Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
jebakan


__ADS_3

arthur dan asisten ya sudah berada di kantor fernady. tepat nya di ruang meeting.


" selamat datang di perusahaan saya pak arthur. " ucap fernady ramah.


" iya Pak fernady, senang bisa bekerja sama dengan anda. " ujar arthur tak kalah ramah.


" saya tidak menyangka, ternyata, pemilik company group adalah seorang pria yang masi muda. "


" bapak Jagan terlalu meninggikan saya, ini semua juga berkat dari dukungan kedua orang tua saya. "


" iya, pak arthur memang hebat. "


" jadi apakah kita sudah bisa memulai rapat nya " ujar asisten arthur.


" mohon maaf sebelum nya, apa bisa kita tunggu sebentar,saya sedang menunggu putri saya, ini pertama kali nya putri saya bergabung dengan kantor saya, saya sudah menghubungi nya, sebentar lagi akan tiba. " ujar fernady dengan tidak enak.


" baiklah. sepuluh menit. saya akan tunggu dalam 10 menit. "


fernady sangat marah melihat ara belom juga muncul. waktu yang ditentukan sudah berakhir. " anak ini, lihat saja nanti, akan beri pelajaran dia. "


" sebaiknya mari kita mulai, waktu saya tidak banyak. " kata arthur dingin.


" baiklah. "


saat mereka akan memulai rapat nya, pintu terbuka dengan keras.

__ADS_1


" brakk... maaf pah, ara terlambat. " ujar ara dengan ngos ngosan.


tatapan mata ara dengan arthur saling bertemu . mereka sama sama kaget. tidak menyangka jika akan bertemu di dalam situasi begini. terlebih artur dan asisten nya. mereka tidak tau kalau ternyata ara adalah anak dari pemilik perusahaan terkaya nomor tiga di kota in sementara arthur adalah nomor satu.


" kamu" ucap ara kaget.


sementara arthur sudah bisa menguasi dirinya kembali.


" ara, jaga ucapan mu, dia adalah klien kita. "


" jadi ini adalah putri pak fernady, sunggu kebetulan. " ucap artur.


" apa pak arthur mengenali putri saya? "


" apah, karyawan? " ujar fernady kaget.


" lebih tepat nya sebagai model ambasador di kantor saya."


" ia, putri saya memang bekerja sebaga model. namun ini hanya sementara. karena kedepan nya ia yang nengurus perusahaan saya ini. "


" baiklah. mari kita lanjutkan. "


rapat pun telah selesai. kini di ruangan hanya tersisa arthur dan ara.


" kenapa kamu tidak mengatakan jika kamu adalah anak dari pak feenady?."

__ADS_1


ara mengerutkan kening nya.


" apa hubungan nya dengan itu, lagian juga bapak tidak pernah bertanya. ” ujar ara cuek.


" baiklah. mulai sekarang namun harus pindah ke kantor . banyak yang akan kita diskusikan. jadi sebaiknya kamu mengerjakan nya di kantor ku. "


" apah!!! tidak. saya bisa kesana jika ingin membahas pekerjaan. "


" jangan lupa kalau kamu juga masih terikat kontrak dengan ku. asisten ku akan mengurus ruangan khusus untuk mu. " tampa menunggu ara berbicara, arthur sudah berjalan pergi .


" sampai bertemu besok di kantor nona ara. " ucap viktor membungkuk hormat.


" tuan, saya tidak menyangka jika nona ara adalah anak dari PT fernady group. "


max hanya tersenyum tampa membalas perkataan viktor.


" luna, kamu lihat ara, dia sudah mulai bergabung dengan perusahaan papah kamu, jangan sampai dia berhasil merebut posisi di hati papah kamu. mulai besok kamu juga harus ikut bergabung di kantor. "


" mamah tennag saja. itu tidak akan terjadi. aku sudah memiliki rencana untuk menyingkirkan nya. " ujar luna dengan yakin.


" apa rencana kamu? " tanya bianca.


kemudian luna menceritakan semua rencana yang akan dia buat. mereka pun tertawa bahagia membayangkan apa yang akan terjadi dengan ara.


sepulang dari kantor, ara berencana untuk untuk singgah di restoran langganan nya. sembari menunggu pesanan nya datang, ara beranjak ke toilet. ketika ara masi di toilet. makanan nya sudah tersedia di meja. kemudian seseorang memasukkan sesuatu ke dalam makanan nya.

__ADS_1


__ADS_2