Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
55


__ADS_3

Kini ara dan evan (atau kita sebut saja dia marcel ya mulai sekarang. ) berada di bandara sukarno hatta. Mereka akan mulai menyelidiki tentang keluarga dari pemilik tubuh itu, yaitu flo.


" Kenapa ara, wajah kamu sangat pucat, sebaiknya kita ke rumah sakit dulu, aku khawatir kamu kenapa napa. " Ucap marcel yang cemas melihat wajah ara yang pucat dan lemas.


" Aku tidak apa apa, aku hanya merasa pusing dan mual. Seperti nya aku masuk angin karena belom makan saat perjalanan kesini. "


" kenapa tidak bilang kalau belom makan? " Ucap marcel yang kesal sekaligus cemas.


" Aku takut kamu menunggu kelamaan. "


"Dasar bodoh" Mana mungkin aku akan marah kalaupum kamu telat. Bahkan jika kamu tidak datang juga aku tidak akan marah, kenapa pikiranmu sangat pendek "


" Kenapa kamu malah marah? Aku kek gini juga karena gak mau kamu nungguin lama" Ujar ara dengan cemberut.


" Baiklha aku minta maaf, lain kali jangan kek gini lagi, sekarang ayok kita periksa kerumah sakit. Setelah itu kita akan cari restoran untuk makan. "


" Tidak usah, lebih baik kita langsung saja pergi kerumah papah, aku sangat khawatir dengannya. "


Marcel melihat kecemasan di wajah ara, padahal jiwanya sudah kembali ke tubuhnya. mereka sudah tidak ada hubungan darah lagi, namun ara masi peduli dengannya. Tampa sadar tangan Marcel mengelus kepala ara dengan lembut.


" Aku tau kecemasan mu terhadap om erlangga. Tapi kita tidak bisa gegabah untuk kesana, setidaknya kita cari tau dulu keadaan di rumah itu, aman atau tidak. Kita harus punya persiapan dulu, jangan sampai kedatangan kita sia sia. "


" Ya kamu benar, aku hampir saja melupakannya. "


Mereka pun pergi kerumah sakit untuk memeriksa kesehatan aea, setelah dari situ, mereka pergi ke hotel untuk menginap sembari menyusun rencana apa yang akan mereka buat. Namun sungguh sial kamar hotel hanya tersisa satu kamar yang kosong, sehingga mau tak mau mereka pun hanya memakai satu kamar.


" Bagaimana , kamarnya hanya tersisa satu. Jika kamu keberatan, kita akan mencari hotel lainnya saja" Ujar Marcel memberi tawaran.


" Tidak usah. Satu kamar sudah cukup, jika kita harus mencari lagi, akan memakan waktu lagi, sementara hari sudah mulai gelap, kita harus segera melakukan rencana. "


" Baiklah jika kamu tidak keberatan. Aku akan tidur di sofa  nanti. "


Plashback


Malam sebelum keberangkatan ara dan Marcel, ara bermimpi jika flo mendatangi ara , flo mengatakan jika erlangga sedang dalam bahaya. sehingga ara mempercepat keberangkatan mereka untuk ke Jakarta. Itulah  alasannya mengapa mereka berada disini.


Plashback on


" Ara sebaiknya kamu istirahat. Aku akan keluar sebentar. Jika ada yang  kamu butuhkan , kabari aku. "


" Iya, aku akan istirahat. Kamu hati hati yah. "


" Tenag saja, ini adalah wilayah ku, akun tidak akan apa apa" Canda Marcel.


Marcel kini berada tidak jauh dari rumah kedua orang tuanya.dari jarak dekat  dia melihat kedua orang tuanya sedang bersantai di teras rumah. Marcel sangat merindukan keluarganya, bagaimana keadaan mereka setelah aku tiada. Namun melihat kedua orang tuanya bisa tertawa itu sudah cukup baginya.


" Aku akan menjaga kalian dari kejauhan. Hanya itu yang bisa evan lakukan untuk kalian. " Ucap marcel dengan sedih.


Kemudian Marcel beralih kekediaman erlangga. Dia ingin melihat situasinya terlebih dahulu, setibanya disana, Marcel melihat berapa penjaga yang sedang berpatroli. Tidak ada yang berubah, masi Sama seperti sebelumnya.

__ADS_1


Evan melihat kearah tetangga yang keluar dari rumah. Sepertinya ingin membuang sampah. Marcel segera mendekat untuk sekedar bertanya.


" Permisi ibu, maaf mengganggu. " Ujar Marcel dengan sopan.


" Iya ada apa ya dek? " ujar tetangga itu


" Maaf Bu saya mengganggu. perkenalkan saya Marcel, teman kecil dari anak pemilik rumah itu, Florence, saya temannya baru datang dari luar negri. "


" Oh adek temannya nak flo, sayang sekali, nak Marcel terlambat datangnya. Nak flo beberapa bulan yang lalu sudah meninggal. "


Marcel pura pura terkejut.


" Apah!!? Saya nggak tau bu, selama ini saya tinggal di luar negri. Lalu bagaimana dengan pak erlangga? Apakah beliau masih tinggal disini? "


Tetangga itu menghembuskan nafas dan berkata.


" Pak erlangga sedang sakit. Semenjak kematian putrinya, beliau jadi sering sakit sakitan. ?"


" Kalau boleh tau sakit apa bu? "


" Saya juga kurang tau, yang saya tau beliau di urus oleh sahabat almarhum flo. Nona clara. Dia yang selama ini mengurus beliau dan juga perusahaan. "


Berati dugaan ara memang benar, ada yang tidak beres dengan om erlangga.


" Terimakasih bun atas infonya. Saya akan kembali besok . "


Di tempat lain max sedang mengamuk kepada asistennya, dia mendengar kabar jika ara pergi kejakarta bersama pria lain.


" Saya sudah mencari taunya tuan, mereka berada di hotel xx ,dan pria yang bersama dengan nona ara adalah pewaris pt perkasa, yang sekarang ini baru membuka PT Wijaya. Ujar beni dengan ketakutan.


"  Ternyata pria itu. Cari tau nomor kamar ara "


Rasanya ingin sekali beni memukul kepala tuannya, untuk apa dia begitu marah, kekasih juga bukan. Namun beni sepertinya belom an dari amukan max, karena setelah ini pasti tuannya akan lebih mengamuk lagi.


" Itu,.... Mereka menginap di kamar 505 " Ucap beni dengan suara rendah.


" Apah maksud mu mereka menginap di kamar yang sama.


" Maksudmu mereka satu kamar? " Aura  dingin membuat beni menjadi susah bernafas. Tuannya seperti nya sangat marah.


" Iya tuan "


" Siapkan tiket aku akan pergi kesana malam ini juga. "


'Apakah saya tidak salah dengar, bagaimama mungkin tuannya datang menggangu kedua sepasang kekasih, beni sungguh tidak habis pikir dengan tuannya, apakah tuannya ini sudah melupakan nona flo.? Beni akhirnya memesan tiket untuk penerbangan malam ini.


" Beni, sebelum itu, kamu harus melakukan sesuatu " Ujarnya dengan senyum licik.


Jakarta.

__ADS_1


Marcel kini sudah berada di dalam kamar hotel.


" Kamu sudah pulang? Kamu habis darimana? " Tanya ara.


" Aku habis dari rumah orang tuaku, aku sangat merindukan mereka" Ujar marcel dengan sendu.


Ara yang mengerti pun ikut merasakan bagaimana perasaan evan saat ini. Begitu juga dengan kedua orang tuanya, pasti merasa kehilangan. Ara juga menjadi sangat kasihan kepada erlangga. Dia juga pasti merasakan hal yang sama.


" Kamu yang sabar ya, setidaknya sekarang kamu masi bisa melihatnya, meski dengan rupa yang berbeda. Kamu masi bisa menemui mereka"


" Tapi aku tidak berani untuk menemui mereka. Aku takut , kalau aku tidak akan bisa mengontrol diriku. "


" Marcel, menurutku ada baiknya kamu memberitahu mereka. Aku yakin mereka pasti akan percaya. Dengan begitu kamu bisa leluasa untuk bertemu dengan mereka. "


" Aku juga memikirkan hal yang sama. Ahk ya, tadi aku sekalian pergi kerumah om erlangga. Aku mencari in.... "


Belom sempat Marcel menyelesaikan perkataannya seseorang mengetuk pintu.


Ceklek. " Permisi pak, saya ingin mengantar pesanan bapak dan ibu " Ujar petugas hotel itu dengan gugup.


Marcel tidak mengatakan apa apa, dia berpikir mungkin ini pesanan ara. Jadi dia menerima makanan itu. Setelah pintu tertutup, Marcel membawa makanan itu kedekat ara.


" Loh sejak kapan kamu pesan makan? " Tanya ara heran.


" Loh bukankah ini kamu yang pesan? " Tanya Marcel balik.


" Tidak. Aku sama sekali tidak memesan apa apa. Atau mungkin salah masuk kamar. Sebaiknya kita tunggu saja, sebentar lagi pasti akan ada petugas yang datang "


Ara dan marcel pun kembali untuk berbincang kembali. Namun seseorang kembali mengetuk pintu kamar itu.


" Itu pasti petugas hotel"  Marcel pun dengan cepat membuka pintu nya. Benar saja petugas itu datang untuk mengambil pesanan yang  salah masuk kamar.


" Marcel, tadi kamu bilang sempat kerumah papah ya? Apa yang kamu temui disana.? "


" Ahk ya, aku hampir lupa. Aku bertanya ke tetangga dekat rumahmu, dia mengatakan kalau... " Lagi lagi seseorang kembali mengetuk pintu. Keduanya merasa bingung.


"kali ini siapa lagi yang datang " Ujar ara mulai kesal.


Marcel kembali membuka pintu, ternyata orang yang sama yang datang.


" Ada keperluan apa ya mas " Tanya Marcel


" Maaf Pak, mengganggu, ini hotel kita sedang merayakan kesuksesan atas pembukaan cabang hotel ini  pak. Jadi setiap kamar pelanggan diberi makanan dengan gratis. " Ujar petugas itu dengan sedikit gugup.


" Oh begitu, terimakasih " kata Marcel dan langsung menutup pintu.


" Makanan lagi? apa petugaanya salah masuk lagi? " Tanya ara dengan wajah bingung.


" Aku juga tidak mengerti katanya ini gratis, perayaan karena hotel ini sangat berkembang dan baru membuka cabang baru, jadi hotel ini merayakannua dengan para tamu di setiap kamar. "

__ADS_1


" Apa ada hal semacam itu? " Tanya ara yang sepertinya ragu.


__ADS_2