
" bukan nya seharus nya kamu berada di dalam?" ujar dodo meneguk habis minuman yang di isi dalam gelas kecil.
flo diam tidak berniat menjawab obrolan dari max. kejadian kemaren masi membuat nya kesal kepada max.
sementara max yang di cuekin merasa tidak senang..
" apa yang kamu lakukan, dengar max, aku bisa berteriak jika kamu macam macam. "ancam nya berjalan mundur kebelang.
berteriak lah, paling orang orang akan mengatakaan kalau kita pasangan yang di mabuk cinta. "
ujar max yang terus berjalan hingga membuat flo terpojok.
" Max, aku tidak main main, tolo... "
dengan cepat rafael membungkam mulut flo dengan mencium nya. flo yang kaget membukatkan matanya tidak percaya apa yang terjadi. Flo meronta sekuat yang bisa dia, namun tenaga max jauh lebih kuat. Melihat perlawanan flo, max semakin memperdalam ciuman nya, ia menarik tengkuk leher flo sehingga flo tidak bisa meronta. merasa akan kehabisan nafas, baru lah max melepaskan nya.
"Dasar mesum" ujar flo dengan nafas yang ngos ngosan.
" aku hanya memberitahumu apa itu pungsi mulut" kata max sambil mengusab bibir flo yang basah dan sedikit bengkak.
" dasar mesum " kemudian flo pergi meninggalkan max.
" Flo"
" rafael, kamu darimana aja sih, kenapa baru muncul. ? "
" Maaf ya sayang, ada urusan yang nggak bisa aku tinggal tadi. maaf udah buat kamu menunggu lama. "kata rafael sambil mengelus surai lembut milik flo.
" kamu kenapa? wajah kamu pucat, , apa ada masalah, cerita donk sama aku, siapa tau aku bisa bantu kamu. "
" aku nggak apa apa sayang. mungkin kelelahan saja karena belakangan ini kan aku sibuk bantuin papah di kantor. " ujar rafael.
" ya udah kalau gitu, kita kesana, semua udah pada nungguin kamu dari tadi. "
acara wisuda pun selesai sampai sore harinya. kini keluarga mereka berada di kediaman erlangga.
" nggak terasa ya, anak anak kita udah dewasa sekarang. nggak di sangka waktu bisa secepat ini berlalu. " ujar sarah kepada suaminya dan erlangga.
" iya, padahal dulu mereka masi sangat kecil kecil. sekarang bahkan mereka akan segera memiliki keluarga sendiri. "
" ngomong ngomong, dimana mereka, kenapa belom muncul juga, padahal tadi mereka ada dibelakang kita kan ya, kok belom nyampe juga. "Ujar baskara.
" sabar lah mas, biasa lah anak muda, mungkin mereka singgah entah kemana dulu, lebih baik kita tunggu sebentar lagi . "
" Nah itu mereka. kalian darimana saja sih sayang, kenapa lama sekali" ujar sarah yang langsung memeluk flo.
" nggak dari mana mana kok tante, cuma singgah sebentar tadi ke restoran langganan flo. kata rafael tante suka makanan yang pernah flo bawain. "
" Oh ya ampun, kamu memang mantu kesayangan nya tante. "
" tante bisa aja. " Ujar flo malu.
" Berhubungan semua sudah disini ,om mau bertanya kepada kalian. gimana pertunangan kalian. Apa kalian udah ada planing soal acara pertunangan nya.? "
" pah, kalau rafael sih terserah flo nya saja, rafael sudah siap sepenuh nya. "ucap nya dengan yakin.
" Gimana dengan kamu sayang? " tanya sarah.
" flo nurut saja tante. gimana baik nya aja"
" sayang, apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu? " tanya erlangga.
__ADS_1
" iyah pah, flo yakin pilihan papa pasti yang terbaik buat flo"
tanggal dan waktu pertunangan flo dan rafael pun sudah di tentukan. semua undangan sudah di sebarkan.tinggal menunggu hari H nya.
saat ini flo dan clara berada di taman kampus. mereka semua mengadakan acara perpisahan kepada seluruh dosen.
" flo aku mau beli minum sebentar ya, kamu mau nitip nggak? "
" boleh, juice trawberry ya, gula nya dikit aja."
" Ok, tunggu disini ya. jangan kemana mana. "
" Iya"
Flo memperhatikan taman di depan nya. Ia mengingat waktu pertama kali Rafael mencium nya disini, dan menembak nya dengan muka datar nya. flo tersenyum sendiri mengingat hari itu.
" Apa aku boleh duduk disini? "
Flo yang asyik dengan pemikiran nya seketika tersadar mendengar suara .
" Evan, ya duduk saja, ini bangku umum kan,Siapa saja berhak duduk. "
" Kamu udah berubah banget ya sekarang, udah nggak kek dulu lagi"
" Maksud nya berubah gimana"?
" ya banyak lah, dulu kamu tiap hari selalu ngejar ngejar aku. sekarang, kamu malah akan bertunangan dengan rafael. "
" Setiap orang itu pasti ada waktu nya buat berubah, aku yang dulu belom dewasa untuk bisa membedakan rasa suka, cinta, obsesi, dan mengagumi, mungkin dulu aku hanya obsesi sama kamu, kamu tau sendiri kan aku yang dulu paling nggak suka, kalau apa yang aku inginkan nggak bisa aku dapatkan, terlebih aku lebih dulu mengenal kamu, dari jaman kita SMA dulu hingga kuliah, jadi saat tau kamu dekat dengan bella, aku nggak terima, berbeda dengan sekarang,aku sudah menemukan orang yang benar benar aku cintai, bukan obsesi. "
Entah mengapa saat flo mengatakan bahwa dia tidak mencintai nya lagi bahkan mengatakan hanya obsesi, hatinya terasa pahit, apa kah aku sudah melakukan kesalahan dengan memilih bella saat itu,Batin nya.
" Ahk, iya, aku cuma berharap kamu bisa bahagia. aku hanya ingin meminta maaf atas semua perlakuan aku selama ini sama kamu. "
"iya sudah kalau begitu, aku masuk kedalam dulu ya. " ujar evan berlalu .
di tempat lain bella dan rafael sedang bertemu.
" Bella, ini terakhir kali aku tanyakan sama kamu, kalau kamu tinggalkan evan, aku akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi, sebentar lagi aku akan bertunangan , jadi jika saat ini kamu berubah, masi belom terlambat. "
" Aku nggak bisa, ada hal yang nggak bisa aku jelasin sama kamu, " Saat ini aku belom bisa kembali sama kamu, aku masi membutuhkan evan buat menjalankan rencana ku, tapi nanti setelah semua selesai, aku akan merebut kamu kembali dari flo, nggak akan lama lagi, batin nya.
" Baiklah jika itu pilihan mu, aku sudah memberikan kesempatan buat kamu, jaga dirimu baik baik,.setelah aku bertunangan, janji ku kepada almarhum papah kamu sudah selesai.
Para mahasiswa terlihat gaduh melihat tulisan berwarna merah di loker milik Flo,
* kamu juga harus tiada *
Seorang mahasiswi perempuan terkejut" Astaga ,apa itu darah ?" Tanya wanita tersebut
" Aku rasa hanya tinta merah saja " balas anak di sebelahnya.
max yang tidak sengaja lewat dari depan ruangan itu tidak sengaja mendengar obrolan para wanita itu, sehingga, dia langsung menerobos masuk kedalam. mata max langsung mengarah kepada tulisan yang berada di loker flo.
" sial. Flo dalam bahaya. " Max pun dengan cepat berlari mencari keberadaan flo.
Flo sedang asyik memainkan HP nya sekaligus mendengar kan lagu memakai handset. sementara dari lantai atap sekolah seseorang tiba tiba menjatuhkan vas bunga ke arah Flo ,dengan buru buru seorang pria menolong Flo ,dia memeluk flo dengan menyembunyikan flo didalam dekapan nya, sehingga dia yang menjadi sasaran vas bunga itu,
" Prang !! Kamu nggak apa apa kan flo, ? "
Flo masi dalam keterkejutan nya, flo masi belom menyadari apa yang terjadi, karena dia sedang asyik bermain game di tambah dengan suara musik yang membuat flo tidak mendengar apa apa,
__ADS_1
" Saya nggak apa apa pak, tapi kenapa pak rizal meluk saya? " Ucap flo bingung,
setelah memastikan keadaan Flo baik baik saja,rizal pun pingsan di hadapan flo.flo pun menyadari ada darah keluar dari kepala rizal, lalu dia melihat ke belakang nya ada vas bunga yang hancur, baru lah flo menyadari apa sebenarnya yang terjadi,.
Flo berteriak minta tolong, bertepatan keadaan taman sangat sepi, sehingga tidak ada yang menolong,
" Flo, kamu nggak apa apa kan, " Ucap max kuatir.
" Max, tolong, pak rizal tertimpa vas bunga, max liat banyak darah, aku takut max, "Ucap flo histeris
Max yang melihat flo ketakutan, langsung mendekap nya,
" Tenang flo, semua akan baik baik saja, kamu jangan panik, kita bawa ke mobil ayok. "
Max pun langsung membawa rizal ke mobil nya,
3 jam sudah berlalu ,kini dokter yang menangani rizal keluar dari ruangan.
" Dokter bagaimana keadaan teman saya " ucap Flo terburu buru
"Pasien sudah melewati masa kritis beruntung langsung dibawa jika tidak nyawanya akan susah untuk di tolong."
Terimakasih dokter " balas flo dengan penuh kelegaan.
" Flo, kamu nggak apa apa kan, nggak ada yang terluka kan "? Ucap clara membolak balik kan badan flo.
" Aku nggak apa apa, kamu tau darimana aku disini?
" Siapa lagi kalau bukan si muka datar ini, " Tunjuk nya dengan kesal. Sementara yang ditunjuk cuma acuh tak acuh.
" Kok marah, " Ucap flo
" Ya marah lah, dia nggak bilang siapa yang sakit, langsung bilang kamu di rumah sakit, ya wajar lah saya panik" Celoteh nya,
" Aku nelpon dia kesini buat nemenin kamu flo, aku kuatir tadi liat kamu ketakutan. " Ucap max dengan lembut.
" Giliran ngomong sama aku aja suara pelit dasar gunung es" Celoteh nya dengan pelan.
" Apa kamu sedang mengumpat? " Tanya max dengan datar.
Tuh kan benar. Giliran di omongin aja keluar deh tuh suara,, batin nya.
" Siapa yang mengumpat, enak aja, " Kilah nya .
Sebuah pesan masuk ke HP max, tampa menunggu lama, mak langsung membaca pesan nya.
" Aku ada urusan, aku tinggal dulu ya, "
" Iya, makasih ya max, kalau nggak ada kamu tadi entah apa yang terjadi. "
Max mengangguk kecil dan menjawab" Ok"
" Apa yang terjadi si sebenar nya, siapa yang sakit, dan ini, kenapa ada darah di baju kamu, ? "
" Pak rizal terluka karena nolongin aku,ada vas bunga yang jatuh dari rooftop , aku nggak tau karena asyik main game sambil dengar musik, untung ada pak rizal yang liat kejadian itu, " Ucap flo sedih.
" Astaga, kok bisa si ada vas yang jatuh, nggak mungkin kan di buat angin, vas bunga di rooftop kan gede,, atau ada yang sengaja buat nyelakain kamu"
" Aku nggak tau,belakangan ini kenapa banyak banget kejadian yang aneh aneh. "
Sementara di tempat lain, max sedang berada di markas, menyaksikan asisten nya bermain main dengan orang yang ingin memuat flo celaka, namun mereka tidak mendapatkan petunjuk apapun karena pria itu terlebih dulu bunuh diri dengan menggigit lidah nya.
__ADS_1
" Bos keadaan pria ini sudah kritis, dia mengidap penyakit kanker stadium akhir, dan juga dia mendapatkan transferan senilai 1m ke rekening nya, seperti nya orang ini sudah memperhitungkan semua dengan matang.