
Abg, nanti temui papah ya di ruang kerja, sehabis makan malam, ada sesuatu yang ingin papah diskusikan sama abg. "
" Tumben banget pah, kenapa nggak disini aja, kan lagi santai juga,," Ujar nya bingung.
" nanti saja, sekalian kita tunggu mama dulu, bentar lagi pulang kek nya.
" Loh mama kemana emang nya? "
" Tadi mama pergi beli makan ke resto yang sebrang rumah kita"
Saat malam tiba, rafael mendatangi ruang kerja baskara, baskara dan ibu nya sudah menunggu di dalam. Rafael bisa mendengar kalau kedua orang tuanya sedang tertawa bahagia,
Ceklek terdengar suara pintu di buka.
" Ayo cepat masuk, papah udah nggak sabar memberitahu kamu kabar bahagia nya, "
" Ckck papah sungguh berbeda hari ini, begitu antusias, Rafa cuma berharap kabar yang akan Rafa dengar adalah kabar baik"
" Tentu saja, hmmm, jadi begini, sebelum nya papah akan bertanya, apakah kamu sudah memiliki pacar? "
Rafael menatap curiga kepada orang tuanya,
" Kenapa tanya begitu pah,? Apa hubungan nya dengan aku punya pacar atau nggak? "
" Tinggal jawab saja, ada apa nggak? Nanti akan papah jelaskan"
Rafael terdiam lama, bingung mau menjawab apa, pasal ya menurutnya ini tidak penting untuk si bahas, apakah ini yang di bilang penting,
" Kenapa diam, sudalah papa anggap dengan diam mu ini kalau jawab nya tidak, dengarkan papa, kamu ingat kan pertemuan kita pagi tadi dengan om erlangga? "
" Iya, lalu kenapa dengan itu? Tanya rafael bingung.
" Papa dan anak teman papa itu, ada rencana akan menjodohkan kalian berdua , " Ucap baskara dengan antusias.
Rafael yang mendengar itu terkejut, sedikitpun nggak pernah terfikir kan olehnya akan ada hal seperti ini
" Pah, apaan sih ini itu bukan jaman Siti Nurbaya lagi, atau jaman mama sama papah yang di jodohkan dulu, Rafael udah gede pah, nanti juga bisa cari sendiri, " Kata Rafael jengkel
" Justru karena itu, kamu udah liat mama sama papah dulu juga nggak saling cinta, tapi liat bukti nya, ada kamu disini" Kata baskara meyakinkan.
__ADS_1
" Rafael pokoknya nggak mau, lagian juga belom tentu anak nya om erlangga mau, jadi jangan aneh aneh pah, " Rafael teringat tentang flo yang cinta mati kepada evan. jadi tidak mungkin dia mau menerima perjodohan ini.
" Sayang, mama sapa papah nggak maksa kamu, begitu juga dengan keluarga pak erlangga, kalian bisa pendekatan dulu, nggak harus buru buru, kalau kalian udah coba tapi nggak bisa ya udah jangan di teruskan, mama rasa juga flo anak yang baik, jadi coba kamu fikirkan dulu.
" Benar yang di katakan mama kamu, lagian keuntungan nya buat bisnis kita juga besar, kamu tau kan keluarga ronal erlangga itu sangat kaya, selain itu juga hubungan persahabatan kami juga semakin erat, "
" Baiklah, aku menerimanya, tapi jangan paksakan kehendak kalian jika kami tidak cocok nantinya, " Kata rafael mengingatkan.toh juga ini pasti akan gagal. Batin nya.
Di depan kelas, rafael sudah menunggu kedatangan flo, dia akan mengutarakan semua tentang perjodohan itu, entah sudah di beritahu atau tidak sama dia hari ini semua harus di perjelas.
Flo yang melihat ada rafael di depan kelasnya merasa bingung, buat apa dia sepagi ini berada disini, atau mungkin dia mau menemui orang lain mungkin, ahk sudahlah nggak ada hubungan nya sama gue menolok flo dalam hati nya,
" Permisi, bisa tidak jangan menghalangi jalan, gue mau masuk, "
Dasar orang aneh, bisa bisa nya dia berdiri pas di depan pintu, gerutu flo dalam hati.
Rafael yang mendengar perkataan flo tampa permisi langsung menarik tangan flo dan berlari ke arah taman belakang kampus.
" Ehh apa apaan ini, loe mau nyulik gue ya, nyulik bilang bilang dong biar persiapan dulu, kalau gini tangan gue sakit " Cecar flo ngk ada hentinya.
Astaga ternyata cewek ini belom berubah, tetap aja bar bar gimana bisa gue bertungan sama cewek beginian.
" Yah tapi setidak nya kan kasi kisi kisi nya dulu sedikit, bla bla bla"
Rafael yang pusing mendengar ocehan flo langsung menarik flo dan dan mencium bibir flo, sontak flo langsung terbelalak,flo sempat terbuai sedikit atas ciuman Rafael.
namun flo yang sadar akan tindakannya akhirnya menggigit bibir Rafael.
Rafael mendesis karena bibir nya berdarah akibat ulah flo.
" kamu apa apaan si, ini ciuman pertama gue, udah lo renggut, dasar mesum"
" bukan kah kamu juga menikmati nya..?? " flo seketika menjadi panas dingin, benar yang di katakan Rafael flo sempat terhanyut tadi. Ahk sial, bodoh " batin nya.
" Sebenarnya loe kenapa sih narik gue kesini, ada apa?"
" Ok loe duduk dulu, biar kita enak ngobrol ny, loe udah tau belom kalau kedua orang tua kita mau menjodohkan kita"
" What??? jodohin kita, nggak mungkin lah, masa iya, loe bercanda ya" Kekeh flo tak percaya.
__ADS_1
" Gue serius, makanya gue bawa loe kesini, buat ngomongin itu" Jawap Rafael.
" Tapi papah gue nggak ada bilang sama gue, awas aja papah kalau sampai benar, " Kesal flo
" Emang nya loe mau lakuin apa coba haaaa? Ledek Rafael.
" Gue akan mogok makan, ahk sudahlah terus apa rencana loe selanjut nya, "
" Ya gue sih nggak ada, gue nurut aja sama bokap gue, durhaka kalau ngelawan orang tua, "
" Maksud loe, loe Terima perjodohan ini, bukan nya loe suka sama si medusa itu "
" Dan loe juga suka kan sama si evan,? "
Kata Rafael balik,
" Itu dulu sekarang gue udah nggak suka sama dia, level gue udah ganti" Kata flo dengan bangga.
" Ya sama, gue juga, hmm gini aja deh, orang tua kita kan nggak maksa, mereka nyuruh kita buat pendekatan dulu, kalau cocok ya lanjut, kalau ngk cocok ya ngngak lanjut, gimana, simple kan,? " Ucap Rafael dengan santai,.
" Pacaran gitu maksud loe? Kita pacaran, gue nggak salah tuh , halu lo ya, gue mah ogah pacaran sama lo, bukan tibe gue" Kata flo meremehkan,
Rafael yang mendengar ucapan flo langsung menghimpit tubuh flo ke pojokan kursi,
" Lo bilang gue bukan tipe lo, nggak slah tuh, bukannya dulu juga lo ngejar ngejar gue sama evan, " Ucap Rafael menyeringai.
Flo gugup sampai wajahnya memerah, emang si lo ganteng, seksi , tapi kan gue belum mau nikah, nanti kalau gue kembali ketubuh gue gimana, masa iya gue jadi janda, kan nggak lucu, ungkap flo dalam hati
" Woii kenapa senyum senyum , lo kesambet ya"
" Anjir, kaget tau, kalau gue jantungan gimana" Kesal flo.
" Abis lo ngelamun begitu, jadi gimana, lo mau nggak kita pendekatan dulu,? Tanya Rafael sambil mengedipkan matanya.
" Gue pikir pikir dulu, bye " Flo berlari ninggalin Rafael sendirian.
" Cukup menarik juga ternyata " Ujar nya.
dari kejauhan seseorang melihat kejadian itu, tangan nya mengepal kuat menahan marah, " Sial, lihat saja, gue nggak akan biarin lo mendapatkan orang yang paling gue sayangi. "
__ADS_1