Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
69


__ADS_3

Sebelum janur kuning melengkung, kesempatan masi ada. Itulah yang dirasakan Marcel saat ini. Hari ini dia akan meminta jawaban atas lamarannya satu bulan yang lalu. Meski di awal Marcel mengatakan jika dia akan menunggu ara sampai dia membuka hatinya, tapi untuk saat ini bolehkan dia egois? dia tidak mau jika max yang nantinya akan berhasil mendapatkan wanita yang sama sama mereka cintai.


Marcel kini sudah berada di depan rumah ara, apapaun yang terjadi niatnya sudah bulat untuk meminta jawaban ara.


Pintu rumah terbuka setelah marcel menekan bell berulang kali., tampak erlangga yang membuka pintu dengan tampilan yang masih telihat gagah di usia 50 tahun.


" Malam om. " Sapa Marcel sambil mencium tangan erlangga.


" Eh, kamu van, ayok masuk, om nnyak tau harus manggil kamu apa, evan atau Marcel? Sungguh, kalau bukan om sendiri yang menyaksikan kalian hidup kembali, om nggak akan percaya. " ucap erlangga tertawa.


" Aku juga nggak menyangka om bisa seperti ini hehe. senyamannya om saja, mau panggil evan atau marcel, orang nya sama saja.


" Ya sudah, kamu duduk dulu, om panggilkan ara sebentar. " Ujar erlangga yang hendak melangkah ke lantai atas.


" Om tunggu sebentar, ada yang ingin aku bicarakan dulu sama om sebelum aku berbicara dengan ara. "


" Oh begitu, ada apa? Kelihatannya sangat serius. "  ujar erlangga yang kembali duduk.


" Om begini, saya datang kesini ingin meminta kepastian dari ara, dua bulan yang lalu saya sempat melamar ara, tapi dia belom memberikan jawaban nya om, namun cincin yang berikan kepadanya masi di pegang sama dia. "


Marcel menarik nafas dalam dalam dan kembali berkata.


" Om, aku  sangat mencintai ara, aku tidak ingin melepaskan ara lagi om, aku sebenarnya tidak ingin memaksakan perasaan ara om, tapi jujur saja, aku sangat takut saat ara dan max menjadi dekat kembali. Om apa salah kalau aku egois om? "


Erlangga tentu sangat terkejut mendengar nama max di sebutkan. dia kira setelah kejadian pahit yang sudah berlalu, tidak akan pernah lagi mendengar nama max. Lalu apa artinya pernyataan marcel barusan, ara dan max kembali dekat? Itu berarti..


" Marcel, kamu bilang ara dan max kembali dekat? "


Marcel baru menyadari kalau ternyata erlannga belom tau mengenai hal ini.


"  Iya om, max sudah tau soal ara dan flo, dan dia sama sekali tidak mempermasalahkan itu, berulang kali max menemui ara untuk meminta maaf,meski ara mengatakan jika tidak mau kembali lagi, tapi tetap saja om, dengan seiring waktu mereka bertemu, perasaan ara akan muncul kembali. "


" Om paham maksud kamu, sejujurnya om juga tidak setuju dengan max, bahkan sampai detik ini om masih sangat bersalah karena dulu sudah menjodohkan mereka. " ucap erlangga yang menjadi murung.


" Om, saat ini orang yang dekat dengan ara hanya om, aku ingin minta tolong sama om buat memberikan ara pengertian . "


" Marcel, om sebenarnya sangat setuju jika kalian bersama, om akan coba buat bicara dengan ara, tapi kembali lagi pada keputusan ara, om berharap apapun nanti keputusannya,tidak membuat hubungan kalian menjadi renggang nantinya"


" Iya om,  apapun keputusannya,  hubungan ku dengan ara tidak akan pernah berubah om. "


" Om pegang kata kata mu. om akan naik keatas dulu. Kamu tunggu disini. "


Tok tok tok. " Ara, apa papah bisa masuk?

__ADS_1


" Iya pah masuk aja. "


" Kamu lagi sibuk? "


" Nggak pah, cuma ngerjain beberapa urusan kantor saja. "


" Anak papah sekarang sudah dewasa ya, sudah bisa ngurus perusahaan" ucap Erlangga mengelus kepala ara.


" Iya pah, sebenarnya sih ara nggak begitu tertarik dengan perusahaan, tapi ara juga nggak bisa biarin tante velly merebut perusahaan yang selama ini di perjuangan mami. Ara nggak rela. "


" Iya papah paham, memang sudah seharusnya kamu menjaganya. Tapi  kamu jangan lupa juga, kalau semua milik papah juga adalah milik kamu. Perusahaan papah nantinya akan menjadi milikmu. "


" Apa.. Ara nggak mau, ngurus satu perusahaan saja sudah berhasil membuat ara pusing, apalagi ngurusin perusahan papah,ara bisa cepat tua dalam sekejap. "


" Ha ha ha, kamu bisa saja, memang nantinya kan itu buat kamu, putri papah cuma kamu satu satu nya. Siapa lagi yang meneruskannya kalau bukan putri papah ini"


Ara sangat terharu dengan kasih sayang Erlangga kepadanya. Padahal Erlangga bukan  lah ayah kandungnya. Sementara ayah kandungnya sendiri.. entahlah, ara pusing memikirkannya.


" Sayang, ada Marcel di bawah. " ucap Erlangga yang kembali fokus akan tujuannya menemui ara.


" Oh ya kok papah baru bilang sih, nggak enak kelamaan dia nunggunya. "


" Iya papah lupa karena terlalu asyik ngobrol sama putri papah ini. "


" Tunggu sayang. papah mau ngomong sesuatu, kamu duduk dulu sebentar. "


" Kenapa pah? " Tanya ara bingung.


" Apa kamu menyukai Marcel? "


Pertanyaan erlangga membuat ara sedikit terkejut. dia berkata.


" Kenapa papah tiba tiba ngomong begitu? "


" Tujuan Marcel datang kesini untuk meminta jawaban kamu tentang lamaran nya sebelumnya. "


" Apa... tapi ara nggak bilang kalau mau jawab sekarang pah. " ucap ara yang semakin bingung. Dia belom bisa memberikan jawaban kepada Marcel. hatinya masi ragu.


" Apa kamu masi memikirkan max? "


Pertanyaan itu sentak buat ara gugup.


" Apa Marcel yang mengatakannya sama papah? "

__ADS_1


" Iya, tapi dia tidak mengatakan hal lain selain max yang saat ini kembali mendekati kamu. Ara, apa kamu masi mencintainya? "


" Pah, kalau boleh jujur, aku memang masi menyimpan rasa kepadanya, bahkan setelah semua yang telah terjadi, tapi aku juga takut untuk memulai nya lagi pah, perbuatan nya dimasa lalu sangat menyakitkan buat aku,mungkin hubungan kami tidak akan bisa bersatu lagi. Aku tidak ingin melihat ke belakang lagi. "


" Papah tau, semua ini pasti berat buat kamu, semua ini memang salah papah, andai dulu papah tidak menjodohkan kamu dengan dia, mungkin kamu tidak akan merasa terluka sampai saat ini. Maafkan papah sayang. "


"Papah tidak salah, aku tau papah hanya ingin yang terbaik buat ara saat itu, kita nggak ada yang tau kalau max mempunyai niat lain di belakang. "


Ara menggenggam tangan erlangga sambil berkata.


" Semua sudah masa lalu, aku tidak ingin mengingatnya lagi, sekarang aku ingin membuka lembaran yang baru. "


" Syukurlah jika begitu, papah lebih mendengarnya. "


" Sekarang papah katakan sama ara, apa marcel yang menyuruh papah untuk  berbicara dengan ara? "


" Papah memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari kamu. Marcel tidak memaksa papah untuk meminta kamu menerima lamarannya. dia hanya  tidak ingin kamu kembali kepada max, sayang, menurut papah Marcel anak yang baik, dia sangat tulus sama kamu, tidak ada salahnya kamu memberikan dia kesempatan. Papah yakin, dia bisa membuat kamu bahagia. tapi semua kembali lagi dengan keputusan kamu, apapun keputusan kamu papah akan dukung. "


" Aku tau, makasih ya pah, " Ucap ara sambil memeluk erlangga.


"Sama sama sayang. papah hanya ingin kamu bahagia. Sekarang pergilah temui Marcel yang sudah menunggu jawaban kamu. "


" Kamu udah lama nunggu? Ini aku buatkan teh, minum dulu. "


" Terimakasih, aku belom lama kok. "


" Aku udah tau maksud tujuan kamu kesini, papah sudah ceritain semua sama aku. "


Marcel yang merasa tidak enak pun buru buru untuk menjelaskan.


" Ara, aku minta maaf, aku tidak ada maksud untuk menjadikan om erlangga sebagai alasan buat kamu nerima aku. Aku hanya.."


" Aku menerima lamaran kamu. " Ara mengangkat tangannya,menunjukkan cincin yang sudah melingkar di jari manisnya.


" Ara.. Ini.. Ini serius? " Ujar Marcel yang masi belom percaya.


" Iya, aku serius. "


dengan hati yang gembira, Marcel langsung mendekap ara ke pelukannya.


" Terimakasih, aku berjanji akan membuat kamu bahagia. " Ujar Marcel sambil mencium kening ara.


'Semoga keputusan yang aku ambil ini adalah yang terbaik. '

__ADS_1


__ADS_2