Antagonis Yang Sebenarnya

Antagonis Yang Sebenarnya
41


__ADS_3

Keesokan hari nya, ara pergi ke kantor sesuai permintaan artur. Pagi pagi sekali ara sudah meletakkan tugas nya di meja kerja artur dan pergi untuk pemotretan.


Hari ini dia sangat senang karena tidak bertemu dengan artur. entah kenapa aku tiba tiba merindukan max. Artur dan max sangat jauh berbeda.


Ara memasuki aula pemotretan, di dalam sudah ada sahabat nya yang menunggu nya.


" Ara,, kamu sudah datang, ayok cepat ganti baju mu, hari ini akan merupakan hari yang cukup melelahkan buat kita, karena baju yang akan kamu tampilkan lumayan banyak. Jadi aku rasa kamu nggak akan bisa ke kampus hari ini. " Tutup citra.


" Sudahlah tidak apa apa,bukankah ini sudah sering terjadi, jadi santai saja. "


" Ara, apa tidak sebaiknya kamu milih salah satu karir yang akan kamu teruskan? Lepaskan salah satu nya, biar kamu nggak ribet, kasihan kuliah kamu yang terus menggantung nggak jelas, "


" Beb, ini adalah dunia ku, aku nggak bisa ninggalin begitu saja, sementara kuliah, itu tuntutan dari dedy, sementara masi ada abg yang bantuin dedy buat mengurus perusahaan nya. Jadi aku tidak perlu terburu buru. Sekarang aku harus fokus ke dunia ku ini. "


" Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan. Aku cuma kasihan sama kamu. Oh ya, bagaimana dengan tante Bianca, apa mereka memperlakukan kamu dengan baik? "


" memang nya mereka berani berbuat apa? aku bahkan menganggap mereka angin yang berlalu. "


" baiklah. kamu harus terus waspada. sekarang cepat ganti baju mu, penata rias sebentar lagi datang. aku akan menunggu mu di bawah. "


Di tempat lain Luna baru tiba di kampus, tak lupa dengan sofian yang mengantar nya.

__ADS_1


" makasih ya, abg udah ngantar luna lagi, "


" iya sama sama. abg langsung pamit ya, ada urusan soal nya di kantor yang harus segera di selesaikan. "


" ok"


ara yang baru saja selesai pemotretan kini bebaring di atas sofa, hari ini memang sangat menguras tenaga. perut nya berbunyi menandakan untuk segera di isi. dia mengajak citra untuk keluar mencari makan.


kini mereka berada di sebuah kafe tempat tongkrongan muda mudi. kafe ini lebih dominan kepada anak anak muda. jarang sekali terlihat ada yang sudah berumur datang ke kafe ini, intinya kafe ini khusus tempat yang belom menikah.


saat mereka sedang menyantap makan siang mereka, ara melihat Luna yang juga datang ke kafe ini, dia bersamaa empat dayang dayang nya. kenapa aku bilang begitu, karena penampilan dayang nya sangat berlebihan. terlihat sangat sombong dan arogan. ya wajarlah, serupa dengan luna. s


" kak ara, kakak juga disini,, kebetulan aku juga datang buat makan, luna boleh gabung ya sama kk. ? " ujar luna dengan. lembut.


" kakak, aku. kenapa berbicara seperti itu, aku luna hanya ingin menjadi dekat dan akrab dengan kk, apakah itu salah? " ujar nya dengan sendu.


dayang dyang nya yang melihat tingkah ara pun menatap bingung kearah mereka.


" itukan arabella, model cantik yang lagi populer, dia juga kuliah di tempat kita, luna apa kamu mengenal nya? " tanya salah satu teman luna.


" dia saudara ku, " jawab luna pelan.

__ADS_1


" apah, saudara kamu? " teman teman nya tidak menganggap jika luna, selain kaya juka punya saudara seorang model. mereka tidak salah mengajak luna bergabung ke tim mereka.


" aku tidak merasa memiliki saudara seperti mu" ketus nya.


" ya ampun, kok gitu sih ngomong nya sama saudara sendiri, nggak nyangka ya, model yang di sukai banyak orang ternyata asli nya begini.. "


luna yang mendengar teman teman nya mulai memprovokasi ara tersenyum tipis. dia memang sengaja berkata seperti itu, karena dia yakin ara tidak akan suka jika aku memanggilnya saudara.


" kalian jangan ngomong seperti itu, kakak aku sangat baik kok, mungkin karena lagi ada masalah, jadi gampang marah"


" ck ck, lebih baik kalian menghilang dari depan ku. mengganggu selera makan ku saja, " ujar nya.


luna dan teman nya memilih meja lain,


" luna, kenapa saudara kamu sangat berbeda sifat nya dengan kamu, dia sangat sombong, "


" dia tidak seperti itu kok, meskipun kami lahir dari rahim yang berbeda, tapi aku sangat menyayanginya, "


" jadi maksud kamu, dia bukan saudara kandung mu, tapi saudra tiri? " tanya teman nya.


" iyah, memang nya kalian tidak melihat wajah kami sangat jauh berbeda. "

__ADS_1


" pantas saja, sikap nya seperti itu, jadi dia hanya kakak tiri kamu. "


" iya, dia anak dari selingkuhan dedy ku, ibu nya berselingkuh dengan dedy ku , awalnya tidak ada yang mengetahui nya. tapi setelah ibunya meninggal, dedy membawanya tinggal di dalam keluarga ku. aku mencoba menerimanya. biar bagaimanapun dia adalah saudara ku.


__ADS_2