Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
62


__ADS_3

Semua orang di perusahan itu terlihat panik, tidak ada satupun dari mereka yang bekerja serius seperti biasanya. tiga sampai lima karyawan berkumpul membentuk kelompok dan sibuk membahas sesuatu.


saat melihat kedatangan ara, bukannya tenang malah keadaan semakin gaduh.


" ada apa ? " ara bertanya kepada bian sambil mengerutkan kening.


" nona ara, masalah mengenai kebocoran data pelanggan saat ini sudah menjadi berita panas di internet, berita ini sama sekali tidak nisa ditekan, sepertinya semua karyawan di perusahaan sudah mengetahui hal ini.


mereka semua saat ini mengkhawatirkan masa depan perusahaan .


bian juga berusaha menyembunyikan ini dari karyawan perusahaan, tetapi penyebaran berita di internet terlalu cepat. sebelum dia punya kesempatan untuk mengambil tindakan, sebagian besar karyawan perusahaan pada dasarnya sudah tau mengenai masalah ini.


" apakah para anggota dewan itu hanya menonton para karyawan membuat masalah tampa melakukan apapun? "


ara sedikit kesal, apa tidak ada seorang pun yang keluar untuk mengendalikan situasi saat ini?


bian menjawab tampa daya.


" para dewan direksi juga sedang berdebat diruang rapat, dan aku sama sekali tidak bisa membujuk mereka untuk mendengarkan aku. melihat para dewan direksi yang berdebat, para karyawan juga semakin kebingungan, dan beberapa saat kemudian tersebar desas desus bahwa bahwa fernady corp akan bangkrut. banyak karyawan yang ingin segera mencari pekerjaan baru. "


"omong kosong " kata ara mempercepat langkahnya.


setelah sedang menunggu lift, ara melihat ada segerombolan karyawan yang berbisik sambil menatapnya.


" tidak disangka ya, baru sebentar menjadi CEO, perusahaan sudah di abang kehancuran. "


setelah terdiam sesaat, ara berbalik badan dan berjalan kearah area kantor para karyawan.


" noa ara, para dewan direksi dan juga tuan fernady sedang menunggu nona. "


kalau begitu, biarkan saja mereka menunggu". setelah mengatakan itu ara berjalan kearah area kantor.


melihat ara berjalan kearah mereka, para karyawan yang awalnya gaduh, terdiam seketika.


setelah berjalan ke tengah ruangan. ara berkata.


"semua orang duduk dan kembali ketempat duduk masing masing terlebih dahulu. dan dengarkan penjelasanku tentang apa yang sedang terjadi. saya tahu bahwa semua orang sangat khawatir, apakah insiden ini akan mempengaruhi perkembangan perusahaan atau tidak. disini saya dapat pastikan bahwa insiden ini sengaja direncanakan oleh orang orang yang memang berniat untuk melawan fernasy corp.


tapi kalian tidak perlu khawatir. karena aku sudah menemukan cara untuk menangani masalah ini. "


setelah mengatakan itu, ara langsung menuju ke ruang rapat.


begitu pintu ruang rapat terbuka , ara mendengar suara keras. begitu melihat ara, fernadydan juga dewan direksi lainnya langsung berdiri.


ara juga sempat terkejut melihat adanya luna dan juga velly di ruangan ini, senyum tipis tersungging di mulutnya.

__ADS_1


" ara, apa yang sebenarnya terjadi? "


apakah kamu tau seberapa banyak penurunan saham perusahaan kita dalam beberapa jam terakhir? "Unjar fernady dengan marah.


dewan direksi lainnya berkata.


" benar, bagaimana mungkin nona ara bisa membocorkan data sepenting itu?"


Melihat ara di pojokkan, velly  berguman dalam hatinya. ' kali ini aku pastikan kamu akan tersingkir dari jabatan sebagai CEO di kantor ini, bagaimanapun aku lebih berpengalaman dari mu. "


Ara memgatupkan tangannya di depan meja dengan ekspresi tenang.


" Aku tidak mengerti apa yang  sedang  kalian bicarakan? tolong kalian jelaskan secara detail kepadaku. "


Velly menjawab,


" Ara, mamah tau mungkin mamah sudah bukan karyawan di perusahaan ini lagi, tapi mama sudah lama bekerja disini, mama sedikit banyak nya tau, tentang apa yang terjadi sekarang. "


"  Lalu? " Ujar ara santai.


" Mama rasa  semua orang sudah tau tentang kebocoran data perusahaan ini. "


" Terus? "


" Jadi kalian maunya seperti apa? Apa kalian menyalahkan ku? " Ara bersandar ke kursi dengan tenang sambil melipat tangan di dada.


Melihat gerakan ara yang santai, seorang direktur yang sudah diajak bekerja sama oleh Velly dan luna  tidak bisa menahan diri , dia memukul meja dan berdiri menunjuk kearah ara dengan marah.


" Nona ara, kamu bahkan tidak dapat menjaga kerahasiaan informasi perusahaanmu sendiri. Bagaimana bisa kamu mengelola  fernady corp, menurutku kamu harus menyerahkannya kembali kedudukan itu kepada tuan fernady. "


Perkataan yang baik, Velly diam diam memuji direktur itu, orang ini pantas diberikan promosi,disaat kritis seperti ini,ia bisa membaca apa yang ada pikirannya.Selagi perusahaan kembali ke tangan fernady, Velly akan dengan mudah merebutnya nanti.


" Ya itu benar, bagaimana mungkin kami bisa mempercayaimu ? "  Ujar yang lainnya.


" Ini baru awal saja ,nona ara sudah membuat kesalahan. Jangan jangan suatu hari nanti informasi perusahaan ini bisa bocor kembali., perusahaan ini bukan milikmu sendiri, kita semua memiliki saham juga disini. "


" Ya itu benar, nona ara tidak bisa membuat kita semua tenggelam bersamamu. "


" Ara, kamu harus memberikan penjelasan kepada kita semua tentang hal ini?  Jika tidak terpaksa daddy akan menarik kembali posisi itu dari kamu." Ujar fernady dengan tegas.


Ara yang sudah mulai jengah pun angkat bicara.


" Baiklah, aku akan menjawab semua nya yang kalian pertanyakan. Aku memang sengaja membocorkan  tentang data itu. Namun aku juga tidak melakukannya tampa alasan. Seseorang telah mencoba untuk menyingkirkan ku dari posisi ini, dia dengan sengaja mencoba  untuk meretas file pribadi kantor. Untungnya aku segera menyadari nya, dan langsung membuat salinan data palsu. Jadi berita yang sekarang sedang beredar, itu tidak akan berpengaruh dengan perusahaan kita. Karena aku pastikan, perusahaan kita baik baik saja.


Ara kemudian menyalakan laptop nya dan memperlihatkan ke  semua orang, jika data yang asli masi tersimpan dengan aman.

__ADS_1


" Lalu kenapa nona ara membiarkan ini menjadi tersebar? " Bukankah ini bisa saja merusak citra perusahann? "


" Aku melakukannya karena ingin menangkap tikus tikus yang bersarang di perusahaan ini. Dan sekarang tikus itu sudah tertangkap. " Bibir ara membentuk senyum mencibir dan dia menatap luna dengan tatapan  main main.


Melihat ara menatapnya  dengan ekspresi  ini, firasat buruk tiba tiba muncul di hati luna.


Para dewan direksi yang berkomplot dengan Velly saling melirik, jujur saja saat ini wajah mereka sudah pucat pasi, karena sindiran itu jelas jelas untuk mereka.


" Baiklah, jika sudah tidak ada yang perlu di bahas, rapat ini selesai sampai disini. "


Semua dewan direksi yang hadirpun segera meninggalkan ruangan.


" Ara, syukurlah ternyata ini semua tidak benar, daddy sangat cemas saat mendapat berita itu. "


Sementara luna sangat kesal, rencana yang sudah disusunnya dengan bagus, ternyata dengan gampang dirusak oleh ara.


Saat luna masi asyik mengumpat ara di dalam hatinya. Tamparan keras sudah mendarat di wajahnya.


Plak, plak ...plak...


" Ahk, apa yang kamu lakukan kepada putriku " Teriak Velly dengan keras.


" Ara, ada apa denganmu, kenapa kamu menampar adik kamu.? " Ujar fernady yang cemas melihat wajah luna merah


" Apa yang aku lakukan itu, tidak sebanding dengan apa yang sudah dia lakukan."


" Apa yang kakak maksud? Luna tidak melalukan apa apa. " Luna tidak akan megakuinya di hadapan fernady.


" Tidak usah berpura pura tidak mengerti. Semua kekacauan ini adalah ulahmu. "


" Kakak, aku tidak mengerti apa yang kakak katakan, untuk apa aku melakukannya, kita adalah keluarga, aku tudak mungkin menghancurkan kluarga sendiri. " Ujar Luna yang sudah menangis.


" Ara, jaga sikapmu ini, kamu tidak bisa menuduh nya tampa bukti.  dan lagian, untuk apa dia melakukannya . Ara, saingan bisnis itu banyak, bisa saja salah satu dari saingan bisnis kita yang melakukannya. "


Ara melempar HP nya kepada fernady, disitu berisi tentang semua bukti Luna, membayar seorang peretas, dan juga vidio nya berbicara  kepada orang tersebut.


Fernady  melihat bukti itu, kemudian dengan dingin berkata.


" Masalah ini sampai disini saja. apapun yang akan di bahas, di lanjutkan dirumah saja. Sekarang kami akan pulang. " Ujar fernady dingin, sebelum pergi,  dia menatap Luna dan juga Velly dengan tatapan rumit.


Ara sangat muak dengan daddy nya yang sekarang ini, tidak ada kata kata yang bisa ara ucapkan lagi. kecurigaannya kepada fernady semakin kuat.


Selepas mereka keluar, ara mengambil telponnya lagi, dan mengirim pesan ke seseorang.


" Terimakasih  atas bantuanmu.aku mengundangmu untuk makan siang hari ini. "

__ADS_1


__ADS_2