
Kini ara tiba di perusahaan tempat dia akan melakukan pemotretan dengan produk yang akan di iklankan.
Stengah jam sudah berlalu, tapi belom berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan. mau tak mau, ara harus mengulang kembali, namun setelah di ulang berapa kali fotografer nya belom juga puas.
hasil nya tetap sama semua berbagai pose sudah dia lakukan, namun fotografer nya selalu mengkritik tampilan nya. kurang bagus, bahkan alasan yang tidak masuk akan pun di buat untuk menjatuhkan nya.ara yang sudah kehilangan kesabaran pun marah.
" kamu sebenarnya niat mau fotoin aku atau cuma main main. dari tadi kamu selalu bilang salah. kamu tau aku siapa haa. aku model profesional, tidak pernah terjadi kesalahan sampai berulang kali, kamu mau main main dengan saya haaaa!!"
" maaf mba ara, saya tidak berani, ini semua perintah dari bos pemilik perusahaan ini, dia belom puas dengan hasil nya. "
" antarkan aku keruangan bos mu itu, aku yang akan berbicara dengan nya. " kesal ara.
" mba ara tolong lah jangan mempersulit saya? , yang ada saya akan di pecat. "
" hey!!! dari tadi kamu yang mempersulit saya, cepat katakan dimana ruangan bos mu itu, atau aku sama sekali tidak akan menjadi ambasador di perusahaan ini lagi, " ancam nya.
sejujur nya fotografer nya juga bingung, sebagai senior yang berpengalaman, dia sudah bisa menilai kalau ara sangat bagus dan sempurna, tapi entah apa yang membuat pemilik perusahaan ini tidak menyukai semua foto foto nya. tapi apalah daya ku, perintah bos adalah sebuah keharusan
Sementara seseorang sedang tersenyum melihat kearah cctv . dia sangat puas melihat raut wajah kesal dari ara.
Namun pemandangannya harus terhenti akibat kedatangan Clara yang membuat suasana max menjadi suram. Clara menerobos masuk tampa permisi. berjalan kearah max dan langsung duduk di pangkuannya.
" biarkan aku masuk, aku ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini " ujar ara kepada sekretaris yang berjaga di depan ruangan bos nya.
" maaf mba, tuan muda sedang ada tamu, tidak bisa di ganggu, terlebih mba belom membuat janji. " ucap sekretaris nya.
" aku tidak perduli, aku akan masuk " ara menerobos masuk ke dalam ruangan pemilik perusahaan itu.
" brakk... " ara tersentak ketika melihat seorang wanita seksi sedang berada di pangkuan seorang pria yang lagi berusaha untuk menggoda.
karena posisi pria membelakangi pintu, sehingga wajah nya tidak terlihat. melainkan wajah wanita itu yang terlihat jelas.
Ara benar benar Shock...tidak menyangka dengan pandangan yang barusan dia lihat. ,, ara benar benar tidak menyangka, bisa bisanya orang yang sangat di percayainya menusuknya dari belakang. dan yang lebih parahnya, sahabatnya main belakang dengan mantan tunangannya. Ya Tuhan, kenapa mereka mempermainkan ku seperti ini..
saat pintu terbuka, wanita itu bukan nya malu saat ketahuan malah memasang wajah santai. seperti nya hal ini sudah sering terjadi di sini pikir nya. lain hal dengan pria itu yang langsung mendorong wanita itu dengan kasar kesamping. max seperti suami yang ketahuan berselingkuh, sehingga takut ara akan salah paham dengan nya.
" Max, kenapa kamu sangat kasar sekali" Ujar Clara dengan manja.
" Beni, seret wanita ini keluar"
__ADS_1
" Maaf tuan, beni lagi keluar menemui klien" Ujar sekretarisya yang langsung masuk ketika mendengar teriakan tuannya.
Pantas saja kucing liar ini bisa masuk batinya.kemudian max memanggil sekuriti melalui telepon kantor yang berada di atas mejanya.
" Cepat kalian datang dan seret wanita ini. " ucapnya dengan kemarahan yang sudah meluap.
Ara sangat bosan dengan drama yang dilakukan oleh dua sampah si penghianat ini. dia berkata,
" Maafkan atas kelancangan saya, sebaiknya saya keluar, mata saya sungguh ternoda melihat hal yang seperti ini. Kalian bisa melanjutkan kembali, saya tidak akan mengganggu" Kemudian ara undur diri.
Tangan max mengepal dengan kuat, dia merasa tidak senang ketika ara tidak perduli kepadanya . Apalagi ara akan keluar, dia merasa tidak rela dan langsung menghentikan langkah ara.
" Berhenti, siapa yang mengatakan jika kamu mengganggu, aku justru senang bisa melihat kedatanganmu disini."
" sama hal dengan ara yang awalnya terkejut melihat pria itu adalah max, entah kenapa ada rasa sakit dalam hati nya saat melihat max bersama dengan wanita lain. namun ia segera menepis perasaan nya. max tidak mengenal nya. lagi pula max mencintai flo bukan ara. dia kembali ke tujuan awal nya datang. kini dia mengerti kenapa fotografer itu selalu mengatakan pose ny selalu salah, ternyata dalangnya adalah pria ini, keputusannya untuk segera membatalkan kontrak semakin yakin. dia tidak akan bekerja sama dengan pria bajingan ini.
Tak lama sekuriti segera masuk kedalam, mereka segera menarik Clara untuk keluar dari ruangan itu.
" Lepaskan aku, max, siapa wanita ini? " Tanya Clara yang curiga.
" Kamu ingin tau siapa wanita ini? "
" Apa kamu sudah tahu siapa wanita ini? "
" Max, kamu keterlaluan! "
Clara berjalan ke sisi max dan membisikkan sesuatu. " kamu lihat saja, apa yang bisa aku lakukan kepada erlangga. Kamu akan menyesal. "
Clara dengan tidak rela meninggalkan ruangan max, saat tiba di depan ara,
Clara memperhatikan ara dari bawa sampai keatas. Matanya menatap tajam kearahnya.
Ara tidak mau kalah, dia membalas dengan senyuman menghina.meski dia tidak Terima akan perlakuan max barusan yang tiba tiba menciumnya.
Selepas Clara keluar, ara langsung kembali ke tujuan awalnya.
Plak. "yang pertama ini untuk sikap tuan yang kurang aja terhadap saya, bagi tuan mungkin hal yang wajar mencium wanita wanita di luar sana, tapi tidak dengan saya, saya sangat peduli terhadap kebersihan. Saya tidak mau tertular penyakit. Untuk itu, saya tidak akan meminta maaf karena sudah menampar tuan. "
Wajah max memerah karena marah ,ara dapat merasakan aura mencekam di ruangan ini, namun dia tidak membiarkan max berbuat sesuka hatinya kali ini.
__ADS_1
" Yang kedua maaf mengganggu kesenangan tuan, Saya kesini karena ingin bertanya tentang hasil pemotretan. kenapa tuan tidak menyukai semua hasil foto itu?
" bukan kah sudah jelas? semua foto mu itu tidak ada bagus nya, seperti nya perusahaan ku salah meminta anda untuk menjadi bagian dari L. A company. " ucap nya dengan marah.
" saya sudah banyak melakukan kerja sama dengan perusahaan besar lain nya semua selalu berjalan dengan lancar. "
" kalau begitu kenapa dengan perusahaan saya kamu tidak begitu profesional seperti ini, saya tidak mempekerjakan karyawan yang hanya stengah stengah dalam bekerja. bahkan saya membayar anda dengan mahal . "
ara mengepalkan tangan nya, emosi nya meluap, ingin sekali dia menghajar pria yang ada di hadapan nya ini.
" Bukan saya yang tidak profesional, tapi Anda yang mencampurkan urusan pribadi dengan kerjaan. kalau begini caranya, saya tidak akan melanjutkan kerja sama ini, batalkan saja kontrak nya. "
" apa kamu pikir bisa seenak nya saja membatalkan kontrak? "
" bukan kah tuan yang tidak puas dengan kinerja saya? balas ara tak kalah sengit.
" kamu tidak bisa membatalkan kontrak begitu saja? "
" aku tidak perduli, cari saja model lainya yang sesuai dengan kemauan Anda."
" hey jika kamu membatalkan nya , kamu akan di kenakan denda dengan jumlah yang besar" ujar nya dengan seringai licik.
" Aku akan membayar nya. " Ucapnya dengan datar. "
Baiklah, aku akan melihat apakah kesombonganmu hari ini akan berlanjut sampai besok."
Benar benar sial, kenapa aku masi bisa bertemu dengan pria itu di negara ini, dan bagaimana bisa Clara berhubungan dengan max, apa sebenarnya yang terjadi, lalu bagaimana keadaan papah erlangga. Apakah dia baik baik saja? Aku harus mencari tau yang sebenarnya. Evan, ya, aku harus menemuinya,. Ara pun dengan cepat menghubungi marcel.
" Halo ara. Aku baru selesai meeting, apa kamu baik baik saja? "
" Aku baik, hmmm, apa kita bisa bertemu, ada yang ingin aku diskusikan dengan kamu. "
" Oh tentu bisa, tapi aku akan sedikit merepotkan mu? "
" Kenapa kamu berkata begitu? "
" Aku jam sore ini akan ada pertemuan lagi, jadi akan merepotkan kan mu untuk datang ke kantorku. "
" Tidak masalah, aku akan kesana. Sampai bertemu disana. " Ujar ara menutup telponnya.
__ADS_1