Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
42


__ADS_3

"Saya seorang model bukan pembantu mu, tugas ku hanya sebagai ambasador di perusahaan ini. Jadi jangan menyuruh aku melakukan pekerjaan yang bukan bagian dari kontrak. "


" Apa kamu tau sedang bebicara dengan siapa, beraninya kamu berbicara dengan suara tinggi " Ucap wanita seksi yang baru datang.


" Kenapa kamu datang kesini, aku sudah mengatakan jika aku tidak menyuruh mu datang maka jangan. Datang, apa kamu sudah mulai menentang ku " Ujar artur marah.


" Sayang, kenapa kamu marah, harus nya aku yang marah karena kamu tidak datang untuk makan malam bersama.


Artur memang mengatakan akan menemuinya malam hari nya. Tapi karena sibuk memikirkan ara, jadi lupa dengan janji nya.


"Kamu pulang dulu, jangan mengganggu ku, "


" Baik dengan senang hati" Kata ara.

__ADS_1


Namun baru selangkah, artur menarik tangan nya sehingga terhempas ke dada bidang artur.


" Siapa yang menyuruh mu keluar, ? "


" Bukan kah anda yang mengatakan nya barusan. Anda tidak ingin di ganggu dengan wanita ini, jadi aku memberi ruang untuk anda dan wanita milik tuan muda yang terhormat. "


Entah mengapa ,saat ara mengatakan jika tidak ingin menggangu nya bersama wanita itu, artur tidak suka. Dia kesal karena ara tidak merasa cemburu sama sekali. Entah mengapa dia berharap jika ara akan cemburu dengan kehadiran wanita ini. Perasaan seperti apa ini batin nya.


Ara yang merasa punya kesempatan untuk membalas nya, langsung punya ide memprovokasi wanita itu.


"Bukan kah tadi wanita tuan muda baru saja keluar.? Bahkan tanda merah di leher nya sangat jelas terlihat. Oh astaga, apakah nona juga salah satu wanita penggoda tuan muda? Ckck benar benar hebat. "


" Apa maksud perkataan mu barusan. Aku tau, artur cuma memiliki aku seorang untuk pemuas nya. Tidak mungkin ada wanita lain. " Kilatan tajam di matanya sangat mengerikan saat mendengar ada wanita yang baru saja keluar dari ruangan ini.

__ADS_1


" Aku tidak berbohong, bahkan aku masi hapal wajah wanita itu, orang nya cantik, tinggi, putih, ahk tidak lupa dadanya yang sangat besar dan menggoda. Seksi sekali. " Ujar nya dengan serius.


" Artur apakah ini benar, apakah. Kamu. Ingin membuang ku sekarang?


Tampa menjawab nya, artur langsung memanggil asisten nya untuk membawa keluar wanita itu dari ruangan nya.


" Lancang, berani sekali kamu menyeret ku kuar, aku adalah wanita tuan muda mu. Lepaskan " Teriak wanita itu.


Ara yang merasa canggung setelah kepergian wanita itu, bersiap siap untuk keluar, namun pergerakan nya di ketahui oleh artur.


" Mau kemana kamu hmmm... Apa setelah puas memprovokasi wanita itu kamu kira bisa lolos begitu saja" Artur menghimpit ara ke sisi dinding dengan badan nya. Sakin dekatnya napas nya terasa sampai ke wajah nya.


" apa yang kamu lakukan. cepat lepaskan aku, itu adalah balasan karena. kamu sesuka hati menyuruh ku melakukan pekerjaan yang bukan kerjaan. ku. lagian apa salah nya, bukan kah benar ada wanita yang baru keluar dari sini sebelum aku datang? kamu. jangan berbohong, aku melihat nya sendiri dengan mata kepala ku sendiri. wanita mu sangat banyak, astaga, entah bagaimana nanti jika mereka datang di waktu yang bersamaan. aku tidak bisa membayangkan nya. " ujar nya dengan pura pura peduli.

__ADS_1


__ADS_2