Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
drama Marvel dan ara


__ADS_3

"Aduh anak mama, tahan sebentar ya ., jangan nendang nendang perut mama, mama sangat terganggu. Bertahan lah, ini antrian nya masi sangat lama,aduhhh "


Marvel yang melihat ara memulai akting nya , ia pun tidak mau kalah.


" Dede bayi, sebentar ya, yang sabar, dedy akan beli yang banyak nanti, sampai kamu puas. Dede jangan nendang, kasihan bunda nya, " Sambil mengusap perut buncit ara.


Orang orang yang melihat keadaan ara sedang mengidam langsung kasihan, terlebih perut nya sudah sangat besar. Hingga akhir nya para ibu ibu itu mengalah, memberikan jalan kepada ara.


" Kamu lihat, jika begini kan aku jadi lebih cepat mendapatkan nya.. Aku akan pergi, bos ku sedang menunggu ku. "


"Hey nona, siapa nama mu? "


" Panggil saja ara. " Lalu dia pergi.


Setiba di kantor ara langsung menuju ruangan tuan muda nya. artur sudah menunggu ara 2 jam. Padahal perjanjian hanya 20menit.dia sudah sangat kesal di buat kelakuan ara.


" Permisi ... Tuan muda," panggil ara dengan nada sedikit cemas.


" Masuk.. "


" Tuan muda, ini pesanan nya, selain tempat nya yang jauh, antri nya juga sangat jauh. Jadi sebelum tuan muda marah, tolong pake akal sehat nya sedikit. " Ujar ara yang langsung membuat artur tidak bisa berkutik lagi.


" Keluar" Kata artur.


Ara yang punya kesempatan untuk kabur pun langsung keluar, sebelum artur berubah pikiran.


Keluarga fernady sedang asyik menikmati makan malam. Bianca yang melihat ara datang langsung berdiri menyambut nya.

__ADS_1


Ara sudah pulang? Mengapa tidak memberitahu ibu sebelum nya, jika, ibu tau kamu pulang lebih awal, ibu akan memasak makanan kesukaan mu. " Bianca berpura pura menjadi ibu yang baik. dia berdiri dan memegang tangan nya.


Jika ara tidak tahu sifat asli ibu tirinya ini, mungkin dia akan senang dengan apa yang di lakukan Bianca kepadanya.


Senyum munafik Bianca membuat ara terkekeh.


" Ini adalah rumah ku, aku tidak perlu memberitahu Anda kapan aku pulang. aku bisa sesuka hati pulang dan pergi dari rumah ini. Apa ada masalah tante Bianca? " Ara menekankan kalimat terakhirnya.


Bianca yang mendengar itu merasa jengkel, namun sebisa mungkin dia meredam amarah nya. dia harus memberikan citra yang baik di hadapan fernady dan sofian.


" Ara, kamu salah paham sayang. Ibu tidak bermaksud seperti itu, Hanya saja jika ibu tau kamu pulang lebih awal, ibu bisa menyiapkan makanan kesukaan kamu, karena abg fian bilang ara jarang makan di rumah kalau malam.


Ara sangat muak dengan akting Bianca ini, terlebih Bianca memanggilnya dengan sebutan ibu. Padahal ara sudah mengatakan jangan menyebutnya sebagai ibu di depan ara. Ara terakhir nya naik ke atas tampa menghiraukan omongan Bianca.


Fernady ingin memarahi ara karena ketidak sopanan nya kepada bianca, namun di cegah oleh luna.


" Baiklah, kamu harus waspada dengan nya. "


" Iya dedy, tenang saja.


" Kak ara tunggu "


Ara yang merasa di panggil berhenti dan berbalik.


" apa ada yang ingin kamu katakan? " Ara sangat membenci luna, terlebih mengingat jika luna sangat mirip dengan bella, entah mereka orang yang sama dengan sebelum nya atau tidak intinya saat ini, ara tidak menyukai luna.


" meski kamu tidak menyukai aku dan mamah, kamu tidak bisa berbuat apa apa, karena kenyataan nya aku dan mama sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Kamu. Tidak bisa membantah nya. " Ujar luna dengan sombong.

__ADS_1


"Aku tidak pernah menganggap kalian bagian dari keluarga ini, kalian hanya menumpang di rumah ini,"


Ekspresi fernady dan Bianca berubah saat mendengar perkataan ara.


" Ara, bisa bisa nya kamu berkata seperti itu kepada luna dan istri ku.biar bagaimana mereka itu ibu dan saudara tirimu. " Fernady menatap ara tajam, dia sudah tidak bisa menoleransi sikap ara kali ini.


" Mas, seperti nya kehadiran ku dan luna benar benar tidak di hargai dirumah ini, lebih baik kami pergi dari sini" Ujar Bianca dengan berpura pura sedih.


" Tidak ada yang akan keluar dari rumah ini, ini adalah rumahku, aku yang berhak menentukan nya. Ara minta maaf kepada ibumu dan juga luna. " Ujar fernady dengan penuh amarah.


" Kenapa dedy jadi menyalahkan ku, apa yang aku katakan itu benar, mereka memang menumpang kekayaan dedy, seseorang pernah berkata kepadaku, seoranh ayah jika menikah lagi, dia tidak akan memperdulikan anak kandung nya lagi setelah memiliki istri baru, terlebih sekarang dedy mendapat satu bonus anak lagi. " Ujarnya dengan pura pura sedih. lalu dia melihat ke arah Bianca dan luna, gara gra kalian dedy jadi marah kepadaku.


" Kak arra bisa bisa nya kaka berkata seperti itu, mamah sangat sayang sama kk, dan juga abg fian. Mamah bahkan rela belajar masak makanan kesukaan kk sama bibi di dapur."


Luna berjalan ke arah Bianca dan menunjukkan telapak tangan nya yang luka akibat goresan pisau dan jua cipratan minyak di bagian tangan nya. Tapi malah ini perlakuan yang mamah aku dapatkan. Luna benar benar tidak Terima " Isak nya dengan lirih.


" Ara, sudah, abg tau kamu belom bisa menerima tante Bianca dan luna, tapi jangan seperti ini, setidaknya tante Bianca sudah berusaha untuk menyenangkan kamu. " Ujar sofian memberikan pengertian . " Luna ayok abg antar kamu istirahat ke kamar mu. "


Luna mengangguk, sementara fernady sibuk memeriksa luka yang ada di tangan Bianca.


sudah dek, jangan menangis lagi. abg yakin kok pelan pelan ara akan menerima kehadiran kamu dan juga tante Bianca. dia hanya butuh waktu lebih lama lagi. kamu yang sabar ya. " kata fian dengan lembut.


" iya bg. luna nggak apa apa, luna bisa menerima semua perlakuan kk ara, tapi luna nggak bisa liat mama sedih, , luna cuma punya mama dari kecil,luna nggak pernah liat mama mikirin kebahagiaan nya. mamah selalu sibuk bekerja untuk luna, sampai lupa untuk mikirin hidup nya. ketika dedy memutuskan untuk menikah dengan mamah ,luna sangat bahagia.luna yang memaksa mama untuk menerima lamaran dedy. karena luna pikir mama akan bahagia.dengan begitu, mamah akan mendapatkan kasih sayang dari seorang suami yang benar benar tulus.sama hal nya dengan luna, luna ngak pernah tau gimana rasanya memiliki seorang dedy, sejak kecil Luna sudah tidak memiliki orang tua yang lengkap. pelukan hangat seorang ayah saja Luna tidak pernah merasakan nya. Luna terkadang iri dengan keluarga yang lain, punya keluarga yang lengkap. sekarang luna mempunyai keluarga yang lengkap. tapi jika mamah tidak bahagia, luna akan merasa bersalah, hanya karena Luna ingin keluarga yang lengkap, mamah jadi di perlakukan tidak adil disini. "


" sssststs, kamu jangan ngomong begitu, ada abg dan dedy yang peduli dengan kamu. abg janji, ara akan menerima kalian dengan tulus. " sofian memeluk Luna untuk menenangkan.dia tidak bisa melihat luma bersedih. dia memang curiga terhadap Bianca, tapi untuk Luna, seharusnya tidak perlu di curigai. luna hanya seorang wanita rapuh yang butuh perhatian lebih.


Kamu lihat ara, satu persatu orang yang kamu sayangi akan berpaling kepadaku. Batin Luna.

__ADS_1


__ADS_2