Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
45


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, kini keadaan ara juga sudah pulih sepenuhnya. pagi ini mereka bertiga berkumpul di meja makan untuk sarapan. fernady dan sofian saling melirik, ingin mengatakan sesuatu namun lidah nya serasa tercekat. ara yang menyadari tingkah aneh mereka pun memulai pembicaraan.


" ada apa dengan kalian? apa ada sesuatu yang ingin dedy sama abg katakan? "


" ahk, kamu menyadari nya rupanya" kata sofian.


" jadi ? " tanya ara.


" princess,,, hmmm, begini, daddy berencana ingin mengajak kamu dan abang, makan malam bersama dengan tante velly sekaligus memperkenalkan anak tante velly sama kamu, apa princes mau? tanya sang daddy dengan lembut.


Ara diam sejenak, berpikir tentang ajakan daddy nya, ara sebenarnya malas untuk ikut, ara sudah bisa menebak tujuan pertemuan ini, namun ara penasaran tentang anak tante velly itu, sehingga ara pun setuju.Ara penasaran dengan mereka, karena biasanya abangnya sangat susah dekat dengan orang lain. tapi kali ini bisa begitu mudah menerima mereka.


" baiklah ara akan ikut, tapi jangan harap ara akan mengubah keputusan yang ara buat. " jawab nya dengan tegas.


" Ara kamu jangan begitu dek, setidak nya kasih kesempatan buat tante velly dan anak nya membangun kedekatan dengan kamu dulu. adek belom begitu mengenal mereka. abang yakin kok, kalau ara udah dekat dengan mereka, pasti ara akan setuju seperti abang. percayalah. " tutur sofian memberikan pengertian.


" sofian, udah jangan di. paksa adek nya, biarkan saja dulu nanti mereka bertemu, daddy yakin ara bisa menilai seseorang itu baik atau tidak. dady percaya dengan penilaian adik mu. "


" atur aja waktu nya, ara akan ikut"jawab nya dengan acuh .


hari ini ara berencana untuk pergi ke kantor tempat dia dulu bekerja sebagai model. tidak ada yang tau kalau ara sudah sadar, hari ini dia akan mengejutkan public tentang kembalinya dia ke dunia modeling lagi. entah perubahan apa yang sudah terjadi sewaktu aku koma, pikir nya.


kini ara sudah berada di depan kantor nya. dia mengenakan celana jeans kaos oblong dan jaket kuning, tidak lupa dengan kacamata , masker dan topi untuk menyamarkan wajah nya. belum saat nya para wartawan atau orang mengetahuinya.


"aku akan memberikan kejutan  kepada semua orang. " gumam nya.


kemudian ara memasuki kantor itu dengan santai, orang orang menatap aneh dirinya. mereka seakan melihat manusia tampa kepala sedang berjalan. karena selain dari leher ke kaki, tidakada yang terlihat lagi. semua di tutupi oleh kacamata, masker dan topi. entah seburuk apa rupanya sehingga harus menutup nya seperti itu, bisikan orang orang tidak berpengaruh dengan ara, bahkan dia tersenyum di dalam masker nya.


yang pertama ara lakukan adalah, menemui sahabat nya, sekaligus asisten nya, ara ingin menanyakan apa saja yang sudah dia lewatkan selama ini.


" apa aku boleh masuk "


" degh " citra seperti mengenal suara itu, namun langsung dia tepis, tidak mungkin juga itu dia, batin nya.


" ya silahkan," citra menatap siapa tamu yang ingin menemuinya. " ada keperluan apa ya mencari saya " dengan wajah berkerut citra melihat tamunya penuh dengan tanda tanya, .


Melihat sahabatnya, ara menjadi teringat dengan Clara dan juga erlannga, apakah mereka baik baik saja sekarang. memikirkan itu ara menjadi sedih.


" hello, kenapa anda diam, apa aku mengenal mu?


ara yang tersadar dengan keterkejutan nya langsung berkata.


" apa kamu sudah melupakan ku? "


pertanyaan itu lolos membuat citra merinding.


" siapa kamu, cepat perlihatkan wajah mu, atau aku akan berteriak "ancam nya.


" ckckc kamu memang tidak berubah, sedikit tidak sabaran. " ara melepas topi masker dan kacamatanya. " kalau. begini apa sudah cukup? " imbuh nya.

__ADS_1


" araaaaa, ini benaran kamu, ahk coba kamu cubit aku, ini mimpi atau tidak? "


tampa menunggu lama ara langsung mencubit tangan citra dengan kencang, tidak hanya itu, ara bahkan menampar pipi asisten nya itu.


" hey mengapa kamu menamparku? aku kan bilang untuk kamu mencubit aku saja, kenapa malah menamparku?


" supaya kamu cepat bangun dari mimpi. "


"astaga ara, ini benaran kamu, tapi sejak. kapan kamu sadar, kenapa tidak mengabari aku, kan aku bisa jenguk kamu kerumah"


" iya aku memang sengaja, buat kasi kejutan buat kamu dan anak anak yang lain. btw gimana keadaan sekarang, selama aku koma siapa yang mengantikan aku? "


" Keadaan lagi gak baik ra. parah.. kamu tau nggak semenjak kamu koma, semua projek yang kamu terima di ambil alih semua sama model pendatang baru, dia sangaat sombong, merasa kalau dia adalah model senior yang profesional , gaya nya itu udah seperti kupu kupu malam, aku saja hampir muntah melihat penampilan nya, entah mengapa pak galvin sangat menyukai nya"


" Oh ya, cepat juga ternyata pak galvin menemukan penggantiku, tapi aku yakin pilihannya itu pasti mampu. gak mungkin pak Galvin sembarangan memilih orang. "


" Kalau menurut aku sih dia ada main sama pak Galvin. kamu lihat saja nanti. kamu pasti berpikiran yang sama dengan ku nanti. "


" Terus hal yang tidak baiknya apalagi? "


"  ada juga beberapa perusahaan yang tidak mau di gantikan dengan yang lain, mereka bertekat ingin kamu yang menjadi model iklan di perusahaan mereka. jadi mereka minta ganti rugi . "


" ya itu salah ku si, sudah menerima projek sebanyak itu, tapi kan kita nggak tau kalau bakal begini, tapi tentang aja, aku sudah kembali, aku akan mengambil kembali hak ku. "


" ya itu benar. aku yakin semua media akan kaget atas kembalinya Queen lovers . kebetulan juga bulan depan akan ada peluncuran baju baju terbaru dari perancang terkenal. aku akan mengatur untuk kamu menjadi peserta salah satu nya. ini perusahaan yang baru merintis sih, meski begitu, perusahaan ini  berkembang dengan pesat. dan aku yakin pak galvin pasti sangat menyetujinya.. "


" baiklah kamu atur saja aku kan menemui galvin dulu. "


"tidak di sangka selepas aku menyetujui nya,ternyata langsung secepat ini daddy dan abang nya bertindak. entah apa yang membuat mereka begitu terburu buru."


mereka sudah rapi untuk berangkat ke restoran yang sudah di rencanakan. namun tiba tiba telpon sofian berdering.


" halo luna, ada apa? "


entah apa yang di bicarakan lawan bicara nya di sebrang sana, sehingga membuat sofian tidak bisa berangkat bersama ara dan fernady .


" daddy, sama ara berangkat saja duluan, abang akan menyusul nanti. "


" baiklah, hati hati bawa motor nya, abang jangan ngebut " kata ara.


" Ok boss. "


perjalanan mereka sekitar satu jam. kini fernady dan ara sudah tiba di depan restoran. sebelum masuk daddy nya memperingati ara untuk bersikap ramah kepada velly dan juga anaknya. Fernady  tau jika ara tidak menyukai seseorang pasti tidak segan menunjukkan rasa ketidak sukaan nya.


ara hanya mengangguk sebagai jawabannya.


" Velly" panggil fernady yang sudah melihat wanita itu duduk dengan anggun.


" eh mas fernady dan ara sudah datang,,, ayok sini ara dekat tante duduk nya,, " ucap velly ramah.

__ADS_1


" makasih tante, " ucap ara sambil mencari sesuatu.


Velly yang mengerti pun langsung menjawab apa yang di pikirkan ara.


" Anak tante yang cowok lagi ke toilet sebentar. sementara yang cewek lagi terkena macet, mungkin sebentar lagi tiba.


memang nya abang sofian nggak kasi tau, kalau dia lagi jemput aluna? tadi di perjalanan aluna terkena macet,karena takut terlambat kesini, jadi nya luna meminta abang sofian untuk menjemput nya. "


jadi abang tadi bilang ada urusan cuma buat jemput putri nya tante ini? benar benar konyol.


" oh begitu, pantas tadi abang selesai menerima telpon langsung pergi. ternyata buat jemput aluna... " ujar ara acuh.


Sementara ara dengan cuek nya sibuk memainkan HP nya.


Hingga kemudian suara lembut menarik perhatian mereka.


" mama , om fernady, ini pasti ara ya? maaf ya telat, luna terjebak macet soal nya. " tutur wanita itu.


Ara yang mendengar suara itu seketika mendongak ke atas, dia melihat wanita itu dari atas sampai kebawah. tubuhnya tinggi,langsing dan juga putih. dilihat dari penampilannya ara bisa menebak jika wanita mungkin sebagai model. penampilan nya terlihat sangat seksi. belahan dadanya terlihat dengan jelas. "


" Ara, kenalin sayang, ini putri tante, namanya aluna. " kata velly menjelaskan.


" Hai ara, aku aluna. tapi panggil luna aja" ujar luna tersenyum ramah.


" Iya, aku ara. " Jawabnya seadanya.


" Nah itu anak tante yang satu lagi" menoleh kearah pria yang berjalan kearah meja mereka.


" Hallo semua, maaf jadi menunggu" Ujarnya sopan dan datar.


Ara melihat pria yang kini di depannya, wajah nya lumayan, namun sepertinya pelit bicara. Batinnya.


" Joel ini ara, ayok sapa " Ucap velly.


" Joel" Sambil mengulurkan tangannya.


"Ara"


" Ya sudah karena semua sudah kumpul, sebaiknya kita pesan dulu, baru nanti kita lanjut berbincang bincang . " Ujar fernady.


Mereka pun makan dengan tenang, sambil sesekali saling bertukar suara.


Sementara di tempat lain, seorang pria sedang sibuk berkutat dengan laptop nya .


" Arga.. Apa kamu sudah melakukan tugas yang aku minta? "


" Sudah tuan. namun sampai sekarang belom ada hasilnya. " Ujar Arga asisten nya dengan sedikit takut.


" Cari terus. jika perlu buat saimbara  , tidak peduli berapa nominalnya, asal bisa bertemu uang tidak menjadi masalah. "Ujarnya dengan tegas namun telihat santai.

__ADS_1


Bagaimana mencari seseorang yang bahkan tidak pernah bertemu. tuannya hanya melihatnya di mimpi dan langsung mengatakan jika itu adalah kekasihnya. selama beberapa bulan ini tuannya tidak pernah menyerah mencari wanita yang ada didalam mimpinya. dia berharap jika wanita yang di mimpi nya juga bernasip sama dengannya. Yaitu bereinkarnasi sama sepertinya.


__ADS_2