Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
54


__ADS_3

Keesokan hari nya ara datang ke kantor max untuk pembatalan kerja sama, ara sudah memikirkan untuk keluar saja. namun sungguh sial harapan nya yang ingin keluar malah berakhir dengan kontrak yang baru.


" Aku ingin bertemu dengan tuan muda, apa beliau ada di dalam. " Tanya ara kepada sekretaris nya.


" Ada,tuan muda sudah menunggu di dalam. "


"Menunggu ! Apa dia sudah begitu tidak sabar nya untuk membatalkan kontrak? "


" Sebaik nya mba ara cepat masuk" Ucap sekretaris nya.


Ara pun masuk dan melihat pria yang sempat dulu dipujanya di masa lalu ,dia  sedang sibuk berkutat dengan laptop nya.


" Akhir nya kau datang juga. "


" Ya, aku memang akan datang untuk mengahiri kontrak kita. "


Max menaikkan  alis nya.


"Ternyata kamu sungguh serius  dengan perkataan kamu,Apa kamu yakin ingin membatalkan kontrak?"


" Ya"


" Apa sudah membaca semua isi kontrak sebelum menandatangani kontrak nya ? " Ucap nya lagi.


" Kenapa tidak langsung pembatalan nya saja,, mana yang harus aku tandatangani biar cepat selesai."


" Baiklah. Terserah padamu. Pembatalan kontrak dalam Sepihak akan terkena denda yang lumayan  , jadi sebaiknya pikirkan kembali. " Ujar max dengan senyum smirk nya.


Ara melihat perjanjian nya, dan seketika matanya melebar karena terkejut.


" Apah 10 milliar,!!keterlaluan, bukan kah isi nya hanya kontrak biasa, tidak mungkin ada seperti ini"


" Nona arabella, seperti nya nona memang tidak membaca isi kontrak nya. Maka dari itu aku kan memperlihat kan nya" Max melempar kontrak ke atas meja. Kemudian, Ara membuka kertas kontrak itu, dan memang benar ada perjanjian seperti itu. ara memang akui, dia tidak membaca soal isi kontrak, karena menurut nya isi nya akan sama seperti kontrak pada umum nya. Namun siapa sangka jika ini sungguh di luar dugaan nya.


" Bagaimana nona ara, apa kah sudah siap untuk pembayaran nya? Ujar nya dengan ejekan.


"Aku tidak punya sebanyak itu" Kata ara. " Sebenarnya ara memiliki dana sebanyak itu, namun jika diberikan secara cuma cuma , bukankah itu buang uang namanya?


" tidak punya tapi masi keras kepala untuk keluar, sungguh konyol. "


" Pasti ada kesalahan di perjanjiannya. aku yakin pasti sudah di ubah. "


" Apa untungnya bagi saya untuk mengubah isi perjanjian itu , salahkan dirimu sendiri karena tidak membaca kontraknya. Dasar ceroboh."

__ADS_1


Ara cukup lama berpikir, apakah dia harus mengorbankan tabungannya atau tetap melanjutkan pekerjaan tersebut.


" Beri aku waktu untuk memikirkannya " Ujar ara.


" Tidak. Keputusannya harus sekarang juga, jika saya harus menunggu keputusanmu, maka pekerjaan akan tertunda. "


" Setidaknya ijinkan aku untuk ke bank mengambil uangnya."


Max dengan santai berkata,


" Baiklah, tiga jam, hanya tiga jam waktu yang kamu punya. "


" Apah!! Mana mungkin bisa tiga jam mencairkan uang sebanyak itu"


Jangan kan tiga jam, satu hari juga belom tentu bisa cair, apalagi dengan nominal sebanyak itu.


"baiklah dengan terpaksa, aku mengatakan jika nona arabella akan tetap bergabung disini. Selain itu nona ara bella akan menjadi asisten ku  kedepannya.?


" Jangan keterlaluan tuan, itu tidak termasuk dalam Perjanjian. " Ucap nya marah


" Apa nona arabella tidak melihat poin poin di kontrak?  Dengan berat hati aku akan memberikan anda waktu untuk membaca sekali lagi."


"Anda sangat  licik ternyata. mungkin ini terjadi, aku yakin perjanjian ini palsu" Kata ara yang mulai habis kesabaran.


" Perusahaanku ini bukan sembarang perusahaan, semua karyawan harus serba bisa. dan lagi bukankah itu tanda tangan mu, bagaimana mungkin bisa palsu"


" Kenapa kamu sangat membenciku, aku bisa melihat dari tatapan mu, kalau kamu sangat  membenciku, seperti ada dendam didalam mata kamu. "


" Itu hanya perasaan anda saja. Kita tidak pernah mengenal sebelumnya. "


" Benarkah? Tapi kenapa aku merasa kalau kita sudah pernah dekat sebelumnya. "


Ara terkejut, bagaimana mungkin max bisa berpikir begitu, padahal wajahki sudah berbeda, ahk tidak, ini mungkin cuma gertakannya saja.


" Tuan, saya tidak tau kenapa tuan bisa  berpikir begitu, dan saya juga tidak mau tau, karena sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan, aku akan permisi. " Tampa menunggu persetujuan dari max, ara langsung pergi. Tujuannya sekarang adalah menuju kantor evan.


" Permisi, saya ara, ingin bertemu dengan marcel, saya juga sudah buat janji. "Kata ara dengan sopa.


" Oh iya, tadi pak marcel sudah mengatakan sebelumnya. Silahkan mba ara saya antar keatas. "


Cek lek, " Hey, aku kecepatannya datangnya? "


" Ngak kok ara, ayok sini duduk dekat aku" Evan berpindah tempat ke sofa.

__ADS_1


" Gak nyangka ya, sekarang kamu udah jadi orang hebat punya perusahaan sendiri "


" Lebih tepatnya perusahaan marcel, bukan evan " Kata  evan tertawa.


" Sama aja lah, sekarang kan kamu pemiliknya" Ujar ara menggoda.


" Hammm, ayok katakan, apa yang membuat kamu datang kesini buru buru." Tanya evan


" Evan, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan " ucap ara mulai serius.


" Soal apa? "


" Ini soal pak erlangga dan clara sahabat flo "


" Kenapa dengan mereka? " Tanya evan tidak mengerti.


" Aku bertemu dengan max dan juga clara. " Uja ara dengan sedikit ragu.


Evan yang mendengar nama max seketika suasana hatinya berubah. Namun sebisa mungkin dia tutupi. Mengingat semua yang dilakukan max kepada ara, seharusnya dia aman. tidak mungkin ara kembali lagi kepadanya..


" Dimana kamu bertemu dengan mereka? "


"Di kamtor max, aku aku bekerja di perusahaan max. "


" Apa kamu sudah memaafkan semua kesalahannya? "


Melihat reaksi evan, ara berpikkr dia salah paham


" Kamu salah paham, aku tidak tau jika perusahaan  tempat aku kerja ini pemiliknya dia, aku juga baru tau hari ini setelah bertemu dengannya. "


" Oh, aku memang mendengar jika pemiliknya sudah berganti, namun aku tidak mengurangi jika max adalah piliknya. "


" Ya aku juga tak mengerti kenapa bisa bertemu dengan mereka lagi disini, dan yang paling membuatku penasaran, kenapa clara dan max menjadi dekat? Aku melihat kalau clara sangat menyukai max, meski max meperlalukannya tudaj baik, tapi clara jelas terlihat kalau dia sangat menginginkan max. "


" Maksudmu clara menghianatimu? "


" Itulah yang tidak aku pahami, kenapa bisa jadi begini, aku ingin kamu menemaniku kembali ke jakarta untuk melihat kondisi papah erlangga. Sekaligus ingin menanyakan apa yang terjadi setelah flo meninggal"


" Baiklah, aku akan pergi bersama mu kembali ke jakarta., kamu jangan terlalu berpikir berlebihan.semuanya pasti akan baik baik saja. " Evan meraih tangan ara, mencoba  untuk menenangkannya.


" Terimakasih evan, aku sangat beruntung memiliki kamu dikehidupan sekarang ini. "


" Apa itu artinya kamu mau menerima ku? " Tanya evan dengan penuh harap.

__ADS_1


" Aku.. Aku.. Belom tau, aku belom yakin dengan perasaan ku. "Ucapnya pelan.


" Tidak apa apa, kamu jangan khawatir, aku akan menunggu mu. "


__ADS_2