
Ini adalah hari weekend, seperti janji mereka bertiga kalau hari ini akan olah raga pagi,
"Clara ayok , lo lamban banget si kek kura kura, baru juga berapa putaran udah ngos ngos an, payah"
" Biar lo katain gue gitu, yang penting badan gue tetap bagus, lo lanjut deh duluan gue mau rehat dulu capek, "
" Huh dasar payah,"
" Om", panggil Clara.
Ronal yang merasa di panggil melirik ke arah Clara,
" Om nggak mau temenin Clara gitu , gue kan sendirian kalau om pergi, ntar gue di culik sama cogan gimana om, ? Om rela?
" Clara kalau ada yang bersedia culik kamu, om kasih uang orang nya, " Ledek ronal tertawa dan lanjut berlari
" Om nanti jangan nyesel ya kalau gue di bawa cogan ke K. U. A" Teriak Clara tampa peduli orang sekitar yang sudah melihat kearah nya.
" Singa laut, kami duluan ya nanti kita ketemu di sana , " Tunjuk flo kearah kafe.
Saat berapa putaran telah berlangsung dari arah yang berlawanan mereka bertemu dengan teman bisnis erlangga, erlangga yang melihat duluan dengan ramah menyapa temannya itu,
" baskara, wah tidak menyangka kalau kita akan bertemu disini, "
" Erlangga apa kabar? Iya suatu kebetulan kita bertemu disini,"
baskara melirik kesamping erlangga
" Ini apakah dia putri nya ariana? "
" Ah iya, ini perkenalkan putri ku, Florence, dia anak saya bersama ariana"
" Wah cantik, persis seperti ibu nya,"
" Iya lah kalau tidak cantik berarti itu bukan anak saya hehe" Gurau erlangga tertawa.
" Halo om, saya flo, "
" Yah, cantik sangat cantik, panggil saya om baskara"
" Lalu pak baskara kesini dengan siapa? Apa dengan ibu rina,? " Tanya erlangga penasaran,.
" Bukan, istri saya lagi ada urusan, biasalah kalau libur begini pasti pada sibuk sama teman sosialita nya"
" Ohh begitu"
" Saya bersama anak saya, kebetulan anak saya lagi beli minum barusan, bentar lagi juga datang, akan saya kenalkan nanti, nah itu dia? "
__ADS_1
" Pah, ini minum ny, " Saat ingin memberi minumnya, anak baskara terkejut, begitupun dengan flo,
" Flo, lo disini juga, rafael tidak menyangka bertemu flo di tempat ini,
" Ya, seperti yang lo liat," Jawab flo seadanya, , setau dia rafael salah satu orang yang menyukai si medusa itu, jadi flo tidak begitu menyukai nya,
Rafael bisa melihat ketidak sukaan flo terhadap ny, namum dia lebih memilih untuk cuek aja,
" Wah ternyata kalian saling mengenal juga", ucap baskara kepada mereka berdua,
" Iy pah kebetulan kita satu kampus cuma beda jurusan aja" Lanjut rafael menjelaskan.
" Jadi begitu, baiklah kebetulan kita kan punya projek, bagaimana kalau kita bersantai sambil mengobrol, " ujar baskara.
" Tidak masalah, saya juga lagi senggang kok, nak flo, rafael, papah sama om ada urusan,kalian lanjut saja olah raga nya, nanti temui kami di kafe yang ada di ujung sana"
" Rafael titip putri om dulu ya, " Erlangga dan baskara berjalan menuju kafe tersebut.
" Lo mau minum nggak, kalau mau ini buat lo aja" Fael memberikan minuman ny kepada flo.
" Ya klau lo maksa apa boleh buat" Ujar flo dengan cuek.
Flo menerima minuman itu, Rafael menaikkan satu alisnya, perasaan gue nggak maksa deh, gerutunya dalam. hati.
Rafael bingung harus memulai obrolan apalagi untuk mematahkan keheningan tersebut, begitu juga flo, dia hanya diam bebek,
" Anak kita sudah dewasa ternyata, padahal dulu mereka masi sangat kecil,, aku terfikir bagaimana kalau kita menjodoh kan mereka berdua, " Usul baskara kepada sahabat nya.
" Kita hidup sudah bukan di jaman siti Nurbaya lagi baskara, biarkan saja mereka nentuin pilihan mereka sendiri"
" Jangan salah bro saya dengan istri saya sekarang itu bukti dari perjodohan orang tua kami, kamu lihat hasilnya, Rafael ada itu bukti dari cinta kami, "
" Ya ya ya,,, kamu memang nggak pernah mau kalah, begini saja, kita akan bicarakan ini, tapi jangan memaksa mereka, "
" Ok, tidak akan ada paksaan, mereka bisa memulainya dulu dengan pendekatan, aku rasa tidak akan susah apalagi mereka sudah mengenal dan satu kampus, " Ucap baskara dengan senang.
" Hmmm, gue mau nyari teman gue dulu ya, lo duluan aja ke tempat orang papi, ntar gue nyusul"
Daripada disini diam kek patung mending gue cabut aja, dasar batu gerutu flo dalam hati.
Rafael hanya menunduk sebagai jawaban,.
" Astaga, anak ini malah asyik tidur disini, hei bangun " Sentak flo pada sahabatnya clara,
Clara yang belom sadar sepenuh ny jatuh dari tempat duduk yang ada di dalam taman itu,,
Brukkk" Astaga pantat gue udah sakit banget, flo bisa nggak si bangunin gue pake prasaan dikit, ini pantat gue aset tau. Masa rumput duluan yang cium pantat gue, " Gerutu Clara,
__ADS_1
" Jadi lo berharap siapa yang cium pantat busuk lo itu haaaaa" Sambil Memicingkan matanya.
"Ya suami gue lah nanti nya, lo tau nggak pantat gue ini aset, kalau nggak bahenol lagi bisa gawat"
" Pantas apa busa " Ledek flo sambil berlari ninggalin sahabatnya itu yang masi menatap tajam kepadanya.
" Hei anjir awas lo ya,liat aja kalau gue udah jadi istri bokap lo, gue nggak akan bagi warisan sama lo, hei kemari.",,
Mereka terus main kejar - kejaran, hingga tiba di kafe tempat mereka janjian,
Hoss hoss hoos anggap aja ya itu sura ngos ngosan mereka yang berlari.
" Flo kenapa berlari, " Tanya erlangga.
" Hos hos, " Itu pah ada anak singa ngamuk"
Belom sempat flo melanjutkan omongan nya, suara udah tiba di dekat nya,
"Huh,,, om , nanti kalau gue udah jadi istri om, warisan jangan di bagi rata ya, flo dapat 10%aja , dia durhaka sama calon mamah nya, " Ucap Clara tanpa basa basi.
Erlangga yang sudah terbiasa dengan sikap sahabat putri ny ini hanya bisa geleng kepala.
Baskara terkejut, sedang Rafael sudah paham betul sikap Clara,
" Ronal, ini yang saya liat barusan, dia calon istri kamu?
Baskara shock mendengar kalau teman nya akan menikah dengan wanita seumuran anaknya
" HA ha ha,,,, bukan bas, ini sahabat putri saya, nama nya Clara, dia hanya bercanda, kalau ngomong dia memang tidak di saring dulu, " Kekeh erlangga.
" Ohh saya kira tadi beneran"
kekeh baskara
" Emang kalau beneran kenapa om, jaman sekarang juga kan banyak duda keren menikah dengan wanita muda, iya kan om ronal " Ledek ny sambil mengedipkan matanya,
Flo dan ronal hanya menepuk jidat bersamaan,
" Atau om mau jadi misua gue, di jamin nggak akan rugi om, gue masi ting ting kok, bisik nya ke telinganya baskara.
Baskara dan Rafael yang mendengar omongan fulgar Clara langsung melotot
" Clara, tuh mulut habis makan apa, kalau ngomong di filter dulu, nyokap gue masi ada, dan jika pun nggak ada gue nggak kan mau lo jadi ibu tiri gue " Kesel Rafael,
" Yang jalani kan gue sama bokap lo, iyakan om, gue mau kok jadi istri kedua, asal harta dibagi rata, "
Kalau sampai mama Rafa mendengar ini, habis lah aku, siap siap tidur di luar, gerutu baskara dalam hati.
__ADS_1