Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
25


__ADS_3

" Setibanya di depan rumah flo, max melihat sudah ada mobil rafael yang menunggu di depan, namum max berpura pura tidak melihat. Max memberikan waktu untuk mereka berbicara, masalah mereka harus di selesaikan malam ini,


" Makasih udah anterin aku, "


" Hmmm" Tampa menunggu lama max langsung melakukan mobil nya,..


Flo melihat mobil rafael, hatinya kembali sedih, dia berharap ini semua hanya mimpi, namun kenyataan nya ini adalah fakta,


" Flo kamu udah pulang , kamu dari mana saja, aku panik nyariin kamu. Sejak tadi Rafael juga nungguin kamu. " Ucap clara.


" Sayang, maaf kan aku, biar aku jelaskan semua nya sama kamu" Ucap Rafael memohon.


" Apalagi yang mau kamu jelaskan? Semua nya udah jelas, "


" Sayang, minggu depan kita udah tunangan, kamu mau hancurin semua nya, keluarga ku, dan keluarga kamu juga akan malu, tolong fikirkan semua nya."


" Kamu yang buat semua nya jadi begini, kamu yang udah hancurin semua nya Rafael, kamu hancurin kepercayaan aku. Flo nggak mau terlihat rapuh di depan Rafael, sambil mencengkram kerah baju Rafael, flo meluapkan semua isi hati nya.


" Flo pikirkan soal keluarga kita, keluarga kita akan malu kalau pertunangan kita batal, begini saja, biarkan pertunangan kita berlangsung, setelah ini kita cari cara buat memutuskan hubungan kita, "


" Plak. Brengsek kamu, kamu kira pertunangan ini mainan, seenak nya kamu buat dan kamu putusin. kamu benar benar keterlaluan. "


" Putri ku akan tetap bertunangan , tapi bukan dengan pria bajingan seperti mu, "


erlangga yang baru pulang pun berbicara dengan marah dan tatapan yang tajam.


" Apa maksud om erlangga? "


" Iya, maksud papa apa, dengan siapa aku bertunangan" Ucap flo yang juga menunggu jawaban .


" Pertunangan akan tetap di lanjutkan, kamu akan bertunangan dengan anak dari rekan bisnis papah. " Ucap erlangga dengan yakin.


" Deg... Pah, bagaimana bisa papa lakuin ini sama flo, flo bahkan baru saja di permainkan, dan sekarang papah juga ikut mempermainkan aku, "flo merasa gak di hargai.


" Pertunangan mu minggu depanakan di gelar, semua undangan sudah tersebar, papah akan malu jika ini sampai batal."


" Om dengarkan dulu penjelasan Rafael, ini semua bisa dibicarakan dengan baik baik. "


" Bugh ,,bugh,,, Rafael sebaiknya kamu keluar dari rumah om. Kesabaran om ada batas nya, kalau tidak memandang kamu anak dari sahabat ku, mungkin saat ini kamu sudah tinggal nama." Berang erlangga.


Rafael yang sudah babak belur di pukul oleh max, kini bertambah dengan pukulan erlangga. kini ia keluar dengan wajah menyedihkan  dan juga tangan yang terkepal kuat. Rafael tidak menyangka jika akhirnya pertunangan nya akan berakhir.


" Pah flo nggak mau bertunangan dengan anak rekan bisnis papah. Flo masi trauma pah." Kata flo dengan memohon.

__ADS_1


" Suatu saat nanti kamu akan berterimakasih kepada papa, . Clara bawa flo ke kamar nya, jangan sampai dia kabur, jangan buat om kecewa sama lagi sama kamu."


Clara yang masih shock dengan kejadian itu pun tidak mendengar perkataan erlangga.


" Clara.. Apa kamu sudah tidak mendengarkan om lagi?"


" Ahk iya om"


" Pah...tolong jangan begini, flo nggak mau pah. "


" Udah flo kita ke atas aja dulu, nanti kita pikirkan jalan keluanya. sekarang tenangin diri kamu dulu. Clara juga sebenarnya dari awal sampai sekarang pun cuma bisa diam..pasal nya dia tidak tau apa yang terjadi. Dari awal flo datang dengan wajah sedih, Rafael yang menunggu lama dan langsung meminta maaf kepada flo, terahir om erlangga yang memutuskan hubungan pertunangan dengan rafael dan mengganti dengan pria lain. Sumpah aku seperti orang bodoh, batin Clara.


Setiba di kamar, Clara langsung mencecar flo dengan banyak pertanyaan, sampai flo pusing mendengar nya, entah nyang mana yang harus di jawab.


" Flo ayok dong di jawab, dari tadi kamu cuma diam saja, aku benar benar dibuat bingung sama kalian semua, sebenarnya apa yang terjadi saat kamu pergi menemui Rafael,? "


" Aku menemukan Bella di rumah Rafael, "


" What??? Bella ada di rumah si Rafael, ngapain,?


Flo mengingat kembali kejadian di rumah Rafael, membuat flo menjadi sedih sekaligus marah.


" Kok kamu jadi nangis si, ayok cerita sama aku."Ucap Clara memeluk flo.


" Astaga, nggak tau diri banget ya si Bella itu, Rafael juga kok dia gitu banget si, bukan nya dia udah move on dari si medusa itu,, "


" Entah lah, yang pasti aku kecewa banget sama Rafael, "


" Liat aja nanti kalau aku ketemu sama si medusa itu habis dia di tangan aku, akan ku cakar wajah nya, ku robek mulut nya, Rafael juga, benar benar brengsek, Tapi rasanya nggak mungkin Rafael begitu flo, melihat sikap dia selama ini sama kamu itu, udah bisa di pastikan kalau dia sayang sama kamu. Aku yakin pasti si medusa itu yang menjebak Rafael."


" Di jebak atau nggak nya, kenyataan nya mereka udah berbohong dan Rafael juga mengakui nya, apa yang bisa aku perbuat lagi, "


" Kamu yang sabar ya, aku yakin, suatu saat Rafael akan menyesali perbuatan nya, " Ucap clara menenangkan.


" Terus sekarang gimana,, apa kamu akan tetap bertunangan dengan pilihan papah kamu lagi,?


" Aku harus gimana, tinggal menghitung hari nggak mungkin bisa di batalkan, kalau boleh di pilih aku lebih baik nggak bertunangan ."


" Flo, masi ada waktu, kalau kamu mau kabur, aku bisa bantu kamu, kita kabur sama sama , kita jalani sama sama, susah,duka,apapun situasi nya,aku akan ada selalu buat kamu, Kata Clara dengan penuh tekat.


Flo sangat terharu mendengar ungkapan perasaan Clara, Clara memang sahabat terbaik yang pernah flo miliki.


" Makasih ya Clara, aku tau kamu yang paling mengerti aku,, tapi gimana, aku nggak mungkin buat papah malu, aku nggak mau jadi anak yang tidak berbakti sama orang tua."

__ADS_1


" Iya juga sih, kalau kita kabur, nanti kita nggak dapat warisan, aku nggak jadi nikah sama papah kamu, ini nggak boleh terjadi flo, "


" Clara,, kamu nyebelin banget si, sebenar nya kamu sayang nggak sih sama aku, atau kamu cuma sayang sama harta papah aku aja, "


Flo sangat pusing dengan kelakuan sahabat nya ini, selalu ada aja tingkah konyol nya. bahkan disaat genting seperti ini.


" Memang nya salah yang aku bilang, kan aku ngomong apa adanya, " Kata clara dengan polos nya.


Flo memijat kedua alisnya, melihat tingkah sahabat nya ini,,


" Ahaaaaaa,, aku ada ide" Ucap Clara yang membuat flo kaget.


" Apaan? "


" Gimana kalau pertunangan ini biarkan tetap terjadi, lalu setelah itu, kita kasih kontrak kepada pria itu, , "


" Kontrak yang seperti apa,,? "


" Iya kontrak kalau kalian cuma bertunangan di atas kertas saja, dan tidak akan terjadi pernikahan, menurut ku si masuk akal. secara kan kalian belom saling mengenal. Dan bisa jadi pria itu juga sudah punya calon sendiri kan?


" Ada benar nya juga si ucapan kamu... Tapi gimana kalau dia nggak mau, atau ngasi tau sama papah, bisa gawat kan.. "


" Ya jangan sampai tau dong, soal itu nanti kita fikirkan, di coba aja dulu, aku yakin pria itu pasti berfikiran luas. "


Mendengar ide dari sahabat nya, membuat hati flo sedikit lega, ya tidak ada salah nya di coba, batin nya.


" Kira kira calon tunangan kamu orang nya gimana ya,, ganteng apa jelek, " Clara memutar otak nya membayangkan calon tunangan sahabat nya itu, lalu berapa saat kemudian,,,,,,,,


" Astaga flo,,, ini gawat, benar benar gawattttt!!!?


" Apaan si, kamu jangan buat orang kaget dong, untung nggak jantungan, kalau sampai aku mati karena kaget, kamu bakal aku hantuin" Kesal nya.


" Hehhe sorry aku terlalu anstusias memikirkan nya. Aku lagi mikir,, jangan jangan, pria yang akan di tunangan sama kamu, jelek, gendut, tua, perut nya buncit,,, pendek, astaga, aku nggak bisa bayangin,,, "


Flo merinding membayangkan jika itu benar, astaga,, bisa struk di tempat aku, batin nya.


" Ihk Clara, bisa nggak jangan berlebihan, mana mungkin begitu, " kata flo dengan jengkel.


" Ya kan cuma nebak aja, soal nya kan kenapa dia mau ditunangkan dadakan begini, kan aneh juga"


" Benar si, masa iya dia mau diajak tunangan dalam jangka  dekat. tapi aku yakin papah gak mungkin setega itu. "


Mereka pun berpelukan saling menguatkan.

__ADS_1


__ADS_2