
Fermady tidak tahan lagi mendengar kata kata dari ara. dia pun menegur.
" Ara, apakah dulu daddy terlalu memanjakanmu? Sejak kapan kamu menjadi kasar seperti ini, kamu sedang bicara dengan ibu tirimu, apa kamu tidak tau cara untuk menghormati yang orang tua? Apa kamu lupa etika? Dimana sopan santun mu? "
aramarah fernady membuat velly dan luna menjadi senang. Di dalam hati mereka, sangat senang melihat pemandangan ini.
Ara bermulut pedas dan memang sudah waktunya untuk memberikannya pelajaran.
Velly tertawa didalam hati tapi dia masi berpura pura baik dan membujuk fernady.
" Lupakan saja mas, bukankah ara berkata kalau suasana hatinya sedang buruk? Ayok jangan salahkan dia, kita lanjut makan saja. "
Hati fernady tersentuh dengan kata kata Velly, istrinya begitu lembut, perhatian dan penuh kasih, sementara anaknya begitu kejam dan sulit di atur. Fernady pun semakin marah dan langsung memarahi ara lagi.
" Lihat apa yang kamu lakukan, apa ini caramu membalas ibumu setelah semua yang dia lakukan kepada keluarga ini?
Fernady menunjuk kearah ara. Ara yang tidak menyesal atas perbuatannya semakin membuatnya kesal.
Ara menatapnya malas.
" Aku tidak meminta dia untuk melakukan apapun dirumah ini, apalagi kepadaku? Dan lagi memangnya apa yang sudah dia lakukan kepadaku, mungkin lebih tepatnya, dia hanya melakukan sesuatu kepada daddy saja,dirumah ini semua tersedia. Apa apa ada. Ini dan itu ada. Istri daddy itu kerja nya hanya bisa menempel kepada daddy. Dan juga nempel di ranjang mewah daddy. Uppsss, aku keceplosan... "
" Arabella! "
Amarah fernady semakin membara, terutama karena kata kata kasar ara yang di tujuntukkan kepada Velly. dia mengangkat tangannya untuk menapar ara.
" Apa yang sedang terjadi? "
Terdengar suara yang dalam dingin dan tegas dari arah pintu depan.
Nada suaranya tidak serius, tapi bisa menghentikan gerakan tangan fernady.
Itu adalah suara max yang sedang di antar masuk oleh pelayan.
Nada suaranya santai tapi langsung membuat semua orang mendadak gelisah.
Fernady dan velly dan juga luna, terkejut melihat kedatangan pria itu kerumahnya. Sebagai kalangan bisnis, tentu saja fernady dan Velly mengenalnya. Hanya saja, ada keperluan apa pria ini datang kerumahnya.
Fernady menahan amarahnya, dengan senyum cerah dia berkata.
" Tuan max. Apa yang kamu lakukan disini.? "
Max tidak menanggapinya,dia tidak ingin ikut campur dalam urusan keluarga mereka. Ia justru malah langsung mendekat kearah Elena.
Ara tidak menyangka max akan datang kesini, mereka tidak memiliki urusan ataupun hal yang ingin di bicarakan. Tapi kenapa max bisa kesini.
__ADS_1
Max tidak memperdulikan ekspresi kebingungan di wajah ara. Dia melirik nya sebentar kemudian menoleh kepada fernady.
" Aku tidak bermaksud untuk ikut campur kepada urusan keluarga ini, namun, aku juga tidak suka jika ada seseorang yang berani menampar tunanganku. "
Ruangan mendadak menjadi sunyi. Mereka mencerna perkataan yang max barusan katakan. " Tunangan! "
" Apa maksud anda tuan, siapa tunangan yang tuan maksud.? "
" Bukankah sudah jelas, barusan anda ingin menampar siapa? "
Velly yang sudah mengerti keadaan langsung menghentikan suaminya. Dia tau, max adalah orang yang tidak boleh di singgung. Terlebih max tidak boleh mengetahui permasalahan yang terjadi, sama saja itu akan merusak citra nya.
" Sudahlah mas, ini bukan masalah besar, tolong jangan di perpanjang lagi, tuan muda max sedang berkunjung kesini, jangan merusak suasana, hanya karena hal sepele seperti ini. "
Semakin istrinya bersikap lemah lembut, semakin fernady mencintainya.
Luna tidak berhenti untuk tidak mengagumi ketampanan max, menurutnya max adalah pria yang sangat sempurna.
Memikirkan jika max datang kesini dan mengatakan ara adalah tunangannya, hatinya semakin memanas, ara selalu beruntung, dapat hidup di keluarga kaya, di sukai banyak orang. Dan juga di sukai oleh pria sempurna. Rasa benci dan irinya semakin besar.
Luna tenggelam dalam pikirannya sambil menatap wajah max yang sempurna.
Max adalah lelaki tinggi yang tampan, dengan wajahnya yang sempurna, dia dapat dengan mudah mengalahkan semua selebriti papan atas di industri hiburan. Dia juga memiliki aset triliuan dan kenal dengan orang orang paling berkuasa yang tidak pernah di jangkau oleh siapapun.
Luna mengagumi max sambil berkata di dalam hati.
Luna terus memikirkan nya, dia terus menatap max dengan tatapan yang penuh gairah.
Max tiba tiba menoleh dan bertemu dengan tatapan mata Luna. Luna terkejut dan jantungnya langsung berdebar kencang, dia kebingungan hingga lupa mengontrol ekspresinya .
Dia langsung besikap malu malu dan berkata dengan suara lembut.
" Tuan muda. "
Max mengabaikannya dan sama sekali tidak perduli dengan Luna, pertama kali melihatnya dia sudah tau perempuan seperti apa Luna ini, tidak ada bedanya dengan wanita wanita di luar sana. " Menjijikkan " Cibir nya.
" Sebaiknya kita duduk dulu. kami juga penasaran dengan hubungan ara dan juga tuan max. Ini baru pertama kalinya soalnya ara membawa pria kerumah. "
Hati max berbunga bunga mendengar jika ara tidak pernah membawa pria lain kerumahnya. Berarti dia orang pertama. Bedanya dia tidak ajak. dia datang sendiri tampa di undang. Namun dia tidak peduli, dia adalah pria yang bermuka tebal. Tidak peduli apa perkataan orang lain tentangnya.
" Max, kamu ngapain datang kesini
Sebaiknya kamu pulang. "
" Aku kesini hanya ingin mengembalikan tas kamu yang tertinggal di mobil aku. Kamu terlalu buru tadi siang, sampai lupa dengan tas kamu. "
__ADS_1
Ara baru menyadari kalau ternyata tasnya tertinggal di mobil max, dia kira tertinggal di kantor.
" Oh, thanks kalau gitu, sudah repot buat ngantar. Sekarang kamu bisa pergi. "
" Ara, jaga perkataan mu, tidak sopan berbicara begitu kepada tuan max. Apakah kami tidak tau siapa dia? "
Tentu saja ara tau, bahkan sangat tau, pria ini adalah masa lalu yang tidak ingin dia ingat lagi.
" Tidak apa apa, tuan fernady. Saya dan ara sedang ada kesalahpahaman sedikit. Aku akan pulang. Selamat malam. "
Diluar max bertemu dengan marcel yang baru saja turun dari mobilnya. Tentu saja membuat suasana di antara mereka berdua menjadi dingin.
" Apa yang kamu lakukan disini? "Ujar marcel dingin.
" Apa lagi yang aku lakukan selain bertemu dengan tunanganku dan juga calon mertuaku. " jawab max dengan nada memprovokasi
" Haaa, tidak sadar diri, setelah apa yang kamu lakukan dulu kepadanya, kini dengan tak tahu malu masi berani untuk mendekatinya. ? "
" Itu bukan urusan mu, sebaiknya kamu jauhi ara, atau aku akan membuat keluargamu bangkrut dalam satu malam. "
" Brengsek, kamu pikir aku takut sama ancamam kamu haa? dan kamu kira setelah melakukan ini, ara akan diam saja. Dia akan semakin membencimu , dasar pengecut, bisa nya hanya mengancam. " Kata marcel dengan marah.
Keduanya pun tersulut emosi , perkelahian pun terjadi. Hingga suara ara yang panik berhasil menghentikan perkelahian mereka.
" Berhenti! Apa yang kalian lakukan haaa, kenapa ribut disini. "
" Ara, untuk apa pria ini datang kesini? Apa kamu masi berharap untuk kembali bersamanya? " Marcel yang tersulut emosi dan cemburu tidak bisa mengontrol marahnya, sehingga dia menuduh ara masih menyimpan perasaan kepada max.
" Marcel apa maksud kamu, kamu salah paham, aku nggak suruh dia buat datang. Dia datang sendiri kesini. "
" Aku telfoni kamu dari tadi, tapi nggak ada kamu angkat. ternyata kamu malah asyik dengan pria ini. "
" Marcel, apa seperti itu penilaian kami terhadap aku? Aku nggak angkat telepon kami karena tas aku tertinggal di dalam mobil max, dia datang kesini untuk mengembalikannya? "
Tampa ara sadari pengakuannya membuat Marcel semakin sakit hati.
" Oh berarti kalian habis ketemuan sebelumnya? Ara apa kamu lupa kalau kita ada janji malam ini, tapi lihat diri kamu, baju yang kamu kenakan juga masi sama dengan yang kamu pakai di kantor hari ini. Apa sebegitu nggak ada artinya aku buat kamu ara. "
" Marcel aku minta maaf, kamu tunggu sebentar, aku akan ganti baju, nggak lama kok. " Ujar ara yang tidak mau membuat marcel kecewa.
" Hadiah yang dari aku udah kamu buka kan? "
Ara pun teringat dengan paket yang marcel kirim siang tadi.
" Oh itu, aku lupa, tadi buru buru soalnya. Memangnya apa isinya? "
__ADS_1
Wajah marcel semakin kecewa. Bahkan paket yang sengaja dia kirim buat ara belom dibuka. Dia sengaja mengirim gaun untuk dikenakan malam ini oleh ara . Karena malam ini rencana nya, dia akan melamar ara. Tapi ternyata, harapannya malam ini akan sia sia.
" Sebaiknya kamu istirahat saja. Acara makan malam nya kita lanjutin lain kali saja. Aku pulang dulu. "