
" Putriku, kamu putri ku.. " Ujar erlangga masi dalam keadaan linglung.
" Iya pah, ini flo. Maafkan flo baru bisa kembali, flo akan membawa papah dari sini. "
Suara pintu terdengar, ara segera melihat kearah suara.
" Ara, apa masi lama, sepertinya pengaruh bius nya akan hilang. " Ujar marcel mulai panik.
" Bantu aku membawa papah, kita harus secepatnya membawa papah dari sini. "
Marcel sedikit terkejut melihat keadaan erlangga. Dia pikir erlangga hanya sakit biasa, ternyata sangat parah. Marcel ingin sekali bertanya kepada ara, namun sekarang waktunya belom tepat. Mereka harus segera keluar dari tempat ini.
Sambil memapah tubuh erlangga, Marcel berkata.
" Apakah ini semua perbuatan Clara? Jika benar ini sudah sangat keterlaluan. " Marcel tak habis pikir Clara tega melakukan hal sekeji ini kepada orang yang sudah menganggapnya seperti anak.
" Ini sudah jelas perbuatannya. Tapi kita harus waspada, karena di belakang Clara, ada pria brengsek yang mendukungnya . "
" Pria brengsek? " Marcel menaikkan alisnya.
" Ckck kenapa kamu jadi bodoh, siapa lagi kalau bukan max, hanya dia pria yang paling brengsek di muka bumi ini. "
Sementara di dalam mobil, beni ingin sekali tertawa, dia sudah menahan tawa sejak ara mengatakan jika tuan nya adalah pria brengsek .
Berbeda dengan max, bukannya marah dikatakan pria brengsek, dia malah tersenyum. Dia tidak marah sama sekali dengan perkataan ara, karena dian sadar, akibat kejadian itu, flo pasti sangat membencinya. Namun sekarang, yang ada dipikiran nya adalah flo ternyata masi hidup. Pantas saja selama ini dia merasa, seperti ada yang janggal,dia seperti pernah dekat dengan ara, namun max tidak bisa menemukan kejanggalan tersebut. tapi hari ini dia menemukan jawabannya
" Pantas saja terlihat di mata nya ada kebencian setiap melihat ku. " Max bergumam dengan wajah yang berseri. Tidak peduli flo masi marah atau tidak. Asal dia masi hidup, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan flo kembali.
" Tuan, bagaimana mungkin jika dia nona flo, bukannya dia sudah meninggal. Jelas jelas mayat yang ditemukan di tempat adalah tubuh nona flo. Jadi bagaimana bisa hidup lagi. "
" Apa kamu melihat dengan kepala sendiri jika itu tubuh flo? Jelas jelas wajahnya sudah tidak dikenali. "
__ADS_1
" Maksud tuan mereka sudah merencanakan sebelumnya? "
" Tidak bisa dibilang begitu juga, ya mungkin seseorang menemukannya lalu mengganti identitasnya, tapi apapun itu, aku tidak peduli. Meski yang dihadapan ku ini hantu sekalipun, aku akan tetap mencintainya. "
Melihat ara dan Marcel keluar dari rumah membawa erlangga, beni langsung berkata.
" Tuan mereka sudah keluar, apa tuan akan membiarkannya pergi " Tanya beni yang heran melihat tuannya tidak bergerak sama sekali dari dalam mobil.
" Tidak. Biarkan mereka membawa erlangga dulu, yang penting aku sudah mengetahui siapa ara sebenarnya. Kedepannya langkah selanjutnya akan lebih mudah. Sebaiknya kita kembali. "
Ara dan Marcel kini berada di bandara. Ya mereka akan langsung pulang ke Paris, demi menghindari bahaya , ara tau seperti apa kekuasaan max, jika Clara tau tau kalau dia membawa erlangga pergi, pasti dia tidak akan tinggal diam. Dia akan menggunakan kekuasaan max untuk mencari taunya.
Penerbangan mereka sangat lancar. Kini mereka sudah tiba di Paris.
" Ara, sebaiknya om erlangga untuk sementara waktu tinggal dirumah ku saja. Itu akan lebih aman. " Ucap Marcel memberi saran.
" Apakah tidak merepotkan mu? Aku sudah banyak merepotkan mu belakangan ini" Ujar ara tidak enak.
" Ara sangat terharu mendengar Marcel berkata seperti itu. Mungkin memang sudah saatnya ara membuka hati untuk Marcel.terlebih Dia sangat tulus.
" Kalau begitu, Terimakasih. Aku merepotkan mu lagi. " Memang jika dipikir, tempat yang paling aman buat sementara waktu adalah rumah Marcel. Jadi ara menyetujuinya.
" Sama sama. Aku sangat senang bisa direpotkan oleh wanita cantik " Ucap Marcel sambil tertawa.
" Dibanding dengan flo, siapa yang lebih cantik?" Canda ara .
"Hmm keduanya sama sama cantik. Tapi yang aku cintai hanya wanita bernama ara. " Ujar Marcel dengan tulus sambil menatap mata ara dengan lembut.
Pandangan itupun mampu membuat ara salah tingkah, dengan cepat dia mengalihkan pandangannya. Ada sedikit kecewa dihati Marcel, dia tau ara sengaja menghindar.namun dia tidak akan ambil hati. Dia akan tetap sabar menunggu sampai hati ara terbuka untuknya.
" Kalau begitu aku akan pulang. Aku titip papah erlangga, jika terjadi sesuatu, secepatnya kabari aku. "
__ADS_1
" Iya, kamu tenang saja. "
Ara pun kembali ke rumahnya, meski sebenarnya dia sangat malas untuk pulang,
Badan nya sangat lelah hari ini, karena memang saat di jakarta,mereka melakukannya dengan cepat agar tidak ada yang curiga. Rasanya ingin langsung tidur.namun memikirkan tubuhnya yang lenggket,ahkirnya Ara memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Setelah selesai, seperti biasa sebelum tidur ara selalu memakai cream wajah dan juga lotion lain nya. namun ara merasa ada sedikit perubahan pada letak cream nya. ia selalu yakin, meletakkan perlengkapan makeup nya dengan rapi jika sudah selesai. namun malam ini dia melihat tata letak nya sedikit berubah. dengan perasaan curiga, ara membuka cream nya dan mencium aroma nya. ada sedikit aroma yang berbeda dari cream nya. Jika dilihat sekilas atau dicium ,mungkin tidak akan curiga. Tapi ara yang tau soal kosmetik merasa curiga dengan aromanya. setelah cukup berpikir, ara pun mengerti.
"ini pasti kerjaan si rubah licik itu, lihat saja jika memang benar kamu sudah mencampurkan sesuatu kepada cream ini, maka, kamu harus merasakan nya terlebih dahulu. "
dengan berjalan mengendap endap, ara memasuki kamar luna. seperti nya langit sedang berpihak kepadanya. luna sedang berada di kamar mandi. dengan cepat ara menukar isi dari cream nya ke tempat cream luna. kemudian ara keluar dengan pelan dan jangan lupa juga dengan senyum licik nya itu.
beberapa saat, luna pun keluar dan dengan cepat memakai cream nya tampa merasa curiga sedikitpun.
Keesokan harinya.
" ahkkkkkkkkkk kenapa wajah ku jadi begini!!!" luna terkejut saat menyadari ada rasa tidak nyaman di wajah nya. kemudian ia berjalan melihat ke cermin, wajah nya penuh dengan ruam ruam merah. " sialan, bukan kah seharusnya ini terjadi kepada ara, kenapa jadi seperti ini " ujar nya dengan geram.
" sayang kenapa dengan wajah mu, kenapa kamu memakai masker, kita sedang sarapan, ayok cepat buka masker nya " ujar velly.
" iya, kenapa dengan wajah mu, apa kamu. lagi sakit? " ucap fernady.
" bukan pah, wajah ku sedang tidak enak untuk di lihat. jadi nanti saja setelah wajah ku pulih baru akan ke perlihatkan " ujar luna .
tak lama ara pun turun dan duduk dimeja makan.
" sayang, tidak apa apa, coba mamah lihat dulu, seberapa parah wajah kamu. "
Kemudian luna membuka masker nya dan memperlihatkan wajah nya yang sudah bengkak akibat ruam ruam tersebut.
" astaga sayang, kenapa bisa sampai separah ini, apa yang terjadi.? " Ucap velly kaget.
__ADS_1
" Aku juga tidak tau mah, mungkin ini hanya alergi saja. " Luna mengepalkan tangannya. Dia yakin ini pasti perbuatan ara. Awas saja kamu nanti.