Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
42


__ADS_3

Flashback


"  Papah, papah dimana, papah!! "


Flo berlari mengitari ruangan yang penuh dengan api dan asap.terkadang dia terjatuh  namun flo tidak menyerah. dia berusaha bangkit dan berjalan kembali.


" Flo papah disini. " Ada suara terdengar pelan, flo menyadari jika dia mendengar suara pelan memanggil nama nya.


" Papah.. Akhirnya aku menemukan mu, pria brengsek itu benar benar monster mengerikan. " Ujar flo dengan geram


" Apa maksud mu flo "kata erlangga bingung.


" Max. dia adalah dalang dari kebakaran ini, dia yang sudah merencanakan nya. "


Erlangga terkejut, bagaimana bisa dia bisa berbuat begitu, meski aku yang membunuh nya, apa kah perlu harus seperti ini? Erlangga benar benar tidak habis fikir, hampir saja menikahkan putri nya dengan pria seperti itu.


" Pah kita harus pergi dari sini, api semakin besar"


Flo akhirnya membantu erlangga untuk berdiri, karena erlangga sudah banyak menghurup asab jadi tubuhnya melemah.


" Flo, keluarlah dari sini, tidak usah perdulikan papah, papah sudah tua, lagipula, putri ku sudah tiada. Biarkan aku menyusul nya., cepat lah keluar, perjalanan mu masi panjang. " Ucap erlangga.


" Tidak, bagaimana bisa aku membiarkan papah disini, meski aku bukan anak papah yang sebenarnya, tapi aku sudah menganggap papah seperti papah sendiri. Di sini aku cuma memiliki papah, aku sudah berjanji kepada flo, jadi tolong jangan menyerah. kita harus keluar dari sini. "


Api semakin besar menyebar, Flo dan erlangga  terjebak di dalam. Seperti nya semua jalan buntu ,flo dan erlangga mencoba sekuat tenaga untuk keluar, sampai tiba tiba ada seorang yang datang membawa kain basah yang menutupi tubuhnya muncul di depan mereka.


" Kalian baik baik saja? Ayok cepat pakai ini, tidak ada waktu lagi, kita lewat sebelah sini. "

__ADS_1


" Clara, terimakasih,pertolongan ini seumur hidup aku akan mengingat nya. " Ujar flo.


" Haiss sudah lah, selamat dulu, baru bicara tentang itu, jika kamu mati itu akan percuma saja. "


Mereka tertawa bersama. Di saat seperti ini masi ada yang bisa menghibur mereka.


Mereka bertiga berjalan berdampingan , dari dari jarak berapa meter lagi sudah terlihat arah luar, namun berapa langkah lagi, bangunan penjara itu roboh. Flo orang pertama yang menyadari hal itu.


" Aku sudah pernah mati satu kali, jika harus mati lagi, itu bukan lah hal besar, kemungkinan aku akan kembali ke tubunku,! Namun papah dan clara, mereka tidak pantas menerima kematian seperti ini. Semoga kalian bisa memulai kehidupan baru. " Flo mengucapkan itu dengan pelan. hanya dia yang tau, kemudian flo mendorong erlangga dan clara dengan cepat sehingga langsung terpental keluar.begitu flo berhasil mendorong mereka keluar, bersamaan dengan reruntuhan itu pun jatuh kewabah.


" Flo!! " Teriak erlangga dan clara bersamaan.


Sementara flo dia terjebak di antara reruntuhan itu, tidak bisa keluar.


Dia menangis, semua memori tentang perjalan nya di tubuh ini terlintas kembali . dia tidak menyangka jika hidupnya akan berakhir disini. namun dia tidak takut jika harus mati, seharusnya max sudah membaca suratnya, dengan begitu, semua masalah sudah selesai. begitupun dengan jiwaku, pasti akan kembali .


" Flo seharusnya aku yang pantas disana. bukan kamu, aku tidak punya siapa siapa di dunia ini, sementara kamu masi ada om erlangga yang nungguin kamu. Kemana kamu melakukan ini. "


Author


Ayah clara memang sudah meninggal satu bulan lalu, karena serangan jantung. namun  author skep aja ya. lanjut ke ke cerita lagi.


Erlangga yang sudah keracunan akibat terlalu banyak menghirup asap ,menjadi sesak dan tak sadarkan diri. clara tidak ada pilihan lagi selain meninggalkan flo di dalam sambil menunggu tim penyelamat datang. Clara hanya berdoa, semoga flo masi bisa di selamatkan. ia pun bergegas membawa erlangga ke rumah sakit.


Flashback on


Kini max berada di  dalam kamar nya dalam keadaan pingsan.. melihat max akan menerjang ke dalam api, Jack yang memilih untuk menyusul max tiba di tempat dengan cepat dan langsung menghentikan tindakan max, dengan membuat nya tak sadarkan diri.

__ADS_1


Mata max perlahan terbuka, dia memandangi langit langit kamarnya, kemudian dengan reflek berteriak memanggil nama flo.


Jack yang menyadari tuan nya sudah bangun, dengan cepat mendekat ke ranjang max.


" Jack, kenapa kita ada disini, dimana flo, apa dia sudah di selamatkan. dimana dia, aku ingin menemuinya. "


" Tuan tenang lah, jangan seperti ini. " ujar Jack yang juga tidak tenang.


" Dimana dia, aku ingin melihat nya? "


" Tuan tim penyelamat sedang mencoba untuk memadamkan api,mereka tidak bisa masuk kedalam lagi karena api yang kian membesar. Jadi hanya bisa memadamkan api terlebih dahulu, baru bisa melihat kedalam..,lebih baik kita  menunggu kabar dari mereka. "


" Apah!! jadi flo belom bisa di selamatkan, lalu untuk apa kamu membawaku kesini, sekarang juga aku ingin kesana. Aku tidak bisa membiarkan flo menunggu lama. "Ujarnya dengan frustasi.


" Tuan, sebaiknya kita tunggu  disini, disana juga kita tidak bisa berbuat apa apa, lebih baik tuan tenangkan diri. "


Max teringat tentang surat yang di berikan flo. dia berlari ke ruang kerjanya mencari surat yang belom sempat dia baca


Jangan menyayangi seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti. Sayangilah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya.


Penyesalan ku seumur hidup adalah mengenal mu dan jatuh cinta kepadamu. Aku kira kamu adalah sosok yang bisa menjadi pelindung untuk ku, namun ternyata kamu adalah kehancuran ku. Kamu berhasil  membuat ku mencitai mu, memberikan hatiku dengan tulus kepadamu. Aku tidak menyangka jika pernikahan bisa kamu mainkan sesuka hati. kamu merancang segala keperluan pernikahan kita dengan sangat mewah. kamu membuat seakan akan aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini,namun dengan begitu kejamnya kamu hempaskan kembali sampai tak tersisa.dendam mu telah berhasil.selamat ,semoga kamu bahagia. aku bersumpah, ini adalah air mata terakhir untuk mu, aku tidak ingin mencintai pria seperti kamu lagi, baik di kehidupan ini atau kehidupan selanjutnya. Aku  membencimu. 


Sesuai janji ku kepadamu, aku akan membuktikan kebenaran yang  selama ini kamu yakini. semua kebenaran ada di jam tangan yang kamu ambil. ada rekaman disitu,  dengarkan lah dengan teliti. Jangan sampai dendam mu salah alamat. 


Surat itu terjatuh ke lantai, tangan nya gemetar, dengan cepat max beralih ke laci untuk mengambil jam tangan yang dia simpan.


Max melihat ada sebuah tombol kecil berada di bawah jam tangan itu. dia menekan tombol itu kemudian terdengar lah suara rekaman seseorang dari  jam tangan itu.

__ADS_1


__ADS_2