
pria yang dia lempar dengan botol turun dari mobil dan berjalan kearah nya dengan membawa botol tersebut.
ara yang ingin marah pun kini terdiam bagai patung.
" max " dia yakin ini adalah max. tidak ada yang berubah dengan wajah nya. rambut nya hitam kecoklatan dengan rahang persegi nya, membuatnya tampak menawan, dan setelah apik yang dia kenakan nyaris sempurna dengan bahunya yang berotot. mata coklat pucat dan wajah aristrokatnya hampir bisa di katakan sempurna seperti malaikat.
namun yang menarik perhatian ku adalah senyum sinis yang terlihat kejam di bibir nya.
pria itu berhenti tepat di hadapan ara. tidak di sangka kita bertemu kembali batin nya.
" apa kah anda yang yang melempar botol ini?
ara belom bergeming, tatapan nya masi melekat ke wajah max.
" apa kamu tuli, ?"
" ahk maaf, aku tidak sengaja, "
" tidak sengaja melempar ke kepala ku begitu maksud nya? "
" max, apa kamu tidak mengenal ku? " tanya ara
" aku tidak pernah merasa bertemu dengan mu, namun entah mengapa sekarang hari ku jadi sial karena bertemu dengan mu"
" max, apa kamu sama sekali tidak mengenal ku, atau apa kamu pernah bermimpi masuk ke dunia lain,
" apa yang kamu bicarakan, apa kamu kira ini dunia fantasi atau dongeng ? dengar ya, hari ini aku kan melepaskan mu tapi tidak lain kali. " ucap nya lalu berjalan masuk ke mobil nya.
asisten nya terkejut melihat tuan muda nya tidak berubah menjadi monster, biasa nya tuan muda nya tidak pandang orang dalam menghukum, apalagi wanita ini melakukan hal yang di luar dugaan. wanita ini seperti nya cocok bersama dengan tuan muda batin nya.
" nona, biaya kerusakan anda akan segera saya transfer tolong berikan barcode nona ujar nya.
__ADS_1
" tidak usah, saya masi mampu untuk membiayai kerusakan mobil ini. "
" nona yakin? "
" ya, aku pamit. " ujar nya berjalan kearah mobil nya.
" tuan muda, nona tidak menerima ganti rugi yang saya berikan? "
" biarkan saja, aku yang akan mengurus nya. " dia adalah artur axellio, pemilik perusahaan L A company.
ara tiba di perusahaan tempat dia akan melakukan pemotretan dengan produk yang akan di iklankan. setengah jam sudah berlalu, tapi belom berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan. mau tak mau, ara harus mengulang kembali, namun setelah di ulang berapa kali fotografer nya belom juga puas. hasil nya tetap sama mau berbagai pose sudah dia lakukan, namun fotografer nya selalu mengkritik tampilan nya. kurang bagus, bahkan alasan yang tidak masuk akan pun di buat untuk menjatuhkan nya.ara yang sudah kehilangan kesabaran pun marah,
" kamu sebenarnya niat mau fotoin aku atau cuma main main. dari tadi kamu selalu bilang salah. kamu tau aku siapa haa. aku model profesional, tidak pernah terjadi kesalahan sampai berulang kali, kamu mau main main dengan saya haaaa!!
" maaf mba ara, saya tidak berani, ini semua perintah dari bos pemilik perusahaan ini, dia belom puas dengan hasil nya. "
" antarkan aku keruangan bos mu itu, aku yang akan berbicara dengan nya. " kesal ara.
" mba ara tolong lah jangan mempersulit saya? "
sejujur nya fotografer nya juga bingung, sebagai senior yang berpengalaman, dia sudah bisa menilai kalau ara sangat bagus dan sempurna, tapi entah apa yang membuat pemilik perusahaan ini tidak menyukai semua foto foto nya. tapi apalah daya ku, perintah bos adalah sebuah keharusan.
" biarkan aku masuk, aku ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini " ujar ara kepada sekretaris yang berjaga di depan ruangan bos nya.
" maaf mba, tuan muda sedang ada tamu, tidak bisa di ganggu, terlebih mba belom membuat janji. " ucap sekretaris nya.
" aku tidak perduli, aku akan masuk " ara menerobos masuk ke dalam ruangan pemilik perusahaan itu.
" brakk... " ara tersentak ketika melihat seorang wanita seksi sedang berada di pangkuan seorang pria yang lagi bercumbu. " karena posisi pria membelakangi pintu, sehingga wajah nya tidak terlihat. melainkan wajah wanita itu yang terlihat jelas.
saat pintu terbuka, wanita itu bukan nya malu saat ketahuan malah memasang wajah santai. seperti nya hal ini sudah sering terjadi di sini. pikir nya. lain hal dengan pria itu yang langsung mendorong wanita itu dengan kasar kesamping. max seperti suami yang ketahuan berselingkuh, sehingga takut ara akan salah paham dengan nya.
__ADS_1
" kamu bisa pulang duluan, aku akan menelpon mu nanti, " ucap pria itu lembut kepada wanita itu.
" tapi sayang, aku baru saja datang, lalu gimana dengan makan siang kita,? "
" aku akan menggantikan nya nanti malam"
" baik lah. aku tunggu. "wanita itu akhir nya keluar, sebelum itu tidak lupa ia mencium bibir pria itu.
" sama hal dengan ara yang terkejut melihat pria itu adalah max, entah kenapa ada rasa sakit dalam hati nya saat melihat max bercumbu dengan wanita lain. namun ia segera menepis perasaan nya. max tidak mengenal nya. lagi pula max mencintai flo bukan ara. dia kembali ke tujuan awal nya datang.
" maaf mengganggu kesenangan bapak, Saya kesini karena ingin bertanya tentang hasil pemotretan. kenapa bapak tidak menyukai semua hasil foto itu?
" bukan kah sudah jelas? semua foto mu itu tidak ada bagus nya, seperti nya perusahaan ku salah meminta anda untuk menjadi bagian dari L. A company. " ucap nya dengan senyum tipis.
" saya sudah banyak melakukan kerja sama dengan perusahaan besar lain nya semua berjalan dengan lancar. "
" kalau begitu kenapa dengan perusahaan saya kamu tidak begitu profesional seperti ini, bahkan saya membayar anda mahal loh "
ara mengepalkan tangan nya, emosi nya meluap, ingin sekali dia menghajar pria yang ada di hadapan nya ini.
" bukan saya yang tidak profesional, tapi bapak yang mencampurkan urusan pribadi dengan kerjaan. kalau begini caranya, saya tidak akan melanjutkan kerja sama ini, batalkan saja kontrak nya. "
" apa kamu pikir bisa seenak nya saja membatalkan kontrak? "
" bukan kah bapak yang tidak puas dengan kinerja saya? balas ara tak kalah sengit.
" kamu tidak bisa membatalkan kontrak begitu saja? "
" aku tidak peduli, buang buang waktu saja " gerutunya sambil melangkah keluar.
" hey jika kamu membatalkan nya , kamu akan di kenakan denda dengan jumlah yang besar" ujar nya dengan seringai licik.
__ADS_1
" aku menunggu surat pembatalan nya" ujarnya santai lalu pergi tampa menghiraukan teriakan pria dari dalam.
di dalam mobil ara merasa sedih karena tidak ada yang mengenal nya. namun sejenak dia berfikir jika wajah nya yang sekarang berbeda dengan wajah nya yang dulu. pantas saja mereka tidak mengenalku. tapi apakah mereka akan percaya jika aku mengatakan yang sebenarnya, ahk sudahlah. lagian aku tidak tau apakah aku memang berpindah ke tubuh orang lain atau hanya mimpi yang kebetulan.