
Keesokan hari nya ara datang ke kantor artur, untuk pembatalan kerja sama, ara sudah memikirkan untuk keluar saja. namun sungguh sial harapan nya nyang ingin keluar malah berakhir dengan kontrak yang baru.
" Aku ingin bertemu dengan tuan muda, apa beliau ada di dalam. " Tanya ara.
" Ada tuan muda sudah menunggu di dalam"
"Menunggu ! Apa dia sudah begitu tidak sabar nya untuk membatalkan kontrak? "
" Sebaik nya mba ara cepat masuk" Ucap sekretaris nya.
Ara pun masuk dan melihat pria yang mirip dengan masa lalu nya sedang berkutat dengan laptop nya.
" Akhir nya kau datang juga. "
" Ya, aku memang akan datang untuk mengahiri kontrak kita. "
Artur mengerutkan alis nya.
" Apa kamu yakin ingin membatalkan kontrak?
" Ya"
" Apa sudah membaca semua isi kontrak sebum menandatangani kontrak nya ? " Ucap nya lagi.
" Kenapa tidak langsung pembatalan nya saja,, mana yang harus aku tanda tangi biar cepat selesai.
" Baiklah. Terserah padamu. Pembatalan kontrak dalam Sepihak akan terkena denda 10milliar , jadi sekarang siapkan pembayaran nya. " Ujar artur dengan senyum smirk nya.
" Apah 10 milliar,, keterlaluan, bukan kah isi nya hanya kontrak biasa, tidak mungkin ada seperti ini"
" Nona arabella, seperti nya nona memang tidak membaca isi kontrak nya. Maka dari itu aku kan memperlihat kan nya" Dia melempar kontrak ke atas meja. Kemudian, Ara membuka kertas kontrak itu, dan memang benar ada perjanjian seperti itu. ara memang akui, dia tidak membaca soal isi kontrak, karena menurut nya isi nya akan sama seperti kontrak pada umum nya. Namun siapa sangka jika ini sungguh di luar dugaan nya.
" Bagaimana nona ara, apa kah sudah siap untuk pembayaran nya? Ujar nya dengan ejekan.
"Aku tidak punya sebanyak itu" Ujar nya."
" tidak punya tapi masi keras kepala untuk keluar, sungguh konyol. "
" hey tuan muda yang terhormat. aku tidak tau jika isi dalam kontrak seperti itu. jika saya tau, saya tidak akan sudi untuk Terima.
" itu karena kekurang hatian mu mengerjakan sesuatu. ceroboh.
baiklah dengan terpaksa, aku mengatakan jika nona arabella akan tetap bergabung disini. Selain itu nona ara bella akan menjadi asisten ku seterus nya.?
" Apah, itu tidak termasuk dalam Perjanjian. " Ucap nya marah
" Apa nona arabella tidak melihat poin poin din kontrak. Dengan berat hati aku akan memberikan ara umtuk embaca sekali lagi.
__ADS_1
Meeting pun berlangsung hingga 2 jam. Membahas ini dan itu yang bahkan aku pun kurang paham, tapi aku berpura pura saja untuk memahami nya.
Pak artur terus saja menatap ku tajam, ya ampun apa aku ada salah lagi dengan pria nyebelin ini, tapi seperti mya tidak ada, apa dia masi marah soal botol minuman itu, tapi kan aku sudah mintaaaf. Apa dia sekarang inhin balas dendam?
" Hei kamu? " Tunjuk artur Kepada ku
" Saya pak? " Jawab ku
" Iya ikut keruangam ku sekarang " Jawab artur kemudian berjalan ke ruangan nua.
Sudah ayo cepat nanti dia keburu on marah nya bisa bisa kamu tidak akan tidur satu malaman karena menghabiskan malam dengan berkutat di depan laptop. Ucap rara teman baru ny.
"Hah benarkah, kejam sekali kenebo kering itu, ya sudah aku pergi. "
Aku pun berlari pelan mengejar pak artur, karena dia sudah terlanjur jauh. Setelah masuk ruangan nua aku pun duduk di hadapan nya. Lalu dia dengan kejam berkata.
" Siapa yang menyuruh mu duduk? Berdiri "
Awalnya aku ingin menjawab nnya tapi terlanjur malas, hingga akhir nya aku berdiri lagi.
" Jelaskan padaku apa kesimpulan dari meeting tadi" Ucap nya tampa basa basi. Dan aku hanya kelompok di buat nya.
" Hah maaf Pak, saya bru pertama kali, jadi masi baru belajar dan masi kebingungan. Aku hanya bisa menjawab jujur, daripada aku asal jawab yang ada si kenebo kering ini bisa marah.
" Ck.. Apakah di kampus mu dulu tak pernah ada rapat antar organisasi atau hal lain nya,? Atau kamu di kampus tudak ikut dalam beragam sosialisasi"
" Saya ikut pak, tapi memang keadaan nya berbeda. Lagi pula bapak yang tiba tiba mengajak saya untuk ikut rapat. Jadi saya tidak ada persiapan materi.
Apah? Dia menyebut ku bodoh, berani nya dia, awas saja nanti akan ku balas.
" Saya sudah mengirim file ke email kamu, kerjakan hari ini, besok aku sudah melihat hasil nya di meja ku. Ingat harus selesai."
" Mana bisa begitu? Saya juga harus kuliah, tugas saya banyak"
"Saya tidak menerima penolakan. Itu tugas kamu untuk membagi waktu belajarmu dan kerjaan. "
"Baik lah. Aku permisi. "
"Hei tunggu. Siapa yang menyuruh mi pergi.
" Lalu apa lagi mau bapak "
"Belikan aku makan siang di restoran xx 20 menit sudah tersedia di meja ku"
" Apah, itu lumayan jauh tuan muda, kenapa tidak sekalian tuan muda bilang saya terbang. "
" Waktu mu sudah terpakai 60 detik"
__ADS_1
" Oh astagaa, dasar kanebo kering.. " Gumam nya langsung pergi. tiba di restoran dia melihat begitu banyak yang antri. Apakah memang begitu enak hingga banyak yang bersedia antri?
" Aku rasa juga begitu, " Ucap seorang pria yang datang entah darimana langsung menyahut omongan ara.
Ini kan pria yang mirip dengan evan, buat apa dia kesini..
" Kamu siapa " Ujar ara.
" Marvel, " Lirih nya.
" Ohh, kamu sudah berapa lama tinggal disini.?
" Dari lahir udah disini , kamu lagi nungguin antrian juga, ? "
" Iya, gimana nih ya, malah antri banget lagi, si kanebo kering pasti marah." Ahk biarin ajalah. Salah sendiri suruh beli nya jauh.
" Maksud kamu gimana, kamu ngomong sesuatu. "
" Iya bos ku lagi nunggu, kalau lama bisa dimarahi, malah galak banget lagi" Lirih nya.
" Oh gitu, kalau di lihat dari antri nya ini, pasti lah sore hari baru selesai. "
" Ahk aku nada ide, tapi kamu harus membantu ku. "
" Ya tergantung, tergantung bisa di Terima atau tidak ide kamu. "
" Buka jaket mu, " Kata ara.
" Apah , buat apa, jangan bilang kalau kamu inginnnnn"
" Jangan asal, siapa juga yang berselera sama kamu,, udah buruan buka"
kemudian Marvel membuka jaket nya dan menyerahkan nya kepada ara.
ara yang punya ide gila pun tak menunggu lama. dia melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang melihat.
" berbalik " ujar ara.
" buat apa berbalik, " heran Marvel.
" udah jangan banyak tanya, cepat berbalik, jangan muter sebelum aku suruh. "
" apa yang kamu ingin lakukan " ucap nya sambil berbalik.
" lihat saja nanti. "
ara pun langsung memasukkan jaket Marvel kedalam perut nya. untung nya dia mengenakan dress, jadi membantu untuk melancarkan aksi nya.
__ADS_1
" sudah. sekarang berbalik lah. "
Mata Marvel tertuju kepada perut buncit nya ara. sejak kapan gadis ini perut nya jadi besar, barulah dia teringat tentang jaket nya, ternyata wanita ini sangat licik pikir nya.