
Di dalam ruangan yang sesak penuh dengan bau amis darah yang yang begitu pekat, seorang gadis terikat di atas kursi dengan mulut di lakban.
Byurr siraman air itu membangunkan gadis yang sedang pingsan. Clara, dia adalah clara sahabat flo
" Aduhh, pala gue pusing banget, " Saat kesadaran nya sudah mulai pulih, dia melihat sekeliling nya, betapa terkejutnya dia saat dia berada dalam ruangan yang penuh dengan peralatan untuk memotong daging. Parah nya lagi, semua alat ini masi sangat baru selesai di pakai, karena darah segar masi menetes dari gantungan itu,
Clara yang melihat pemandangan itu langsung histeris ketakutan . Dia mengingat saat dia sedang di perjalanan pulang, segerombolan mobil menghadang jalan nya. Setelah itu dia pingsan dan berakhir disini, berarti ini adalah ruang eksekusi, hidup gue akan tamat disini, batin Clara.
Sementara flo dan rizal sudah mendekati gubuk tua itu, namun langkah mereka terhenti karena melihat ada beberapa pria yang berbadan besar yang menjaga tempat itu.
" Pak gimana caranya kita masuk kedalam, penjagaan nya lumayan ketat" ucap flo.
" Sebentar saya mikir dulu, " Kalau cuma saya sendiri, dengan gampang bisa langsung mengalahkan orang ini, namun ada flo disini, saya nggak bisa bergerak bebas, batin rizal. " Begini saja, saya akan alihkan perhatian mereka, saat itu kami masuk kedalam, kamu harus waspada, takut nya di dalam masi ada orang yang jaga, " Ucap rizal mengingatkan.
" Baik Pak, ya udah saya sembunyi disana ya pak, " Flo bersembunyi di balik gerobak yang sudah usang.
Saat rizal sudah mulai mengalihkan perhatian penjaga itu, flo sepelan mungkin berjalan kearah pintu, karena dalam situasi sepi begini, langkah kaki pun bisa terdengar, flo sangat hati hati, takut jika kaki nya tak sengaja menginjak ranting pohon.
Flo membuka pintu dengan sangat pelan, namun saat pintu terbuka, flo tidak menyangka, jika suasana di dalam berbeda dengan penampilan luarnya, kalau di luar terlihat jelek, ternyata di dalam adalah sebaliknya, suasana didalam benar benar bagus, terdapat beberapa hiasan, TV, sofa, persis seperti rumah, kini flo beralih ke beberapa pintu kamar, saat akan mendekat ke pintu kamar , terdengar langkah kaki, mungkin sekitar tiga orang, flo dengan cepat membuka tas nya mengambil botol semprotan dan tak lupa memakai masker.itu adalah semprotan bius yang selalu flo bawa saat dulu dia menjadi artis, maklumlah, jadi artis itu pasti banyak penggemar nya , pasti banyak juga yang nggak suka, karena dulu pernah kejadian, saat akan makan pemotretan tiba tiba datang berapa orang yang mengaku fans minta tanda tangan, tau nya punya niat lain, jadi dengan nya ini bius ini, flo bisa selamat, makanya hingga detik ini pun flo selalu menggunakan bius ini untuk keselamatan nya,
Saat langkah kaki semakin dekat flo langsung menyemprot cairan bius itu ke udara, tiga pria berbadan besar masuk sambil berkata,
__ADS_1
" Kali ini dengan cara apalagi bos akan menyiksa gadis itu, sungguh sangat di sayangkan gadis secantik itu akan mati mengenaskan di tangan bos besar.
Flo bergetar di balik sofa mendengar ucapan penjaga itu, tidak salah lagi jangan jangan itu Clara batin flo. Namun flo tetap tenang, dia menghitung lima, empat, tiga, dua satu,. Bruk bruk bruk, tiga pria itu jatuh pingsan, flo langsung berjalan menuju pintu yang tiga orang itu gunakan saat keluar, flo yakin disana teman nya di sekap.
Kembali kedalam ruangan tempat Clara di sekap.
"Lo sudah selesai liatin pemandangan diruangan ini? Ucap pria itu menyeringai.
Clara melihat pria bertopeng dengan karisma yang luar biasa, postur tubuh yang bagus, tidak lupa juga aura yang keluar dari pria itu sangat dingin.
" Lo siapa haaa, kenapa lo culik gue, lepasin gue brengsek. " Ucap Clara
Sementara flo sudah masuk keruangan yang dia yakini itu tempat sahabatnya di sekap, begitu masuk, mata flo menatap banyak foto di tempel di dinding, berapa foto sudah di beri tanda silang dengan darah yang berarti korban nya sudah tewas, hingga pupil matanya terbelalak melihat urutan foto yang selanjutnya membuat flo tidak bisa bernapas, foto Clara dan dirinya, namun anehnya, fotonya malah di langkah langsung ke foto Clara, mungkin, karena Clara yang duluan di temukan, batin flo, Clara bergegas ingin menelfon polisi, namun terhenti ketika mendengar jeritan dari sebelah kamar tempat flo berada,
Flo langsung mencari keberadaan suara itu, cek lek,, pintu terbuka dengan pelan, betapa shock nya flo saat melihat wajah sahabatnya sudah terluka karena goresan pisau, flo segera menutup mulutnya dengan rapat,
" Ini belum seberapa di banding apa yang udah lo lakuin sama gue selama ini" Ucap pria itu dengan dingin,
" Brengsek, siapa lo sebenarnya, gue nggak kenal sama lo, gue nggak ada masalah sama lo" Teriak Clara,
"Baiklah, berhubung lo akan mati gue akan kasihkan kesempatan buat lo liat gue. " Ucap pria itu.
__ADS_1
Pria itu membuka topeng nya dan terlihat lah mata yang hitam pekat, serta wajah yang putih, rahang yang tegas, namun di dalam matanya terlihat ada dendam .
Clara yang melihat itu membedakan matanya,
" Dodo, apa yang kamu lakukan, kenapa lo lakuin ini, apa salah gue sama lo" Lirih nya dengan tak percaya.
" Apa lo lupa, kalau selama ini lo dan flo selalu nyiksa gue, haa, lo dan flo sesuka hati ngebully gue, lo ingat kejadian 1tahun yang lalu, dimana kalian dengan teganya hancurin kue yang sudah gue siapin buat nyokap gue, dan kalian juga ngurung gue di toilet semalaman, haa lo ingat nggak itu, " Teriak Dodo menggelegar membuat Clara dan flo merinding,
" Tapi apa sebanding dengan lo bunuh gue, toh itu juga cuma kue, bisa di beli lagi, dan ya lo di kurung di toilet, apa nyawa lo hilang? Nggak kan, nggak pantes dengan cara lo ini, kita udah baik sama lo, nggak pernah bully lo lagi, apa masi kurang itu"
" Sebanding lo bilang haaaa, kue itu buat rayain ulang tahun nyokap gue, dan pada saat itu juga nyokap gue meninggal di bunuh orang, dan gue nggak ada disana buat nolongin nyokap gue, itu semua gara gara lo dan flo ngurung gue di toilet, gue nggak bisa selamatin nyokap gue. " Dodo meraung sedih karena teringat kejadian yang menimpa nyokap nya, dimana dengan mata kepala nya dia melihat nyokap nya mati tragis dengan pisau yang menusuk perut nya dan juga pelecehan sebelum membunuhnya.
" Dodo, gue minta maaf, gue nggak nyangka kalau kejadian itu berakibat fatal dengan nyokap lo, gue dan flo minta maaf, " Tangis Clara pecah memohon belas kasi kepada Dodo untuk melepaskan nya,
Namun Dodo yang sudah kalam kabut tidak menghiraukan permohonan Clara, dia mengambil pistol dari atas meja dan langsung mengarahkan kepada Clara,
" Nyawa di bayar dengan nyawa, DOR. "
fisual Dodo, yang nanti akan kita panggil dengan max alexander walker
__ADS_1