Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
66


__ADS_3

Susana hati ara sedang buruk akibat perseteruan nya dengan marcel dan max.


" Mengapa semuanya jadi begini, ini semua gara gara max, kalau dia tidak datang mungkin aku nggak akan telat buat pergi sama marcel. Tapi paket apa ya yang di kirimnya ke kantor? Kenapa dia sampai semarah itu. "


Tak mau pusing, ara pun berencana untuk menghubungi sahabatnya. Namun sebelum ia berhasil menghuhungi nya, ketukan pintu mengaklihkan fokusnya.


"  Ara, abang boleh masuk? "


Meski kurang  suka, ara tetap mengijinkan sofian untuk masuk.


" Masuk asaja. "


" Kamu belom tidur? "


" Bentar lagi , apa ada yang mau abang ngomongin? "


" Hmmm, tadi daddy cerita soal kedatangan max  walker, sejak kapan kamu mengenalnya? kenapa  abang nggak pernah tau kalau kamu kenal sama dia? Bahkan dia mengaku hubungan kalian sangat dekat. "


'Duh nggak mungkin kan aku bilang  kalau aku kenal max udah lama, bahkan sempat mau nikah'


" Ara? Kenapa diam? Sejak kapan kamu  mengenalnya? "


" Aku pernah jadi ambasador  di perusahaannya, pernah berapa kali bertemu di kantor. "


Sofian memperhatikan ara dengan pandangan penuh selidik.


" Ara, dengarkan abang. Jauhi pria itu, jangan sampai kamu berhubungan lagi dengannya."ujar sosial dengan lantang.


" Ada apa denganmu, kenpa tiba tiba menjadi peduli padaku? Bukankah belakangan ini kamu lebih fokus kepada adik kesayanganmu itu? Enyalah, aku ingin istirahat. "


" Ara, terserah kamu mau bilang apa, pria itu  bukan orang sembarangan. , dia orang yang sangat berbahaya. Jadi di masa depan kamu harus menjauhinya. "


" Ya, sekarang keluarlah, aku ingin tidur. "


Setelah sofian keluar, ara langsung merebahkan dirinya de ranjang. Niat untuk menghubungi sahabatnya citra sudah hilang.


Keesokan harinya, ara bergegas untuk ke kantor., dia ingin memastikan tentang paket yang di berikan marcel kepadanya.


" Pagi nona ara. "


" Pagi, bian apa kemarin ada  paket untuk saya? "


" Iya nona, sudah saya letakkan di atas meja . Nona bisa melihatnya. "


" Ok, kamu lanjut saja pekerjaan mu. Aku akan masuk dulu. "


Setiba diruangannya, mata ara langsung mengarah kepada paket yang berada di atas mejanya. lalu dia membukanya,sebuah gaun bewarna silver . Sangat indah. pantas saja dia sangat kecewa , ternyata dia sudah menyiapkan nya dengan sangat baik.


" Baiklah. Jam makan siang ,aku akan ke kantor nya memakai gaun ini, aku yakin dia pasti akan terkejut. semoga setelah ini kemarahannya akan meredah. "


Disisi lain max sedang berada di markas bersa dengan Jack dan anak buah nya yang lain.


" Tuan, ada masalah dengan  pengiriman barang yang kita pesan. " Kata Jack dengan serius.

__ADS_1


"   Bukankah hal seperti itu sering terjadi?  Apakah aku perlu turun tangan untuk itu?  "


"Tuan Ada  sekelompok mafia yang mencegah pesanan kita tiba disini .mereka berhasil merampok semua barang kita tampa meninggalkan jejak. Bahkan semua pasukan kita yang mengawasi masuknya barang, tewas di bunuh. "


" Kalau begitu segera cari tau siapa pelakunya, aku yakin dia bukan orang sembarangan, semua klan tau siapa aku dan sekuat apa kekuatanku .tidak ada yang berani melanwaku, jika pun ada, berarti orang ini cukup kuat. "


" Tuan, anak buah kita menemukan ini di tempat kejadian. " Jack memberikan sebuah sapu tangan dengan lambang buka mawar hitam.


" Tuan sepertinya mereka sengaja meninggalkan ini untuk kita. Aku akan segera mencari tau nya. "


Ara kini sudah siap dengan mengenakan gaun silver yang di berikan marcel kepadanya. Dengan sedikit polesan makeup, kini wajahnya benar benar sangat  cantik.


Tak butuh waktu lama untuk dia tiba di perusahaan milik marcel. Beberapa karyawan sudah sering melihatnya bersama dengan atasan mereka. Jadi mereka pun bersikap ramah kepadanya.


Ara segera menaiki lift menuju ruangan marcel. Ruangannya berada di lantai paling atas. Tapi karena dia menaiki lift khusus untuk pejabat penting, dia tudak menunggu lama untuk tiba di depan ruangan nya.


Sekretaris yang tidak jauh dari ruangan marcel itu pun menyambutnya dengan ramah.


" Selamat siang nona "


" Ya siang, apakah marcel ada di dalam? "


Sekretatisnya telihat agak ragu untuk mengatakannya, namun karena tidak ada perintah dari atasannya untuk tidak mengganggunya.sektetarisnya pun menjawabnya.


"Tuan ada di dalam, sebentar saya akan memberitahunya terlebih dahulu. . "


" Tidak perlu, aku justru ingin memberi kejutannya umtuknya. Aku akan masuk sendiri. " Dengan sedikit gugup ara pun membuka pintu tampa mengetoknya.


" Ara, kenapa tidak bilang kalau kamu mau datang? dan ini gaun ini " Marcel menunjuk kearah gaun yang dikenakannya.


" Aku minta maaf karena sebelumnya tidak mengabarimu,aku kesini ingin meminta maaf sama kamu soal kemaren. Dan gaun ini, sangat cantik. Aku menyukainya. "


" Sayang, siapa wanita ini, kenapa kamu tidak mengenalkannya dengan ku. " Wanita itu pun mendekat kearah marcel dan ara, kemudian dia berkata.


" Halo, perkenalkan aku jesline, kekasih nya marcel. " Ujarnya menjulurkan tangannya.


" Ara. Aku ara, temannya marcel. Kalau begitu aku tidak menganggu kalian lagi, aku permisi. "


" Ara tunggu, jangan pergi dulu. " Namun sepertinya ara tidak mendengarnya atau memang sengaja perpura pura tidak mendengarnya. Entahlah, pikirannya sekarang sedang kacau.


" Apa yang kamu lakukan? dia bisa salah paham  dengan kita? " Ujar marcel prustasi.


" Apa yang kakak khawatirkan? Bukankah itu bagus? "Ujar jesline tidak peduli.


" Apa maksudmu? "


"Kakak, bukankah itu wanita yang kakak cintai itu, ? "


" Iya, dialah orangnya. "


" Apa kakak tidak lihat tadi, kalau wajah nya cemburu melihat kita? "


" Cemburu? Benarkah? " Ujar marcel dengan gembira.

__ADS_1


" Harusnya kakak berterimakasih kepadaku, kalau aku tidak datang hari ini, mungkin kakak tidak akan tau jika dia juga menyukai kakak. "


" Apa kamu yakin dia benaran cemburu? "


" Apakah kakak meragukan kemampuanku? Kakak aku ini wanita, jadi sangat tau menilai ekspresi seorang wanita. "


" Lalu apa yang harus aku lakukan? Dia sedang salah paham sekarang? "


" Ya temui dia lah, jelaskan kepadanya.Apakah aku harus ikut campur juga dengan masalah percintaan kakak? "


" Bukankah kamu sudah ikut campur barusan? "  Ujar marcel menyentil kening jesline. jesline adalah adik bungsunya yang baru pulang dari Amerika   setelah selesai menempuh pendidikan .


Kembali kepada ara yang kini memilih untuk duduk di taman. Entah apa yang di rasakan saat ini benar benar memporak porandakan hatinya.


" Ada apa dengan ku, kenapa rasanya aku sedih melihat marcel dengan wanita lain? Apakah aku cemburu? tidak mungkin, aku mungkin hanya kecewa saja karena dia berbohong kepadaku, bukankah dia mengatakan jika dia sayang sama ku, ? Lalu kenapa bisa disaat yang sama dia juga memiliki kekasih? dasar semua pria sama saja, suka mempermainkan perasaan. "


" Ternyata kamu disini? Aku suda menduganya kalau kamu pasti kesini. "


" Kenapa kamu kesini? Bukankah kamu lagi makan siang dengan kekasih kamu? "


Marcel terseyum tipis sambil mengacak acak rambut ara.


" Bagaimana mungkin aku memiliki kekasih sementara wanita yang aku cintai sampai sekarang belom menerimaku? "


" Apakah  sekarang kamu tidak mengakui wanita itu kekasihmu?  Hah, "


" Apa kamu percaya dia kekasihku? "


" Jika bukan, lalu apa? Apakah kamu akan mengatakan nya jika itu saudara mu? "


" Memang saudara. "


" sudahlah, aku juga ngak perduli, syukurlah jika kamu sudah memiliki kekasih, jadi tidak perlu menunggu ku lagi. Dengan begitu aku tenang. "


" Dasar bodoh,mana mungkin aku berpacaran dengan adik ku sendiri. Ara, dengarkan aku, dia itu adik perempuan ku yang paling kecil, selama ini dia tinggal di Amerika, dia sengaja berkata seperti tadi cuma untuk ngerjain kamu saja. "


Marcel kemudian berlutut di depan ara. Sambil membuka kotak cincin yang dia sudah siapkan lama.


" Ara, dikehidupan sebelumnya, aku pernah mengecewakan seorang perempuan. Aku telat menyadari perasaan ku kepadanya. hingga dia meninggalkanku selamanya, aku tetap belom sempat menyatakan perasaanku kepadanya. Tapi hari ini, aku tidak akan melakukan hal yang sama lagi, aku tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya. Arabella, apakah kamu bersedia bertunangan dengan ku? "


Ara tentu saja sangat shock melihat Marcel yang mendadak melamarnya disaat seperti ini, meski dia tahu hal ini pasti akan terjadi, namun dia tidak menyangka jika akan secepat ini. Terlebih dia belom tau tentang perasaan nya  kepada marcerl. Dia tidak mau  salah mengambil keputusan. Dia harus terlebih dahulu meyakinkan perasaan nya.


" Marcel aku.... Aku... "


" Tidak apa apa, aku tau mungkin ini terlalu mendadak buat mu, aku tidak akan memaksanya sekarang. Namun aku berharap kamu menerima cincin ini, jika suatu saat kamu sudah yakin, kamu boleh memasang cincin ini dijari manis kamu. Aku akan menunggu sampai saat itu tiba. "


" Apa kamu yakin? " Tanya ara memastikan.


" Sangat yakin. "


"


"

__ADS_1


__ADS_2