo sama gue itu jadi istri om-om?" Tanya ara mengangkat kedua alisnya.
Ara terkekeh geli, ia pun menatap ara dan tersenyum manis
"lya nih, takdir kita sedih tapi bahagia banget yah"
"Gue nggak nyangka bisa cinta banget sama om tua seperti max.
"Gue juga nggak nyangka bisa secinta ini sama abang kamu" Bisik citra dengan senyum manisnya.
"Lama juga kita ngk ngomong kek gini"
"lya nih"
"Hentikan obrolan kalian, itu mengganggu kami" Ucap sofian dan Max bersamaan.
Ara dan citra sama-sama mendekati suami mereka masing-masing memeluk erat mereka.
"Ara cinta secinta-cintanya sama Om max" Bisik ara tepat ditelinga max.
"Saya juga cinta sama kamu gadis tengil dengan segala keajaibannya'
"Ish, ara malu" Ucap ara menenggelamkan wajahnya di dada bidang max.
"Kenapa malu, kita udah nikah loh"
"lya juga sih" Ara berjinjit untuk mencium puncah hidung max dan dibalas oleh pria itu dengan ciuman singkat di pipi kanan ara.
"Mommy!" Fiorella mengulurkan tangannya meminta digendong.
"Daddy!" Kini giliran arsal yang meminta digendong.
Max dan ara sama-sama menggendong putra putri mereka.
Max sesekali mencium pelipis arsal sementara ara mencium pipi Fiorella.
" Arsal lapar" Adu arsal pada Daddy nya.
"Fio juga"
Max tertawa menanggapi arsal dan Fiorella.
"Maka kita harus makan" Jawab ara. Mereka pun memasuki mansion ditengah perjalanan max menautkan tangannya dengan tangan max.
"I love you my little wife" Bisik max tanpa mengeluarkan suara.
"I love you my dangerous mafia"
Balas ara dengan senyum Ara dan semua kisahnya bersama max akan selalu diingat
oleh masing-masing diantara mereka.
Mereka sama-sama tersenyum bahagia, dan akan terus begitu selamanya.
Sementara marcel kini hidupnya sangat sibuk dengan pekerjaan. Sampai saat ini belom ada wanita yang mampu menggetarkan hatinya. dan Luna kini sudah berubah menjadi lebih baik lagi, dan sangat menyayangi kedua anak ku. Kini perusahaan di pimpin olehnya. Untuk marcel,Aku hanya berharap suatu saat ada wanita yang terbaik dikirimkan Tuhan kepadanya.
__ADS_1
The End