Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
35


__ADS_3

Evan yang frustasi dengan scandal nya bella, memilih untuk menenangkan dirinya di  sebuah club . kondisi nya sudah mabuk berat. bella yang mendapat informasi jika evan berada di clup ,membuat bella menyusul nya.


Melihat evan yang sudah mabuk berat membuat seringai di bibir bellabella muncul. Bella datang mendekat dan memapah evan untuk berdiri.


" Evan, apa yang kamu lakukan disini, kamu sudah sangat mabuk. "


" Lepaskan aku. jangan sentuh akun dengan tangan kotor mu, apa kurangnya aku buat kamu. semua sudah ku korbankan untuk mu, sampai aku melawan orang tua ku. " Ucap evan dengan suara yang tidak terlalu jelas.


" Evan kamu sudah mabuk aku akan membawamu pulang. " Evan yang sudah tak berdaya hanya bisa meracau tidak jelas.


Bella pun berhasil membawa evan ke sebuah kamar hotel.


" Kita akan melihat keterkejutan di matamu besok pagi. " Ujar Bella.


Rumah sakit.


" sayang kamu sudah lelah nungguin papah disini seharian. Sebaiknya kamu pulang istirahat dirumah. biar papah di jaga oleh suster saja.. " ucap erlangga.


" Flo bisa istirahat disini pah. Flo gak mau pulang. "


" Iya sudah. kamu juga harus jaga kesehatan. jangan sampai ikut sakit. "


" Iya pah. tenang saja."


" Flo, bagaimana hubungan mu dengan max? "


" Baik baik saja pah. Seperti yang papah lihat."


" Apa kamu yakin dengan max? "


" pah, sebenarnya ada apa sih. kalau ada yang mau papah bilang, langsung saja. kenapa harus bertele tele gitu. " kata flo dengan manja.


" Papah hanya merasa sudah tua, mungkin sudah saatnya papah menimang cucu . "


Flo yang minum pun reflek menyemburkan minuman yang hampir di telan nya.


" Pah, flo masi muda. belom kepikiran buat kesana. "

__ADS_1


"Umur papah sudah gak muda flo. Papah ingin kamu segera menikah dengan max. "


" Pah sebaiknya kita jangan membahas ini. lebih baik papah sekarang istirahat. Flo akan kebawah dulu beli makan. "


ketika sudah keluar dari ruangan erlangga, flo kaget melihat ada sekitar lima orang yang berjaga di depan kamar erlangga.


" Maaf kalian siapa ya, kenapa berjaga di depan kamar papah saya?"


" Maaf nona, kami disuruh oleh tuan max untuk berjaga jaga di sekitar kamar  nona. " Ucap salah satu penjaga itu.


Flo merasa heran dengan perlakuan max, buat apa di jaga. tapi kenapa aku gak di kasih tau. kemudian flo melihat hp nya dan ternyata hp nya mati. "sudahlah, nanti akan ku tanyakan kalau dia sudah datang". gumam nya dengan pelan.


Selepas flo keluar, seorang dokter masuk kedalam.karena seragam dokter yang di kenakan nya, membuat penjaga itu tidak curiga. pintu kamar erlangga di buka dengan pelan. Ronal yang merasa ada pergerakan langsung membuka mata, namun saat mata nya terbuka, sebuah pistol sudah berada di kepala nya yang di kendalikan oleh pria yang mengenakan masker.


" Siapa kamu, apa yang ingin kamu lakukan? "


" Haha, bagaimana kabar nya pak ronal erlangga, seperti nya sudah cukup untuk anda hidup bersenang senang selama ini, sekarang sudah saat nya kamu kembali bertemu dengan istri mu"


" Siapa kamu sebenarnya, ? " Tanya erlangga.


"  Apakah orang yang telah anda bunuh sebegitu banyak nya. sehingga kamu tidak tau siapa dari mereka yang akan membalas dendam kepadamu?"


" Dua puluh tahun yang lalu,anda membunuh seorang pria yang memiliki istri dan anak. bahkan di depan istri dan anak nya anda melakukan hal keji tampa memikirkan perasaan istri dan anak nya. . apakah tuan erlangga sudah mengingat nya? Ujar nya dengan aura dingin."


"Kamu anak dari pasangan renata dan Wijaya? "


" Apa sekarang anda sudah mengingat nya..? Anda dengan kejam membunuh ayah saya, dan juga ibu ku. "


" Rizal, jadi selama ini kamu menjadi dosen hanya  untuk mendekati keluarga ku lalu balas dendam ? "


" Anda cukup pintar menilai nya. Pak ronal erlangga"


" Asal kamu tau, ayah kamu telah menipu perusahaan ku. Dia membuat perusahaan ku di ambang kehancuran, "


" Jadi apakah perbuatan nya harus di balas dengan kematian" Ucap rizal marah.


" Aku tidak ada niat membunuh nya, dia yang lebih memilih untuk mati. "

__ADS_1


" Omong kosong aku tidak percaya"


" Percaya atau tidak, itulah kebenaran nya. Saat itu aku ingin mencobloskan  dia ke penjara, dan ganti rugi semua kerugian yang dia lakukan dengan menyita semua harta ayah mu, termasuk rumah dan aset ayah mu. Namun ayah mu tidak mau hidup miskin sehingga dia lebih memilih untuk mengakhiri hidup nya. "


" Ayah ku sudah cukup berjasa banyak di perusahaan itu, tidak kah bisa anda mengampuni nya? apa anda tau setelah mendengar ayah saya meninggal, ibu saya juga memilih untuk mengahiri hidup nya. Aku masi sangat kecil, masi membutuhkan kedua orang tua ku, apa kah anda tau bagaimana saya bertahan hidup, anak usia 5 tahun sudah harus menghidupi diri sendiri. Tidur di jalanan, berebut makanan dengan anak ajalanan yang lain.hari ini jika anda tidak meninggal kedua orang tua ku tidak akan tenang disana."


" Aku memang bersalah tidak mengetahui keadaan mu waktu itu, kamu boleh dendam terhadapku tapi tolong jangan sakiti putri ku. dia tidak ada sangkut paut nya dengan ini. "


" Justru aku akan membuat flo merasakan penderitaan yang aku alami.  hari ini tergantung dengan keberuntungan mu, jika kamu tidak mati makan aku yang mati. "


Mereka pun saling menyerang, tampa suara, erlangga memang bisa bela diri namun dengan kondisi nya seperti ini tidak akan mungkin bisa bertahan. Hingga pada akhir nya erlangga berhasil di lumpuhkan oleh rizal.  Dorr...suara tembakan itu membuat para penjaga itu bergegas masuk.


Ketiga para penjaga masuk, erlangga sudah terjatuh dari tempat tidur , sementara rizal berhasil lolos lewat jendela rumah sakit.


disisi lain,flo yang sudah selesai dengan makan nya bertemu dengan max di pintu masuk.


" Sayang, kamu habis makan ya. Maaf ya aku terlambat datang nya. "


" Iya gak apa apa. Hp aku batre nya habis, kamu pasti nelpon ya? "


" Iya. tadi nya aku mau ngasi tau soal penjaga yang aku tugaskan berjaga di luar ruangan papah. "


" Untuk apa sih kamu sampai bawa penjaga segala. "


" Hanya untuk jaga jaga sayang. sudalah lebih baik sekarang aku antar kamu pulang ya, kamu tinggal di apartemen ku aja sementara."


Mendengar dari anak buah nya jika erlangga diserang dirumah sakit, membuat max tidak nyaman jika membiarkan flo dirumah nya.


" Untuk apa aku tinggal di tempat kamu? lagian juga aku gak mau pulang, aku mau jagain papah disini. "


" Sayang, kamu pasti lelah kan, lagi pula disini sudah ada anak buahku yang berjaga. kamu tidak usah kuatir ya. "


" Max, sebenarnya apa yang terjadi. Aku tau kecelakaan yang di alami papah bukan karena di begal. tapi karena di serang oleh musuh papah kan? "


Max memang tidak bisa menyembunyikan ini dari flo. cepat atau lambat flo pasti akan tau.


" Soal ini, nanti aku akan menjelaskan nya. Sekarang aku antar kamu pulang ya. ada Clara yang nemenin kamu di apartemen ku. sayang, aku hanya bisa tenang jika kamu tinggal di tempat ku. " Ujar max sambil memegang kedua tangan nya.

__ADS_1


" Iya sudah kalau gitu. tapi janji ya, aku mau mendengar semua nya dari kamu nanti. "


" Sesuai yang di inginkan tuan putri. " Ujar max tersenyum.


__ADS_2