
Selama di perjalanan, tidak ada dari mereka yang mengeluarkan suara. hingga mobil max berhenti di sebuah pantai , dimana terlihat beberapa orang juga sedang bersantai menunggu sunset muncul.
Flo turun dari mobil dan memilih duduk di tepi pantai, pandangan nya kosong dan masi mengeluarkan air mata.
Max mendekati flo yang masi menangis.
" Jangan buang air mata kamu buat hal yang nggak pantas kamu tangisi,. " Sambil memberikan sapu tangan kepada flo.
Flo mendongak melihat ke arah max.
" Makasih. kamu kenapa bisa ada dirumah Rafael? " tanya flo penasaran.
" Aku hanya sekedar lewat dari depan rumah mu dan kebetulan melihat kamu keluar terburu buru, jadi aku penasaran."
" Jadi kamu ngikutin aku ? "
" bisa di bilang begitu. " Jawab nya dengan santai.
" Kamu nggak bertanya, apa yang terjadi antara aku dan Rafael? "
" apa yang masi perlu? , bukan kah sudah jelas, kalau kalian ribut karena dia selingkuh?"
Ya siapapun pasti akan menyadari apa yang terjadi melihat ada Bella di rumah Rafael.
" kamu pasti ingin menertawakan aku kan?kamu pasti menganggap aku wanita bodoh, yang dengan gampang nya di permainan seperti ini "
" iya kamu memang wanita bodoh. " ujar max.
" Apah.. jadi benar kamu juga menganggap aku wanita bodoh? " ujar flo tidak Terima.
" Kenapa kamu marah. bukan kah kamu yang dari awal bilang begitu. aku hanya menjawab. "
" apa kah kamu tidak bisa sedikit berbohong? setidak nya untuk sekarang " Ujar flo dengan pelan.
Max menarik napas dan menarik flo kedalam pelukan nya. " dasar gadis bodoh. jangan bersedih, semua akan baik baik saja. "
" Minggu depan pertunangan ku akan di gelar. aku bingung harus mengatakan apa sama papah. " ujar flo yang masi nyaman di pelukan max.
" aku yakin, papah kamu orang yang bijaksana. tidak mungkin membiarkan anak nya menikah dengan pria yang tidak baik."
max melepaskan pelukan nya dan memandang lekat gadis yang di cintainya. max membelai wajah flo matanya tertuju kepada bibir merah yang menurutnya sangat seksi. . tampa sadar max mendekatkan bibirnya, dia mengecup bibir flo,merasa tidak ada penolakan,, max menciun kembali bibir yang membuat nya jadi candu. flo yang ikut terbuai pun akhirnya membalas ciuman max. Max ******* bibir flo dengan lembut. me ngabsen semua isi yang ada di mulut flo, hingga mereka merasa akan kehabisan nafas, barulah mereka berhenti. tersadar dari apa yang barusan mereka lakukan membuat flo menjadi salah tingkah. berbeda dengan max yang sudah kembali ke sifat datarnya. hingga bunyi perut flo membuat max memandang gadisnya ingin tertawa.
" jangan mengejek ku, aku memang belom makan dari siang, wajar saja jika lapar " ujar flo dengan malu.
" hanya ntuk menemui Rafael bahkan kamu melewatkan makan siang mu " ledek max.
" Berhenti lah mengejek ku. " ucap flo kesal
" Ayok masuk kedalam, kita makan dulu sebelum pulang. " Ujar max mengajak flo ke kafe dekat pantai itu.
__ADS_1
" Gak usah. kita langsung pulang saja, takut keburu papah pulang, soal nya aku berjanji kepada clara akan pulang sebelum papah duluan pulang. takut nya clara aka....., "
Tampa menunggu flo selesai berbicara max langsung mengangkat flo dengan gaya ala bridal style. Flo yang di angkat tiba tiba langsung kaget dan berteriak.
" Hey apa yang kamu lakuin turunin, max cepat turunin aku, " Flo yang terus meronta membuat Max geram. hingga max menampar pelan pantat flo..
" Max......!!! pria mesum, lepaskan aku "
" Diam atau aku akan lakuin hal yang lebih dari ini " Ancam max kepada flo.
Nyali flo seakan menciut saat mendengar perkataan max.bahkan wajah nya sudah semerah tomat karena menahan marah dan malu
" Dasar mesum" Cibir flo.
" Aku bahkan bisa lebih mesum dari ini, apa kamu mau melihat nya,? "
Tidak ada jawaban dari flo,membuat max tersenyum licik, " Bagus, jadilah kucing yang penurut"
Tiba di dalam kafe, max langsung memesan banyak makanan , entah habis atau tidak intinya semua meja penuh.
" Siapa yang akan menghabiskan semua ini? ujar flo heran
" Apa kamu melihat ada orang lain selain kita? Tentu saja kita berdua yang akan menghabiskan nya. "
" Sebanyak ini,, max ini berlebihan, sayang kalau nggak habis, di luar sana banyak orang yang buat makan aja susah, "
" Tapi ini.... " Belom selesai menyelesaikan ucapan nya ,max langsung menyumpal mulut flo dengan makanan.
"Makan atau aku suapi dengan mulut,,,,"
" Mata flo terbelalak, dia ingin mengatakan sesuatu namun terhenti karena lagi lagi max memotong pembicaraan nya.
" Aku tidak menerima penolakan. "
Akhir nya flo dengan pasrah makan tampa memperdulikan ada max di depan nya.flo hanya bisa mengumpat di dalam hati nya, Flo tidak berani untuk berbicara lagi. Sementara max hanya tersenyum sekilas melihat kucing nakal nya ini menurut.
Mansion Rafael
Melihat kepergian max dan flo, Bella langsung mendekat kearah Rafael.
" Rafael, kamu lihat sendiri kan, flo sudah pergi bahkan membatalkan pertunangan nya sama kamu, Rafael hanya aku yang benar benar mencintai kamu. " Bella memeluk Rafael dari belakang.
" Dasar ******, ini semua karena kamu, kalau kamu tidak menemuiku kesini, semua gak akan terjadi. " Rafael sangat marah dia mencekit leher Bella hingga Bella kesusahan untuk bernafas.
Bella berusaha untuk melepaskan cekalan tangan nya, namun kekuatan Bella tidak sebanding dengan Rafael. hingga wajah Bella
membiru baru lah Rafael melepaskan nya.
Bella yang terlepas pun langsung terbangun,ia langsung menghirup nafas sebanyak sebanyak nya. hampir saja dia mati di tangan Rafael.
__ADS_1
" Rafael, kamu gila, apa kamu ingin membunuh ku haaa"
" Kamu fikir aku tidak berani membunuh mu, aku sudah cukup sabar selama ini menghadapi sikap mu Bella.
Rafael langsung menarik Bella masuk ke dalam,.
" Rafael apa yang kamu lakukan, lepaskan aku "
Seperti kesetanan, Rafael terus menarik kasar tangan Bella. kemudian ia menghempaskan Bella ke ranjang nya dengan kasar.
" Auhg... Rafael kamu menyakiti ku. " Bella memekik saat dia di hempaskan begitu saja,
" Bukan kah kamu ingin menjadi ****** ku, bukan kah kamu mencintai aku, " dengan ganas rafael langsung menindih tubuh bella.
" Rafael, kamu sudah gila, tolong Rafael maafkan aku" Bella sangat ketakutan melihat Rafael seperti kerasukan. Sehingga dia memohon untuk di lepaskan.
" Rafael lepaskan aku, aku minta maaf. "
" Bukan kah ini yang kamu inginkan. aku masi mengingat dengan jelas bagaimana kamu merayu ku di kamar hotel waktu itu. "
Tampa pemanasan, Rafael langsung mencium kasar bibir Bella,bahkan dia menggigit bibir nya hingga rasa amis terasa di lidahnya. bella yang terus merontah membuat Rafael semakin jengah.
" Srekk" Rafael merobek paksa baju bela .
" Rafael, ahk, tlong hentikan. " Bella merasa dirinya benar benar di anggap wanita ****** oleh Rafael.
namun Rafael tidak memperdulikan nya. amarah sudah bercampur dengan gairah nya sudah tidak bisa di tahan nya lagi.
Tampa aba aba, Rafael langsung melakukan penyatuan kepada Bella dengan ganas,tidak ada kelembutan sama sekali. Bella yang belom siap pun langsung menjerit.
" Ahhkk, Rafael hentikan, sakit.. "
Rafael terus mempermainkannya,dia tidak peduli dengan apa yang dirasakan Bella.
Rafael tolong perlakukan aku dengan baik. sungguh menyiksa. kamu memperlakukan aku seperti wanita murahan " Ujar Bella dengan mengeluarkan air matanya.
" Kamu memang murahan Bella, katakan padaku, dengan siapa saja kamu melakukan nya. " Ujar nya dengan marah .
" Aku tidak melakukan nya dengan siapapun Rafael. "
Mendengar Bella berbohong membuat Rafael semakin marah. tampa perasaan dia mencengkram dagu nya sampai membuat Bella benar benar lemas dan tidak berdaya.
Melihat Bella sudah tak berdaya, Rafael sama sekali tidak merasa kasihan.
" Ahhk ...ahk... " Desis Bella.
Rafael pun menghentikan permainan nya disaat dia sudah mencapai puncak nya. Matanya sudah merem melek merasakan kenikmatan yang luar biasa. kemudian dia pergi meninggalkan Bella tampa peduli dengan apa yang dirasakan Bella
selepas Rafael pergi,bella membuka matanya. Bela sudah tergeletak tak berdaya. untuk bergerak pun sama sekali tidak punya tenaga. Rafael benar benar menyiksa nya tampa belas kasih sedikitpun. bahkan meninggalkan nya seperti sampah setelah apa yang di lakukan nya.kejadian ini membuat Bella semakin membenci flo," Flo, lihat saja, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini. "
__ADS_1