Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
63


__ADS_3

Setiba dirumah, fernady langsung bertanya kedapa Luna tentang vidio itu.


" Apa maksud semuanya ini Luna, bisa kamu jelaskan sendiri kepada daddy ? "


" Daddy aku tidak melakukannya, percayalah sama ku, itu hanya vidio yang sengaja dibuat kak ara untuk menjebak ku . "


" Luna, jangan kamu kira daddy tidak mengerti semuanya, ini jelas jelas perbuatanmu, kenapa kamu melakukan itu, apa kamu tau, perusahaan kita hampir terancam bangkrut karena perbuatanmu?. "


" Mas, jangan marah marah sama luna, kasihan dia, dia memang salah, tapi itu juga bukan sepenuhnya kesalahanya. "


" Apa maksud mu mengatakan itu bukan sepenuhnya kesalahannya? "


Velly mulai membuka suaranya  dan menangis


" Mas selama ini, luna sangat menderita. dia tidak mendapatkan kasih sayang  dari kamu. kamu tidak pernah ada waktu untuknya. Kamu selalu pokus kepada istri dan anak mu saja. Sementara, Luna setiap hari selalu di remehkan oleh temannya  , dia dikatakan anak haram, tidak memiliki ayah, dan sekarang saat dia melihat kedekatan kamu dengan ara, dia sangat cemburu, bahkan perusahaan juga kamu berikan kepada ara, meski ara adalah anak sah dari istri pertamamu, tapi Luna juga darah daging mu, ini semua tidak akan terjadi kalau kamu mengakui kepada public kalau Luna adalah anak kandung kamu juga. "


Fernady merasa tertampar dengan perkataan Velly, memang benar luna adalah anak nya bersama velly, namun selama ini fernady tidak ingin semua mengetahuinya. Luna lahir karena perselingkuhan mereka di masa lalu., fernady tidak ingin menikahi Velly kala itu, karena takut citranya sebagai pengusaha tercoreng. Namun semua biaya kebutuhan Velly dan anaknya selalu dicukupi olehnya.


Ada rasa bersalah dihati nya, biar bagaimanapun apa yang dikatakan oleh Velly benar, Luna cemburu kepada ara,.


" Tapi perbuatannya itu tetap saja salah. kalau perusahan bangkrut yang menderita juga kalian. Jadi kedepannya jangan bertindak sembarangan lagi. "


" Iya mas, aku pastikan ini tidak akan terjadi lagi. "


**✿❀ ❀✿**


Ketukan pintu membuat pandangan   ara mengarah ke asal suara itu.


" Masuk "


" Apa kamu masi sibuk? "


" Ahk, kenapa tidak bilang mau datang? Bukan kah terlalu cepat untuk makan siang sekarang? "


" Aku sudah sangat lapar, bisakah sekarang kita berangkat makan siangnya? "


" Ok baiklah. Melihat dari ekspresi kamu, sepertinya memang sangat kelaparan. " Ucap ara sambil tertawa.


Tibalah orang itu di sebuah restoran termahal di Paris.


" Kamu pesan aja dulu, aku akan ke toilet sebentar. " Ujar ara yang melangkah kearah toilet.


Joel sedang asik memilih menu makanan, dia memilih banyak menu, entah atau tidak intinya pesan aja dulu, toh yang bayar adik tiri pemimpin CEO fernady corp batinnya.


Asyik memilih menunya, tiba-tiba seorang wanita menghampiri mejanya.

__ADS_1


" Jo... "


" Clara... " Joel melihat kearah wanita dan juga pria yang berada di samping clara.


" Kamu makan disini juga? Sama siapa? " Ini adalah restoran termahal, clara tau joe  bukan tipe orang yang suka menghamburkan uang, apalagi hanya sedekar untuk makan.


" Iya aku, bareng sama teman aku " ucap Joel, dia sengaja tidak mengatakan kalau ara adalah adiknya. Karena menurutnya akan susah untuk menjelaskannya. Lebih bagus mengatakan teman saja.


" Oh begitu. Oh ini kenalkan,  max, tunangan ku . "


Max yang mendengar clara mengatakan dia tunangan ingin membantahnya. Namun clara tiba tiba mencium pipi nya dan berbisik pelan.


" Max kali ini tolong berpura pura menjadi tunanganku, karena pria ini selalu menggangguku. Jika kamu bersedia, aku akan meninggalkan kota Paris dan kembali kejakarta.


Max tidak mau ambil pusing. Baginya tiap hari di tempelin oleh wanita ini membuatnya geram. hanya perlu mengaku sebagai tunangan saja, menurutnya tidak masalah.


" Max. tunangan clara. " ucap  max datar. Senyum kemenangan terlihat jelas di wajah clara.


" Jo,, kami kesana dulu ya. tunanganku sudah sangat lapar. " ucap clara sambil menggandeng tangan max.


Dari kejauhan ara bisa melihat ada clara dan juga max di depan mejanya. Arajuga melihat dimana clara mencium wajah max, dan max juga menerimanya.ara sama sekali tidak cemburu,bahkan semakin tidak suka melihat max,yang terlihat munafik dimatanya. dia masi mengingat dengan jelas,   max  mengatakan tidak  mempunyai perasaan apapun.  tapi yang dilihatnya barusan, sepertinya malah kebalikannya. ara tidak mau pusing memikirkan itu, yang ara tidak mengerti,untuk apa mereka berbicara dengan Joel. mungkinkah  mereka saling mengenal?


" Apa kamu sudah pesan? " tanya ara yang sudah tiba meja mereka.


" Sudah. Aku tidak tau apa makanan yang kamu suka, jadi aku memesan banyak makanan. "


"Benarkah? "


" Ya, aku malah lebih suka makanan yang dipinggiran jalan, lebih enak. " Ujar ara enteng.


Joel sedikit terkejut mendengar pernyataan ara, secara ara adalah anak orang kaya,tidak mungkin kan, dia pernah makan di pinggiran jalan, bahkan dia mengatakan sangat suka. Itu berarti,


" Kenapa? Apa kamu tidak percaya? " Ara melihat ada keraguan dimata Joel.


" Aku percaya. Hanya sedikit terkejut saja. Jarang jarang ada orang kaya yang mau makan di tempat yang terbuka. "


" Apa menurut  kamu aku orang yang seperti itu? "


" Awalnya si ia, tapi sekarang tidak lagi " Ujar Joel tertawa.


" Tadi aku sempat liat kamu memgobrol dengan orang lain. apa kamu mengenalnya? "


" Oh, itu teman aku  ya awalnya cuma nggak sengaja bertemu berapa kali, jadi dari situ ki jadi sering komunikasi. Ya hanya sebatas itu saja. nggak terlalu dekat juga,  kebetulan bertemu disini,dia lagi makan dengan tunangannya "


" Tunangan? "  Ara menaikkan alisnya karena terkejut.

__ADS_1


" Iya, barusan dia memperkrnalkan tunangannya kepadaku. Kalau nggak salah namanya max. "


Ara tak habis pikir dengan akting yang dilakukan max kepadanya. Bisa bisanya dia meminta ku untuk kembali, padahal dia sudah bertunangan dengan ara. Akun semakin kehilangan respon terhadap nya.


Tak lama pesanan makanan mereka pun datang. betapa kagetnya ara saat melihat makanan yang sudah memenuhi meja, bukan takut gak busa bayar, namun siapa yang akaan menghabiskan  semua ini?


" Ara, aku nggak tau kamu sukanya apa, jadi aku pesan aja beberapa yang ada dimenu, jangan bilang kalau kita akan berakhir mencuci piring disini? " Ledek Joel memicingkan mata.


" Yah sepertinya, kita harus bermalam disini untuk membayar semua ini " Jawab ara dengan lesu.


" Baiklah tidak masalah, asal perut kenyang, mencuci piring bukanlah hal yang sulit. "


Mereka pun menghabiskan makanan itu dengan sesekali tertawa riang.


" Habis ini sepertinya aku harus diet, entah berapa kilo badan aku bertambah. "


" Kenapa harus pusing, bukankah bagus kalau tubuh lebih  berisi. Aku lebih menyukai kamu kalau gemukan sedikit lagi. "


" Apah? " Ara terkejut mendengar perkataan Joel.


Joel yang kelabakan pun langsung menjelaskan maksud ucapannya.


" Bukan begitu, maksud aku, aku lebih suka melihat wanita kalau tidak memikirkan bentuk tubuh, kebanyakan wanita kan banyak yang menyiksa tubuh sampai harus diet . Sama halnya dengan kamu, lebih berisi lagi juga tidak malah. Malah akan terlihat lebih seksi. "


" Huffff.. Terserah deh apa yang kamu pikirkan.


Soal info yang kamu berikan, aku berterimah kasih banget. Jujur aku nggak nyangka kamu bisa melakukan itu, secara langsung mereka adik dan ibu kamu juga. "


" Hahh aku nggak pernah dianggap sama mereka, bagi mamah aku hanya benalu. "


Ara memang sedikit curiga melihat perlakuan Velly dan luna kepada Joel, tidak seperti anak dan ibu.


" Aku dan luna bukan saudara kandung "


" Apahh? " Ternyata sikap mereka berbeda kepada Joel karena ini.


" Ara, ada satu rahasia yang  kamu belom tau. Dan aku rasa kamu berhak tau untuk  bisa mengambil sikap kedepannya. "


" Soal apa? " Tanya ara penasaran.


" Soal daddy kamu"


" Kenapa dengan daddy? "


Joel menarik napas sedalam dalam nya sebelum berkata.

__ADS_1


" Luna adalah anak kandung dari om fernady. daddy kamu. "


__ADS_2