
Makan malam berjalan dengan lancar, tibalah makanan penutup.
" Sayang, ini makanan kesukaan kamu kan? tante sengaja pilih ini sebagai menu penutup buat kita. "
Ara menyerngitkan alis nya, 'sejak kapan dia tau makanan kesukaan ku? "
Velly mengerti kebingungan ara dengan cepat dia berkata " Ahk itu tante tau dari daddy kamu. "
" Oh " Jawab ara seadanya.
" Kak ara, luna dengar sebelum kak ara koma, kak ara bekerja sebagai model ya? kalau boleh luna tau kak ara di agensi mana.? "
" Hmmm.."
" Di tempat aku sepertinya masi membutuhkan model kak, kalau kakak mau nanti aku bantu ngomong sama atasan aku, aku yakin pasti kak ara bisa masuk"
' anak ini, apa dia gak pernah liat di media , siapa aku sebenarnya, apalagi dia bilang tadi, dia model? Harusnya dia tau siapa aku. '
Melihat kecanggungan diantara mereka, fernady langsung mencairkan suasana.
" Ara, gimana puding nya, kamu suka? "
" Iya dad, ara suka. "
" Kalau suka kamu bilang terimakasih dong sama tante velly, soalnya yang buatkan tante velly. pas tau kamu suka makanan ini, tante velly langsung bersedia buatin puding nya buat kamu. "
" Iya kak ara, kita kansebentar lagi jadi keluarga, jadi kedepannya kalau kak ara pengen di buatin lagi mama pasti mau, oh ya mama jagonya masak loh, pokoknya apa aja yang kak ara mau, pasti mama bisa buatin nya. " ujar luna antusias.
" Uhugh uhugh... " Ara terbatuk mendengar omong kosong luna.
' wanita ini benar benar tidak tau malu, siapa coba yang mau anggap dia jadi kelurga. '
"Pah, ara udah kenyang, ara mau duluan pergi ya, soalnya ada janji sama citra. "
Fernady tau ara sengaja menghindar, jadi dia mengiakan ara untuk pergi.
" Iya udah. kamu di antar sama abang fian aja. "
" Iya dek biar abang antar. "
" Gak usah, tempatnya gak jauh dari sini, aku naik taxi aja. "
" Yakin dek? "
" Iya bang. Ara jalan dulu ya? "
" Hati hati sayang" Ujar velly dengan senyum ramah.
" Maaf ya velly, sepertinya ara masi butuh waktu buat nerima ini semua. "
" Iya mas, gak apa apa, saya paham kok. jangan terlalu di paksain. Nanti aku akan sering main kerumah buat ketemu sama ara, biar lebih dekat. "
" Iya tante, yang sabar ya, nanti fian coba buat ngomong sama ara pelan pelan. "
" Iya nak sofian. terimakasih ya. "
" Mah om,saya juga pamit ya, masi ada kerjaan soalnya. " ujar joel sopan.
" Loh, kok buru buru sih, gak mau tinggal dulu buat ngobrol ngobrol? " kata fernady "
" Udalah mas, biarin aja, namanya juga anak muda. lagian juga acara makannya udah selesai. "
" Saya pamit om"
Ara berjalan keluar menunggu taxi yang lewat, tiba tiba suara seseorang menghentikan niatnya buat memanggil taxi.
__ADS_1
" Tunggu! "
Ara menoleh ke samping melihat pemilik suara.
" Kamu..! . "
" Yah, bisa bicara sebentar? "
" Hmm.. "
" Ikut aku "
Joel menarik tangan ara menuju parkiran motornya.
" Hey kenapa kaku membawa aku kesini? bukannya tadi kamu bilang mau bicara.? "
" Apa kamu mau bicara disini? Gak jauh dari sini ada taman. kita ngobrol disana. " Ujar joel datar sambil memberikan helm.
Ara pun dengan terpaksa setuju dan naik ke motor joel. namun karena motornya besar,buat ara kewalahan untuk naik. "
"Ckck, lelet banget si kamu, keong aja gak seperti kamu " Ujar joel kesal.
" Kenapa kamu nyalahin aku, salahin nih motor kamu kenapa besar. " Balas ara dengan jengkel.
" Kenapa malah nyalahin motor saya, makanya jadi orang jangan pendek "
" Apah..? Kamu ngatain aku pendek? mata mu ngeliat pake yang putih nya ya, gak bisa bedain mana pendek, sama tinggi? apa perlu aku balik tuh mata? "
" Kok malah ngegas sih? "
" Mang motor pake di gas?"
" Udah buruan naik. "
" Susah naik nya"
"Yehhhh, bilang donk dari tadi.. "
" Situ gak nanya"
Sepanjang perjalanan mereka tidak ada yang bersuara. namun ara merasa jika joel sengaja memperlambat laju motornya. yang harusnya bisa tiba di taman seppuluh menit, ini bisa jadi satu jam.
" Ini kenapa sih lelet gini jalannya, gak bisa lebih cepat lagi, pejalan kaki aja bisa dahulu ini kita, kamu sebenarnya bisa gak sih bawa motor? "
" Hee kura kura,, kalau aja kamu inisiatif buat pegangan, kita udah nyampe dari tadi. Kamu mau jatuh trus tinggal nama pulang ke kerumah ? "
" Kamu do'ain aku mati? "
" Lah trus apa namanya, dimana mana kalau naik motor ya pegangan. "
" Ihk bilang aja kamu itu mau modus. "
Joel yang mulai merasa jengah, dengan tiba tiba langsung menambah kecepatannya. Sontak membuat ara marah berteriak kepada Joel. Namun Joel tidak peduli, mau ngak mau, akhirnya ara pun berpegangan ke pinggang Joel.
merasa ada tangan yang menempel di pinggangnya, Joel pun terseyum tipis.
Lima menit, mereka pun tiba di taman. Ara yang hampir jantungan pun masi berasa kakinya bergetar.
" Kenapa, gak bisa turun lagi ? " Sindir Joel.
" Kalau kamu bawa motornya gak seperti kesetanan aku gak bakal gini? " Ujar ara sambil memukul kepala Joel sedikit kuat.
" Auh, kenapa di pukul sih,,?
" Ya makanya jangan galak"
__ADS_1
"Udah buruan turun. "
" tolong bukain helm nya donk, aku bisa buka helm nya. "
" Dasar manja. Mentang mentang orang kaya,buka helm aja gak bisa. untung nya kaya, kalau orang kere, bisa di ketawain orang buka helm gak bisa. "
" Udah buruan, bawel banget sih"
Joel pun dengan terpaksa membuka helm nya. pandangan mata mereka saling bertemu, untuk sesaat mereka masih saling menatap, sampai seorang anak kecil yang berlarian disekitaran taman tidak sengaja menambarak mereka sehingga membuat kesadaran mereka pulih.
" Hmmm, lain kali belajar buka sendiri biar gak repotin orang " Ujar Joel.
Ara tidak merespon, dia memilih untuk duduk di bangku taman tersebut.
" Sebenarnya apa yang mau kami bicarakan? "
Joel mendekat dan duduk di sebelahnya.
" Aku tidak setuju soal hubungan papah kamu dan mamah aku ""
" Kenapa kamu katakan itu sama aku? "
" Karena aku tau, kamu juga tidak setuju "
" Apa alasan kamu gak setuju? "
" Hah, apa masi perlu alasan? "
" Ya, menurutku perlu? "
Di sebuah mansion mewah , seorang pria mabuk meracau memanggil nama tunangannya.
" Flo, kembali sayang, jangan tinggalkan aku" dia adalah max.
Seorang wanita dengan lembut meraba dada bidang max, namun dengan cepat max menepis tangan wanita itu dan mendorongnya kuat sehingga tubuhnya terhempas cukup keras.
" Jangan coba coba sentuh aku " Ujar max dengan marah.
" Flo.. Flo dan flo terus yang ada di pikiran kamu, mau sampai kapan kamu kek gini max, sadar, flo udah gak ada, flo udah meninggal!! "
"Tutup mulut mu, flo ku belom meninggal, dia hanya marah dan pergi sementara. Aku Yakin dia akan kembali. "
Wanita itu bangkit dan mendekat kearah max,
" Max, mau sampai kapan kamu mikirin orang yang udah jelas jelas gak ada" dia meraba kembali dada seksi milik max , memberikan sentuhan lembut agar max terpancing. Kemudian dia berkata.
" Max, berhenti memikirkan dia. Kamu tau kan, kalau aku sangat mencintai kamu, aku yang ada di samping kamu saat kamu terpuruk. Aku bahkan rela lakuin apa aja buat kamu, tolong buka hati kamu sedikit buat aku? " Dia mulai melepaskan kancing kemeja milik max, dua buah kancing kemejanua berhasil di buka oleh wanita itu, hingga kancing berikutnya, tangannya di pelintir dan dia mencekik leher wanita itu. "
" Aku sudah peringkan untuk tidak menyentuh ku. Kamu pikir aku tidak tau niat kamu selama ini haaa.. kamu hanya wanita licik mengatas namakan sahabat untuk menipu flo dan erlangga. Clara, jangan kira aku gak tau selama ini apa yang kamu lakukan, aku masi menghargai mu karena mengingat flo sangat peduli sama kamu, namun jaga batasan mu. "
" Max, lepaskan aku, kamu jangan munafik, apa bedanya akun dan kamu? Bukankah kamu juga dulu mendekati flo buat balas dendam? Kamu jangan lupa, flo meninggal juga karena kamu, kalau flo tidak mendengar pembicaraan kamu untuk membakar penjara, dia gak akan kesana, meski bukan kamu yang membakar, tapi secara tidak langsung kamu yang mendorong flo untuk mati. Aku juga tau selama ini kamu asyik gota ganti perempuan, max aku juga bisa puasin kamu, bahkan aku masuk wanita perawan, kamu akan puas bersama ku. "
Cengkraman tangan max ke leher Clara semakin keras.
" Jangan samakan aku dengan dirimu, kamu tidak pantas, meski aku memiliki banyak perempuan, mereka lebih pantas daripada kamu. "
" Jack!!! "
Jack yang di panggil pun langsung masuk ke kamar itu.
" Seret wanita ini keluar, jangan pernah ijinkan lagi dia masuk kerumah ini. "
" Baik tuan. Mari nona, mau saya seret atau nona keluar sendiri?
" Tidak perlu, aku akan pergi sendiri. Max lihat saja, aku tidak akan berhenti sampai disini. "
__ADS_1
Max memang suka bermain main dengan wanita, bahkan sering membawanya keluar masuk kamar hotel. Namun tidak ada yang tau jika max sama sekali tidak pernah menyentuh semua wanita itu, mereka hanya menemani max untuk minum dan mengobrol, namun max tidak punya niat sedikitpun untuk mengklrarifikasi kepada public. Semua orang tau jika max adalah pengusaha kaya, yang memiliki kuasa yang besar. Jadi wajar saja jika max memiliki banyak wanita. begitu lah pemikiran semua orang terhadapnya. Itu hal yang lumrah bagi sebagian orang.