Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
flo di serang.


__ADS_3

Boleh bergabung ngak.


Flo dan rafael melirik suara yang menggangu makan mereka.


" Banyak meja apa harus disini " Ucap rafael tak suka.


" Kita semua kan saling mengenal, apa salah nya duduk bersama. " Ucap bella sambil melirik rafael.


" Udalah duduk ya duduk aja, ngapain di ributin si" Kesal flo,


Evan yang melihat flo sedang asyik makan, merasa senang, pasal nya lagi makan saja flo terlihat cantik, makan nya juga tidak di buat buat, seperti hal nya wanita lainnya kalau makan di depan umum pasti menjaga image, sedangkan flo terlihat apa adanya tapi tetap dalam porsi yang elegan.


" Rafael yang menyadari kalau evan melirik flo, langsung kesal, dan menendang kaki evan dari bawah meja.


" Akh, "


" Kenapa sayang, "ucap bella.


" Nggak apa apa, hanya ada nyamuk rese yang gigit kaki aku" Kilah evan.


pesanan makanan evan dan bella udah datang. dengan santai bella mengambil cumi dan memasukkan nya ke dalam mulut nya.


" Ini enak banget sayang. kamu mau coba nggak, sini aku suapin, ini cumi paling ter enak yang pernah aku makan " Ujar bella.


Rafael langsung melihat kearah makanan bella, dan benar saja dia sedang makan cumi, kemudian saat bella ingin menyuapkan makanan laut itu lagi, Rafael langsung menjatuhkan sendok bella.


" Bella, kamu kan elergi makanan laut, kenapa di makan? ujar nya dengan kesal bercampur khawatir.


bella tersenyum puas melihat reaksi Rafael yang masi peduli dengan nya.


" iya aku tau, kamu tau sendiri kan aku suka banget makanan laut, aku makan nya sedikit kok nggak banyak." jawab bela.


" Kamu makan ini saja." Ujar Rafael memberikan lauk nya kepiting bella.


flo hanya diam melihat tingkah kedua nya. hati nya sakit melihat kecemasan Rafael kepada bella.


" Hmmm. aku ke toilet dulu." kata flo.


" Iya sayang, mau aku antar aja? "


" Nggak usah, " ujar flo ketus.


" kalian ternyata cukup dekat ya,sampai makanan yang nggak bisa di makan pacar aku aja kamu tau" sindir evan.


" sayang jangan salah paham, dulu itu ketika di kantin kampus,waktu makan,rafael melihat aku makan hidangan laut, dari situ dia tau. "Ujar bella bohong.


" sayang aku ke toilet juga ya, kalian lanjut aja makan nya. "


flo merasa geram dengan sifat bella , flo tau kalau bella memang sengaja melakukan itu, tapi yang membuat nya lebih kesal ialah, Rafael bisa se peduli itu dengan nya, bahkan nggak menghargai aku ada di samping nya.


" Kamu pasti kesal ya, Rafael begitu peduli sama ku, kamu memang pacar nya dia, tapi hati nya itu cuma sama aku, harus nya kamu tau itu. "


" Kamu jangan kepedean, itu hanya sifat manusiawi aja, andai bukan kamu juga yang disitu, Rafael pasti melakukan hal yang sama. "


" Oh ya, aku rasa mulut dan hatimu berkata beda. ckckckck aku sungguh kasihan sama kamu, dulu evan, kamu mengejar nya mati matian, tapi malah milih aku, sekarang Rafael, meski dia pacar kamu, aku yakin, kamu itu cuma pelarian nya aja, hahaha"


" Plak.. jaga omongan kamu ya, dasar wanita murahan, udah punya pacar masi aja dekatin pacar orang. "


Keributan pun terjadi di dalam kamar mandi, keributan itu terdengar hingga ke meja Rafael dan evan. karena ada perempuan yang makan di situ juga baru keluar dari kamar mandi dan bercerita kepada teman nya. Sontak membuat Rafael dan evan yakin itu adalah pasangan mereka.


bella melihat suasana di diluar toilet rame , dia memikirkan ide buat menjebak flo, dia pun menampar pipi nya lagi dengan kencang hingga mengeluarkan darah di sudut bibir nya, serta rambut nya yang di acak acak. kemudian alergi nya juga kambuh di saat yang bersamaan, bella pun mulai sesak, dia berteriak meminta tolong.

__ADS_1


" dasar wanita licik, setelah menampar wajah sendiri, sekarang berlagak mau mati, biar apa, biar orang nuduh aku gitu dasar ular. "


bella terus berteriak minta tolong hingga pintu pun terbuka kencang.


Rafael langsung melihat keadaan bella yang sudah menghawatirkan. begitu juga dengan evan.


" sayang, lihat dia, dia cuma akting, aku nggak ada ngapain dia, dia itu licik, dia ular, kamu jangan percaya sama dia. "


Rafael melihat ke arah flo dengan tatapan marah dan kecewa. kemudian dia mengangkat bella dan membawa nya kerumah sakit meninggalkan flo sendirian di sana. begitu juga dengan evan yang memilih untuk ikut membawa bella kerumah sakit.


Hancur, sakit, sesak, itulah yang di rasakan flo saat ini, dia berfikir Rafael memang mempercayainya, ternyata sedikit pun aku nggak ada di hati nya. flo tertawa miris," tidak akan ada pertunangan, aku akan membatalkan pertunangan ini. "


Malam hari nya flo tidak bisa tidur karena lapar, pasal nya setelah pulang dari mall, flo tidak makan lagi karena ketiduran, hingga jam makan malam sudah lewat. Flo pun segan untuk membangunkan bi nina. , sementara jam menunjukkan pukul 20.00.


Flo memutuskan untuk keluar, mencari penjual makanan terdekat.flo mengeluarkan mobil nya dari bagasi. sambil mendengarkan lagu favoritnya


namun,tanpa flo sadari sebuah mobil mengikuti flo dari belakang.


" Bang Toyib.,, nasi goreng nya satu, level 5 telor nya mata sapi ya, " Ucap flo.


" Eh nona flo, ayo non duduk dulu, stelah ini baru bang Toyib buatin ya " Ucap pria itu sopan.


" Iya bang, santai aja" flo memainkan HP nya sembari menunggu pesanan nya selesai.dia sudah memutuskan untuk tidak menaruh hati kepada Rafael si brengsek itu,.tiba tiba tak jauh dari situ terdengar suara tembakan. Mereka yang disitu merasa takut, ada yang langsung pulang sebelum pesanan nya slesai. Begitu juga dengan flo, ingin segera pulang. Namun terlambat, orang orang dengan pakaian hitam segera mengepung tempat itu, .


Sepertinya orang ini dari dua kubu yang berbeda, karena mereka saling menyerang. Berapa pembeli lainnya juga ada yang terluka karena terkena serangan dari orang berbaju hitam itu,


Flo masuk kebawah kolong meja untuk bersembunyi. Namun saat akan masuk tiba tiba senjata di todongkan ke kepala flo,


" Mau kemana cantik, kita bahkan belom bersenang senang " Ucap pria itu tersenyum licik.


" Lepasin gue, apa yang mau lo lakuin, uang,? Gue kasih berapa yang lo mau" Ucap flo memohon.


Flo tidak mengerti dengan perkataan pria itu, karena flo merasa ketakutan saat ini.


Pria yang menodongkan senjata itu, melihat kalau anak buah nya mulai tumbang satu persatu, cepat atau lambat mereka pasti kalah, sehingga dia dengan cepat mengarahkan lagi senjatanya ke kening flo,


" Dengar gadis cantik, sepertinya kita tidak sempat untuk bersenang senang, jadi sekarang segeralah menemui dewa kematian, " Dorrrrr"


Flo yang sudah pasrah akan kematian nya sudah menutup mata, jika gue mati siapa tau gue balik ke tubuh gue batin flo, namun flo tidak merasakan adanya tembakan....


Melainkan dia merasa ada yang memeluknya,


" Apa gue udah di surga ya " ucap flo pelan yang masi bisa di dengar oleh pria yang memeluk nya.


" Lo nggak kan bisa pergi kemana mana tampa seizin gue. " Ucap pria itu dengan datar.


" Deg.. " Flo membuka mata, dan membelakkan matanya, " Kamu " !!


" lo nggak apa apa, " ucap pria itu dingin.


flo yang baru tersadar dari keterkejutannya hanya bisa menggeleng.


" lain kali jangan keluar malam sendirian, bahaya, " Ujar pria itu dingin


" iya. makasih udah nolongin gue, gue mau pulang dulu, "


" gue antar, takut nya masi ada yang ngikutin kita, " ucap pria itu,


flo yang masi ketakutan akhir nya mengiakan permintaan pria itu untuk mengantar nya,


" tapi mobil gue gimana? "

__ADS_1


" nanti anak buah kuyang bawa, " jawap pria itu dingin.


" Bersihkan semua kekacauan yang terjadi, bawa orang orang yang terluka ke rumah sakit. " Ujar max ke para bawahan nya.


" Baik bos. "


saat akan menjalankan mobil nya, max melirik kearah flo, kemudian max mendekatkan wajah nya ke arah wajah flo.


" Lo mau ngapain? "


tidak ada jawaban dari max, hingga akhirnya tersisa berapa senti lagi, flo langsung menutup matanya.


" Klik" flo langsung membuka matanya, betapa malunya dia saat mengira jika max akan mencium nya. wajah nya sudah semerah tomat. max ternyata hanya memasangkan seat belt.


max tersenyum tipis melihat flo yang salah tingkah.kemudian dia menjalankan mobil nya.


" suasa di dalam mobil begitu hening, tidak ada yang bersuara, hingga terdengar suara perut flo yang berbunyi.


astaga ini perut buat malu aja, batin flo menahan malu.


" lo laper"


" iya lha laper, lo nggak liat gue tadi belom sempat beli makan, " ucap flo dengan kesal bercampur malu.


pria itu hanya diam, dan melajukan mobil nya, dengan kecepatan sedang. hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah kafe,


" mau makan disini apa bungkus, " ucap pria itu.


" bungkus aja deh, takut kemalaman pulang nya, nanti papih kuatir.


pria itu hanya mengangguk kemudian turun dan masuk ke kafe tersebut.


skep


makanan nya udah selesai dan mereka kembali untuk melanjutkan perjalanan.


berapa saat kemudian,mobil sampai di depan rumah flo.


" sekali lagi makasih ya, udah nolongin gue sama udah antarin pulang, kalau lo nggak ada tadi, gue nggak tau deh apa masi bisa berdiri disini, " ucap flo dengan sedih saat teringat dengan kejadian tadi, kalau bukan max yang cepat datang menarik flo ke pelukan nya dan menembak pria jahat itu,mungkin flo udah nggak selamat.


" lain kali kalau keluar bawa teman, jangan pergi sendirian. "


" tapi kok lo bisa ada di sana tadi, terus yang tadi itu yang bantuin, anak buah lo?


" cuma sekedar lewat kok, nggak sengaja ketemu sama kamu. " kilah max berbohong, padahal dia memang sengaja mengutus berapa penjaga bayangan buat ngejaga flo.


" tapi yang tadi itu, mereka mau celakain gue, atau gimana, soal nya keliatan jelas kalau tadi cowok itu mau ngebunuh gue, " ucap flo penasaran.


" udah nggak usah di pikirin, mereka juga nggak bakal berani datang lagi. " 'selagi masi ada gue, lo pasti aman. ' batin nya.


"mobil lo nanti di antar sama anak buah gue. " ucap max datar.


" ya udah gue turun ya.makasih sekali lagi. "


" Hmmm"


selepas flo keluar, max segera menghubungi seseorang.


" Selidiki siapa pelakunya, hidup atau mati , besok sudah harus ada di markas. " Ujar nya dingin.


sementara si penerima telpon sudah ketakutan menahan napas mendengar suara bos nya.

__ADS_1


__ADS_2