
" hari ini yang cukup melelahkan, selain jadwal yang padat, ditambah dengan scandal yang di lakukan oleh rubah licik itu membuat wartawan datang menyerbu. huhh lihat saja nanti. jika bukan karena aku sungguh lelah saat ini, aku sudah membalas mu malam ini. " ara pun memutuskan untuk membersihkan dirinya. setelah selesai, seperti biasa sebelum tidur ara selalu memakai cream wajah dan juga lotion lain nya. namun ara merasa ada sedikit perubahan pada letak cream nya. ia selalu yakin, meletakkan perlengkapan makeup nya dengan rapi jika sudah selesai. namun malam ini dia melihat tata letak nya sedikit berubah. dengan perasaan curiga, ara membuka cream nya dan mencium aroma nya. ada sedikit aroma yang berbeda dari cream nya. setalah cukup berpikir, ara pun mengerti. "ini pasti kerjaan si rubah licik itu, lihat saja jika memang benar kamu sudah mencampurkan sesuatu kepada cream ini, maka, kamu harus merasakan nya terlebih dahulu. "
dengan berjalan mengendap endap, ara memasuki kamar luna. seperti nya langit sedang berpihak kepadanya. luma sedang berada di kamar mandi. dengan cepat ara menukar isi dari. cream nya ke tempat cream luna. kemudian ara keluar dengan pelan dan jangan lupa juga dengan senyum licik nya itu.
beberapa saat, luna pun keluar dan dengan cepat memakai cream nya tampa merasa curiga sedikitpun.
" ahkkkkkkkkkk kenapa wajah ku jadi begini!!!" luna terkejut saat menyadari ada rasa tidak nyaman di wajah nya. kemudian ia berjalan melihat ke cermin, wajah nya penuh dengan ruam ruam merah. " sialan, bukan kah seharusnya ini terjadi kepada ara, kenapa jadi seperti ini " ujar nya dengan geram.
" sayang kenapa dengan wajah mu, kenapa kamu memakai marker, kita sedang sarapan, ayok cepat buka masker nya " ujar bianca.
" iya, kenapa dengan wajah mu, apa. kamu. lagi sakit? " ucap fernady.
" bukan pah, wajah ku sedang tidak enak untuk di lihat. jadi nanti saja setelah wajah ku pulih baru akan ke perlihatkan " ujar luna .
__ADS_1
tak lama ara pun turun dan duduk. dimeja makan.
" sayang, tidak apa apa, coba mamah lihat dulu, seberapa parah wajah kamu. "
Kemudian luma membuka marker nya dan memperlihatkan wajah nya yang sudah bengkak akibat ruam ruam tersebut.
" astaga sayang, kenapa bisa sampai separah ini, apa yang terjadi.? "
" kemarin malam kak ara
melihat sikap luna, membuat mereka semua mengerti kalau luna takut kepada ara.
" ara, apa yang kamu lakukan kepada wajah luna. kenapa sikap kamu jadi tak terkendali begini " ujar fernady dengan marah.
__ADS_1
" dedy, ara nggak ngelakuin apa apa, justru dia yang ingin mencelakai ara. dia itu licik ded "
" cukup ara, dedy tau kamu tidak suka kepada luna dan tante bianca. tapi tidak seharusnya juga kamu bersikap begini, hari ini kamu dedy hukum, tidak. boleh keluar rumah" ujar nya dengan penuh penekanan.
" abg, abg percaya kan sama ara.? dia yang mau jahatin ara. "
" ara, jika memang luna yang berniat jahat, seharusnya wajah kamu yang bengkak sekarang. "
" jadi abg juga tidak percaya sama ara? "
merasa jika abg nya diam saja, ara pun kecewa
" kalian keterlaluan " ucap nya kemudian berlari ke kamarnya.
__ADS_1
" sementara luna tersenyum penuh kemenangan. ternyata tidak masalah jika wajah ku bengkak seperti ini, setidak nya sekarang keluarga mu sudah mulai meragukan mu. " ujar nya dalam hati.