Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
41


__ADS_3

" Apa mungkin aku membunuh sahabat dan juga orang yang aku cintai? "


" Maksud nya anda mencintai ibu dari max? " Mata flo melotot melihat kearah Erlangga.


" Kamu jangan salah paham. Aku tidak menghianati ibu nya flo, ibu nya max adalah cinta pertama ku, tetapi keluarganya menjodohkan dia dengan sahabatku, sony walker. aku merelakan ibu nya max karena dia bersama dengan sahabatku. Aku yakin Sony akan membuatnya bahagia. , sementara ariana istriku, aku menikahinya karena utang budi. dia menolong hidup ku, selain dia telah menolong ku, dia juga wanita yang baik. karena sikapnya yang baik dan sabar, aku pun mencintainya. "


" Lalu kenapa anda tidak memberitahu yang sebenarnya kepada max, kenapa anda diam saja dan lebih memilih diam di penjara.? "


" Aku hanya tidak mau mengungkit masalalu lagi. Aku merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan sahabatku. " Ujarnya dengan sendu.


" Baiklah, aku sudah paham sekarang. Aku akan pergi menemui max untuk membicarakan ini, dian harus tau kebenarannya. " tampa menunggu lama, flo bergegas meninggalkan Erlangga menuju kediaman max.


" Aku harus segera menyelesaikan ini semua, agar aku bisa kembali ke tubuhku. "


Kediaman max.


Para penjaga yang melihat kedatangan flo tentu saja langsung menyambutnya dengan baik. mereka tidak tau perihal yang terjadi diantar majikan nya dan tunangan nya.


" Nona flo, apa kabar nya, sudah lama tidak pernah berkunjung ? " Ujar salahsatu penjaga itu.


Sepertinya orang disini belom ada yang tau apa yang terjadi. batin flo


" Ahk ya, akhir akhir ini saya sedang sibuk. Apakah max ada di dalam? "


" Iya, ada diruang kerjanya, nona silahkan masuk. "


Flo berjalan melusuri rumah itu, semua kenangan nya terbesit di pikirannya. untuk sesaat flo merasa sedih, masi seperti mimpi, tapi dia segera menepis pikiran nya itu dan kembali kepada tujuan awalnya.


Namun langkah nya berhenti karena max sedang ada tamu di dalam. flo memutuskan untuk berdiri di samping pintu menunggu sampai max selesai berbicara dengan tamunya.


Namun suara yang di dalam tidak asing baginya dia pun mencoba untuk lebih dekat kedekat pintu, kebetulan memang pintunya tidak di tutup. Namun rizal menangkap siluet wajah flo. Seyum licik pun terlintas di bibir nya.


" Max, aku salut melihat mu berani memasukkan Erlangga ke penjara. Aku kira karena dia tunangan mu, kamu akan berbelas kasih . "


" Apa kamu kira aku orang yang berbelas kasih, tujuan utama ku adalah menghancurkan Erlangga. Sedikitpun aku tidak pernah mencintainya.


" Yang aku tau, dari awal juga kamu hanya  membuat flo sebagai alat untuk bisa mendekati keluarga nya. tapi apa kamu puas dengan cuma membuat nya mendekam di penjara.? "


Rizal mencoba untuk memprovokasi max.


" Kamu  masi ingat kan gimana om Sony meninggal di dalam rumah dengan tragis karena di lahap api. Erlangga membakar Ayah kamu hidup hidup, dan juga membunuh orang tuaku. Apa kamu bisa menerima itu?  Kalau kamu tidak bisa memberi keadilan kepada mereka, biar aku yang akan melakukan nya. " Ujar rizal dengan menggebu.


" Hentikan rizal. Aku masi ingat apa yang terjadi dengan ayah ku, jadi biarkan aku yang akan melakukan nya. Kamu jangan ikut campur, hanya aku yang tau apa yang akan ku lakukan kepada nya. "


" Baik aku tunggu kabar baik nya. " Rizalkeluar dari ruangan max, dia melihat flo bersembunyi, namun rizal berpura pura tidak melihatnya.

__ADS_1


Seletelah itu rizal pergi dengan senyuman puas di bibir nya.


Selepas kepergian rizal, max langsung memanggil Jack.


" Segera bakar penjara tempat Erlangga ditahan. "


Flo yang mendengar max mengatakan itu tidak percaya, dia mencoba tetap tenang, agar tidak ketahuan.


Max kamu ini bukan manusia. tetapi monster mengerikan. Aku membenci mu.


Flo kemudian meminta kertas dan pulpen kepada penjaga rumah max. Kemudian flo menulis surat dan langsung memberikan nya kepada penjaga itu.


" Tolong berikan ini kepada max nanti. Saat ini dia sedang sibuk, aku tidak bisa menemui ya. "


Tampa curiga, penjaga itu menerima begitu saja.


Flo  berlari dan tujuannya adalah penjara. Dia akan mengatakan jika seseorang akan membakar penjara itu.


" Tuan, apa tuan serius ingin membakar penjara itu, tuan serius ingin membunuh tuan erlangga di dalam sel? " tanya Jack memastikan.


" Apa kamu fikir aku akan melakukan nya? Jack kamu bukan hanya setahun mengenal ku, aku rasa kamu yang mengenal ku lebih dari siapapun. "


" Maafkan aku tuan" Sesalnya.


" Jadi apa  rencana tuan? "


" Tetap bakar tempat itu, kemudian suruh orang kita untuk menolong erlangga, perhatikan jangan sampai ada yang melihat. Kemudian masukkan seseorang mayat sebagai ganti nya di dalam. "


Jack tau, di dalam hati tuanya yang paling dalam, masi sangat mencintai nona flo, namun karena keadaan membuat tuan mudanya tidak bisa bersama. Andai bukan tuan erlangga yang melakukannya, mereka sekarang pasti sudah hidup bahagia.


Setiba di penjara, flo melihat penjara itu sudah terbakar. tangan nya mengepal dengan kuat. " ternyata mosnters itu benar benar melakukannya. apakah dia tidak bisa menghargai nyawa orang orang ini ? "


Flo berlari dan melihat keramaian. kemudian  dia bertanya dengan panik.


" dimana papah saya,,? Pak dimana papah saya kenapa disini tidak ada.? tanya flo dengan khawatir.


" Mohon maaf nona, kami tidak sempat menyelamatkan papah anda. Api  nya sangat besar. Api dengan cepat langsung menyebar ke semua sisi. "


" Tidak, ini tidak benar, papah ku masi dalam, aku harus kesana, aku harus menyelamatkan nya. " Flo bergegas ingin menerjang kedalam, namun polisi segera menahannya.


Flo meronta sekuat tenaga, dia tidak bisa membiarkan erlangga mati di dalam sana. Pemilik tubuh ini sangat menyayangi nya. Aku sudah berjanji kepada nya akan menjaga erlangga dengan baik. Jika dia mati, apa gunanya aku menyerahkan bukti itu kepada max. Meski flo yang asli sudah tiada, tapi erlangga harus tetap hidup.


Flo menggigit tangan polisi yang menahannya. Kemudian dengan cepat flo langsung menerjang kedalam api.


Kediaman max.

__ADS_1


" Ketika max dan Jack sedang serius berbicara, penjaga itu datang mengetuk pintu.


" Permisi tuan, apa saya boleh masuk?"


" Iya silahkan " Ujar max


" Maaf tuan, ini ada titipan surat dari non flo, tadi dia datang kesini, namun karena melihat tuan ada tamu, nona flo tidak enak, jadi nya menitipkan surat ini kepada saya. " Ujar penjaga itu.


Jantung max langsung berdetak dengan hebat.perasaan nya langsung tidak enak. dengan cepat dia membuka ponsel ny untuk melihat CCTV.


Seketika max langsung lemas, flo pasti mendengar semua apa yang di katakan nya kepada rizal. Flo telah salah paham.


" Damn it....,Aku harus menemuinya. " Ujarnya


Suara telpon membuat max menghentikan niatnya untuk segera menyusul flo.


" Halo tuan, penjara tempat tuan erlangga terbakar. dan... Itu,,,, " Anak buah ny tidak berani untuk mengatakan apa yang dia lihat.


" Katakan!! " jawab max yang sudah tidak sabar.


" Nona flo ada di dalam penjara, nona flo menerjang masuk kedalam api saat tau jika tuan erlangga tidak bisa di selamatkan. " Ujar si penelpon dengan suara gemetaran.


Jedarrrr.. Seperti kesetanan max langsung berlari menuju mobilnya.surat yang di pegangnya terjatuh, dia membawa mobil dengan kecepatan penuh. air matanya sudah mengalir tak terbendung lagi.


" Sayang, aku mohon kamu bertahan. jangan tinggalkan aku, maafkan aku, aku berjanji, aku akan melupakan semua nya. tolong berjanji lah kamu akan baik baik saja..kamu harus menungguku."


Setiba di tempat, max langsung menerjang untuk masuk. Namun polisi dan anak buah nya menghalanginya.


" Tuan, api nya terlalu besar, tuan bisa celaka. "


" Tunangan ku di dalam, aku tidak bisa membiarkan di sana minggir kalian jangan halangi aku!! " Ujar nya dengan kemarahan yang sudah di ubun ubun nya.


" Tuan tenang lah, tim pemadam sedang mencoba untuk menyelamatkan mereka. "


Max tidak perduli dengan perkataan polisi itu. Dia masi meronta untuk berlari kedalam.


Sampai petugas kebakaran keluar dari dalam,  barukah max  berhenti.


" Dimana tunangan ku!!! " max berteriak menarik paksa kerah baju tim penyelamat itu.


Dengan rasa takut tim penyelamat itu menjawab.


" Kami tidak berdaya. "


Hati max langsung di hantam batu besar, pertahanannya sudah runtuh. Kemarahan nya terlihat di kedua matanya. Aura nya membuat semua yang disana menelan ludah karena takut. Max menghempaskan tangan yang menahan nya. ia berlari kedalam, namun selangkah lagi akan masuk kedalam, max terjatuh dan pingsan.

__ADS_1


__ADS_2