
" Apa tujuan mu memintaku untuk bertemu. "
" Kita memiliki musuh yang sama, aku tau kamu pasti paham maksud ku "
Hahh pria itu tersenyum mengejek kepada pria yang mengajak nya untuk bekerja sama.
" Aku tidak butuh bekerja sama hanya untuk mendapatkan apa yang ku inginkan. "
" Aku tau kamu menyukai wanita itu. ada satu rahasia yang kamu belom ketahui. dan aku yakin, saat kamu mendengarnya, kamu akan datang sendiri untuk mencariku. "ujar nya dengan penuh keyakinan.
" Apa maksud mu? "
" Max adalah saudara sepupuku. "
Pria itu terkejut mendengar pengakuan dari orang tersebut.
"Ya aku cukup mengenal nya lebih dari siapapun. "
" Katakan apa maksud mu yang sebenarnya. "
" Max bukanlah orang yang baik. terlebih tidak baik untuk flo. apa kamu berpikir kalau dia tulus kepada flo? dia mempunyai motif tersendiri dengan menjadikan nya sebagai tunangan. "
Dia pun menceritakan tujuan max mendekati flo. dia mencoba untuk memprovokasi agar kedua nua saling menyerang. tentunya menjadi keuntungan baginya.
" Baiklah. aku akan bekerja sama dengan mu. tapi bukan untuk membantumu. ini murni untuk membantu flo dari rencana jahat max. "
" terserah apa yang kamu pikirkan. selagi tujuan kita sama, itu tidak masalah bagiku.
hari demi hari, kisah cinta flo dan max semakin kuat. Flo menerima ajakan max untuk menikahinya.saat ini flo dan max berada di salah satu butik termewah untuk memilih gaun yang akan di gunakan nya di hari bahagianya.
" Max bagaimana menurut mu tentang gaun ini? " flo memperlihatkan gaun yang dia coba kepada max.
" bagus sayang. Apapun yang kamu kenakan pasti selalu bagus dimataku. "
" Sejak kapan kamu mulai bisa merayu perempuan max. " ucap flo yang langsung duduk di pangkuan max.
" Sejak aku mencintai mu " Bisik max di telinganya.
Sontak bisikan ith membuat flo merinding. sebelum max mulai bertingkah genit, flo segera mengalihkan pembicaraan.
" Max coba lihat. barusan yang mengurus soal undangan kita mengirim kan beberapa foto untuk kita lihat. coba deh kamu lihat, kamu suka yang mana? "
__ADS_1
" Hmmm coba aku lihat"
Flo pun mengeser beberapa foto undangan itu lewat layar HP nya. hingga sebuah gambar flo dengan kedua orang tuanya terlihat di layar kaca HP miliknya.
" Sayang ini foto kamu sewaktu masi remaja ya. " tanya max penasaran.
" Oh iya sayang. Ini foto aku jaman masi SMP. jelek ya?"
" Hmm. tidak terlalu sih. disini hanya terlihat lebih polos saja. hmmm aku boleh lihat beberapa foto lain lagi gak. Foto bersama keluarga kamu? "
" Boleh. Ini foto foto aku dulu saat masi sama mama. lalu ini foto saat aku lulus sekolah. "
Pandangan mata max terjatuh ke tangan erlangga. dimana disitu terlihat jelas jika erlangga memakai jam tangan sama persis dengan jam yang diberikan Jack kepadanya.
jantung max berpacu dengan cepat. dia tidak menyangka jika jam tangan itu benar milik erlangga. bagaimana dia harus bersikap kepada flo yang ternyata adalah anak dari pembunuh orang tua nya.
" Max. kamu kenapa, wajah kamu kenapa jadi pucat. " Ujar flo khawatir sambil memegang wajah max.
" Aku tidak apa apa. aku ada urusan.kamu bisa lanjut pilih gaun nya. nanti biar supir yang antar kamu pulang. " dengan reflek max menghempaskan tangan flo dari wajah nya.
" Max, apa sepenting itu sampai kamu ninggalin aku disini?"
Flo mencoba untuk tidak menanggapi tingkah max. mungkin memang lagi ada masalah.
Flo akhirnya melanjutkan memilih gaun lagi, meski kurang bersemangat. tanggal pernikahan nya sudah di tentukan. jadi dia sudah tidak bisa bersantai lagi.
hingga sore hari nya flo tiba di apartemen max, dia berencana untuk memasak buat max. dia berpikir max akan senang jika dia membuatkan makan malam untuk nya.
namun hingga malam pun tiba max masi belom pulang. flo mencoba untuk menghubungi tapi nihil.
" Tuan. mau sampai kapan anda disini. Nona flo dari tadi sudah menelpon berulang kali. " Kata Jack.
" Aku tidak tau harus bersikap bagaimana dengan nya Jack. aku mencintai gadis yang salah. aku tidak mampu untuk bertemu dengan nya. bahkan sekarang aku sangat membencinya.
Tuan, pak erlangga memang bersalah. namun tidak ada hubungan nya dengan nona flo. tidak seharusnya dia di perlakukan seperti itu. ujar Jack di dalam hati nya. dia tidak berani untuk berpendapat di situasi seperti ini.
" Tuan, anda sudah sangat mabuk. sebaiknya kita pulang. "
Dengan keadaan mabuk, Jack membawa max pulang ke apartemen nya.
Flo yang dari tadi menunggu kedatangan max terkejut melihat max pulang dengan keadaan mabuk.
__ADS_1
" Jack apa yang terjadi. kenapa kamu membiarkan max sampai begini. "
" Maaf nona, sebaiknya bantu aku membawa tuan ke kamar nya. dia sungguh sangat berat. " ucap Jack kesal.
" Nona flo. tugas ku sudah selesai. Aku serahkan tuan max kepada Anda. " Ujar Jack dan langsung berbalik pergi.
Dengan telaten, flo membuka sepatu nya dan juga jas yang di kenakan nya. Kemudian flo membersihan muntahan yang tersisa di baju nya. saat flo mmbuka baju max, wajah nya memerah karena melihat tubuh max yang menurut nya sangat menggoda. tapi dengan cepat flo menjernihkan pikiran nya. dia menyeka badan max dengan air hangat. Kemudian dia menggantikan baju santai untuk di kenakan max. hanya baju yang bisa dia ganti.untuk celana nya flo membiarkan nya dengan pakaian kerja nya.
Pagi pun kembali memyambut kedua insan yang masi tertidur di kamar yang sama. flo dengan setia menjaga max semalaman. dia tidur di atas sofa untuk berjaga jaga siapa tau max memerlukan sesuatu.
Max terbangun lebih awal. dia menyadari jika sekarang dia ada di kamar nya. pandangan nya berhenti melihat flo yang masi tidur di atas sofa. Max berjalan mendekati tunangan nya. dia mengelus lembut wajah tunangan nya.
" Kenapa harus kamu flo. kenapa harus kamu yang menjadi anak si pembunuh itu. apa yang harus aku lakukan sekarang. apakah kamu akan memaafkan aku jika aku membunuh papah kamu.? Apakah kita masi bisa bersama? "
"Euhm... " Melihat flo akan bangun., dengan cepat max berdiri dan menjauh dari flo. namun flo langsung memanggilnya..
" Max, kamu sudah pulang, aku terlambat bangun, kamu tunggu sebentar, aku akan membuat kan sarapan untuk mu. "
Flo bergegas keluar dari kamar nya. namun langkah nya terhenti saat max berkata.
" Tidak perlu. Aku akan sarapan di kantor. dan satu lagi. kamu sudah bisa kembali ke rumah kamu. hari ini papah akan keluar dari rumah sakit. "
Perkataan max membuat flo merasa sakit hati. bukan karena max menyuruh nya pulang. tetapi karena perkataan max yang terlihat tidak senang jika aku dirumah nya. dia sengaja menghindar dari ku.
" Max, ada apa sebenarnya dengan mu, kenapa aku merasa sikap kamu berbeda dari biasanya?"
" Aku tidak apa apa. aku akan siap siap. tolong keluar dari kamar ku. " ujar max dengan dingin.
Flo keluar dari kamar itu dengan perasaan tak karuan. hatinya benar benar tidak tenang. apa sebenarnya yang membuat max menjadi seperti ini.
Flo menunggu max turun ke bawah untuk sarapan. Meski max menolak untuk sarapan, flo tetap membuatkan sarapan nasi goreng kesukaan max. flo berharap max mau menemani nya sarapan sebelum pergi.
Melihat max yang sudah rapi dan turun dari tangga. Flo langsung menghampirinya.
" Max, aku sudah buatkan sarapan kesukaan mu. Lihatlah, nasi goreng kesukaan mu. kamu makan dulu ya sebentar. " ujar flo dengan semangat.
Max melirik sebentar kearah meja. dia melihat nasi goreng yang selalu flo buatkan setiap paginya. di tambah dengan riasan saos yang berbentuk hati. namun hari ini max mengabaikan nya.
" Aku tidak lapar. pagi ini aku ada meeting. jadi tidak bisa menunda waktu lagi. " dia lalu berbalik meninggalkan flo sendiri yang hampir menangis.
biasanya sebelum berangkat, max selalu meminta ku membuatkan sarapan untuk nya. bahkan selalu mencium kening ku . tapi sekarang, jangan kan sebuah kecupan, senyum nya saja sudah tidak pernah dia tunjukkan kepadaku. apakah dia sudah tidak menginginkan ku lagi. "
__ADS_1