Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
38


__ADS_3

Selepas max pergi, flo langsung bergegas untuk meninggalkan apartemen max. tidak ada gunanya berlama lama disini jika max saja sudah tidak menginginkan nya lagi.


Flo berencana akan langsung kerumah sakit untuk menjemput erlangga pulang. namun yang tidak di sangka nya adalah max juga ada didalam. namun keadaan di dalam sedang tidak baik saja. flo mendekat dan membuka pintunya terbuka sedikit agar dia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


" Max ada apa kamu datang sepagi ini" Ujar erlangga.


" Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan? "


" Tanyakan saja, apa ini ada hubungan nya dengan pernikahaan kalian? "


Tampa menunggu lama, max langsung mengeluarkan arloji yang di simpan nya didalam saku jas nya


Mata erlangga membelalak melihat  arlojinya berada di tangan max. bagaimana bisa arloji itu berada di tangan max. padahal aku sudah lama mencarinya.


melihat keterkejutan dimata  erlangga membuat max semakin yakin jika erlangga adalah pelakunya.


" Darimana kamu mendapatkan nya? " tanya erlangga.


" Tidak  penting darimana ini bisa berada di tanganku. sekarang anda katakan, kenapa anda membunuh orang tua ku?" ujar max dengan dingin.bahkan panggilan papah pun sudah tidak digunakan nya lagi.


" Apa maksud mu max, aku bahkan tidak mengenal orang tua mu? "Ujar erlangga.


" Sony walker, apa ada masi mengingat nya? "


Erlangga begitu terkejut dan hampir kehilangan kata kata. tenggorokan nya tercekat.


" K.. kamu adalah putra dari Sony walker? "


" Anda seperti nya mengingat siapa ayah saya dan begitu terkejut. " aura gelap max tiba tiba keluar membuat suasana menjadi mencekam. " Apa itu artinya anda sudah mengingat dosa apa yang telah anda perbuat kepada orang tua ku ? "


Erlangga  yang sempat terkejut kini menunduk dengan wajah yang merasa bersalah dan sedih. dan perubahaan itu tidak luput dari pandangan flo dan max.


Flo merasa sedikit takut, jika sampai benar papah nya yang melakukan itu, entah bagaimana max akan memaafkan nya. namun ingatan dari pemilik tubuh ini memberitahunya jika erlangga tidak mungkin melakukan itu .jadi pasti ada kesalahpahaman.


" Omong kosong apa yang kamu katakan? aku tidak membunuh ayah mu, dan mengenai ibu mu aku memang datang menemui ibu mu namun tidak lama aku pergi. selanjutnya aku tidak tau apa yang terjadi. " ujar erlangga.

__ADS_1


" Anda kira aku percaya dengan semua perkataan anda.semua bukti mengarah kepada Anda. "


" Jawaban ku tetap sama" Ujar erlangga tegas.


" Baik lah. Aku akan buat anda mengakuinya sendiri. "Ujar max dengan aura dingin.


" Apa selama ini kamu sudah mengetahuinya dan sengaja mendekati flo untuk membalas dendam?


" Menurut anda sendiri bagaimana? bukan kah aku sangat pintar bersandiwara? "


pijakan kaki flo lemas mendengar pengakuan dari max. Ia menutup mulutnya agar suara tamgisan nya tidak terdengar.


" Max, jangan sakiti putri ku. dia tidak ada hubungan nya dengan semua ini. "


" Apakah anda berfikir saat membunuh orang tuaku juga.?  "


Erlangga hanya bisa diam tertunduk . tidak mengeluarkan kata kata.


" Kenapa anda diam? jawab...!! " Teriak max sambil membukul meja kecil yang ada di sebelah nya.


" Max.. hentikan. kamu tidak bisa menuduh papah melakukan itu. kamu tidak punya cukup bukti" ujar flo dengan mata yang merah. hatinya sangat sakit saat mengetahui jika max tidak benar benar tulus kepadanya. dia mendekatinya hanya untuk membalas dendam nya.


Max sempat kaget melihat kedatangan flo, namun mungkin sudah saatnya flo mengetahuinya.


" Aku tidak akan mengatakan nya jika aku tidak punya bukti. dan semua bukti memang mengarah kepada papah kamu. "


" Max, aku yakin, papah tidak mungkin melakukan itu, kamu pasti salah paham dan papah ku tidak seperti yang kamu katakan. " ujar flo dengan sedih.


Kemudian flo beralih menatap erlangga.


" Pah katakan sama flo yang sebenarnya. jangan hanya diam saja. "


Erlangga masi tidak mengeluarkan suara. dia masi memilih untuk diam. flo melihat tangan papah nya bergetar dan gelisah.


Flo tidak menyerah. meski hati nya sekarang mulai goyah melihat sikap papah nya, namun sebisa mungkin flo menyikirkan pikiran negatif nya. dia meraih tangan erlangga dan berbicara dengan lembut.

__ADS_1


" Pah, aku tau papah adalah pria yang baik. tidak mungkin sampai melakukan hal seperti itu, aku juga tau mungkin sudah banyak papah membunuh orang, tapi aku yakin papah tidak mungkin membunuh orang yang tidak bersalah. papah bukan pria jahat. perkataanku benar kan pah? "


Namun sekali lagi hanya keheningan yang terjadi.


Flo mengeratkan genggaman tangan nya lalu memohon.


" Pah, sebentar lagi aku akan menikah, putri papah ini akan menikah, apa papah tega membiarkan putri papah ini tidak jadi menikah.? pah aku mohon bicaralah, jangan membuat ku kecewa dan katakan lah yang sebenarnya. "


" Papah memang bersalah flo, papah benar benar sangat bersalah. kejadian ini sudah terkubur begitu lama. Papah sudah menahan beban berat ini bertahun tahun dan tidak bisa menceritakan kepada siapapun."


Seluruh kesedihan dan perasaan bersalahnya pun meluap.


"dan sekarang kejadian tragis itu di ungkit kembali, papah sungguh tidak berdaya. maafkan papah flo"


" Kamu sudah mendengar sendiri kan, papah kamu bahkan sudah mengakui nya. Apa lagi yang harus kamu harapkan dari seorang pria pembunuh seperti itu. Papah kamu sudah sepantas nya mendekap di dalam penjara" Kata max dengan dingin...


" Pengakuan apa yang kamu maksud. Sampai sekarang aku bahkan belom mendengar jika papah mengatakan dia yang melakukan nya. Max terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi aku tetap yakin. Jika papah bukan pelakunya.


Kilatan marah keluar dari mata max. dia memandang flo dengan dingin.


" kamu bebas percaya dengan apa yang kamu yakini, dan aku juga bebas dengan apa yang aku yakini juga. jadi, mari kita berjalan pada jalur masing masing. "


Tak terasa air mata flo menetes , hati nya sesak mendengar max mengakhiri hubungan mereka dengan  cara seperti ini.


" Max aku tidak menyangka jika aku akan mendengar pernyataan ini keluar dari mulut mu. jadi selama ini kamu hanya mempermainkan aku untuk masuk kedalam jebakan mu. kenapa kamu mempermainkan aku sampai sedalam ini max, bahkan pernikahan kita sudah di depan mata. apa aku sama sekali tidak ada artinya dimata kamu? apa sedikit pun aku tidak ada di hati kamu? "


Max merasa sedih melihat flo menangis, namun dia juga tidak bisa berpikir jernih. dipikirannya saat ini adalah memberi hukuman kepada orang yang telah membunuh orang tuanya.


Melihat tidak ada respon dari max membuat flo tersadar.


Tidak ingin menunjukkan kelemahannya di depan max, ia sudah cukup lelah harus terus di permainkan seperti ini, saat ini ada masalah  papah nya yang harus di selesaikan.


" Baiklah. Aku Florence detik ini juga memutuskan semua hubungan dengan mu. kedepan nya anggap kita tidak pernah mengenal. satu hal lagi, aku akan membuktikan jika papah ku tidak bersalah.


jantung max seperti di hantam batu keras. hati nya sangat sakit melihat kebencian di mata flo. Ia ingin sekali mengeluarkan suara. namun mulutnya tidak mampu.

__ADS_1


__ADS_2