
Hari ini ara sudah mulai aktip sebagai ambasador di perusahaan max. Karena sudah terikat kontrak, mau tidak mau harus di lalui.
" Marcel, thanks ya, pagi pagi sudah repotin kamu aja. "
" Tidak sama sekali, tiap hari juga nganterin kamu aku tidak masalah. "
" Kalau begitu dengan senang hati " ujar ara tertawa.
" Kamu pulang jam berapa? Nanti aku jemput, kamu mau sekalian kerumah kan buat jenguk om erlangga? "
" Aku belom tau pulang jam berapa, nanti aku akan kabarin kamu. Oh ya, gimana keadaan papah di sana, baik baik saja kan? " tanya ara sedikit khawatir, meski erlangga sudah tidak histeris lagi, tetap saja ara masi cemas, karena belom sadar sepenuhnya.
" Om baik baik saja kok. Kamu tenang saja, aku sudah mencari dokter terbaik untuk om erlangga. Seharusnya besok sudah tiba. "
" Ok, terimakasih banyak ya, aku benar benar berutang banyak sama kamu" ujar ara tidak enak.
" Selama kamu yang merepotkan aku, itu tidak masalah. "
Kedekatan mereka membuat hati max panas, dari awal mereka tiba max sudah melihat semuanya. Dia tidak tahan melihat wanitanya akrap dengan pria lain, max bisa melihat jika marcel menyimpan rasa kepada ara, kedekatan mereka membuat hati max sedikit cemas, dia takut jika ara akan membuka hatinya untuk pria lain." Sepertinya aku harus bekerja keras. " gumamnya.
Pekerjaan ara hari ini berjalan dengan sukses, tidak seperti hari pertama dia bekerja. Mungkin karena kejadian kemaren sehingga max memperlakukannya lebih baik sekarang. Namun ternyata pikiran ara hanya sebatas hayalan. melihat ara berdampingan dengan model pria lain membuat darah max kembali mendidih. Ya, iklan hari berikutnya mengharuskan ara untuk berpasangan.
" Ok mbak ara, selanjutnya iklan berikutnya mba ara akan berkolaborasi dengan model pria."
" Iya saya paham, lanjutkan saja. " Ara memang sudah sering berkolaborasi dengan model pria, jadi itu bukan hal yang baru lagi buat nya.
Model prinya bernama axcel.
" Halo mba ara, senang bisa bekerja sama dengan mba ara. Selama ini saya hanya bisa melihat mba ara dari kejauhan. " Ujar axcel ramah.
" Ahk begitu ya, kedepannya kita akan menjadi sering bertemu " ucap ara tak kalah ramah.
Mereka pun berkolaborasi dengan sangat bagus..
Foto pertama kedua dan ketiga berjalan dengan lancar.foto berikutnya.fhotograpernya mengatakan untuk axcel menggandeng pinggang ara sambil memegang produk di tangan kanan nya.
" Ok mba, agak lebih santai ya, biar kesannya dapat. " Ujar fhotograpernya.
__ADS_1
Ara dan axcel mengangguk mengerti. Mereka pun memperagakan sesuai isntruksi. Namun pintu tiba tiba di buka dengan keras, mereka terkejut saat max datang dan langsung melepaskan tangan axcel dari pinggang ara dengan wajah yang dingin.
" Semua keluar, tinggalkan saya dan ara berdua. "
Melihat kemarahan max, mereka semua pun keluar, wajah dari atasan mereka benar benar sangat mengerikan jika marah. Lebih baik memilih aman Pikir mereka.
" Apa yang anda lakukan? " Ara sangat kesal dengan max yang tiba tiba membubarkan mereka yang lagi bekerja. Kalau begini aku akan lama untuk pergi kerumah marcel. Papah pasti nungguin aku.
" Mulai besok dan seterusnya kamu tidak akan berkolaborasi dengan pria manapun. " Kata max dengan dingin.
Ara merasa isi kepala max sudah bocor, apa hubungannya dia dengan model yang akan bekerja sama dengannya.
" Apa maksud mu,? Kenapa kamu selalu menggangu pekerjaan ku. " Ujar ara marah.
" Aku tidak suka kamu berdekatan dengan pria lain"
" Memangnya kamu siapa ngatur ngatur aku buat dekat dengan pria lain, dan lagi, ini cuma pekerjaan, kenapa kamu jadi otoriter. "
Max memegang kedua bahu ara. dia memaksa ara untuk melihatnya.
" Lepaskan aku, apa yang kamu lakukan brengsek"
" Aku tidak punya alasan buat membencimu,dan untuk apa aku berpura pura. " Ara tidak habis pikir dengan kelakuan max yang menurutnya aneh. tidak mungkin kan dia tahu aku siapa?
Max tiba tiba berlutut di bawah kaki ara.
" Maafkan aku, maafkan aku karena tidak percaya denganmu, dan mempermainkan perasaanmu. Aku benar benar minta maaf " Max mengucapkan perkataan itu dengan tulus dan penyesalan. Air matanya pun tak kuasa untuk mengalir .
Ara tentu saja terkejut. tidak mungkin max sudah mengetahui siapa dia sebenarnya. Ara mencoba untuk tidak terpancing.
" Saya tidak mengerti apa yang anda katakan. Diantara kita tidak pernah ada sesuatu, jadi kenapa anda bersikap seakan akan kita orang yang dekat. "
" Flo, maaf kan aku, aku benar benar sangat menyesal. "
Degh..dada ara benar benar sesak saat ini, bagaimana mungkin dia bisa tau, kaki ara tiba lemas, jantungnya berdetak tidak karuan. Sungguh dari hatinya yang paling dalam, dia tidak ingin lagi mengingat masa lalunya bersama max, dia sudah mengubur semua kenangan itu.
" Aku tidak mengerti dengan apa yang anda katakan. Aku tidak bisa berlama lama disini, jika anda kedepanya seperti ini, aku tidak akan lanjut bekerja dengan anda. Permisi."
__ADS_1
Ara bergegas keluar namun, max memghentikannya dengan memeluk ara dari belakang.
" Tolong maafkan aku, aku mohon, apapun akan aku lakukan asal kamu memafkan aku. Jangan tinggalkan aku lagi, aku mohon. "
Ara menarik napas dalam dalam kemudian dia menarik max untuk berdiri di hadapannya.
" Aku bukan flo, perhatikan baik baik wajah ku, apakah flo yang kamu maksud adalah wajah ini? " Ara mengarahkan wajahnya ke pandangan max.
Max menatap wajah ara dengan lembut. tidak lupa juga dengan air matanya yang masi menetes.
" Kamu adalah flo, aku tidak peduli dengan wajah mu, bahkan jika kamu menjadi hantu yang masuk kedalam tubuh ini, aku tidak peduli. "
" Apakah kamu berpikir ada hal semacam itu,? Sungguh konyol" Cibir ara. bagaimana mungkin dia bisa berpikir begitu.
" Tolong jangan hukum aku seperti ini, aku minta maaf. "
Ara tidak memperdulikan perkataan max, hatinya sudah terlanjur sakit hati kepada max, hatinya sudah benar benar tertutup untuk max. tidak ada gunanya mengakui kalau dia adalah jiwa yang nyasar ketubuh flo, toh juga dia bukan flo. Lebih baik max tidak pernah tau apa yang terjadi. Cukup dia dan evan yang tau apa yang terjadi kepada mereka.
" Aku tidak ada waktu buat mengurusi hal yang tidak penting. "
Ara berjalan meninggalkan ruangan itu dan max, tapi max tidak menyerah, dia mengejar ara hingga kelantai dasar.
" Ara tunggu, biarkan aku yang mengantar kamu pulang"
" Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. "
" Ara, berhentilah berpura pura, dan terus mengindar dari aku. Sekarang jika memang kamu bukan flo, apa kami bisa jelaskan apa hubunganmu dengan ronal erlangga. "
Ara kini mengerti kenapa max bisa mengatakan jika dia adalah flo. Kenapa dia bisa melupakan jika clara dan max adalah sepasang kekasih. Tidak mungkinax membiarkan erlangga dengan penjagaan longgar dirumah itu, max pasti memakai CCTV dan penyadap suara di rumah untuk berjaga jaga. Sial, kenapa aku bisa se ceroboh itu.
Ara tidak memperdulikan pertanyaan max, ara tetap berjalan menuju luar, namun tiba tiba max menarik tangannya, ara yang tidak Terima pun melawan, mencoba melepaskan pegangan tangan max, namun kekuatan ara tidak cukup kuat. Sampai pada akhirnya suara seseorang mengalihkan perhatian mereka.
" Lepaskan dia. "
" Marcel. " ujar ara.
" Haaa, jangan ikut campur, ini bukan urusanmu " Kata max dingin. dia sangat tak suka melihat pria ini, apalagi max tahu jika marcel menyukai ara.
__ADS_1
" Itu adalah urusanku, karena tangan yang kamu pegang adalah tangan kekasihku. "