Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
menyesal


__ADS_3

" Nyawa di bayar dengan nyawa, DOR.. "


Saat tembakan akan di layangkan, Clara sudah pasrah dengan hidupnya, dia menutup mata menunggu peluru itu menusuk kepalanya, namun detik berikut nya, clara tidak merasakan apa apa, suara tembakan sudah terdengar tapi Clara sama sekali tidak merasa sakit, Clara membuka mata betapa shock nya dia saat melihat yang tertembak bukan dia melainkan sahabat nya flo,.


" Flo, kenapa lo lakuin ini, tolong, siapa pun tolong, " Clara menangis histeris sambil meletakkan tubuh Clara di pahanya,.


Begitu juga dengan Dodo,saat tau kalau yang dia tembak adalah flo, seketika itu juga Dodo menegang di tempat, pistol yang dia pegang terjatuh dari tangan nya, Dodo tidak menyangka kalau flo mengorbankan nyawanya demi sahabat nya, meskipun sebenarnya flo lah penyebab dari semua ini , flo lah yang menyuruh Clara untuk ikut membully nya, namun karena perubahan flo, Dodo menjadi menyukai flo, dan perlahan menghilangkan dendam nya, tapi tidak dengan Clara, Dodo tidak menyukai Clara, sehingga Dodo berniat hanya akan menyingkirkan Clara sahabat flo.


" Flo " lirih Dodo, dodo ambruk tertunduk dengan tatapan yang kosong,.


" Brakk" Pintu terbuka lebar, rizal segera berlari saat mendengar suara tembakan, dia melihat flo yang sudah sekarat, rizal dengan buas nya langsung memberikan pukulan maut nya kepada dodo, dodo yang menerima pukulan pun hanya diam tampa perlawanan, dunia nya seketika runtuh saat wanita yang dicintai nya terluka akibat nya.


Clara yang melihat rizal memukuli dodo, berteriak,


" Pak hentikan, bapak bisa menghabisinya tapi nanti, flo sedang kritis, mukanya sudah pucat, ayok bantu bawa kerumah sakit, teriak Clara sambil menangis,


Rizal mengangkat flo ke dalam pelukan nya untuk segera membawa kerumah sakit, namun saat akan melewati dodo, flo membuka mata dan melirik ke pada dodo yang terdunduk lemas di lantai,


" Dodo, dendam mu sudah terbalas, aku mohon jangan ganggu orang terdekat ku, " Ucap flo dengan suara terbata bata, dan langsung menutup matanya,


" Maafin gue flo" Lirih nya dengan suara pelan,


Setelah kepergian flo yang di bawa rizal, tak lama terdengar suara sirena polisi, yang datang untuk menangkap dodo,


Rumah sakit


Clara yang masi terpukul dengan. Kejadian tersebut, masi terlihat shock dan kuatir, dia nggak menyangka kalau sahabat nya ini melindunginya dari tembakan itu, masi sangat jelas dalam fikiran nya saat flo menghadang peluru yang seharusnya tertuju kepadanya, gue berjanji, sekarang dan di masa depan, tidak peduli badai, angin topan. Apapun, aku akan selalu mendukung mu, batin nya.


" Clara, bagaimana keadaan flo, semua baik baik saja kan" Ucap ronal kuatir.


" Belom tau om, dokter masi belum keluar dari ruang operasi, flo pasti baik baik saja kan om,? dia wanita yang kuat, "


Melihat Clara yang kelihatan tertekan, ronal mencoba menenangkan nya, padahal ronal sendiri pun sama cemas nya, hanya saja ronal harus terlihat kuat di depan sahabat anak nya ini,


" Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bisa begini" Tanya ronal .


Clara pun menceritakan semua kejadian yang dia ketahui.


" Om maafin gue ya, gue yang buat flo jadi begini, andai flo nggak lindungin gue mungkin dia nggak akan ada disini sekarang. " Lirih Clara dengan rasa bersalah.


Ronal menghembuskan napas nya kasar , " Sudahlah tidak ada gunanya merasa bersalah, justru mungkin dia yang akan merasa bersalah jika dia nggak bisa lindungi kamu, sebaiknya kita doakan semua nya baik baik.


Di laen tempat, rafael baru terbangun dari tidurnya, dia menatap perpus sudah sepi, lalu beralih ke arah jam tangan nya,


" Sial gue ketiduran, gue udah janji buat ngantar flo pulang, ahhhh siall, "


Rafael langsung menghubungi nomor kekasihnya itu, namun hanya suara operator yang menjawab.


Rafael segera beranjak dari perpus menuju tempat parkir, saat ini tujuan nya adalah rumah kekasih nya. Dia yakin kalau kekasihnya sudah pulang duluan, namun ternyata flo tidak ada dirumah.


" Kemana ya dia, apa dia marah karena aku nggak antar dia pulang, " Desis nya,

__ADS_1


Saaat Rafael memasuki mobil nya, HP nya berdering,


" Halo om,"


" Kamu lagi dimana, cepat ke rumah sakit, flo ada disini, "


" Flo kenapa om "


" Datang saja dulu nanti di jelaskan. " Kata ronal menutup panggilan nya.


20 menit Rafael tiba di rumah sakit, dia langsung menuju ke lantai atas tempat


ronal berada.


" Om " Sapa ronal sambil menjalin tangan calon mertuanya.


" Flo mengalami musibah, dia terkena tembabakan , kondisinya kritis, sudah 4 jam tapi dokter belom keluar dari dalam"


" Apah? !!! Apa yang terjadi om, kok bisa flo mengalami ini, " Ucap Rafael penasaran bercampur kuatir.


" Lo tau dodo kan teman gue sama flo, " Kata Clara,


" Iya kenapa dengan dia" Ucap Rafael penasaran,


" Dia pelakunya, dia nggak Terima kalau flo dan gue dulu sering ngebully dia, dulu kami sempat mengunci dodo di toilet satu malam, pagi nya dia mendapat kabar kalau nyokap nya meninggal. Dan itu gara gara kami, dia nggak bisa menolong nyokap nya. Itu lah yang membuat dia jadi dendam sama kami, " Kata Clara panjang lebar.


" Kurang ajar, dimana dia sekarang " Ucap Rafael dengan emosi,


" Pak rizal, kenapa bisa ada dia? " Ucap Rafael curiga.


" Ckckck nggak usah pasang wajah curiga gitu, lo dimana saat flo butuh bantuan, nggak ada kan, lo dimana saat kelas sudah berakhir, bukan nya lo janjian sama flo,?


" Iya, gue minta maaf, gue ketiduran di perpus " Ucap nya pelan,


Lampu ruang operasi sudah mati, yang menandakan, operasi telah selesai.


Perlahan pintu terbuka menampilkan dokter yang berpakaian lengkap khas baju untuk operasi. Ronal langsung mendekat kepada dokternya yang diikuti oleh Clara dan Rafael.


" Dokter gimana keadaan putri saya " Tanya ronal kuatir,


" Iya dok gimana keadaan sahabat saya, semua nya baik baik saja kan dok, " Cecar Clara panik.


" Semua tenang dulu pak, jangan panik, keadaan pasien sudah stabil, beruntung peluru nya tidak mengenai jantung, kalau saja sedikit meleset nyawa pasien tidak dapat tertolong,


Mendengar itu, wajah mereka pucat pasi, biarpun tidak mengenai jantung nya tapi saat mendengar bahwa hampir meninggal tetap saja mereka ketakutan,


Rafael mengeraskan rahang nya dan tatapan nya berubah menjadi suram, akan ku pastikan pelakunya mendapat hukuman yang setimpal batin Rafael..


" Dokter, apa bisa kami jenguk, " Ucap Rafael,


" Yah tentu bisa, tapi setelah di pindahkan ke ruang rawat ya ,

__ADS_1


" kira kira kapan sadar nya dok sahabat saya"


" 2 jam dari sekarang pasien akan sadar, nanti kalau sudah sadar, sebaiknya pasien di biarkan banyak istirahat, biar pemulihannya lebih efektif.


di ruang rawat mereka bertiga, menatap sendu wanita kesayangan mereka yang terbaring lemas,


" om sebaiknya om pulang saja, biar Clara yang jaga disini om, om pasti masi banyak urusan kan, nanti Clara kabarin perkembangan flo,


" iya om, om pulang saja, biar kami yang jaga disini.


" baiklah, om pulang dulu. nanti malam om. akan kesini lagi.


" iya om"


selepas ronal pergi, Clara juga menyuruh Rafael pulang untuk istirahat, biar nanti malam Rafael bisa nemenin om ronal berjaga disini.


4 jam sudah berlalu, flo akhirnya membuka mata,


" ughh "


" flo, lo udah bangun, syukur deh, gue kuatir banget sama lo. lo ngapain si jadi tameng buat gue, gimana kalau lo nggak selamat, gue akan bersalah seumur hidup gue. lo sengaja ya, biar gue nggak jadi ibu tiri lo, " cecar Clara kesel.


" basi deh, keadaan gini lo masi bisa mikirin buat jadi ibu tiri gue, " mendadak flo jadi sedih.


" lo kenapa jadi sedih gitu, "


" gue nggak nyangka dodo bisa ngelakuin ini, gue nggak nyangka, perbuatan gue di masa lalu jadi berakibat gini sekarang. "


" lo jangan nyalahin diri lo sendiri, gue juga ikut andil di dalam, gue cuma nggak nyangka aja kalau cara si dodo itu bakal seperti ini, pokok nya kedepan nya kita harus jauh jauh dari dia, bahaya, dia itu psikopat " ucap Clara bergidik ngeri mengingat tempat kejadian itu.


" trus dia dimana sekarang, biar gimana pun kita harus minta maaf sama dia, "


" buat apa flo, misi balas dendam nya sudah selesai, kita jangan berurusan lagi sama dia, ngeri tau, "


" terus dia dimana sekarang? " ulang flo


" dia di kantor polisi, pak rizal yang bawa.


teringat dosen nya itu, flo buru buru menanyakan keadaan nya, karena kemaren dosen nya itu pasti ikut berantem dengan anak buat dodo.


" gimana keadaan pak rizal, dia nggak apa apa kan?


" dia nggak apa apa, cuma belom datang kesini sejak loh di bawa kesini, mungkin dia ada urusan kali ya, "


" terus papah aku gimana, udah tau? "


" iya, uda tau, gue udah suruh pulang, Rafael juga ada disini tadi, udah gue suruh pulang juga, biar nanti malam. ada teman om ronal buat jagain lo,


" hmm, makasih ya, lo emang teman gue yang paling baik. "


" calon nyonya erlangga, ingat itu baik baik, ucap nya bangga.

__ADS_1


*******


__ADS_2