Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
51


__ADS_3

Hari pernikahan akan di gelar hari ini di rumah fernady. semua tamu sudah memenuhi seluruh ruangan dirumah itu.


Caranya tidak terlalu rame, hanya mengundang kerabat dekat saja.


" Mamah sangat cantik. ternyata usaha kita benar benar membuahkan hasil yang baik. "


" Ini semua karena rencana brilian kami sayang. Andai saat itu kamu gak berada di clup itu, mungkin hari ini tidak akan terjadi. "


" Luna juga gak nyangka mah,melihat om fernady di tempat itu. "


" Hari ini, mama sudah lama menantikannya. Mama dan inggit dulunya adalah sahabat, kemudian fernady muncul di antara kami, mamah sangat menyukainya saat pandangan pertama. Namun siapa sangka, fernady malah menyukai inggit. Sejak saat itu persahabatan kami sudah rusak. Inggit tau jika aku menyukai fernady, tapi dia tetap menerima cinta nya tampa peduli pada perasaanku.


Namun mulai hari ini, semuanya akan  menjadi milikku.


Acara pernikahan pun berjalan lancar, kini fernady dan velly sudah sah menjadi suami istri.


terlihat Velly,fernady dan aluna yang sedang tertawa bahagia layak nya keluarga bahagia. mereka melupakan jika masi ada dua anak sah dari penghuni rumah ini.


Sementara joel, lebih memilih kumpul dengan teman teman nya di basecam  daripada menghadiri pernikahan yang menurutnya tidak penting.


" Abang fian kita foto bareng yo " ujar luna dengan manja.


" iya benar, kita belom ada foto keluarga, fian mana adek kamu, ajak kesini untuk foto bersama. " ucap fernady.


" Aku tidak terbiasa berfoto dengan orang yang bukan keluarga ku, " ujar ara dengan dingin.


" Ara perhatikan ucapan mu, ini acara pernikahan daddy, jangan membuat keributan, tante Velly sekarang sudah resmi menjadi istri daddy, itu arti nya kamu harus memanggilnya mamah"


Ara tertawa sinis" konyol, benar benar konyol. aku bahkan tidak mengenal siapa wanita di samping daddy, aku baru bertemu dengan nya pertama kali saat terbangun dari koma, dan itupun dia sebagai perawat ku, dan sekarang tiba tiba menjadi mamah ku, lelucon macam apa ini, bahkan dunia dongeng juga tidak ada seperti ini, "


Suara Ara terdengar ke telinga para tamu, mereka mulai bergosip ,


" Ya ampun. ternyata begitu, dia perawat nona dirumah ini, kok bisa ya .. "


" ya bisa lah jeng. Zaman sekarang udah banyak begitu, pembantu berkedok pelakor, sama dengan ini, berkedok perawat saat ada kesempatan menggoda majikan nya. "


" iya, bahkan anak nya saja tidak mengenal wanita nya dengan jelas, baru bertemu berapa kali, ya siapa sih yang tidak mau dengan keluarga kaya, saya juga mau hahhaa...


Velly merasa malu dengan perkataan para tamu, dia menatap ara dengan air mata yang sudah mengalir,.


" Ara tante tau kamu belom siap dengan pernikahan tante sama daddy kamu. tapi tolong jangan permalukan tante seperti ini, tante tulus menyayangi daddy kamu dan juga ara sama abang fian. "


" cukup ara, suka atau tidak. dia mama kamu sekarang. "


" mamah aku cuma satu, mami inggit, selama nya hanya ada mami inggit. " tekan nya dan memilih pergi.


" Sudah mas, nggak apa apa, ara butuh waktu untuk memahami semua ini, biarkan dia tenang. "


" Yang sabar ya, ara memang begitu anak nya. "


" Iya mas. "


Sore harinya acara sudah selesai di lakukan. ara yang sudah sejak lama meninggalkan acara kini berada di sebuah panti asuhan.


panti asuhan ini tempat ara melepas penat dan pikiran. ara sangat di sukai oleh anak. anak panti disini, ara selalu menyalurkan bantuan ke panti ini baik berupa finansial atau sembako.


" Ara,ayok minum dulu" Pengurus panti memberikan teh kepada ara


.


"  ara kenapa, kok wajah nya di tekuk gitu... ara lagi ada masalah.? " tanya pengurus panti.

__ADS_1


" emang keliatan banget ya bun? "


" ibu kenal ara bukan lagi sehari dua hari, bertahun tahun.,, ibu pasti tau kalau ara lagi tidak baik. "


" nggak apa apa bun, tenang aja, semua bisa aman terkendali. , hanya saja ara mau nginap di sini boleh ya bun? "


" boleh lah, memang nya sejak kapan bunda larang kamu nginap, bahkan tinggal disini juga boleh. kamar kamu selalu bunda bersihin dan tidak ada yang menempati, karena bunda yakin ara pasti akan tidur disini suatu saat. dan ternyata benar kan,? "


" bunda memang selalu mengerti ara. makasih ya bunda. " ucap nya dengan sendu sambil memeluk pengurus panti.


ara bermain sebentar dengan anak panti sebelum masuk ke dalam untuk istirahat.


Di sebarang panti, Marcel sedang melihat Ara bermain dengan anak anak


Senyum indah terpancar di sudut bibirnya.


" Mau kamu flo atau ara, bagiku sama saja. Kamu tetap wanita yang aku sayang. Kali ini aku tidak akan membuat kamu berpaling ke laki laki lain. "


" Tuan, apa kita akan terus berdiam disini? " Arga sangat kesal dengan tingkah tuannya, wanita yang sudah selama ini di nantikannya akhirnya muncul, namun tuannya ini bukan malah langsung di samperin, malah memilih duduk didalam mobil.


" Kenapa kamu akhir akhir ini sangat lancang? Apa sudah bosan bekerja dengan saya? "


" Tidak tua., saya masi ingin bekerja dengan tuan.??"


" Kalau begitu, jangan ikut campur. Ahk kamu sangat menyebalkan belakangan ini. "


Marcel keluar dari mobil dan berjalan kearah wanita yang selama ini dia rindukan.


Semakin dekat langkah kakinya semakin bergetar, entah ara akan percaya atau tidak, yang jelas aku akan mengatakannya.


Kedatangan marcel di ketahui oleh anak anak panti itu, mereka  berlari kearah marcel dan bertanya.


" Halo om, ada yang bisa kami bantu? "


" Anak anak, kak ara sudah sering mengatakan jangan berbicara dengan orang asing. Cepat masuk dan lanjut bermain di halaman  .


Anak anak akhirnya masuk dan kembali ke bermain. tinggallah mereka berdua.


"Flo" Bibir marcel bergetar sambil memanggil namanya.


Ara tersentak kaget mendengar nama itu. nama itu sudah lama tidak ada yang memanggilnya.ara melihat dengan seksama pria yang ada dihadapannya.


" Florence , akhirnya aku menemukanmu" Ujarnya dengan air mata yang sudah sejak tadi dia tahan.


" Siapa kamu? " Ara mundur tingkah langkah ke belakang waspada terhadap orang yang di depannya.


" Flo, aku bukan orang jahat. biarkan aku masuk, aku akan menceritakan semuanya. "


Karena  penasaran, ara pun membuka pagar dan tampa bisa mengelak marcel langsung memeluk tubuh ara. Ara yang tidak sempat menghindar pun kaget dengan pelukan yang tiba tiba.


" Lepaskan aku, apa yang kamu lakukan? "


" Biarkan begini sebentar, flo aku sudah lama mencari kamu, dan akhirnya aku menemukanmu, tolong jangan menghindar, biarkan begini dulu sebentar. "


" Sekarang cepat katakan siapa kamu sebenarnya. dan kenapa bisa memanggil aku dengan nama flo.? "


" Apa kamu akan percaya jika aku mengatakannya? "Ada sedikit rasa takut saat marcel ingin mengatakannya.


" Ya aku akan coba untuk percaya " Ujarnya


" Aku adalah evan. Entah kamu percaya atau tidak, tapi aku benar benar evan. Saat aku membuka mata, aku sudah berada di dalam tubuh ini "

__ADS_1


Flo sempat terkejut atas pengakuannya, dia tidak menyangka jika evan juga mengalami hal seperti yang dia alami.


" Apa kamu percaya? "


" Evan, benarkah ini kamu?"  Evan melepas pelukannya,membiarkan ara menatap wajahnya.


" Evan, maaafkan aku, tidak seharusnya waktu itu kamu menyelamatkan aku, aku benar benar minta maaf." Ujar ara yang juga menangis.


" Tidak , kamu tidak salah, aku rela melakukannya. Kamu lihat sekarang kan, akhirnya kita bertemu lagi, ini semua  sudah di atur oleh yang di atas.


" Evan., apa kamu juga tau kalau aku bukan flo, maksud aku, jiwa ku masuk kedalam tubuh flo. Sama seperti yang kamu alami saat ini? "


" Yah aku tau. kamu memang bukan flo,tapi ara, orang yang aku cintai . "


" Apah maksudmu? Orang yang kamu cintai itu flo bukan aku. " Kata ara menjelaskan.


" Ara, aku mulai menyukai kamu saat jiwa mu masuk kedalam tubuh flo, saat kamu berhenti mengejar ku, aku merasa kehilangan. Aku mencintai ara yang berada di tubuh flo saat itu. Tidak perduli  kamu ara atau flo, aku tetap mencintai kamu. Ara, biarkan aku menebus kesalahan aku di masalalu, aku yakin, kita di pertemukan kembali karena takdir. "


" Aku..aku  tidak tau apakah masi punya cinta atau tidak  , sejak kejadian itu, aku sudah kehilangan harapan tentang cinta. "


Evan mengerti bagaimana hancurnya perasaan ara saat itu. untuk sementara ini dia akan mengalah. dia tidak akan memaksa ara untuk mencintainya. setidaknya, bisa bersama saat ini itu sudah lebih dari cukup.


" Aku mengerti. Aku tidak akan memaksa. tapi kapan pun kamu butuh bantuan, jangan segan untuk meminta kepadaku. Aku berjanji. Aku akan ada buat kamu. "


sementara di kediaman ara, sofian sedang cemas dengan ara.


" lihat kelakuan ara, semakin kesini semakin tidak teratur. " ucap fernady. "


" daddy jangan menyalahkan ara, daddy kira ara begini karena siapa? "


" abang kenapa ngomong begitu, aku sama mama tidak menginginkan ini terjadi. lagian mama sama daddy saling mencintai, apa salah mereka dalam hal ini? apa memang kami tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan.? " ujar luna dengan sedih.


" bukan begitu luna, aku tidak menyalahkan kamu, " ujar nya dengan frustasi.


" sudah jangan berdebat lagi, lebih baik sekarang cari adek kamu dan bawa pulang. "


" aku ikut " ujar luna.


" sebaik nya nggak usah, aku tidak menjamin ara akan suka jika tau nanti aku datang bersam kamu"


" nggak apa  apa , luna siap kalau ara tidak senang dengan keberadaan luna, tapi luna akan berusaha untuk mengambil hati nya ara, boleh ya luna ikut plissssss? "


" ahk baik lah, tapi nanti jangan banyak berbicara saat dengan ara, " ujar nya memperingatkan.


" iya  luna janji "


luna dan sofian kini berada di dalam mobil, mereka mencari ara ke tempat yang biasa ara kunjungi jika lagi sedih, namun mereka tidak menemukan nya, sofian memang tidak mengetahui tentang panti asuhan yang sering ara kunjungi. .


"kemana lagi abg harus cari kamu dek .. semoga kamu baik baik saja sekarang. citra. iya kenapa aku lupa soal citra, aku akan menelpon nya.


kemudian ia menepikan mobil nya, dan mengeluarkan gawai nya untuk menelpon kekasih sekaligus sahabat adek nya..


namun sama saja, citra tidak mengetahui keberadaan sahabat nya.


" abang, apakah abang sangat menyayangi ara? "


" iya, sangat. aku sangat menyayanginya, bahkan saat sekarang dia sudah dewasa pun aku masi berpikir dia seperti anak kecil yang harus di jaga. "


ara memang beruntung punya abang seperti sofian. tapi lihat saja nanti, aku akan membuat abang fian membencimu, dan aku akan menggantikan posisi mu di keluarga ini nanti, perhatian dan kasih sayang daddy dan abang semua nya akan aku rebut. batin nya.


" ara sangat bersyukur punya abang yang peduli dengan nya,seandainya saja joel bersikap seperti  , pasti aku sangat bahagia. " ujar nya.

__ADS_1


" kamu jangan bersedih.. sekarang kan aku sudah menjadi abang kamu, aku yang akan menjaga mu mulai sekarang. " ucap nya sambil membelai rambut luna.


__ADS_2