Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
59


__ADS_3

" Itu adalah urusanku, karena tangan yang kamu pegang adalah tangan kekasihku. "


Ara  dan max terkejut mendengar pengakuan dari marcel. Namun ara tau, ini semua dilalukannya pasti untuk menjauhkan max darinya.


" Aku tau tidak percaya jika kamu adalah kekasihnya, dan kamu pikir aku takut. Jika kamu pacarnya aku adalah tunangannya. " Entah pikiran darimana max masi mengganggap ara adalah tunangannya.


" Brengsek " Marcel dengan cepat meninju wajah max, namun max bisa melihat nya sehingga pukulannya tidak sampai ke wajahnya. Sebaliknya dia memberikan pukulan kewajah marcel.


" Hentikan. Apa yang kalian lakukan, dan kamu, ada hak apa kamu mengatakan aku tunanganmu, aku bahkan tidak sudi menjadi tunangan mu. Pergi dari sini, pergi. " Ara sangat marah kepada max yang seenaknya saja mengklaim  dirinya sebagai tunangannya.


" Ara, apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa memaafkan aku, aku akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan maaf dari kamu. " Max kembali bersujud di kaki ara. Sementara Marcel sedikit banyaknya sudah mengerti kenapa max bertingkah seperti itu, kemungkinan terbesarnya adalah max sudah mengetahui siapa ara.


' apakah pada akhirnya ara akan kembali kepada max? Jika mereka bersatu, lalu untuk apa aku dilahirkan kembali? ' Marcel memilih untuk pergi, jika memang ara akan bahagia dengan max, ia juga akan bahagia.


" Kamu mau aku memafkan kamu ?"


" Iya, apapun, aku akan lakukan? "


" Jauhi aku, jangan pernah muncul di hidupku lagi. "


" Ara, tidak bisakah kamu memberikan syarat lainnya? Aku sangat menyesal  dengan apa yang aku lakukan di masa lalu. Aku benar benar bodoh, aku dibutakan oleh dendam."


" Dendam sampai harus membakar nyawa orang hidup hidup?  Apa kamu tidak memikirkan nyawa orang orang di dalam penjara ?  Apa bagi kamu nyawa orang orang tidak ada artinya?  Kamu bukan manusia max, kamu pembunuh "


" Ara dengarkan aku, aku tidak melakukan semua itu, bukan aku pelakunya "


" Kamu masi bisa berdalih, haa, aku mendengar sendiri kalau kamu menyuruh Jack untuk membakar penjara tempat papah ditahan, kamu ingin membunuh papah ku hanya karena dendam kamu yang belom jelas siapa pelakunya. "


" Ara aku memang merencanakan semua itu, tapi bukan itu tujuannya. dan kebakaran itu.. "


" Apalagi yang mau kamu katakan, tujuan kamu memang untuk membalas dendam kepada papah aku, cukup max, kamu mempermainkan perasaan aku, aku masi bisa Terima, tapi kalau soal kamu membunuh papah aku, aku tidak akan bisa melupakan itu. "


" Ara bukan aku pelakunya, dengarkan aku dulu"


" Aku muak dengan mu, pergi kamu, jangan mengganggu ku lagi, aku mohon, jauhi aku. "


Ara berlari dan  dengan cepat menghentikan taxi. Bahkan ara lupa tentang keberadaan Marcel bersamanya  tadi.


" Kenapa harus bertemu dengan kamu lagi di kehidupan ini, aku sudah mengubur semua kenangan pahit yang kamu torehkan dihati ku. "

__ADS_1


Ara tiba dirumah dan melihat keluarga baru sedang asyik menikmati makan malam.


Velly yang melihat ara datang langsung berdiri menyambut nya.


Ara sudah pulang? Mengapa tidak memberitahu mamah sebelum nya, jika mamah tau kamu pulang lebih awal, mamah akan memasak makanan kesukaan mu. "


Velly berpura pura menjadi ibu yang baik. dia berdiri dan memegang tangan nya.


Jika ara tidak tahu sifat asli ibu tirinya ini, mungkin dia akan senang dengan apa yang di lakukan Velly kepadanya.


Senyum munafik velly membuat ara terkekeh.


" Ini adalah rumah ku, aku tidak perlu memberitahu Anda kapan aku pulang. aku bisa sesuka hati pulang dan pergi dari rumah ini. Apa ada masalah tante velly? " Ara sengaja menekankan kalimat terakhirnya.


Velly yang mendengar itu merasa jengkel, namun sebisa mungkin dia meredam amarah nya. dia harus memberikan citra yang baik di hadapan fernady dan sofian.


" Ara, kamu salah paham sayang. Mamah tidak bermaksud seperti itu, Hanya saja jika mamah tau kamu pulang lebih awal, mamah bisa menyiapkan makanan kesukaan kamu, karena abg fian bilang ara jarang makan di rumah kalau malam."


Ara sangat muak dengan akting velly ini, terlebih velly memanggilnya dengan sebutan mamah. Padahal ara sudah mengatakan jangan menyebutnya sebagai mamah di depan nya. Ara akhirnya naik ke atas tampa menghiraukan omongan velly.


Fernady ingin memarahi ara karena ketidak sopanan nya kepada velly, namun di cegah oleh luna.


" Baiklah, kamu harus waspada dengan nya. "


" Iya daddy, tenang saja.


" Kak ara tunggu "


Ara yang merasa di panggil berhenti dan berbalik.


" apa ada yang ingin kamu katakan? " Ara sangat membenci luna, terlebih mengingat jika luna sifatnya sangat mirip dengan bella pada saat berada di tubuh flo ,meski wajahnya berbeda entah kenapa ara tidak menyukai luna.


" meski kakak tidak menyukai aku dan mamah, kakak tidak bisa berbuat apa apa, karena kenyataan nya aku dan mama sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Kakak tidak bisa membantah nya. Jadi tolong hargain perasaan  mamah" Ujar luna dengan sombong. namun terlihat menyedihkan.


"Aku tidak pernah menganggap kalian bagian dari keluarga ini, kalian hanya menumpang di rumah ini. "


Ekspresi fernady dan velly berubah saat mendengar perkataan ara.


" Ara, bisa bisa nya kamu berkata seperti itu kepada luna dan istri ku.biar bagaimana mereka itu mamah dan saudara tirimu. "

__ADS_1


Fernady menatap ara tajam, dia sudah tidak bisa menoleransi sikap ara kali ini.


" Mas, seperti nya kehadiran ku dan luna benar benar tidak di hargai dirumah ini, lebih baik kami pergi dari sini" Ujar velly dengan berpura pura sedih.


" Tidak ada yang akan keluar dari rumah ini, ini adalah rumahku, aku yang berhak menentukan nya. Ara minta maaf kepada mamah velly dan juga luna. " Ujar fernady dengan penuh amarah.


" Kenapa daddy jadi menyalahkan ku, apa yang aku katakan itu benar, mereka memang menumpang kekayaan daddy, seseorang pernah berkata kepadaku, seorang ayah jika menikah lagi, dia tidak akan memperdulikan anak kandung nya lagi,setelah memiliki istri baru, terlebih sekarang daddy mendapat dua bonus anak lagi. " Ujarnya dengan pura pura sedih. lalu dia melihat ke arah velly dan luna,


"gara gara kalian daddy jadi marah kepadaku."


" Kak ara bisa bisa nya kakak berkata seperti itu, mamah sangat sayang sama kakak, dan juga abang fian. Mamah bahkan rela belajar masak makanan kesukaan kakak sama bibi di dapur."


Luna berjalan ke arah velly dan menunjukkan telapak tangan nya yang luka akibat goresan pisau dan jua cipratan minyak di bagian tangan nya.


" Kakak lihat ini,tangan mama sampai seperti ini, Tapi malah ini perlakuan yang mamah aku dapatkan. Luna benar benar tidak Terima" Isak nya dengan sedih.


" Ara, sudah, abg tau kamu belom bisa menerima tante velly dan luna, tapi jangan seperti ini, setidaknya tante velly sudah berusaha untuk menyenangkan kamu. " Ujar sofian memberikan pengertian.


Luna ayok abang antar kamu istirahat ke kamar mu. "


Luna mengangguk, sementara fernady sibuk memeriksa luka yang ada di tangan velly.


" Lain kali tidak usah repot repot untuk memasak, ada bibi yang akan masak. Kamu jangan membahayakan diri kamu sendiri. "


" Aku hanya ingin membuat ara menyukaiku mas, aku ingin menjadi mamah yang baik buat dia, meski aku tidak sebaik inggit, tapi aku akan berusaha untuk membuat keluarga ini bahagia. "


" Iya , aku mengerti. Kamu yang sabar ya, suatu saat ara pasti bisa menerima kamu. "


"sudah dek, jangan menangis lagi. abang yakin kok pelan pelan ara akan menerima kehadiran kamu dan juga tante velly dia hanya butuh waktu lebih lama lagi. kamu yang sabar ya. " kata fian dengan lembut.


" iya abang. luna nggak apa apa, luna bisa menerima semua perlakuan kak ara, tapi luna nggak bisa liat mama sedih, , luna cuma punya mama dari kecil,luna nggak pernah liat mama mikirin kebahagiaan nya. mamah selalu sibuk bekerja untuk luna dan kak joel, sampai lupa untuk mikirin hidup nya. ketika daddy memutuskan untuk menikah dengan mamah ,luna sangat bahagia.luna yang memaksa mama untuk menerima lamaran daddy. karena luna pikir mama akan bahagia.dengan begitu, mamah akan mendapatkan kasih sayang dari seorang suami yang benar benar tulus.sama hal nya dengan luna, luna ngak pernah tau gimana rasanya memiliki seorang daddy, sejak kecil Luna sudah tidak memiliki orang tua yang lengkap. pelukan hangat seorang ayah saja Luna tidak pernah merasakan nya. Luna terkadang iri dengan keluarga yang lain, punya keluarga yang lengkap. sekarang luna mempunyai keluarga yang lengkap. tapi jika mamah tidak bahagia, luna akan merasa bersalah, hanya karena Luna ingin keluarga yang lengkap, mamah jadi di perlakukan tidak adil disini. "


" sssststs, kamu jangan ngomong begitu, ada abang dan daddy yang peduli dengan kamu. abang janji, ara akan menerima kalian dengan tulus. " sofian memeluk Luna untuk menenangkan.dia  tidak bisa melihat luna bersedih. dia memang curiga terhadap velly, tapi untuk Luna, seharusnya tidak perlu di curigai. luna hanya seorang wanita rapuh yang butuh perhatian lebih.


'Kamu lihat ara, satu persatu orang yang kamu sayangi akan berpaling kepadaku. Batin Luna.'


" Kamu istirahat, abang akan keluar. "


Setelah keluar dari kamar luna, sofian berhenti di depan kamar ara.

__ADS_1


' ara, maafkan abang karena membuat kamu kecewa, abang sangat sedih melihat kamu membenci ku, sejujurnya hati abang sangat sedih saat harus berpura pura tidak peduli denganmu. bertahanlah sayang. Setelah abang berhasil menemukan bukti tentang kematian mamah, keluarga kita akan kembali seperti dulu lagi. '


__ADS_2