
Keesokan hari nya di kamar hotel. Fernady mulai membuka mata. Ia Merasa aneh dengan tempat tersebut, terlebih ada sesuatu yang menimpa perut nya. pandangan nya mengarah ke perut nya, sentak langsung membuat nya terkejut melihat tangan perempuan yang berada di atas perut nya. pandangannya langsung mengarah ke wajah perempuan yang masi tertidur lelap.
" Velly " Teriaknya, yang membuat perempuan itu terbangun.
" Mas,,, aku... Akuuuuu... "
" Velly apa yang kamu lakukan disini, dan bagaimana aku bisa disini dengan mu.? " Ujar fernady.
"Semalam aluna bersama teman nya berada disini, lalu dia melihat mas berada disini dalam keadaan mabuk. Lalu luna menelpon aku mas untuk membawa mas pulang. Namun saat tiba disini aku melihat keadaan mas sudah tidak bisa berjalan. Awal nya aku mau menghubungi sofian,tapi aku takut kalau sofian dan ara melihat keadaan mas yang seperti ini, jadi aku membawa mas ke hotel.
Namun saat aku mau meninggalkan mas tiba
tiba mas menarik tangan ku, dan akhirnya..... " Velly tidak melanjutkan perkataan nya.
fernady pasti sudah mengerti kelanjutan nya.
" Astaga.. Ini salah ku , tidak seharus nya aku pergi ke club malam itu. Ini tidak seharus nya terjadi" Sarkas nya dengan frustasi.
" Mas aku tidak menyalahkan mas soal kejadian ini, andai tenaga ku kuat, mungkin aku bisa menghindar. Namun aku hanya seorang wanita mas. Di tambah mas sedang mabuk, kekuatan mas sangat kuat. Aku tidak berdaya " Lirih nya.
" Maaf kan aku velly bukan aku menyalahkan mu ,hanya saja aku ingin menikahimu dengan cara yang benar, bukan seperti ini " Sesal nya.
fernady merasa frustasi, hubungan nya dengan putri nya saja belom selesai, bahkan belom memberi restu, apa yang harus ku katakan padanya jika tiba tiba aku menikahi nya.
" Mas, nggak usah di pikirkan. kita bisa menikah lain hari, masih banyak waktu"
" tidak Velly, aku akan segera menikahimu, aku akan bertanggung jawab terhadap mu. "
" Lalu bagaimana dengan ara, apa dia akan setuju? "
" Aku akan berbicara dengan nya nanti. Sekarang kamu siap siap, aku akan antar pulang, "
Kediaman Fernady.
" Dedy baru pulang,,darimana saja semalam? " sofian melirik daddy nya dari atas sampai bawah, pakaian nya tetap sama tidak di ganti.
" Dedy lembur di kantor, adek kamu mana?kok nggak ikut sarapan?"
" Oh, ara udah berangkat pagi pagi sekali untuk pemotretan, dia mau menyelesaikan kerjaannya yang sempat tertunda sebelum dia koma. "
" Huhh, mau sampai kapan adek kamu bergelut di dunia itu, udah saatnya dia kembali ke perusahaan daddy? "
" Sudahlah daddy, ara sudah besar, biarkan dia memilih keinginan nya sendiri. Toh juga itu nggak membahayakan dirinya kan? nanti juga kalau ara sudah bosan, dia pasti akan kembali ke kantor"
" Terserah lah. Daddy cuma mau bilang secepatnya daddy akan menikah dengan velly"
__ADS_1
" Apa dad,, menikah... Kenapa tiba tiba dadakan? "
Sofian memicingkan matanya, menatap
serius daddy nya. "
Daddy nggak hamilin tante velly kan? " Tuduh nya.
Fernady diam tidak menjawab, membuat sofian curiga.
" Atau jangan bilang daddy nggak pulang karena lagi sama tante velly.? "
Lagi lagi fernady hanya diam tak menjawab.
" daddy kenapa diam,? apa benar,? Astaga daddy, kenapa bisa seceroboh itu."
Kemudian fernady menceritakan semua apa yang terjadi dengan nya dan Velly.
" Lalu gimana dengan ara, bahkan dia belom setuju, kalau sampai daddy menikah tampa restu ara, bisa bisa daddy tidak akan dapat maaf dari nya. " Ujar sofian dengan kecewa.
" Iya daddy tau daddy salah, namun tidak ada gunanya lagi untuk di bahas. Daddy cuma berharap abang bisa ngasih pengertian untuk ara. "
" Biarkan aku yang ngomong sama ara. jangan sampai dia tau dari daddy, atau aku nggak tau apa yang akan terjadi kedepan nya."
sore harinya, ara tidak langsung pulang ke rumah. dia memilih untuk bersantai di kafe dekat kampusnya dulu.
"gak terasa waktu begitu cepat berlalu, empat tahun lamanya tak terasa saat aku dulu kuliah disini.memikirkan soal kampus, aku jadi teringat dunia ku saat menjadi flo, evan, sampai saat ini aku masi sangat merasa bersalah sama kamu, andai kamu tau, kalau orang yang kamu tolong bukan flo, tapi aku, apakah kamu akan menyesalinya jika tau yang sebenarnya?, andai aku diberi kesempatan , aku akan membalas perbuatan baik kamu. "
Kemudian Pesanan nya datang, tampa mikir lagi,ara dengan lahap memakan semua hidangan di atas meja. Namun acara makannya harus terhenti karena dering telpon nya berbunyi.
" Abang sofian? buat apa dia nelpon aku? "
" iya abang, ada apa? "
" Kamu dimana dek, masi sibuk ya? "
" Ara lagi makan di luar abang, di kafe nggak jauh dari kampus, kenapa emang?
" abang jemput kamu ya, tunggu disitu, jangan kemana mana tut tut. "
" apaan sih, nggak jelas banget" gerutunya.
30 menit berlalu sofian tiba di kafe tempat ara makan.
" Ara... " panggil nya.
__ADS_1
" abang beneran susul adek kesini? tumben amat,, ada apa sih?" curiga nya.
" pletak... dasar kamu ini negatif mulu pikiran nya " ujar nya menyentil kening adik nya.
" sakit tau ahk, Ara udah bukan anak kecil lagi ara udh gede loh" sambil mengelus kening nya.
" bagi abang, adek tetap adek kecil kesayangan abang yang selalu manja dan keras kepala. "sambil mengacak acak rambut ara.
" abang ihk. berantakan tau,, abang sebenarnya mau apa sih kesini, pasti ada mau nya kan ini... ?
" abang mau ngomong serius sama adek, ini soal daddy" ucap nya dengan serius.
" kenapa dengan daddy, udah ngebet mau nikah sama si pelakor itu? ucap nya enteng.
" adek kok ngomong gitu sih, kan abang udah pernah jelasin sebelum nya sama adek. daddy nggak pernah selingkuh dari mami. "
" memang nya abang tau, bisa saja kan mereka udah lama saling suka. terus saat mami meninggal mereka jadi resmiin hubungan gelap mereka. "
" araaa!!! " bentak sofian kesal.
" kenapa? abang mau nampar pipi ara juga, seperti daddy yang sudah nampar ara cuma untuk wanita itu,, ?
Degh " daddy menampar ara? " sofian tidak percaya dengan pengakuan ara, daddy tidak pernah main tangan sama kami, bahkan kesalahan fatal aja daddy selalu bersikap bijak. namun pengakuan ara membuat sofian harus memperjelas dugaan nya.
" kenapa? abang nggak percaya...? dulu daddy nggak pernah bentak atau nampar ara, sekarang saat wanita itu muncul,daddy nampar ara. dan sekarang abang juga ikut belain wanita itu. abang sama daddy sama saja, udah nggak sayang sama ara, " ucap nya pergi meninggalkan sofian disana.
" berhenti" seorang pelayan berlari kearah nya. " mba makanan nya belom di bayar "
ara yang tadi nya mau mengomel kepada pelayan nya pun di urungkan nya.
" lihat pria yang duduk disana dengan saya tadi. dia yang akan bayar. " enteng nya sambil berjalan keluar. pelayan itu pun langsung berjalan menuju meja sofian.
" mas permisi. wanita yang tadi duduk bersama anda disini mengatakan bahwa pembayarannya di serahkan kepada Anda. "
"Haa.. ?"
" Jangan bilang mas nya juga gak mau bayar? "
Sofian bukan gak mau bayar, hanya saja merasa konyol dengan tingkah adeknya. Sofian tertawa geli melihat kekonyolan adek nya.
" Mas kalau gak bisa bayar silahkan ikut keruangan manager kami "
" Apah, buat apa saya kesana. Saya masi sanggup bayar. " Ujarnya.
tampa menunggu lama, sofian langsung membayar pesanan adek nya. dan langsung beranjak pergi.
__ADS_1