
Seperti di sambar petir, flo terkejut. namun ia tetap berusaha berdiri dengan tenang agar keseimbangan nya tetap terjaga.perkataan yang di dengar nya membuat flo merasa seperti di tikam ribuan pisau, sesak, sakit pedih, hancur, ituh yang di rasakan oleh flo.
dengan langkah kaki yang berat, flo berjalan hingga sampai di depan pintu kamar rafael.
" kejadian tiga minggu yang lalu adalah sebuah kesalahan. kamu yang memaksa ku untuk melakukan itu, dan kamu juga tau dengan sangat jelas, kalau aku bersedia bertanggung jawab.tapi kamu sendiri menolak . "
sontak flo pun lemas dan terjatuh. bahunya merosot hingga bersandar di balik dinding kamar rafael. pria yang di pilih nya ternyata bukan lah orang yang terbaik untuk nya. bahkan rafael berhasil menyimpan rahasia sebesar ini.
" Rafael, aku tau kamu masi sangat mencintai ku, kamu gak akan menikah dengan wanita lain selain aku"
" cukup Bella, sebentar lagi aku akan bertunangan.lebih baik sekarang kamu keluar dari kamar ku. " ujar rafael dingin penuh penekanan.
" melihat kemarahan Rafael, membuat bella ketakutan. dia tau seperti apa Rafael jika sedang marah. lebih baik saat ini dia mengalah dulu dan sambil memikirkan rencana selanjutnya.
baiklah aku akan pergi,aku harab kamu bisa mengubah keputusan mu. " bella langsung beranjak dan berjalan membuka pintu, ,,
Betapa terkejut nya Bella saat melihat ada flo disitu, Bella tidak menyangka kalau dewi fortuna sedang berpihak kepadanya.
Rafael mendengar bela menyebut nama flo, dia segera menuju pintu, dan ternyata benar flo ada dirumah nya.
" Flo ini nggak seperti yang kamu pikirkan" Rafael merasa gugup karena sudah tertangkap basah. " flo kamu dengarkan penjelasan ku dulu, "
" plak,, brengsek kamu rafael,, brengsek,,, aku nggak nyangka kamu se menjijikan ini,, selain penghianat, kamu juga seorang bajingan yang tidak bisa bertanggung jawab. kenapa kamu lakuin ini rafael kenapaaaaa... " flo tidak bisa menahan amarah nya, , flo tidak menyangka awal nya ingin memberikan kejutan malah dia yang terkejut. flo tidak menyangka penghianatan yang dia dapatkan, menjelang pertunangan nya.
" sayang dengarkan penjelasan ku, aku nggak bermaksud buat nyakitin kamu, ini hanya salah paham, tolong dengarkan dulu penjelasan ku"
" flo, apa yang kamu dengar memang benar, aku dan Rafael saling mencintai. sampai kapan pun dia gak akan mungkin bersama kamu. "
" kamu yang menjebak ku Bella, kamu sengaja kan ingin menghancurkan hubungan ku dengan flo" marah rafel sambil mencengkram dagu Bella.
Bella yang terbatuk karena cengkraman rafael pun langsung menarik tangan rafael.
" bagaimana bisa kamu bilang aku menjebak kamu. bahkan kamu sangat sadar saat melakukan itu, flo, kamu harus nya sadar, rafael nggak pernah suka sama kamu, dia cuma suka sama aku dari dulu, "
__ADS_1
" Plak harus nya kamu yang sadar diri, evan begitu cinta sama kamu, tapi dengan gak tau diri kamu mengobral tubuh kamu ke pria lain. Ckck sungguh murahan. dan ya, aku sadar diri, sadar diri kalau memang Rafael tidak layak untuk ku. "
" tutup mulut mu flo, aku tidak semurahan itu. " bela melayangkan tamparan ke wajah flo, namun dengan cepat flo menahan tangan nya dan berbalik menampar wajah Bella.
" kalau tidak murahan trus apa namanya?
dan kamu rafael, bisa nya kamu berkata begitu setelah kamu melakukan hal tercela itu, Rafael, bukan hanya berhianat, tapi kamu juga seorang bajingan. aku tidak akan melakukan pertunangan dengan orang bajingan seperti kamu. kedepan nya kita tidak memiliki urusan lagi, jadi jangan muncul di hadapan ku.flo berbalik menuruni tangga.
" Flo tunggu. " Rafael mengejar flo.
namun flo sama sekali tidak perduli, ia tetap berlari keluar.
" flo kita belom selesai. " ucap Rafael.
flo tetap berlari, tidak mendengarkan apa yang di katakan Rafael. namun langkah Rafael lebih cepat dan akhirnya berhasil menarik lengan flo. tampa sadar Rafael menarik paksa tangan flo dengan kasar, sehingga membuat flo meringis kesakitan.
" Lepaskan aku Rafael. apa yang kamu lakukan. "
" Tidak.aku tidak akan melepaskan mu" jawab Rafael dengan mata yang sudah memerah karena marah.
" Tidak.
Pergelangan tangan flo sudah terlihat merah karena cekalan Rafael yang kasar.
" Rafael, tangan ku sakit, kamu menyakitiku ku "
Rafael yang menyadari kalau tangan flo merah dengan cepat melonggarakan celakalan tangan nya. namun tidak berniat untuk melepaskan nya.
sementara Bella yang dari tadi melihat kejadian itu hanya bisa diam, dia tidak menyangka sebegitu ingin nya Rafael ingin mempertahankan hubungan mereka. ' apa kah Rafael sudah benar benar melupakan ku, dia sudah tidak mencintai ku lagi, apakah pada akhirnya Rafael benar benar mencintai flo. tidak, ini tidak akan terjadi. flo, kamu benar benar menguji kesabaran ku, lihat saja, aku akan membuat hidup mu hancur.
" Lepaskan dia! "
Suara bariton yang tegas itu, sontak membuat Rafael menoleh dan melepaskan tangan flo.
__ADS_1
" Max, "
" Apa yang kamu lakukan disini, "ucap Rafael dengan dingin.
" Lepaskan dia" ujar max tak kalah dingin nya.
" Hah, apa urusan mu, tidak usah ikut campur dengan urusan ku"
" Aku bilang lepaskan dia. "
,aku masi ingat dengan jelas, kalau kamu pernah ingin membunuh flo, lalu apa sekarang, kamu ingin menjadi pahlawan untuk nya? "Rafael meraih kembali tangan flo dan menarik nya untuk masuk.
" Bugh. " max melepaskan pegangan tangan Rafael kemudian memberikan pukulan ke wajah nya.
" Sialan," Rafael membalas pukulan max, perkelahian pun tak terelakkan. kekuatan Rafael tidak bisa diremehkan. namun max masih lebih unggul.
"Hentikan, max, Rafael, berhenti, kalian bisa jadi saling membunuh. aku mohon berhenti. "
tidak ada dari mereka berdua yang mendengarkan flo, mereka asyik berkelahi seakan akan ada dendam dihati mereka masing masing.
" bugh. " Kini Rafael berhasil mendaratkan pukulan ke wajah max. " max walker, pemimpin klan azura.
Max sempat kaget mendengar Rafael mengetahui identitasnya. namun dengan cepat ia langsung kembali tenang.
" Kejadian yang menimpa ku, aku tau itu adalah perbuatan mu, hari ini aku akan membalas nya. " ujar Rafael yang langsung memberika tentangan ke arah perut max.
" Max, Rafael. hentikan. Bella ayok cepat bantu aku untuk melerai mereka "ujar flo yang melihat Bella tetap tenang melihat perkelahian mereka.
untuk apa aku menghentikan mereka. mereka seperti ini juga karena kamu. apa untung nya bagiku batin bella yang semakin iri melihat dua pria tampan itu memperebutkan nya.
"Karena kamu sudah mengetahui nya, jadi aku tidak akan sungkan lagi. " ujar max yang bangkit dan langsung menendang dada Rafael, kemudia dia memukul wajah Rafael sehingga menimbulkan darah akibat robekan di sudut bibir nya.
" Aku tegaskan kembali , jangan ganggu wanitaku lagi, dia hanya milikku. " Max sengaja menekankan kata milikku agar Rafael mengerti.
__ADS_1
Kemudian max menyuruh flo untuk masuk ke dalam mobil nya. tanpa ragu flo akhirnya mengiakan dan masuk ke dalam mobil nya.
Rafael menatap gelap mobil max yang membawa flo pergi. " Flo, aku akan merebut kamu kembali.apa yang sudah menjadi milikku tidak akan ku berikan kepada orang lain. "