
" Baiklah, berhubung perut gue udah lapar, jadi biarin ajalah. "
Saat akan memilih meja untuk duduk, bella melihat mereka dan memanggil mereka untuk duduk bersama,
" Flo, kalian disini juga, wah kebetulan sekali, ayok gabung disini aja biar rame, nggak apa apa kan sayang mereka duduk disini, "
" Bangku kosong kan banyak yang, buat apa gabung, nanti yang ada mereka buat ulah lagi, atau jangan jangan kamu memang buntutin gue ya sampai kesini? " Tuduh evan kepada flo,
" Kurang kerjaan banget ya sampai ngikutin lo kesini, ini tempat umum siapapun berhak datang kesini, jangan kepedean deh, lo itu bukan tipe gue lagi, dulu mungkin mata gue buta nggak bedain yang mana sampah yang mana berlian, " Sindir flo kepada evan.
Clara yang mendengar itu tidak bisa menahan untuk ketawa, sementara evan sudah geram menahan marah akibat omongan flo,
" Jadi maksud lo gue ini sampah haaaa, lo itu cuma pura pura kan sok jual mahal sekarang, biar gue penasaran dan mau sama lo, aku tegasin, berhenti berharap sama gue, karena sampai kapan pun gue nggak kan pernah mau sama cewek model kayak lo, "
" Sayang uda donk jangan kek gitu, kan kita mau makan kesini, kok malah ribut, ayok flo duduk, kita itu kan semua teman, dan maaf ya flo atas nama evan, aku yakin kok nanti juga dia bisa berteman sama kamu, meskipun nggak akan jadi pacar setidak nya jadi teman, iyakan sayang" Ucap bella kepada evan,.
" Memang dasar ya, sampah di satuin sama tong sampah, benar benar cocok, yang satu bermuka dua, yang satu kepedean, " Sindir flo.
Evan yang mendengar itu langsung marah dan memukul meja dengan kuat, namun saat evan akan berbicara bella terlebih dahulu mengeluarkan suara,
" flo, gue selama ini diam ya lo jahatin gue, apapun yang lo lakuin gue diam, nggak pernah ngelawan lo, bahkan lo nyuruh gue buat jauhin evan, udah gue lakuin, tapi evan nya sendiri yang nggak mau, evan terlalu cinta sama gue, dia nggak cinta sama lo, harus nya lo bisa terima itu,kalau memang lo mau gue ninggalin evan lagi ya udah, gue pergi, asal lo senang gue akan lakuin itu" Kata bella dengan isak tangis,
"Wah parah, hei medusa, akting lo udah bisa dapat piala oskar tuh, gayanya bilang ninggalin, emang udah siap hidup miskin, kan selama ini semua kebutuhan lo evan yang penuhi, ck ck ck, cewek baik baik kok morotin uang cowok, atau tubuh lo juga udah lo jajalin juga ya" Ledek clara.
" Jaga ucapan lo clara, gue nggak semurahan itu" Marah bella.
" Lo emang murahan bella, bermuka dua," Cecar Clara.
" bela, lo bilang mau ninggalin dia buat gue. makasih ya bella, gue sungguh terharu mendengar nya. kalau gitu gue mau sekarang juga lo putusin evan. gue akan vidio in buat barang bukti. " Ujar flo dengan wajah berbinar.
__ADS_1
Wajah evan berubah merah karena marah, evan melihat bella terisak semakin membuat amarah nya naik, evan menampar flo, karena gerakan evan yang cepat, flo tidak bisa menghindar, akhirnya dia hanya pasrah menutup mata , namun setelah berapa detik tamparan itu nggak juga mendarat di pipi flo,
" Lo jangan kasar sama tunangan gue, berani lo nyentuh sehelai rambut nya aja habis lo sama gue, berani nya sama cewek, pengecut lo, "
Bella melihat Rafael datang, dia mulai menangis dengan sedih, pasti Rafael akan membela nya dan memarahi flo, namun dia tak menyangka, Rafael malah menolong flo dari tamparan evan, dan mengatakan kalau flo adalah tunangan ny, seketika itu, bella mengepalkan tangan nya, sampai berdarah terkena kuku nya,.
" Tunangan, sejak kapan flo menjadi tunangan mu, bukan nya lo juga nggak suka sama dia" Tunjuk evan kepada Rafael.
Ya mungkin seperti perkataan flo, kalau selama ini dia buta bisa suka sama lo, begitu juga dengan gue, gue selama ini selalu menilai flo dari sudut pandang ku saja, ternyata cewek yang selama gue sukai tidak lebih baik dari flo, " Kata Rafael melirik bella,.
" Rafael lo ngapain disini," Tanya flo bingung,
" Ya mau makan lah sama tunangan gue, lain kali kalau mau kemana aja kabarin gue, biar gue temenin, "
" Hei tunggu, flo, lo punya utang penjelasan sama gue ya, bisa bisa ny lo nggak kasi tau gue kalau lo udah bertunangan sama Rafael "tuduh clara.
" Ssstststts,,, ceritanya panjang, ayok kita duduk disana aja, udah laper gue, ayok sayang kita makan disana" Flo berjalan Sambil menggandeng tangan Rafael untuk memanas manasi bella, karena seingatnya bella juga suka sama Rafael.
Sementara etan merasa seperti ada yang salah dengan perasaannya, perkataan Rafael yang mengatakan flo tunangan nya membuat nya menjadi sakit hati,.
" Sayang ayok duduk kita makan, pesanan kita sudah datang, nggak usah mikirin mereka, aku senang Rafael udah tunangan dengan flo, berarti dia nggak kan ganggu kita lagi
" Iya sayang, aku hanya kagetkaget saja mendengar nya,
Di meja sebelah, clara terus mengoceh kepada kedua orang yang didepan nya saat ini, flo dan clara,
" Sekarang kalian jelaskan, sejak kapan kalian bertunangan haa, kenapa aku tidak tau apa apa" Oceh clara.
" Hei, kenapa lo cerewet sekali, kenapa lo bertanya sama gue, tanyakan saja kepada dia" Tunjuk flo kepada Rafael,
__ADS_1
" Kenapa gue yang jelasin, apa bedanya, huhh ok lah, kami berdua memang di jodohkan oleh orang tua kami, untuk sementara hanya yang bisa gue jelasin, "ucap Rafael
" Kalian di jodohin, ini seperti jaman Siti Nurbaya saja," tapi apa kalian mau? Tanya clara.
" Gue belom jawab, masi bingung, menurut lo gimana,? Tanya balik flo
" Lo yang jalani, tapi menurut gue si ya nggak apa apa, kan Rafael juga ganteng, tajir lagi, kalau lo nggak mau buat gue ja, gue masi nampung kok hehe"
" Itu si mau nya lo hahha, "
" Udah ayok makan, kalian ini bicara omong kosong saja, memangnya gue barang di oper sana sini,
Mereka asyik menyantap makanan masing masing sambil tertawa sekali sekali, tampa mereka sadari dari pandangan jauh ada sorot mata yang menatap tajam .
" Aduh perut gue rasanya hampir meledak, gue makan banyak banget barusan, " Sambil mengelus perut nya yang sedikit membuncit akibat terlalu banyak makan,
" Lagian makan nya nggak kira kira, sakit perut kamu jadinya, heran gue, badan kecil tapi muatan nya banyak banget, " Kekeh flo
" Sudahlah, gue cabut duluan ya, gue masi ada urusan., thanks buat traktiran nya, lain kali gue yang bayarin, satu lagi, gue tunggu kabar baik dari lo flo, jangan lama mikir nya, ntar gue keburu di ambil orang . Bye flo,.."
Rafael pergi sambil mengedipkan salah satu matanya menggoda flo, flo yg mendapat kedipan dari Rafael menjadi malu.
" Sepertinya ada yang lagi jatuh cinta tuh " Sindir clara
" Apaan sih, siapa coba yang jatuh cinta, biasa aja" Kilahnya
" Kenapa tuh muka merah merona, jantung lo pasti deg degan kan, udalah ngaku aja,
"Dilaen tempat, saat di pertengahan jalan, Rafael mengalami kecelakaan, dua mobil hitam menabrak mobil Rafael secara bersamaan.
__ADS_1
" boss misi selesai