
Semuanya sudah menjadi masalalu, hubungan kita hanya masalalu. Meski kamu berusaha memperbaikinya, masa lalu tetaplah masa lalu. Itu tidak akan pernah bisa berubah. "
" Tidak, hubungan kita bukan masa lalu, tapi masa depan, aku sudah memutuskan untuk mencintai kamu seumur hidupku, dan masa depan ku adalah kamu ara. "
" Aku tidak bisa, aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang. Lebih baik kamu cari kebahagiaanmu dengan wanita lain."
" Matipun aku tidak akan pernah berpaling ke wanita lain. " Tegas max penuh keyakinan.
" Bukankah kamu sudah memiliki wanita ? Kenapa masi menyangkalnya? "
" Aku tidak pernah memiliki wanita setelah kepergianmu. " Max berpikir sebentar, sebelum akhirnya dia berkata lagi.
" Apakah maksud mu Clara? "
" Apa masi perlu kamu mempertanyakannya? " Ujar ara acuh.
" Aku akan menceritakan kepadamu bagaimana Clara bisa dekat dengan aku. bukan, maksud ku, bagaimana dia bisa sampai menggangguku. aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya, aku bahkan tidak pernah menganggapnya ada. "
" Aku tidak butuh penjelasan mu, seperti apapun hubunganmu dengan dia atau pun wanita lainnya, itu bukan urusanku. sepertinya kamu sudah lebih baik, pintu ada di sebelah sana, sebaiknya kamu keluar. "
Ara berdiri melerbarkan tangannya menunjuk kearah pintu.
" Aku tidak akan pergi. Jika kamu ingin tidur, kembali saja ke kamarmu, aku akan terus disini sampai kamu memberiku satu kali kesempatan."
Ara kesal melihat tingkah keras kepalanya max, karena kesalnya, ara memutar tubuh nya untuk berbalik naik ke atas, namun tangannya tidak sengaja menyenggol ke meja sehingga gelas yang berisi teh panas itu tumpah terkena tangannya.
" A ughh... " Ara merasakan sengatan panas di punggung tangannya.
Max yang melihat itu, dengan cepat langsung meraih tangan ara dan meniupnya.
" Apakah sakit? dimana letak kotak obat mu, aku akan mengambilnya. "
" Ada di atas, aku akan mengambilnya sendiri. Sebaiknya kamu pergi dari sini. "
Max tidak perduli dengan perkataan ara.
" Ayo aku gendong ke kamarmu
"Tidak perlu! " Suaranya dingin menggertak max.
" Kamu sakit ara, aku akan membawamu keatas. "
" Yang sakit tanganku, bukan kaki ku, jadi aku tidak butuh bantuanmu. sekarang yang aku inginkan kamu segera keluar dari sini, semakin kamu cepat keluar, semakin cepat juga aku mengobati luka ditangan ku ini. " Ucap ara dengan jengkel.
Max pun tidak tinggal diam. dia langsung menolong tubuh ara.
__ADS_1
" Lepaskan aku! " teriak ara semakin marah.
" Berteriaklah sepuasmu, aku tidak akan perduli dengan teriakanmu.. " Max melangkah, dia tidak perduli dengan ara yang terus berteriak dan memberontak..
" Max... Turunkan aku. "
Max mengabaikan permintaan ara yang terus menggerutu, mengoceh dengan perkataan yang tidak jelas. dia terus berjalan menaiki tangga.
Setina dikamar, max menurunkan ara dengan pelan keatas tempat tidur.
"Dimana kamu menyimpan kotak obatnya? "
" Kamu sudah mengantarku sampai ke kamar, sekarang apakah kami sudah bisa pergi? "
"Katakan dimana obatnya, jika tidak, aku tidak akan keluar dari sini. "
" Kamu mengancam ku? " Ucap ara yang sudah berapi api.
" Mengancam atau tidak, kamu akan segera mengetahuinya. " Ujar max tak mau kalah.
Ara pun menghembuskan napas dengan kasar. Sebaiknya aku menuruti saja permintaan pria bremgsek ini, dengan begitu, dia akan segera pergi.
" Disana, didalam lemari itu. " Tunjuk ara kearah lemari yang berada di sudut kame itu.
" Baik. tunggu sebentar. " Max melangkah dengan senyum tipis di bibir nya.
Dengan terpaksa, ara memberikan tangannya untuk din oleskan salep.
" Auhhh, apakah kamu tidak bisa pelan pelan? "
" Iya maaf, aku akan pelan pelan. " Max kembali mengoleskan obat itu ke tangan Ara.
" Auhk kenapa tidak ada sedikitpun kelembutan ditangan kamu, bukannya sembuh malah semakin sakit. "
Kenapa wanita sangat susah di mengerti, semua serba salah, lebih baik menyusun strategi perang daripada harus meruntuhkan hati wanita. Hati wanita sungguh sangat rumit.
" Istirahatlah, jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, kamu bisa mengatakannya kepadaku. "Ujar max santai.
" Apa maksudmu? Bukankah kamu mengatakan jika kamu akan keluar jika sudah mengobati tangan ku? "
" Aku memang mengatakannya, namun aku tidak mengatakan keluar dari rumah ini, aku hanya bilang akan keluar dari kamar ini. "
Ara semakin tak tahan dengan sikapnya yang semakin seenaknya saja.
" Berhentilah max, kamu tidak perlu melakukan semuanya ini, apapun yang akan kamu perbuat tidak akan merubah keputusanku terhadapmu.aku sudahtidak memiliki perasaan apapun kepadamu. Sekarang tolong keluar dari rumah ini, aku ingin beristirahat. "
__ADS_1
Max terdiam, jujur hatinya sangat sakit melihat wanita yang dicintainya memgatakan jika tidak memiliki perasaan lagi kepadanya. namu max seakan tidak mendengarnya. dia tidak mengatakan apa apa, biarkan ara dan semua orang memarahinya. Max tetap akan melakukan apa yang dia inginkan, selagi tidak menyakiti wanita yang dicintainya, dia akan terus berjuang.
" Ara, jika ada sesuatu, panggil aku, aku akan menjaga di bawah. "
" Kau....! "
Ara yang sudah kehabisan kata kata akhirnya diam, dia segera berbaring dan menutup mata, dia berharap setelah menutup mata, max sudah pergi dari kamarnya.
Sekilas max melihat wajah arah yang pura pura tidur , tampa sadar max mengulas senyum penuh kemenangan.
' kedepannya, aku harus menutup telinga dan mata dengan tingkah ara yang cuek kepadaku. ' max melangkah keluar dari kamar dan tidur di sofa.
Selepas max keluar, ara langsung menghubungi citra sahabat nya sekaligus asisten nya.
" citra, satu bulan kedepan tolong kamu urus dulu semua pekerjaan ku,untuk sementara aku tidak akan tampil di dunia model dulu.daddy ingin aku secepatnya bergabung dengan perusahaan. "
" iya gak apa apa, dari awal kan aku udah saranin buat pilih salah satu , lagian kalau menurut ku sih mending kamu ikutin kemauan daddy kamu. "
" Iya, aku akan bergabung ke perusahaan. Aku akan membuat wanita licik itu mengetahui posisinya yang sebenarny. dia sudah salah memilih lawan. "
Meski ara sangat mencintai dunianya di bidang modeling, tapi saat ini perusahaan lebih penting, dia harus mengamankan perusahaan dulu dari kedua rubah licik itu.
" Ok beb, apapun yang akan kamu putuskan, aku selalu mendukungmu, jangan lupa, ada aku yang selalu ada buat bantuin kamu. "
" Thanks ya cit, kamu memang sahabat terbaikku. "
" Sama sama, goodluck ya."
Selesai ara menelpon sahabatnya, kini dia beralih menghubungi nomor dernady.
" Hallo daddy, "
" Iya ada apa, masi ingat kamu sama keluarga. " Ujar dernady dari sebrang telpon.
Ara mengela napas kasar, sejujurnya dia sangat malas untuk berbicara dengan fernady sekarang, semenjak menikah dengan wanita itu, daddy nya banyak berubah.
" Daddy, aku tidak akan basa basi, dengarkan baik baik, mulai besok aku akan bergabung ke perusahaan daddy, kontrak ku sudah selesai aku urus. "
" Hmm, bagus kalau gitu, sampai ketemu besok di kantor. Daddy akan menutup telpnnya.
" luna, kamu lihat ara, dia sudah mulai bergabung dengan perusahaan daddy kamu, jangan sampai dia berhasil merebut posisi bagus di kantor. mulai besok kamu juga harus ikut bergabung di kantor. Kamu harus bisa mengambil hati daddy kamu. "
" mamah tenang saja. itu tidak akan terjadi. aku sudah memiliki rencana untuk menyingkirkan nya. " ujar luna dengan yakin.
" apa rencana kamu? " tanya velly.
__ADS_1
kemudian luna menceritakan semua rencana yang akan dia buat. mereka pun tertawa bahagia membayangkan apa yang akan terjadi dengan ara.