Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
71


__ADS_3

" Nona ara, di luar ada seseorang yang ingin bertemu dengan nona. "


" Siapa bian? aku tidak merasa membuat janji dengan seseorang. " ujar ara yang sedikit bingung.


" Itu nona, beliau mengatakan, jika dia asisten dari tuan max. "


Ara terdiam sebentar lalu mengatakan,


" Persilahkan dia masuk. "


" Baik nona. "


Tak lama kemudian Jack masuk keruangan ara dengan wajah dingin.


' oh astaga, asisten sama tuannya tidak jauh berbeda, sama sama seperti beruang kutub. '


" Jack, ada apa? Tumben sekali kamu datang kesini "


" Maaf jika kedatangan saya mengganggu pekerjaan nona"


" Ya, aku akui memang sedikit mengganggu, jadi katakan saja apa yang membuat mu datang kesini. " Ara. Semenjak kejadian di restoran itu, ara memang tidak menyukai Jack lagi, 'bisa bisa nya dia ingin menguburku'


" Kalau begitu aku tidak akan sungkan.begini nona ara, terlepas apakah benar anda adalah nona flo atau bukan, saya tetap akan mengatakan, Tolong jangan perlakukan tuan max seperti nona tidak mengenalnya. Aku tau kesalahan tuan di masalalu memang sangat besar, dan aku juga turut andil didalam nya, untuk itu atas nama ku pribadi, aku meminta maaf. "


" Kejadian itu sudah berlalu lama, aku sudah melupakannya " jawab ara.


"  Apakah nona juga sudah melupakan tuan sama seperti anda melupakan kejadian itu? "


" Jack, sebaiknya katakan saja langsung apa yang kamu inginkan. "


" Baik. Seperti yang ada tau, tuan max sudah menyesali perbuatannya dimasa lalu, dan hukuman nya tuan sudah menerimanya saat nona dinyatakan meninggal ketika kebakaran terjadi. setelah nona di nyatakan meninggal, tuan menjadi berubah sangat drastis, setiap harinya hanya menghabiskan waktu di clup dengan mabuk. Hidupnya sudah tidak memiliki tujuan. Berulang kali tuan juga mencoba untuk mengakhiri hidupnya. tuan benar benar sangat hancur. selain itu, untuk menebus kesalahanya, tuan juga sudah menolong bapak erlangga dari niat jahat sahabat anda, clara. "


" Apa maksud mu dengan mengatakan max yang menolong papah? ?


" Setelah kematian nona, clara mengambil semua aset perusahaan pak erlangga. dan tidak hanya itu, bahkan clara juga membuat pak erlangga menjadi depresi. "


" Bukankah max yang selama ini ada di belakang nya clara? "


" Apa maksud nona? Apa menurut nona tuan selicik itu?, jika bukan karena tuan yang berpura-pura  baik kepada clara, mungkin saat ini pak erlangga sudah benar benar gila danjuga sudah bangkrut. Tuan yang telah menukar obat yang diberikan clara kepada pak erlangga lewat anak buah pak erlangga. dan juga dokter yang mengurus nya saat itu dirumah juga atas perintah dari tuan, itu adalah dokter terbaik yang sengaja di datangkan tuan hanya untuk mengobati pak erlangga. "


" Apah papah saya tau soal ini? "


"Tidak, tuan melakukannya diam diam, karena pada saat itu pak erlangga tidak ingin memiliki urusan lagi dengan tuan. "


" Lalu soal kebakaran itu "


" Tuan memang merencanakan untuk membakar penjaran waktu itu, tapi tujuannya bukan untuk membunuh pak erlangga. Saya sudah menyiapkan seseorang mayat yang ciri cirinya sama dengan pak erlangga agar semua orang tau kalau pak erlangga sudah meninggal. namun tak disangka, rizal sepupunya sudah membakar terlebih dahulu. "


" Kenapa harus seperti itu, bukankan dengan max mencabut  tuntutan itu papah akan bebas? "


Jack tertawa mendengar pernyataan ara.


" Nona, jika tuan langsung mencabut laporannya, apa nona kira rizal akan membiarkan nya begitu saja? " Saya rasa nona jelas tau, kematian ayah rizal di karenakan oleh pak erlangga.rizal tau jika tuan tidak mungkin membiarkan pak erlangga mendekam di penjara, karena dia tau, tuan sangat mencintai anda.  Namun rencana kami tercium olehnya, itulah sebabnya dia membakar penjara itu, sehingga nona mengira jika tuan lah pelakunya. "


Ara masi diam memikirkan penjelasan Jack. sementara Jack yang tidak sabaran lanjut berkata kembali.


" Nona ara, tuan max sudah mendapatkan karmanya, jadi tolong nona ara juga mempertimbangkan kembali keputusan nona untuk bertungam dengan pria lain. Namun jika nona tetap melanjutkan nya, mulai detik ini, saya orang pertama yang akan menjauhkan tuan dari nona. saya sudah selesai mengatakan semuanya. Sisanya nona yang menentukan. "Sebelum berbalik Jack berkata,


"  Malam ini tuan dan marcel akan bertemu di  mansion  tuan max. "


Ara tersentak lalu mengangkat kepalanya.


" Jadi mereka akan tetap bertarung? "


Jack tidak perlu untuk menjawabnya, menurutnya itu sudah sangat jelas, jadi dia langsung berbalik dan keluar dari ruangan itu.


Marcel menerima undangan dari kediaman max, dia tau, max ingin menepati janjinya tentang pertarungan biru.


Malam ini marcel akan ke mansion max tampa memberitahu kepada ara, jika ara tau, dia pasti akan melarangnya pergi. tekatnya sudah bulat, ia akan bertarung mati matian untuk mempertahankan ara dan membuktikan bahwa dirinya latak untuk ara.


Sementara ara yang sudah mengetahuinya dari Jack, buru buru kerumah marcel, semoga dia belom terlambat.


Setiba di gerbang rumah marcel, ara melihat marcel yang sudah bersiap siap akan berangkat. Dengan cepat ara memasuki halaman rumah itu dan memanggilnya.

__ADS_1


" Marcel " Ara menghembuskan nafasnya, untung saja ia masi sempat bertemu , jika tidak, entah apa yang akan terjadi kepada keduanya nanti.


" Ara, kenapa kamu datang malam malam, kamu tau cuaca sangat dingin, kamu bisa sakit nanti. "


" Kamu mau kemana ? " ujar yang berpura-pura pura tudak tau.


" Aku ada urusan sebentar, sebaiknya kamu pulang, jangan berkeliaran malam malam, bahaya. " marcel tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.


" Aku tidak mau kamu meladeni permintaan max. Kamu tidak seharusnya terpancing olehnya. "


" Kamu tau darimana aku akan kesana? dengar ara, aku akan buktikan, jika aku pantas dan bisa melindungi mu."


" Itu tidak penting. Sekarang kamu kembali masuk, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu. "  Ara tau max itu sangat kuat, marcel bukan tandingannya.


Kemudian dia lanjut berkata.


" Max sedang emosi saat ini, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu, aku rasa kamu pasti tau seperti apa kehidupan max. untuk kaki ini kamu dengarkan aku, jika tidak, aku tidak akan bertumangan dengan mu. "


Seketika marcel dian tak bernyawa. Perkataan ara membuatnya takut. Harga dirinya tidak bisa dibandingkan dengan k hilangan ara.


" Tapi... "


" Aku yang akan pergi menemuinya.aku akan memberi pengertian kepadanya. "


Dengan berat hati marcel pun mengiakan.


" Baiklah. Kabari aku jika terjadi sesuatu. "


Tak butuh waktu lama, ara kini tiba di mansion max.


Jack menyadari kedatangan ara. tapi dia hanya asik memakan buah apel tampa memperdulikan tatapan ara.


" Diama max " Tanya ara datar.


" Aku tidak tau. " ujar Jack tak kalah dingin.


Ara melihat ke sekeliling mansin max, mansion ini tak kalah mewahnya dengan mansion max yang berada di jakarta. Dalamnya sangat bersih dan nyaman. Di kelilingi pohon rindang, penjagaannya pun sangat ketat. lelah mencari keberadaan max yang tak kunjung telihat, akhirnya dia berhenti.


Tunggu dulu, jika max ingin bertarung dengan marcel, tidak mungkin dia didalam rumah, kemungkinannya hanya satu, ruang eksekusi." sama seperti dulu ketika ara masi di tubuh flo, max pernah membawanya sekali kedalam. Ruangan yang menyeramkan itu.


Ara kini tepat di depan pintu gudang itu, dia kemudian masuk dan melihat keadaan didalam benar benar kosong. Mata nya tak sengaja mekirik sebuah tombol di dinding, ara menekannya dan seketika pintu terbuka.


Ruangan yang gelap hanya diterangi cahaya obor  dan cahaya bulan serta bau amis yang membuat ara ingin memuntahkan segala isi perutnya.


" Max " , teriak ara yang sudah menemukan keberadaan nya.


Dia memandang laki laki tegas yang tak jauh dari pandangannya dan hanya bertelanjang dada..


" Apa yang kamu lakukan! " Ara berlari, dia melihat tangan max yang mengeluarkan darah seperti meninju sesuatu.


" Ara,kenapa.kamu ada disini? " dengan cepat max menarik tangan ara untuk segera ke luar dari rungan itu, max tidak akan membiarkan ara berada didalam yang penuh dengan bau amis.


" Kenapa kamu yang datang? dimana marcel? Apa se pengecut itu sampai dia menyuruh kamu yang datang kesini? "


" Aku yang ingin datang kesini, dan aku juga yang mengentukannya untuk kesini.sebaiknya kita obati dulu luka di tangan mu, setelah itu baru kita bicara. " Ara membantu max untuk duduk disebut kursi, kemudian memerintahkan pelayan mengambil obat.


Berapa menit kemudian, pelayan datang menawa kotak obat. Dengan cekatan ara mengolesi obat  cair itu sambil meniup lukanya agar tidak terlalu perih.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan? Kenapa bisa tangan kamu sampai begini? "


Max mengabaikan perkataan ara, ia memalingkan wajahnya.


" Apa kamu segitu takutnya dia terluka? sampai sampai kamu datang kesini. "


Ara memandang wajah max yang terlihat  ada rasa kecewa .


Ara menggenggam tangan max dan berkata.


" Apa yang kamu pikirkan? Aku tidak ingin diantara kalian terluka . "


" Apa kamu juga mengkhawatirkan ku sa seperti kaku takut dia terluka? "


" Apa maksud kamu berbicara seperti itu, tentu saja aku juga khawatir padamu, dengar max, pertarungan ini tidak akan membuktikan apapun. Jadi jangan lagi melakukan hal konyol seperti ini lagi. "

__ADS_1


" Apa kamu mencintai nya? "


Pertanyaan max ini membuat ara tidak tau harus menjawab apa. Jujur saja setelah pertemuannya dengan Jack di kantor, membuat pikirannya menjadi kacau.


" Ara, apa kamu benar mencintainya? Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi? "


" Tentu Aku mencintainya, jika tidak untuk apa aku menerima lamarannya. " ucap ara sambil memakingkan wajahnya.


" Kamu berbohong, tatap mamataku dan bilang jika kamu tidak mencintai ku lagi. "


" Untuk apa seperti itu, max aku datang kesini untuk... "


Max langsung mendaratkan ciuman ke bibir ara. max melahap bibir ara dengan cepat. Sementara ara hanya diam tampa membalas.


Karena tidak ada penolakan, max kembali mencium ara, kali ini dengan lembut max memberikan sensai yang berbeda untuk ara, perlahan ara pun membalas ciuman yang diberikan max. Max tersenyum dalam hatinya, karena ara membalas ciumannya. Sampai. Napas ara sudah mau habis, baru lah max melespakan nya.


Tampa aba aba, max langsung mendekap tubuh ara ke pelukannya.


" Aku tau, kamu masi mencintai aku. Terimakasih ara, terimakasih karena sudah memberiku kesempatan. "ujar max dengan deraian air mata.


" Max aku nggak tau apakah yang aku lakukan ini salah atau tidak,kali ini aku hanya mengikuti kata hatiku. Aku tau marcel akan terluka setelah ini, jadi aku harap kamu tidak membuat ku kecewa lagi. " ujar ara membalas pelukannya.


" Aku berjanji, tidak akan membuat mu kecewa. Sebaliknya , aku akan memberikan kamu kebahagiaan. Selamanya. "


Max kemudian melepaskan pelukannya dan berkata.


" Aku akan berbicara dengan marcel. Aku akan menjelasjan kepadanya agar dia mengerti. Aku takut dia berbuat macam macam sama kamu. "


" Tidak max, ini semua aku yang memulai, jadi biarkan aku juga yang mengahirinya, aku tau marcel orang yang sangat baik, dia tidak akan berbuat macam macam dengan ku. dia pasti akan mengerti setelah aku berbicara dengannya. Kamu jangan khawatir. "


"Baiklah, aku percaya sama kamu. Kamu tunggu sebentar, aku akan memakai baju, setelah itu aku akan mengantar mu. "


Keesokan harinya, ara menemui marcel untuk mengatakan hubungannya dengan max. meski sangat berat untuk mengatakannya, namun ara tetap harus mengatakannya. Dia tidak mau menyakiti marcel lebih dalam lagi.


Disinilah dia berada, dikediaman marcel.


" Ara, kenapa pagi pagi sekali kami sudah datang? Apa kamu serindu itu denganku? "


" Ya, tingkahmu memang selalu membuat orang rindu. Kamu sangat humble orangnya. "


" Katakan, apa yang membuatmu pagi pagi datang kesini.? Oh apa kamu sudah menemui max, bagaimana hasilnya? Apa dia mengatakan aku pengecut? "


" Aku sudah menemuinya. Marcel, ada yang ingin aku katakan kepadamu " kata ara dengan sedikit gugup.


Marcek cukup terdi lama , kemudian berkata.


" Katakan saja. Kenapa harus gugup"


" Ak.... u...  Aku.... "


" Aku sudah tau, tidak perlu memimta maaf."


Telihata keterkejutan dimata ara, apa Marcel sudah mengetahu nya?


" Ya, aku sudah tau, kalau kamu akan membatalkan pertunangan kita "


" Apa max yang.... "


" Iya, selepas dia mengantar mu pulang, dia mengajakku untuk bertemu. "


Marcel menarik nafas dalam dalam  sambil meraih tangannya dan berkata.


" Ara, aku tidak marah, sebaliknya aku bahagia untuk mu. Aku tau sedari awal kamu tidak pernah mencintai ku."


" Maafkan aku, aku sudah menyakitimu " ujar ara dengan lirih.


" Kamu sama sekali tidak menyakitiku. Justru aku yang menyakitimu dengan mencoba memisahkan kamu dengan max. Ara saat aku diberi kehidupan sekali lagi, hati ini  sudah putuskan hanya mencintai satu wanita saja. Meski kamu pada akhirnya akan bersamanya, cinta ini akan terus aku jaga. Aku akan terus menunggu mu bahkan sampai kita tua nanti, jika kita tidak berjodoh di dunia ini, aku berharap di akhirat nanti kita akan berjodoh. "


" Marcel apa yang kamu katakan, itu sama saja kamu menyiksa diri kamu sendiri, aku yakin suatu saat nanti kamu pasti akan bertemu dengan wanita yang tepat"


" Hanya kamu wanita yang akan akun tunggu. Ara, dengarkan ini baik baik, jika suatu saat nanti max tidak membuatmu bahagia, kembalilah kepadaku, aku akan selalu menerimamu kapan pun dan dalam keadaan apapun. Jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan ku. "


Ara pun memeluk Marcel dengan tangis yang sudah pecah. Begitu juga dengan marcek yang harus melepaskan wanita yang sangat dicintainya. ' berbahagialah sayang, karena dengan melihat kamu bahagia, akupun akan ikut bahagia. '

__ADS_1


Ara sangat terharu melihat ketulusan marcel kepadanya.bahkan dia rela  tidak menikah seumur hidupnya,hanya untuk  menjaga perasaannya untuk ku. andai dia bisa mencintai marcel,mungkin dia orang paling bahagia didunia ini.


__ADS_2