
Flo merasakan ada nya pergerakan dari ranjang tempat tidur. flo membenarkan posisi duduk ny , karena flo tertidur dengan posisi kepala nya bersandar kepada ranjang.
" Pak rizal udah bangun? maaf ya pak, saya ketiduran. " ujar nya gak enak hati.
" iya gak apa apa, saya jadi ganggu tidur kamu ya? "
" Gak kok pak, lagian seperti nya udah pagi juga.pak rizal butuhin sesuatu nggak? "
" air putih saja, saya haus"
dengan cepat flo memberikan air putih kepada rizal.
" Seharus nya kamu gak perlu jagain saya disini, kan ada suster "
gak apa apa kok pak, lagian kan pak rizal kek gini juga gara gara nolongin saya. lagian saya gak sendirian kok, ada clara, dia lagi kebawah beli sarapan. "
" Oh tapi udah kabarin sama papah kamu kan? "
" Iya pak, tenang saja. malah papah juga berencana untuk jenguk pak rizal. "
" Oh, jadi repotin. " ujar rizal yang tiba tiba menjadi dingin.
Pak rizal, sebelum nya saya ngucapin terimakasih, karena pak rizal udah tolongin saya. ? "
" Gak apa apa kok,gak mungkin saya biarin kamu celaka di depan mata saya. melihat kamu baik baik saja saya udah tenang. "
flo merasa canggung dengan pernyataan rizal, seolah tau apa yang di fikirkan flo, rizal langung berkata.
" jangan berpikiran yang lain flo, andai bukan kamu juga yang berada di situasi itu, aku pasti melakukan hal yang sama. "
" Ahk ya, pak rizal benar juga. sekali lagi terimakasih pak"
" terimakasih mu akan ku terima asal kamu berhenti memanggil ku bapak. kan saya udah bilang untuk tidak se formal itu" ujar nya sedikit memaksa.
" kalau begitu saya panggil kak rizal aja deh"
" Itu lebih bagus" ujar rizal.
" Oh iya, gimana dengan keluarga kak rizal, apa gak sebaik nya kak rizal kasih tau soal keadaan ka rizal? takut nya orang tua kakak khwatir. "
__ADS_1
rizal tertawa tipis, seakan akan perkataan flo adalah lelucon.
" tidak ada yang akan khwatir sama saya flo, kedua orang tua ku sudah meninggal. aku hanya sendirian di dunia ini. " ujar nya dengan dingin.
" maaf kak, flo gak tau kalau orang tua kakak sudah meninggal. flo turut sedih mendengarnya. " kata flo dengan bersalah.
" kedua orang tua ku meninggal sejak aku masi berusia delapan tahun. ayah ku meninggal di penjara. dia dituduh melakukan kejahatan yang bahkan tidak sama sekali di lakukan nya. kemudian karena takut ayah ku akan mendapatkan bukti, seseorang membayar tahanan yang di penjara untuk menghabisi nya. sementara ibu ku memilih untuk mengakhiri hidup nya setelah tau ayah sudah meninggal. "
kak rizal, aku turut sedih mendengar cerita kakak. kak rizal yang sabar ya, akun yakin kedua orang tua kakak pasti sudah bahagia di surga. kak rizal yang sabar ya. "
' mereka tidak akan bahagia sebelum pelaku yang sebenarnya ku seret ke neraka. '
pintu terbuka membuat pandangan mereka mengarah ke asal suara
" hey flo, eh pak rizal udah sadar ya, syukur deh, kita sempat cemas kemaren pas tau pak rizal kritis. untung nya sekarang udah sadar. "
" iya makasih ya buat kalian yang sudah mau menjaga saya disini. "
" Iya pak sama sama."
tingga minggu sudah berlalu, kini rizal sudah bisa kembali kerumah, selama perawatan , flo selalu ikut menemani rizal untuk periksa ke rumah sakit. dia merasa bersalah atas kejadia yang menimpa rizal. jadi sudah sewajar nya flo membalas kebaikan nya. meski rizal awal nya menolak, namun karena flo yang terus memaksa, akhirnya rizal setuju.
" Singa laut,,, bosen banget ya udah 1 minggu di rumah mulu, aku kangen banget sama rafael, "
" Ya ela, yang udah bucin, tahan dulu tahan, toh juga tinggal berapa hari lagi kan hari pertunangan kamu, "tutur nya sambil mengobrak abrik tas make up nya.
" Kamu ngapain si dari tadi asyik make up mulu, yang liat juga nggak ada, "
" Ini namanya membantu menghilangkan kejenuhan, di banding kamu tuh, nggak lakuin apa apa, makanya bosan. "
Flo memperhatikan clara se intens mungkin, dan terlihat senyuman licik di wajah nya.
" Kenapa kamu liat aku gitu,firasat aku jadi gak enak hih,jangan bilang kalau kamu mau keluar nemuin rafael, wah parah, aku nggak bakal ijinin, aku teriak ya,,, tanteeee "
Flo langsung menutup mulut clara dengan kertas .
" Yakin nggak mau izinin aku pergi" Sambil menunjukkan tiket drama korea
Joong soong ki,,kepada clara, mereka berdua sangat menyukai aktor ini, mereka mau bolos kuliah hanya demi nonton drama Korea ini.
__ADS_1
" Ya ampun flo, kamu membuat aku jadi di lema, disisi lain ada opa kesayangan ku, disisi lain ada calon suami masa depan,, harus milih apa ya"
Flo tau kalau pada akhir nya clara pasti akan memilih tiket drama ini,,, hanya tinggal menunggu sebentar lagi.
" Aku cuma pengen ketemu sebentar saja kok, nggak lama, selesai ketemu, udah langsung pulang, jadi nggak bakal ketauan , tapi kalau kamu nggak mau ya udalah,, toh juga kita nggak bisa keluar kan, jadi tiket nya aku robek aja deh,, " Sambil mengambil tiket nya dan berpura pura ingin merobek nya.
Mari kita berhitung sampai tiga, aku yakin clara nggak akan biarin tiket ini rusak, satu, dua,,, tiiiii
" Tunggu,,!!!! Ok ok,, jangan di rusak,, aduh hampir saja, kamu kelewatan banget sih,, " Clara menarik tiket nya dengan cepat dari tangan flo, lalu menyimpan nya kedalam tas nya dengan hati hati. seakan benda itu akan rusak jika di sentuh dengan kasar.
" Jadi gimana, bantuin nggak? " Tutur nya sambil mengedipkan matanya.
" Baiklah, tapi jangan lama, hanya 4 jam. Sebelum papah kamu pulang, kamu udah harus tiba dirumah,. " Ucap clara mengingatkan.
" Ok, sepakat., ya udah aku siap siap dulu. "
Flo akhirnya bisa bertemu dengan kekasih hati nya, pasal nya seminggu sudah mereka tidak bertemu,hanya komunikasi melalui HP saja, flo sengaja tidak memberi tahu kepada rafael akan kedatangan nya, dia akan memberikan kejutan .
Tiba lah flo di depan rumah rafael yang sangat luas dan juga mewah, saat akan memarkirkan mobil nya, matanya menatap lekat pada salah satu mobil yang terpampang jelas di halaman yang luas itu,
Seperti nya aku mengenali mobil itu, tapi milik siapa ya, batin nya,
Perasaan flo semakin tidak enak, kalau tidak salah itu bukan kah mobilllll....."
Flo langsung berlari dengan cepat kedepan rumah rafael, flo langsung menekan bell berulang kali dengan cepat,,, pintu pun di buka oleh pembantu rumah itu, namun raut wajahnya menegang saat melihat kedatangan flo.
" Bi ada rafael kan...? " tidak ada jawaban dari pembantu itu membuat flo semakin curiga, tampa menunggu pembantu itu berbicara, flo langsung masuk kedalam. Ia tidak melihat keberadaan rafael dan bella di ruang tamu.kemudia diaberalih ke arah tamam,mungkin mereka sedang mengobrol ditaman.namun hasil nya tidak ada. pikiran flo semakin kalang kabut, tinggal satu lagi tempat yang belom di periksa nya. yaitu kamar rafael.
perlahan flo menaiki tangga dengan pikirkan yang berkecamuk. samar samar flo mendengar seperti suara yang berbincang bincang.
tinggal berapa langkah lagi akan sampai di depan kamar rafael, tiba tiba langkah nya terhenti.
" aku akan bertanggung jawab jika kamu hamil. "
Duar..!!
"
"
__ADS_1
"