Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
jangan berharap biar nggak sakit hati


__ADS_3

Flashback


4 tahun yang lalu.


" Ayah, apakah kita akan terus dalam pelarian seperti ini? Kenapa tidak kita berikan saja apa yang mereka mau.? "


" jangan bicara sembarangan ini adalah warisan peninggalan kakek mu yang harus kita jaga. Kakek berjuang bahkan hampir mati untuk memulai bisnis ini, jadi kakek mu tidak akan membiarkan warisan ini jatuh ke tangan orang orang yang serakah. "


" Tapi ayah, kita tidak akan bisa hidup dengan tenang. berikan saja kepada mereka, suatu hari nanti aku akan mengembalikan nya kepada ayah. "


" kakek mu sudah berpesan kepada ayah. Ini adalah wasiat nya. bahkan jika nyawa ku taruhan nya. " ujar dimas


beberapa orang dengan topeng datang menerobos ke kediaman mereka. semua yang tinggal disana habis di bunuh dengan keji.


" Orlando, ingat pesan ayah, jaga dengan benar peninggalan kakek mu ini, jangan buat sia sia pengorbanan kakek dan ayah mu ini. "


" tidak ayah, jangan tinggalkan aku dan ibu, ayah ku mohon,berikan saja kepada mereka, kita bisa hidup sederhana dan bahagia. " ujar orlando dengan air mata.


" Sofia.. aku percayakan anak kita kepada mu, kelak kamu harus bisa membuat orlando menjadi orang yang kuat,orang yang berkuasa, Semua orang harus tunduk kepadanya. ' setiba kalian di tujuan segera lah ganti identitas kalian.


" jika itu yang kamu inginkan, aku ku penuhi, tapi ingat lah ini, setelah keinginan mu terpenuhi, aku akan menyusul mu. "


Orlando dan ibunya tidak sadarkan diri. suami nya membuat mereka pingsan dan di asingkan kesuatu tempat. Kemudian dimas membawa dua mayat . Seorang ibu dan anak, yang akan di buat sebagai pengganti istri dan anak nya. dengan begini orang yang akan mengejarnya akan mengira bahwa mereka telah mati.


Selepas mereka pergi ,rumah itu dibakar habis. mulai dari situ mereka berganti identitas dan hidup sederhana hingga Max berumur 17 tahun. Max walker, itu adalah nama pengganti nya.max diam diam bergabung ke group azura, dan berhasil memenangkan hati ketua klan azura.dia di angkat menjadi anak angkat oleh ketua azura, dan menjadi ketua nya hingga sekarang. max menyamar menjadi cupu untuk memancing pembunuh orang tua nya keluar.


Flash on


" Plak, apa yang kamu lakukan haa,, kenapa kamu malah berencana untuk membunuh gadis itu, bukan kah kamu bilang ingin membuat gadis itu hidup menderita , lalu apa yang kamu lakukan haa, hampir saja wanita itu mati. "Ucap pria itu dengan marah.


" Aku sudah tidak tahan melihat dia semakin dekat dengan orang yang aku sayang. Lagian menderita atau mati sama saja. Kenapa kamu membela nya sekarang, bukan kah niat kita sama, ? "

__ADS_1


" Itu bukan urusan mu, lakukan sesuai dengan yang aku perintah kan. Jika tidak jangan harap aku akan membantu mu lagi,. "


Apa kamu juga menyukai nya haa,? apa kamu menyukai wanita murahan itu sekarang ? Apa hebat nya wanita sialan itu, " Berang bella dengan emosi.


" Aku menyukai nya atau tidak, itu bukan urusan mu, aku punya caraku sendiri untuk mengurus nya, jangan lewati batasan mu bella, "


" Lalu kapan kamu memulai nya, ini sudah terlalu lama, aku tidak sabar melihat wanita itu hancur. "


" Bersabar lah sebentar lagi, tidak lama lagi kamu akan melihat nya. "


" Baiklah aku percaya kepada mu. " Ucap Bella dengan segera mengelus dada pria itu manja. Hingga terjadi lah percintaan panas di apartemen pria itu.


Di sebuah markas besar milik dark devil terjadi perkelahian,aksi tembak menembak terjadi di markas itu,, bau darah segar mulai tercium di mana mana,


" Aku tidak menyangka kalau kamu dengan berani memberontak di wilayah ku sendiri, "


Ucap pria itu santai namun penuh tekanan.


" Apa yang kamu mau, dark devil tidak pernah berurusan dengan kelompok azura.. "


" Mungkin kamu tidak ada urusan tapi bagai mana dengan ini,, "


Bruk, seorang pria penuh dengan darah di lemparkan kehadapan ketua dark devil.


" Apa kamu punya alasan untuk ini? "Ucap pria bertopeng itu.


Saat melihat salah satu anak buah nya tertangkap, rafael merasa sangat marah, pasalnya dia tidak tau kalau anak buah nya berani bertindak sendiri tanpa sepengetahuan nya, namun aku tidak boleh ceroboh, biar gimanapun kekuatan azura tidak bisa di anggap remeh.. batin nya.


" Aku tidak tau apa yang sudah di lakukan anak buah ku terhadap kelompok mu, namun, Aku akan menghukum dia dengan pantas sebagai permohonan maaf ku terhadap mu. "


" Aku tidak suka menghukum orang lewat perantaraan, akan lebih menyenangkan jika aku yang melakukan nya. " Ucap nya tersenyum licik.

__ADS_1


Asisten pria bertopeng itu sudah tau apa yang akan terjadi kepada korban itu, dia menatap ngeri bos nya jika sedang menghukum seseorang..


" Baiklah silahkan beri hukuman, aku tidak akan melarang nya, " Ucap nya sedikit tidak rela.


" Pilihan yang bagus. " Tampa menunggu lama pria bertopeng itu langsung melemparkan pisau lipat kesayangan nya itu tepat mengenai mata laki laki itu, terdengar jeritan yang mampu mengiris hati yang mendengar, tak cukup sampai di situ, dia menarik pedang dan langsung memotong sebelah tangan pria itu sampai terlepas,.


Lagi lagi jeritan yang memilukan terdengar lagi, rafael sudah mengepalkan jarinya, dia sungguh emosi dengan perbuatan pria brengsek yang di depan nya ini, yang lebih membuat rafael tak habis pikir adalah pria bertopeng itu menjilat darah yang tertinggal di tangan nya, benar benar psikopat gila, " Batin rafael dengan jijik.


" aku hanya memberikan sedikit pelajaran kepada anak buah mu, aku tidak berani berbuat kasar, jadi tolong untuk anda saja yang melanjutkan" ujarnya dengan enteng dan berlalu.


Sedikit pelajaran darimana, itu sudah kelewatan, sejak kapan bos ku ini tidak tau malu batin asisten nya menawan tawa.


" Jack, aku tau kamu mengumpat ku, tiba di markas lari 100 kali putaran. "


Jack yang menahan tawa tadi langsung merubah raut wajah nya. " Habis lah aku " Ujarnya.


sementara Rafael sudah menahan emosi, " Penghinaan ini akan ku balas berkali kali lipat, tunggu saja. Marko, cari tau wajah di balik topeng itu, aku ingin segera mungkin mendapat infonya. "Ujar nya kepada asisten nya.


" Baik bos, akan aku usahakan. "


Hari ini flo berangkat ke kampus sendiri, biasa nya setiap pagi rafael akan menjeputnya, flo sedikit berharap kalau rafael akan menjemputnya, namun ternyata harapan nya sia sia. " Mana mungkin dia ingat menjemputku, huhh, sungguh konyol, baiklah, ikuti alurnya saja, jangan berharap biar nggak sakit hati.


Setiba di kampus, flo berpapasan dengan rafael yang baru saja tiba bersamaan dengan nya. namun tak di sangka ternyata ada bella juga yang turun dari mobil nya. flo tertawa miris di dalam hati nya, bisa bisa nya dia masi berharap rafael akan menjemputnya,ternyata dia sedang bersama bella. flo teringat bagaimana rafael meninggalkan nya di restoran waktu itu, bagaimana rafael tampa sepatah katapun pergi menggendong wanita lain di di depan nya. flo berjalan lurus kedepan seakan tidak melihat rafael. dia tidak ingin melihat wajah pria itu.


Merasa di cuekin, rafael berniat untuk mengejarnya, namun langkah nya terhenti saat bella memanggilnya


" Rafael, tunggu sebentar, ini aku mau mengembalikan jaket kamu yang tertinggal di kamar aku semalam. makasih ya kamu udah jagain aku tidur semalam. " bella yang melihat flo sengaja mengeraskan suara nya. dia yakin flo past bisa mendengarnya.


flo sempat menghentikan langkah nya saat mendengar perkataan bella. namun dengan cepat dia berjalan kembali berharap menjauh secepatnya dari tempat terkutuk itu.


rafael mengambil jaket nya dan langsung berjalan mengejar flo.

__ADS_1


__ADS_2