Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
kejutan yang bertubi tubi


__ADS_3

seminggu sudah berlalu, kini keadaan ara juga sudah pulih sepenuhnya. pagi ini mereka bertiga berkumpul di meja makan untuk sarapan. fernady dan sofian saling melirik, ingin mengatakan sesuatu namun lidah nya serasa tercekat. ara yang menyadari tingkah aneh mereka pun memulai pembicaraan.


" ada apa dengan kalian? apa ada sesuatu yang ingin dedy sama abg katakan? "


" ahk, kamu menyadari nya rupanya" kata abg nya.


" jadi ? " tanya ara.


" princess,,, hmmm, begini, dedy berencana ingin mengajak kamu, abg, makan malam. bersama dengan tante bianca sekaligus memperkenalkan anak tante bianca sama kamu, apa princes mau? tanya sang dedy dengan lembut.


ara diam sejenak, berpikir tentang ajakan dedy nya, ara sebenarnya malas untuk ikut, ara sudah bisa menebak tujuan pertemuan ini, namun ara penasaran tentang anak tante bianca itu, sehingga ara pun setuju.


" baiklah ara akan ikut, tapi jangan harap ara akan mengubah keputusan yang ara buat. " jawab nya dengan tegas.


" ara kamu jangan begitu dek, setidak nya kasih kesempatan buat tante bianca dan putri nya membangun kedekatan dengan kamu dulu. adek belom begitu mengenal mereka. abg yakin kok, kalau ara udah dekat dengan mereka, pasti ara akan setuju seperti abg. percayalah. " tutur sofian memberikan pengertian.


" sofian, udah jangan di. paksa adek nya, biarkan saja dulu nanti mereka bertemu, dedy yakin ara bisa menilai seseorang itu baik atau tidak. dedy percaya dengan penilaian adek mu. "


" atur aja waktu nya, ara akan ikut"jawab nya dengan acuh .


hari ini ara berencana untuk pergi ke kantor tempat dia dulu bekerja sebagai model. tidak ada yang tau kalau ara sudah sadar, hari ini dia akan mengejutkan public tentang kembalinya dia ke dunia modeling lagi. entah perubahan apa yang sudah terjadi sewaktu aku koma, pikir nya.


kini ara sudah berada di depan kantor nya. dia mengenakan celana jeans kaos oblong dan jaket kuning, tidak lupa dengan kacamata , masker dan topi untuk menyamarkan wajah nya. bel saat nya para wartawan atau orang mengetahuinya. "aku akan memberikan kejutan saat akan memberitahu semua orang. " gumam nya.


kemudian ara memasuki kantor itu dengan santai, orang orang menatap aneh dirinya. mereka seakan melihat manusia tampa kepala sedang berjalan. karena selain dari leher ke kaki, tidakada yang terlihat lagi. semua di tutupi oleh kacamata, masker dan topi. entah seburuk apa rupanya sehingga harus menutup nya seperti itu, bisikan orang orang tidak berpengaruh dengan ara, bahkan dia tersenyum di dalam masker nya.


yang pertama ara lakukan adalah, menemui sahabat nya, sekaligus asisten nya, ara ingin menanyakan apa saja yang sudah dia lewatkan selama ini.


" apa aku boleh masuk "


" degh " cita seperti mengenal suara itu, namun langsung dia tepis, tidak mungkin juga itu dia, batin nya.


" ya silahkan," citra menatap siapa tamu yang ingin menemuinya. " ada keperluan apa ya mencari saya " dengan wajah berkerut citra melihat tamunya penuh dengan tanda tanya, .


sekali lagi ara di buat terkejut, kenapa dia tidak menyadari kalau rafael dan clara itu adalah abg dan sahabat nya. kenapa saat berada di tubuh flo aku tidak menyadari nya.? apa sebenarnya tujuan dari semua ini, benar benar membuat bingung.

__ADS_1


" hello, kenapa anda diam, apa aku mengenal mu?


ara yang tersadar dengan keterkejutan nya langsung berkata.


" apa kamu sudah melupakan ku? "


pertanyaan itu lolos membuat citra merinding.


" siapa kamu, cepat perlihatkan wajah mu, atau aku akan berteriak "ancam nya.


" ckckc kamu memang tidak berubah, sedikit tidak. sabaran. " ara melepas topi masker dan kacamatanya. " kalau. begini apa sudah cukup? " imbuh nya.


" araaaaa, ini benaran kamu, ahk coba kamu cubit aku, ini mimpi atau tidak? "


tampa menunggu lama ara langsung mencubit tangan citra dengan kencang, tidak hanya itu, ara bahkan menampar pipi asisten nya itu.


" hey mengapa kamu menamparku? aku kan hanya bilang untuk kamu mencubit aku saja, kenapa malah menamparku?


" supaya kamu cepat bangun nya dari mimpi. "


" iya aku memang sengaja, buat kasi kejutan buat kamu dan anak anak yang lain. btw gimana keadaan sekarang, siapa yang mengantikan ku? "


" parah.. kamu tau nggak semenjak kamu koma, semua projek yang kamu Terima di ambil alih semua sama model pendatang baru, dia sangaat sombong, merasa kalau dia adalah model senior yang profesional , gaya nya itu udah seperti kupu kupu malam, aku saja hampir muntah melihat penampilan nya, entah mengapa pak galvin sangat menyukai nya"


" ya mungkin terpaksa kali, secara kan cuma dia yang bisa menggantikan aku, ya mau nggak mau, pak galvin harus mengalah dulu. "


" ya bisa jadi si, soal nya ada juga beberapa perusahaan yang tidak mau di gantikan dengan yang lain, mereka bertekat ingin kamu yang menjadi model iklan di perusahaan mereka. jadi mereka minta ganti rugi kan itu.


" ya itu salah ku si, sudah menerima projek sebanyak itu, tapi kan kita nggak tau kalau bakal begini, tapi tentang aja, aku sudah kembali, aku akan mengambil kembali hak ku. "


" ya itu benar. aku yakin semua media akan kaget atas kembalinya Queen lovers . kebetulan juga bulan depan akan ada peluncuran baju baju terbaru dari perancang terkenal. aku akan mengatur untuk kamu menjadi peserta salah satu nya. aku yakin. pak galvin pasti sangat menyetujinya.. "


" baiklah kamu atur saja, aku kan. menemui galvin dulu. "


keesokan malam nya, tibalah acara perjamuan makan malam keluarga nya dengan tante bianca. tidak di sangka selepas aku menyetujui untuk ikut, ternyata langsung secepat ini dedy dan abg nya bertindak. entah apa yang membuat mereka begitu terburu buru.

__ADS_1


mereka sudah rapi untuk berangkat ke restoran yang sudah di rencanakan. namun tiba tiba telpon sofian berdering.


" halo luna, ada apa? "


entah apa yang di bicarakan lawan bicara nya di sebrang sana, sehingga membuat sofian tidak bisa berangkat bersama ara dan dedy nya.


" dedy, sama ara berangkat saja duluan, abg akan menyusul nanti. "


" baiklah, hati hati bawa motor nya, abg jangan ngebut " kata ara.


perjalanan mereka sekitar satu jam. kini fernady dan ara sudah tiba di depan restoran. sebelum masuk dedy nya memperingati ara untuk bersikap ramah kepada tante bianca dan putrinya. dedy nya tau jika ara tidak menyukai seseorang pasti tidak segan menunjukkan rasa ketidak sukaan nya.


ara hanya mengangguk menjawab nya.


" bianca " panggil fernady yang sudah melihat wanita itu duduk dengan anggun.


" eh mas fernady dan ara sudah datang,,, ayok sini ara dekat tante duduk nya,, " ucap bianca ramah.


" makasih tante, " ucap ara sambil mencari sesuatu.


bianca yang mengerti pun langsung menjawab apa yang di pikirkan ara.


" putri tante bentar lagi datang. memang nya abg sofian nggak kasi tau, kalau dia lagi jemput aluna? tadi di perjalanan aluna terkena macet,karena takut terlambat kesini, jadi nya luna meminta abg sofian untuk menjemput nya. "


jadi abg tadi bilang ada urusan cuma buat jemput putri nya tante ini? benar benar konyol.


" oh begitu, pantas tadi abg selesai menerima telpon langsung pergi. ternyata buat jemput aluna... "


sementara ara dengan cuek nya memainkan HP nya.


hingga kemudian suara lembut menarik perhatian mereka.


" mama , om fernady, ini pasti ara ya? maaf ya telat, lun terjebak macet soal nya. " tutur wanita itu.


ara yang mendengar suara itu seketika mendongak ke atas, betapa terkejutnya dia melihat wanita yang ada di hadapan nya ini, dada nya sesak, jantung nya seakan mau copot. seperti nya takdir sedang mempermainkan ku. kemudian ara pingsan.

__ADS_1


"


__ADS_2