
Kabar tentang lamaran Marcel dengan ara telah sampai ke telinga max, tentu saja berita itu membuat dia tidak Terima. Terlebih dengan Jack yang paling tidak Terima. Selama ini tuannya sudah berusaha untuk menebus kesalahannya, tapi tetap saja tidak membuat wanita itu kembali kepada tuannya. Respect Jack terhadap wanita itu semakin menipis. diam diam Jack ingin pergi menemui wanita itu dan memperingatkannya.
" Tuan, apa yang sekarang ingin tuan lakukan? "
" Tentu saja membatalkannya, dia kira siapa dirinya berani berani nya merebut wanitaku. "
" Tuan anda mau kemana,?hari ini kita ada pertemuan penting " Ujar jack mengingatkan .
" Batalkan semua janji hari ini. "
" Tapi tuan.. "
" Saya bilang batalkan. " ujar max dengan dingin.
Hari ini ara akan pulang kerumah keluarga nya untuk mengatakan tentang pertunangan nya. Meski hubungan mereka tidak sehangat dulu lagi,tapi mereka tetaplah keluarga nya.
Kini keluarga nya sudah berkumpul, mereka tidak tau ada hal apa ara meminta mereka untuk berkumpul. Mereka sudah menunggu dari waktu yang di tentukan, tapi ara belom juga menunjukkan wajahnya. membuat luna dan juga velly marah.
Pintu terbuka memperlihatkan ara yang sudah datang.
" Kak ara, kaka sudah datang? " ujar luna dengan manja.
Ara hanya meliriknya sekilas, selama luna tidak menimbulkan perdebatan diantara mereka, ara tidak perduli, apakah perempuan itu hanya berpura pura sopan atau tidak.
" Maaf sudah menunggu lama, sebaiknya kita langsung makan saja, setelah itu ada hal yang ingin aku bicarakan. " kata ara sambil mengambil garounya dan duduk untuk makan.
Luna berkata dengan sinis.
" Kami semua telah menunggumu, dan sekarang, kamu tidak mau meminta maaf atas hal itu dan malah mulai makan sebelum yang lain? dimana sopan santun mulai? Apa ibumu yang sudah meninggal itu tidak pernah mengajarimu? "
Luna sudah muak berpura-pura baik, hari ini dia tidak akan tinggal diam, dia akan memberitahu jika luna adalah anak ibunya dengan fernady, biar bagaimanapun, dia dan ibunya memiliki hak yang sama. Jadi dia merasa tidak perlu bersikap baik lagi didepan ara.
Velly mengatakan kepadanya jika Inggit adalah orang ketiga di antara ibunya dan fernady. jika dulu orang tua fernady tidak menjodohkan fernady dengan inggit, mungkin saat ini yang menjadi nyonya sah adalah ibunya . dan dirinya tidak akan di cap sebagai anak haram.
Semua itu terjadi karena Velly bukan berasal dari keluarga berada, sementara inggit terlahir dari keluarga kaya. Sehingga keluarga fernady lebih menyetujui fernady menikah dengan inggit. Jika bukan janji fernady yang mengatakan bahwa jika dia berhasil menikah dengan inggit, kehidupan Velly akan dia tanggung seumur hidup, Velly tidak akan membiarkan fernady menikah dengan inggit. Namun sekarang ibunya sudah menjadi istrinya. Jadi sudah tidak ada yang perlu di segani lagi.
Malam ini dia sudah tidak senang karena ara telah membuat mereka menunggu lama selama dua jam, lalu ketika dia menyadari bahwa perempuan itu tidak sama sekali merasa bersalah dengan perbuatannya itu, dia jadi tidak bisa menahan amarahnya lagi.
Keheningan yang mencekam muncul setelah kata katanya.
Fernady menoleh untuk menatap dan mengerutkan kening padanya.
Fernady telah bersabar dengan ara dan tidak ingin berdebat dengan putrinya lagi. Namun Luna baru saja menyinggung ara hanya dengan beberapa kata.
Dia tidak tau mengapa Luna harus mengungkit ibu nya ara yang telah meninggal. Apa yang luna katakan sangat tidak sopan.
Ara tidak mungkin mau membiarkan hal itu berlalu begitu saja.
Sofian langsung geram tepat setelah luna mengatakan itu, dia memandangi luna dengan sorot mata yang sangat menakutkan.
Sebelum sofian sempat mengatakan apa apa, fernady terlebih dahulu menegur luna
" Luna. . Apa yang telah kamu katakan. cepat tarik kembali ucapanmu dan meminta maaf? "
Luna membanting sendoknya ke atas meja, sehingga menimbulkan suara yang keras.
" Untuk apa aku meminta maaf pada perempuan sekasar ini... Ha....! "
Dia sedang duduk disebelah ara. Garpu ditangan ara ditekan dengan kasar kebibirnya. Sehingga langsung membuatnya berdarah.
__ADS_1
Apa yang dilakukan ara itu hampir saja mematahkan giginya.
Luna menutup mulutnya dan mengerutkan kening karena kesakitan. Dia merasa sangat kesakitan, sampai lupa untuk melawan ara balik.
" Kalau kamu tidak pandai bicara, jangan bicara sama sekali.! "
Ekspresi di wajah ara behitu mengerikan hingga membuat semua orang di meja itu ketakutan.
Namun setelah berasa lebih baik dari rasa sakitnya, Luna bangkit dari kirain yang untuk memukul ara.
" Wanita ******! Berani beraninya kamu... "
Ketika Luna berdiri, ara menendang kursi makan yang ada di samping kakinya ,dan kursi itu langsung mengenai lutut Luna.
Luna langsung berlutut karena kesakitan.
Ara melanjutkan serangannya.
Dia menendang perut Luna, lalu menginjak wajahnya dengan keras.
"Luna... "
Velly dan juga fernady , berteriak lalu berdiri dari kursi mereka. Sementara sofian masi tetap diam dengan wajah memerah karena masi marah.
" Kenapa kamu melakukan itu ara? Dia itu saudaramu! " Velly berteriak.
Ara menoleh untuk melihat yang lain sambil masi menginjak wajah Luna. Matanya di penuhi dengan kebencian yang membuat mereka takut .
Ara menarik pandangannya dan menunduk untuk memandang Luna.
" Percaya atau tidak, aku bisa memukulmu, juga membunuhmu. "
Luna tidak menyangka bagaimana perempuan ini bjsa menjadi kuat, sampai sampai dia tidak bisa bergerak.
Dia merasa benci, malu, dan marah pada saat bersamaan.
Ara perlahan berdiri tanpa menyingkirkan kakinya dari wajah Luna.
Dia berkata.
" Binatang mungkin susah untuk menjaga sikapnya. Jadi sebaiknya kamu tutup saja mulutmu kalau kamu tidak tau cara berbicara yang benar padaku. Apa kamu mengerti? "
Luna tampak menyedihkan dan tetap diam, dia merasakan gejolak amarah yang besar didalam hatinya. tetapi dia hanya menatap ara dengan tidak berdaya.
" Apa kamu mengerti? " Ulang ara kembali sambil menginjak wajahnya lagi.
Luna takut ara akan memukulinya lagi, pada akhirnya dia hanya bisa menggerakkan giginya dan berkata,
" Aku mengerti.. "
Barulah ara melepaskan kakinya.
" Jika sekali lagi mulut kotormu itu menyinggung ibu ku, nyawamu akan melayang di tanganku. "
Ketika max memasuki rumah, hal pertama yang dia dengar adalah apa yang dikatakan ara. Dia sedikit terkejut melihat perbuatan ara barusan. Apalagi saaat menginjak wajah wanita itu, sedikitpun tidak ada rasa takut.
" Kucing nakal ku ini ternyata sudah berubah menjadi macan betina. " Gumamnya dengan bibir yang terangkat.
Fernady berkata dengan wajah dingin , karena takut ara akan memulai Luna lagi.
__ADS_1
" Bisakah kita semua kembali makan dengan tenang sekang? "
" Aku sudah tidak berselera. Tujuanku kesini ingin memberitahu jika minggu depan aku akan bertunangan . " ujar ara tampa basa basi.
Sontak membuat semua terkejut dengan pernyataan ara yang kesannya mendadak.
" Dengan siapa kamu bertunangan? Kenapa tidak memberitahunya terlebih dahulu dengan daddy? "
" Bukankah sekarang aku sudah memberitahunya? "
Fernady yang semakin tidak mengerti dengan sikap ara hanya bisa menarik nafas.
" Siapa pria yang ingin bertunangan dengan kamu? Seharusnya kamu mengenalkan nya terlebih dahulu dengan kami "
" Saya yang akan bertunangan dengan putri anda. " Suara bariton itu mengagetkan semua orang.
" Max" apa lagi yang dilakukannya disini, batin ara.
" Tuan max, apakah yang saya dengar itu benar? " tanya fernady.
" bukankah papah mertua berkata ingin berkenalan dengan calon mantu ini? Namun sepertinya kedatangan saya kesini kurang tepat. saya harus menyaksikan calon tunangan ku di tindas. "
' apa dia bilang? di tindas? bukanlah sudah jelas terlihat siapa yang menindas siapa.tuan nya ini memang sangat pintar membalikkan keadaan batin Jack.
Ara dengan cepat menarik tangan maz keluar dari rumah.
" Apa yang kamu lakukan disini? dan apa maksud kamu memgatakan seperti itu tadi? "
" Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, kalau aku akan bertunangan dengan mu, bukan tunangan, lebih tepatnya, kita akan menikah secepatnya. "ucapnya enteng tampa keraguan.
Ara yang malas berdebat pun hanya memutar bola matanya malas.
" Max, apa yang sebenarnya kamu inginkan? Aku dan Marcel akan bertunangan sebentar lagi, jadi berhenti lah bersikap kekanak kanakan. "
" Tidak, aku tidak akan membiarkan kamu bertunangan dengan pria lain. Ara apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa menerima ku kembali. "
" Max cukup, sudahi semua ini "
Max meraih tangan ara dan berkata.
" Aku sangat mencintai kamu, dari awal sampai sekarang perasaan ku nggak pernah berubah buat kamu. "
Tiba tiba tangan kekar seseorang melepaskan genggaman ara dan max.
" Lepaskan tangan mu darinya. "
"Apa gak mu mengatur ku? "
" Ckck tentu aku pantas, karena sebentar lagi aku akan bertunangan dengan nya. "
" Itu tidak akan terjadi, ara hanya akan menjadi milikku. Ayok kita buktikan siapa yang lebih pantas untuk bersamanya. Apa kamu setuju ? " Tantang max.
" Aku setuju. Tentukan saja tempatnya. "
" Jack, beritahu dia tempatnya jika dia sudah siap. " Kata max kemudian beranjak pergi.
" Marcel apa yang kamu lakukan?. dia sengaja ingin membuat kamu masuk dalam perangkapnya. " Ujar ara cemas.
" Kamu tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya, aku nggak mau dia selalu mengganggu kamu, percaya sama ku. Semua akan baik baik saja. "
__ADS_1