Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
56


__ADS_3

" Aku juga tidak mengerti. " Ujar Marcel.


Selang berapa menit lagi, ketukan pintu kembali terdengar, dengan orang yang sama , petugas itu kembali datang membawa minuman. Dengan wajah masam, Marcel menerimanya. Namun sepertinya ketenangan mereka tidak berhenti sampai disitu. Lagi dan lagi petugas yang sama kembali datang. Sehingga membuat Marcel adan ara merasa ada yang tudak beres. Marcel kembali membuka pintu.


" Apalagi sekarang yang kamu bawa haa, cepat katakan apa alasan kamu selalu datang kesini dengan alibi mengatasnamakan hotel ini. " Marcel menarik kerah baju petugas itu dengan kasar, sehingga membuat petugas hotel itu ketakutan.


" Cepat katakan, apa motif dari perbuatanmu ini"


" Tidak ada pak, ini memang murni dari hotel ini. " Ujar pelayan itu dengan gemetaran.


" Kalau memang begitu, tidak perlu lagi membawakan apapun kekamar ini, kami tidak membutuhkannya " Kata Marcel dengan raut wajah dingin.


" Baik Pak, saya permisi. " Dengan kaki yang lemas, pelayanan itu pun berlari seperti kesetanan. Dia sangat ketakutan melihat raut wajah Marcel yang sangat dingin. Dia bersembunyi tidak jauh dari kamar itu. Kemudian dia melihat pria dari kamar itu keluar. Dengan cepat dia mengeluarkan HP nya dan menelpon seseorang.


" Tuan saya mohon maaf, sepertinya mereka sudah mulai curiga, dan tidak membiarkan saya untuk menggangu mereka lagi. Namun saya melihat pria itu keluar dari kamar sendiri. "


" Baiklah. Tugasmu sudah selesai. Aku akan mentranfser kerekeningmu. "


" Terimakasih tuan. "


**✿❀ ❀✿**


" Tuan, pria itu sudah keluar dari kamar, kemungkinan dia sedang mencari udara segar di luar. "


" Bagus, pastikan dia tidak kembali ke kemar itu. " Aku tidak akan membiarkan pria itu mendekati ara. Entah mengapa max tidak rela kalau ada pria lain yang mendekati ara, sehingga dia dengan ide gilanya menyuruh asistennya untuk menyuap salah satu pelayan hotel itu, untuk menggangu ketenangan ara dan Marcel. Dan benar saja, ide gilanya berhasil membuat Marcel keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Beni sangat kesal dengan kelakuan tuannya yang menyuhnya untuk menjalankan ide gila itu, beni merasa, tuannya sudah gila karena kehilangan wanita yang dicintainya.terkadang  Beni  ingin membawa tuannya untuk periksa ,namum pastinya itu hanya ada dalam pikirannya saja. Mana mungkin dia berani mengatakan langsung kepada tuannya. Bukan kah sama saja dia mengatakan jika tuannya gila?  Bisa bisa kepalanya akan terlepas dari tubuhnya. Memikirkan itu, beni langsung merinding.


Keeokan harinya, ara dan marcel pergi kekediamann erlangga. Mereka memiliki dua rencana. Pertama merka akan masuk kerumah itu dengan cara bertamu. Jika mereka gagal maka mereka akan menjalankan rencana kedua, dengan masuk secara paksa.


" Permisi pak, " ujar ara  dengan sedikit nada keras kepada para penjaga itu agar mendengarnya.


" Iya ada keperluan apa datang kesini " Tanya salah satu penjaga itu yang kini berhadapan dengan ara.


" Maaf Pak, saya ingin bertanya, apa pemilik rumah ada di dalam. Kita keluarga jauh dari pemilik rumah ini. " Ara dapat melihat para penjaga ini semua bukan lagi anak buah dari erlangga. Sepertinya Clara sudah mengganti nya.


" Jika kalian ingin bertemu dengan anak pemilik rumah ini, kedatangan kalian sangat  sia sia, anak nya sudah meninggal. Sementara tuan erlangga, saat ini sedang sakit keras. Dan tidak bisa bertemu dengn siapapun, sebaiknya kalian segera pergi dari sini.


Ara dan marvel kini menjauh dari rumah itu, mereka langsung menjalankan rencana kedua mereka.


Tak lama kemudian para penjaga sudah berhasil mereka lumpuhkan. Tindakan mereka ini tidak lepas dari pandangan max.


Siapa sebenarnya kalian, dan apa tujuan kalian untuk datang kesini, gumam max.


Tuan, mereka sudah berhasil masuk kedalam. Apa sebaiknya aku menyuruh anggota untuk menghentikannya? "Tanya beni dengan serius.


" Jangan lakukan apapun, kita tunggu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Apa tujuan mereka datang kerumah ini.


Untuknya, max sudah memasang CCTV dan alat penyadap di dalam rumah itu, termasuk juga di dalam kamar rawat erlangga. Dia selalu waspada, jika suatu saat nanti Clara melakukan hal yang bisa membahayakan erlangga.  Dan sekarang juga dia bisa tahu dengan gampang apa tujuan ara dan marxel datang kerumah ini.


Plashback

__ADS_1


" Beni, siapakan beberapa penjaga untuk di tempatkan dikediaman erlangga, dan juga siapkan seorang dokter terbaik  untuk mengobatinya. Jangan sampai Clara mengetahui nya.


Max memang sudah sangat lama mencurigai Clara. Sehingga dia selalu waspada terhadapnya. Semenjak flo meninggal dan Clara berhasil membuat erlangga depresi, max lah yang selama ini secara diam diam menjaga erlangga tampa sepengetahuan Clara. Setelah Clara berhasil membuat erlangga depresi, Clara mengganti semua anggota di rumah itu dengan yang baru,dan saat itu lah max memasukkan beberapa anak buahnya untuk berjaga dirumah itu.


Author. : gays, disini saya tidak akan ceritakan  tentang Clara dulu ya, kita fokus ke dalam max ara dan marxcel dulu, di bab selanjutnya baru akan di bahas soal Clara. Jadi kita skip dulu ya.....


Kini ara sudah masuk kedalam rumah, sementara marcel berjaga di depan jika sewaktu waktu para penjaga itu sadar.


Ara kini masuk kedalam kamar erlangga. Pria itu sedang tidur dengan memeluk bingkai foto flo dan istrinya.


Merasa ada pergerakan erlangga pun membuka matanya dan langsung menjadi histeris. Ara yang melihat itu sungguh terkejut. Dia tidak menyangka jika erlangga bisa sampai separah ini, apa sebenarnya yang terjadi batin ara.


" Pergi,, pergi dari sini, kamu pembunuh, wanita jahat. Pergi.. Pergi... "


Hati ara sangat sakit melihat pria yang sudah dianggapnya seperti ayah kandungnya sendiri menjadi seperti ini, mimpinya saat flo mendatanginya ternyata benar, erlangga sedang tidak baik baik saja.


Setiap ara ingin mendekat, erlangga selalu berteriak dan meleparinya dengan bantal. Awalnya ara ingin mengatakan jika dia adalah jiwa yang saat itu berada di dalam tubuh putrinya , namun melihat keadaan sekarang, sepertinya itu tidak mungkin. Hingga akhirnya ara mengatakan jika dia adalah flo, dia berharap dengan menyebut nama flo, erlangga akan berhenti histeris.


Air mata ara sudah tidak terbendung lagi, tangisnya pecah, melihat pria yang sudah di anggapnya seperti ayah sendiri bisa seperti ini, pria ini yang sempat memberikan cinta dan kasih sayang kepadanya.


Aa yang di lakukan ara di dalam kamar erlangga tidak lepas dari mata elang milik max, kekhawatiran, sampai air mata ara yang mengalir pun max tidak melewatkannya sama sekali. Hingga perkataann ara selanjutnya membuat max tidak bisa bernapas.


" Pergi.. Pergi dari sini, wanita jahat pergi" Erlangga terus berteriak. Hingga pada akhirnya ara memberanikan diri memeluknya dengan sekuat tenaganya. kemudian dia berkata.


" Papah, ini aku flo, ini flo putri kecil papah "

__ADS_1


Duarr.....


__ADS_2