
Rumah sakit.
" Dokter bagimana keadaan tuan max? " ujar Jack khawatir.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan, beruntungnya tidak ada yang terkena organ vital tubuh . Pasien sudah bisa di jenguk,. Namun jangan terlalu lama, lebih banyak pasien beristirahat, pemulihannya akan lebih cepat.
" Baik dokter. Terima kasih. "
Ara yang baru tiba pun langsung menanyakan kondisi max kepada Jack, namun Jack sama sekali tidak memperdulikan nya.
" Aku akan masuk kedalam " kata ara yang langsung menerobos masuk keruangan max di rawat.
" Hei,. Kau... sudahlah biarkan saja. "
Di dalam ruangan, ara melihat max terbaring lemah dengan lengan dan kaki yang di perban. Ara merasa bersalah, demi melindunginya, max rela menjadi tameng untuknya.
" Uhgh " Terdengar leguhan keluar dari mulut max. .
" Kamu udah sadar? "
Max tidak menyangka orang pertama. Yang dilihatnya saat membuka mata adalah wanita yang sangat dicintainya. jika bisa seperti ini tiap hari, max rela terluka untuk kesekian kali nya.
" Apa kamu butuh sesuatu? " Tanya ara kembali.
" Haus. "
" Oh, tunggu sebentar, " Ara kemudian memberikan air minum kepada max. namun , max hanya diam saja melihat gelas yang di tangan ara.
" Kenapa? bukannya tadi kamu bilang haus..? "
" tangan aku terluka, bagaimana bisa memegang gelas itu. " Ujar max pura pura sakit.
Ara yang mengerti pun langsung membantu max untuk duduk dan minum dengan tangannya yang memegang gelas , posisi mereka menjadi sangat dekat, max bisa melihat wajah ara yang merona.
"Kenapa wajah kamu merah, apa kamu sakit?
" ujar max yang sengaja menggoda ara.
" Ha.... Aku nggak apa apa, aku tadi cuma cemas saja lihat kamu terluka, tapi sekarang syukur deh kalau udah baik baik saja. "
" Apa kamu khawatir kalau aku kenapa napa ? "
" Ya jelas aku khawatir, kamu nggak lihat,
asisten kamu itu, dia akan mengubur ku bersamamu jika terjadi sesuatu sama kamu. " Ujar ara kesal.
" Jadi kamu khawatir gara gara itu? Bukan karena takut kehilangan aku? " kata max yang semakin menggoda.
" Apaan sih,ngak usah berlebihan. kalau kamu sudah sadar, aku akan pulang, besok aku akan datang lagi kesini, ini sebagai ucapan terimakasih ku aja, karena kamu udah menolong ku. "
Sementara di kediaman Marcel, asisten nya sudah menjadi tempat kemarahan nya atas apa yang diperbuat asistennya. Marcel sudah mengetahui jika max berhasil menyelamatkan ara, dia sangat malu sekarang dengan ara, bahkan untuk bertemu saja, dia tidak memiliki wajah. Seharusnya dia ada disaat ara membutuhkan pertolongan. Namun apa yang sekarang terjadi, aku bahkan meninggalkannya disana, aku tidak lebih dari seorang pengecut.
Lagi lagi max yang berhasil mendapatkan hatinya, ' apakah aku benar benar sudah kalah? '
Dua minggu sudah berlalu sejak kejadian di restoran itu, kini max juga sudah diperbolehkan untuk pulang.seperti janji nya kepada max, bahwa dia akan datang menemani max untuk pulang.
" Kamu sudah datang? "
" Ya seperti yang kamu lihat, aku pasti menepati janji ku. "
Baiklah sekarang kita pergi. Max memberikan jaket kulit miliknya kepada ara.
" Untuk apa ini? disini kamu yang membutuhkannya, bukan aku " sembari melepaskan jaketnya.
" Aku masi ada jaket satu lagi. Kita akan pulang dengan mengendarai motor, jadi kamu akan kedinginan nanti " ucap max yang langsung memasangkan jaket kepada ara.
" Apah .? kenapa harus motor, bukanlah lebih nyaman jika menggunakan mobil? Lagi pula aku membawa mobil, sebaiknya kita naik mobilku saja. "
" Tidak, kita akan mengendarai motor, mobil mu biar Jack nanti yang mengurus."
" Sebenarnya kamu mau membawa ku kemana? tidak mungkin kan hanya untuk kerumah kamu pake motor segala?"
" Kita akan pergi kesuatu tempat? "
" Kemana?" tanya ara yang mulai curiga
" Sudah ikuti saja. "
Ara akhirnya dengan terpaksa menuruti kemauan max, ara menaiki motor max sambil memeluk nya dengan erat. dengan kondisi motor yang besar, tidak mungkin ara duduk tampa berpegangan.
__ADS_1
Motor itu pun berjalan menjauhi pekarangan rumah sakit. Max membawa ara berkeliling porto venere. Saat di tengah perjalanan max merasa seperti ada yang mengikuti nya. dan benar saja, kemudian max bertanya kepada ara.
" Ara, apa kamu bisa membawa motor? "
" Apah? Aku tidak mendengar mu dengar jelas. "
" Kamu bisa mengendarai motor tidak? "
" Tidak. Aku sangat buruk dalam hal ini. "
" Apa kamu masi ingin hidup? ucap max agak keras agar ara bisa mendengarnya.
" Tentu, hanya orang bodoh yang berkata tidak "
" Maka ikuti perintah ku. "
" Maksudmu? "
"Diam, jangan berteriak. "
" Ap.. Aaaa" ara lalu berteriak sedikit saat max tampa aba aba memindahkan ara kedepan menghadapnya.
Ara terlihat shock, yang benar saja, bagaimana kalau tadi dia terjatuh, sialan pria ini, batin ara.
" Apa apaan kau! " Desis ara tajam.
" diam ,dengarkan aku . "
" Apa! " Sentak ara kesal.
" Lihat kebelakang " otomatis ara melihat ke belakangnya.
" Bukan, maksudku, di hadapanmu "
ujar max, pasalnya ara malah melihat kebelakang tepatnya di depan max.
" Bicara dengan jelas, " ucap ara tambah kesal.
" Baiklah. sekarang buka jaketku "
" Tidak! Aku tidak mau! "
dengan terpaksa ara pun menjawab
" Ok " sembari ia pun membuka jaket max.
" peluk aku "
" Apa!!!? "
" Ku bilang peluk aku "
" Tidak, ini di muka umum, kau jangan gila.! "
" Memangnya apa yang akan kulakukan?
lakukan saja perintah ku atau... "
" Atau apa! " Sentak ara menyela ucapan max.
" Kita akan mati! "
Ara sedikit bergidik saat mendengar penuturan max. Ara pun menyusupkan tangannya kedalam jaket max memeluk pria itu.
" kamu lihat tiga motor itu? "
" Iya " balas ara.
" Mereka adalah musuh"
" Apa? " ucap ara panik.
" Tenang, jangan panik. jangan terlihat takut. "
" Bagaimana aku tidak takut sialan, nyawaku di pertaruhkan disini ! " ucap ara dengan nada sinis.
" cukup tenang dan apakah kamu bisa merasakan sesuatu dibalik punggungku? "
" Apa? "
__ADS_1
" Rasakan saja "
" Oh God, kamu membawa. .. "
" Ya"
" jadi maksudmu? "
" Hitungan ketiga, keluarkan dan lakukan "
" Tapi aku tak bisa menggunakannya? "
" kamu bisa menaklukan senapan, maka kamu bisa melakukannya. "
" Dari mana kamu tau aku bisa menaklukan senapan? "
" Itu tidak penting, sekarang lakukan? "
" Baiklah "
" Satu "
" Dua " hitung max.
" Tiga " Ucap ara lalu mengeluarkan dua pistol deagle di tangan kanan dan kirinya, ara nembak dengan membabi buta mengenai tiga orang musuhnya dan musuh itu pun terjatuh.
Untung saja jalanan sedang sepi karena masi pagi jadi tidak ada yang tau kejadian penembakan itu.
" Good Girl. "
" Aku bisa menggunakan pistol" ujar ara bangga.
" Baiklah, sudahi semua ini, kita pulang. "
" Apah? Bukankah kamu ingin membawaku kesuatu tempat? "
" Apakah kamu yakin dalam situasi seperti ini masi bisa untuk bersantai? "
" Baiklah. " ujar ara tersenyum hangat.
Mereka pun kembali ke mansion, setelah sampai di mansion terlihat Jack sedikit berlari menghampiri max dan ara.
" Kau tidak apa apa tuan? "
" Iya aku baik"
" Kau...? " tanya Jack melirik kearah ara dengan sedikit ketus.
Ara hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban. kemudian Jack menghela napas lega.
" Tuan, aku perlu bicara. "
" Baiklah kita keruangan ku sekarang. "
kemudian max melirik ara.
" Kamu tunggu disini sebentar, atau kamu boleh keliling mansion ini, di belakang ada taman, kamu bisa menungguku disana jika jika kamu bosan. "
" sebaiknya aku pulang saja. "
" Tidak ! Kamu tunggu saja sebentar, aku tidak lama. " ujar max tidak mau di bantah.
"Baiklah. " ujar ara yang langsung pergi.
" Max memasukkan tangan kanannya lalu menduduki kursi kerjanya. max hanya menatap Jack datar meminta penjelasan.
" Aku yakin mereka adalah orang orang rose black. "
"Kenapa kamu berkata begitu? "
" Karena anggota kita menemukan lambang bunga mawar hitam di leher mereka, persis seperti sapu tangan yang kita temukan waktu itu. "
Sementara di belahan lain seseorang sedang menikmati pesta kemenangannya.
"Bos, aku sudah berhasil meneror mereka. saat ini mereka sedang mencari siapa pemimpin dari orang yang meneror mereka. "
" Bagus, apalagi yang berhasil kamu dapatkan? "
" Ini bos. Bos bisa melihat sendiri., pria itu sedang dekat dengan seorang wanita. "
__ADS_1
" Bagus, cukup menarik. aku akan merebut wanita itu, sama seperti dia yang pernah merebut wanita yang aku cintai. Aku menginginkan wanita itu, cari tau tentang dia secepatnya. jika dia tidak berhasil menjadi milikku, maka seorang pun tidak bisa memilikinya. Aku akan membunuh wanita itu. "