
Pagi hari nya ara pulang kerumah, bertepatan dengan keluarga nya yang sedang sarapan pagi.
" Ara, kamu udah pulang, kamu dari mana saja, abg cemas dari semalam cariin kamu, "
" Memang nya masi ingat sama aku, kan udah ada orang baru, " Sindir nya.
" Ara, luna juga ikut cemas mikirin kamu, bahkan dia ikut cariin kamu, sebaiknya kamu " Ujar fernady.
" Sudahlah, ara mau ke kampus, nggak ada waktu"ujar nya sambil berjalan ke atas.
" Ara tunggu, mulai hari ini luna akan kuliah di tempat yang sama dengan kamu. Jadi setiap hari kalian akan berangkat bersama. "
" Kenapa harus di kampus ara, kenapa dia tidak lanjut di kampus yang sebelum nya, "
" Luna terlalu jauh kalau bolak balik dari rumah ke kampus nya. sekarang kan dia tinggal serumah dengan kita, pasti nya lebih jauh dari sini ke kampus nya. Lagian kan lebih bagus biar kalian semakin dekat, dan saling menjaga. " Ujar fernady.
Luna berjalan tampa mempedulikan omongan dedy nya.
" Adek, hari ini abg antar ya, kebetulan abg lagi nggak sibuk" Ucap sofian.
" Nggak usah, ara mau pake mobil, soal nya pulang dari kampus mau ada pemotretan, "
" Ohh gitu, " Lirih sofian.
" Abg antar Luna aja, ini kan pertama kali nya ke kampus, jadi Luna belom terbiasa, "
" Iya,nanti abg antar. "
Sementara bianca merasa puas karena sofian seperti nya tidak susah untuk di dekati. Ini awal yang baik untuk mereka.
" Abg fian, mamah titipin Luna ya, dan kamu sayang, belajar yang bagus ya, jangan sia siain usaha dedy buat kuliah ini kamu di tempat yang bagus. "
" Iya mah, makasih ya dedy, Luna janji akan belajar yang rajin. "
__ADS_1
" Iya, dedy percaya sama kamu. " Ujar fernady dengan yakin. "
fernady memang berharap agar Luna bisa belajar dengan bagus, dan bisa membantu nya di perusahaan. Sementara sofian sekarang sudah mempunyai perusahaan sendiri, jadi tidak memiliki banyak waktu buat ke kantor. Ara, dia tidak suka dengan bisnis, dia hanya menyukai dunia modeling nya, tapi bukan berarti dia tidak paham soal bisnis, hanya tidak menyukai nya saja karena dedy nya juga masi bisa mengatasi nya.
Rolls Royce hitam berhenti di depan kampus elit tempat ara kuliah. Mulai dari mesin, interior mobil hingga fitur yang disediakan sudah pasti sangat mahal. Semua mata memandang takjub mobil mewah itu. Kira kira siapa yang berada di dalam mobil itu, itulah bisik bisik para mahasiswa.
Sementara Luna yang sudah sangat bahagia bisa di antar dengan mobil mewah merasa jika dunia nya sudah berubah 180 derajat. Meskipun bianca terbilang cukup, namun jika untuk membeli mobil semewah ini, pasti tidak akan bisa.
Begitu Luna turun dari mobil semua mata memandang kepadanya. Banyak para siswa yang ingin menjadikan nya teman. Belom lagi wajah nya yang terbilang lumayan cantik, semua pria pasti menginginkan wanita yang sempurna seperti nya. Kaya dan cantik.
Tak lama pintu terbuka kembali, muncul sosok pria tampan, yang membuat gempar para wanita yang melihat nya.
" Abg langsung pulang ya, kamu cari ara, mungkin dia sudah tiba duluan. ruangan kamu udah tau kan letak nya dimana,?
" Udah kok. lagian nanti tinggal aku tanya saja sama anak yang lain. "
" Iya udah. Abg pulang ya, nanti pulang nya di jemput sama supir. "
" Iya bg. Makasih ya, "
" Hay, kamu anak baru ya, perkenalkan
Kita aku sasa, ini rini, yang ini vani,,, kita
lagi butuh satu orang lagi, apa kamu mau bergabung dengan kami?
" Boleh saja, asal aku yang menjadi ketua nya, " Kata luna dengan enteng.
" What?? kamu baru masuk sudah berlagak seperti itu, seperti nya kamu tidak sesederhana yang terlihat. " Ucap wanita itu.
" Kalian tidak akan menyesal membiarkan aku menjadi ketua kalian. Kalian lihat kan, aku punya segalanya,masalah yang kecil lah, kalian akan aku buat mewah jika setia kepada ku.. "
" Ahk baik lah setuju. Ngomong ngomong yang tadi siapa? Pria yang mengantar kamu?
__ADS_1
" Itu abg aku, "
" Wah aku kira pacar kamu, ganteng banget,, udah punya pacar belom ya, kalau belom aku mau daftar " Kekek nya dengan wajah lucu.
" Mimpi" Ujar luna dengan angkuh. Kemudian mereka berjalan menuju ruangan kelas mereka.
sepulang dari kampus, ara langsung menuju ke perusahaan tempat dia menjadi ambasador . namun di perjalanan, dia tidak sengaja menabrak mobil yang tiba tiba berhenti mendadak.
astaga, tu orang nggak bisa bawa mobil apa ya, seenak nya saja berhenti di tengah jalan begini.
" woi turun, " ara mengetuk kaca mobil tersebut.
" bos aku akan mengatasi nya " ucap asisten nya.
" kenapa berhenti di tengah jalan, nggak liat apa mobil banyak dari belakang. bisa nyetir nggak sih? " kesal nya.
saat melihat wajah ara, asisten nya langsung mengenali nya, dia adalah ambasador dari perusahaan milik bos nya.
" maaf nona, bos saya tiba tiba menyuruh saya untuk berhenti, jadi saya kaget begini saja, nanti kerugian nona akan saya ganti, tapi sekarang biarkan saya lewat, karena bos saya akan mengadakan meeting penting hari ini, " ia lalu meberikan kartu nama nya.
" dasar orang kaya sombong, yang salah bos kamu, kenapa malah kamu yang meminta maaf, suruh bos kamu turun dan minta maaf, itu baru benar, "
sementara asisten nya langsung merinding mendengar wanita itu menyuruh bos nya untuk meminta maaf, mana mungkin bos saya mau minta maaf, seumur hidup saya bekerja dengan bos, belom pernah hal ini terjadi.
batin nya.
" nona, saya sudah berbaik hati membayar kerugian nona, jadi jangan mempersulit saya lagi, "
" siapa yang mempersulit, saya juga buru buru, makanya cepat bos kamu suruh turun dan minta maaf, dia juga nggak boleh semena mena sama bawahan nya juga, lagian anda kenapa betah bekerja dengan orang seperti itu, sudah bisa di pastikan dia bukan orang baik"
iya nona, saya setuju dengan perkataan nona, batin nya.
" beni kenapa lama sekali, bukan kah aku sudah mengatakan untuk memberikan kompensasi ? waktu ku tidak banyak mengurus hal yang tidak penting seperti ini, buang waktu ku saja... " ujarnya setelah menurunkan kaca mobil nya.
__ADS_1
ara yang merasa kesal dengan jawaban pria yang di dalam mobil langsung mengambil botol minum dan melemparkan nya pas ke arah kepala pria itu.
asisten nya terbelalak tak percaya dengan apa yang di lihat nya, " wanita ini benar benar cari mati. sukur sukur wanita ini masi pulang dengan tubuh yang masi utuh. "